
...ENJOY...
.......
.......
.......
...1 Minggu setelahnya...
Pukul 07.30 ,Kediaman keluarga Rehan W.
Nasehat bijak, mengatakan; Untuk melewati hari mu dengan baik, maka perhatikan apa yang masuk ke dalam mulut mu setiap pagi, pastikan yang kau makan adalah semua yang baik untuk tubuh mu.
Dengan makanan yang sehat, maka seberat apapun hari yang kau lalui, kau akan mampu melewatinya.
Setelah menikah dan memiliki anak-anak serta membesarkan nya sendiri, Julie benar-benar sudah menjadikan faham tersebut sebagai motto dari hidupnya.
Karena itulah selama 20 tahun terakhir, Julie selalu dan sudah terbiasa untuk bangun lebih pagi demi menyiapkan semua makanan yang sehat, enak dan bergizi bagi suami dan anak-anak nya.
Ia sangat bahagia setiap kali berada dimeja makan bersama dengan orang-orang yang ia cintai dan memastikan mereka mendapatkan sebagian cintanya dari apa yang ia siapkan bagi keluarga kecilnya di meja makan.
Setiap kali ia menyajikan makanan dan menemani suami serta anak-anak nya untuk sarapan, ia ingin mereka tau bahwa Julie sangat mencintai mereka, dan berdoa agar setiap hari yang mereka lewati dapat berkahir dengan suatu perasaan bahagia.
Setidaknya itulah yang Julie pikirkan sebagai seorang istri dan seorang Ibu.
Meskipun ia adalah seorang nyonya besar dalam keluarga Wijaya, tak lantas membuatnya menjauhi semua yang berurusan dengan dapur.
Ia sangat bahagia dengan semua yang ia lakukan untuk keluarga kecilnya, meskipun terkadang ia merasa lelah, tapi ia tak ingin menyerahkan urusan rumah tangga nya 100% pada asisten yang bekerja untuk nya.
Julie merasa menjadi seorang wanita seutuhnya, saat ia mengerjakan semua itu. Meskipun hanya menyiapkan makanan untuk keluarga nya, mencuci pakaian suami dan anak-anaknya, bahkan jika itu hanya menemani anak-anak nya untuk mengerjakan tugas rumah, ataupun mendengarkan setiap keluh kesah mereka, semua waktu yang Julie lalui bersama mereka adalah harta nya yang sangat berharga.
Sebuah memori miliknya yang tidak akan pernah direbut oleh siapa pun, hanya untuk dirinya dan menjadi harta miliknya yang paling berharga.
Setiap senyuman, tawa, keluh, maupun tangis yang ia lewati bersama keluarga kecilnya selama nya menjadi anugerah yang tak bisa ia dapatkan dimana pun,dan tak akan terulang kembali. Oleh sebab itulah, Julie selalu menghargai setiap detik yang ia lalui bersama orang-orang yang ia cintai.
Memikirkan suami dan anak-anak nya setiap hari, selalu membuat jantung Julie berdebar. Ia sangat menyukai, sangat-sangat menyukai semua itu. Sampai setua ini pun, saat ia berusia tepat 41 tahun hari ini, ia merasa semua cinta yang berikan bagi suami dan anak-anak nya masih belumlah cukup untuk menyatakan syukur atas apa yang dapat ia miliki sampai detik ini.
Terkadang ia memikirkan sampai kapan kah waktu yang ia miliki untuk bersama dengan orang-orang yang ia kasihi..? Bisakah ia melewati hari-hari nya tetap seperti ini..? Bisakah ia menua bersama dengan laki-laki yang ia cintai..?
Masih adakah waktunya untuk melihat putra dan putri nya jatuh cinta dan hidup bersama dengan orang yang mereka cintai, seperti mommy dan Dady mereka..? Dapatkah ia memiliki waktu itu..?
Air matanya kadang jatuh, ketakutan bisa saja datang dan terus menghantuinya setiap saat, setiap detik, setiap jam, bahkan setiap satu hari berlalu, ia selalu menghitung waktunya yang terus dan semakin berkurang.
Hanya satu yang selalu ia harapkan, ketika masa nya telah habis, ia berharap ia tidak kehilangan cinta ataupun kasih sayang dari suami ataupun anak-anak nya kelak.
Jika maut menghampirinya, ia masih dapat memberikan senyuman manisnya bagi mereka yang ia tinggalkan tanpa penyesalan apapun, karena setiap harinya ia sudah memberikan semua cintanya dengan sepenuh hati bagi keluarga kecilnya itu.
__ADS_1
Dan baginya, saat ia menutup mata, orang-orang yang ia cintai pun akan selalu mengenang nya dengan penuh cinta, layaknya dirinya yang mencintai mereka dengan sepenuh hati.
Memikirkan semua itu, selalu meninggalkan ngilu yang tak dapat Julie jelaskan di dadanya, apakah ia akan rela meninggalkan orang-orang yang cintai kelak, jika hari itu sudah tiba..? entahlah..!
"Momm...? Mommy...?"
Zoya memegang lembut tangan Mommy nya yang sejak tadi dari kejauhan di lihatnya tengah duduk termenung seorang diri di meja makan.
"Hem, ya sayang..? Ada apa..? apa kau udah lapar..?
Mommy ambilkan sarapan mu." Julie menghapus cepat air matanya yang sempat menetes tanpa permisi.
"Mom..? ada apa, apa mommy sakit..? Mommy terlihat pucat..?" tanya Zoya yang langsung khawatir melihat mommy nya. "Mommy baik-baik saja sayang."
Julie tersenyum hangat seperti biasanya.
"Momm..? apa mommy bertengkar dengan Dady..?"
"Tidak sayang. Tidak." Lagi-lagi tersenyum. Mommy dan Dady baik-baik saja. Sungguh. Jangan mengkhawatirkan yang tidak-tidak."
"Benarkah..? Lalu dimana Dady..? Sudah beberapa hari ini aku tidak melihat Dady dirumah, benarkah semuanya baik-baik saja..?"Selidik Zoya lagi.
"Tentu sayang. Mommy dan Dady baik-baik saja. Kau tau, Dady mu adalah seorang pria yang sangat-sangat baik, dia tidak akan pernah menyakiti mommy." Julie tersenyum sambil memegang pipi Zoya.
"Baiklah kalau begitu, sekarang mommy tutup mata mommy!" Zoya mengangkat kedua tangan mommy nya sebagai penutup.
"Ada apa sayang..?"
"Hem. Baiklah sayang." Julie menutup matanya seperti permintaan Zoya, putrinya.
Julie hendak tersenyum namun ia menahan nya. Ia mendengar suara bisik-bisik anak-anak nya. Ia tau jika anak-anak nya akan membuat sebuah kejutan untuknya, setiap tahun mereka selalu melakukan itu, namun Julie berpura-pura tidak tau agar tidak mengecewakan setiap usaha anak-anak nya untuk membuatnya bahagia.
Dan Julie memang sangat bahagia karena hal-hal seperti ini, yang menurutnya selalu manis jika itu dari orang-orang yang ia cintai.
"Momm, aku akan mulai menghitung ya.."- Suara Zoya terdengar dari sisi Julie, putrinya sudah berpindah tempat.
1,
2,
3,
"Bukalah Mom.." Julie membuka matanya perlahan. "Happy Birthday Mom."
"Happy BirthDay.."
Zoya, Zen dan Ken berdiri di depan Julie membawa sebuah kue yang di hias dengan begitu cantik.
__ADS_1
"Selamat ulang tahun Mollie.. "
Julie lagi-lagi meneteskan air matanya. Lagi-lagi ia tidak bisa menahan perasaan ini. Ia sangat tersentuh dengan perlakuan manis anak-anaknya.
"Mom,, selamat ulang tahun, bisakah mommy meniup ini..? tangan ku cukup pegal memegang nya." kata Ken.
"Dasar bocah.., baru pegang sebentar aja udah ngeluh.. Huuuuh...!" Zoya menyikut pelan adik kecilnya itu.
"Zozo,, aku sudah memegang ini, 20 menit 15 detik sampai saat aku bicara, kau bilang ini sebentar.. lihat ini sudah 20 menit 40 detik.."
jawab Ken.
Ha-Ha..
"Terima kasih anak-anak Mommy,, terima kasih karena sudah mengingat hari ini, bisa mommy meniup lilin nya..?" Julie tersenyum melihat putra putri nya menganggukkan kepala.
Ia menutup matanya sebelum meniup lilin itu..
Tuhan, terima kasih untuk kesempatan yang sudah Kau berikan, mengijinkan ku untuk melalui hari ini sekali lagi.. Doa ku, semoga masih ada kesempatan yang lain seperti ini bersama dengan orang-orang yang ku cintai ini.. i wish.. i wish.. amin.
Huuwwwooo...
Dalam hitungan detik, semua lilin-lilin cantik itu sudah padam.
"Selamat ulang tahun Mommy, terima kasih sudah melahirkan ku dan menjadi mommy terhebat di dunia.." Zoya memeluk mommy nya dengan hangat.
"Terima kasih juga untuk mu sayang sudah hadir sebagai putri tercantik bagi Mommy dan Dady..''
Selesai dengan Zoya, Zen juga memberikan ucapan selamat bagi Julie..
"Mollie selamat hari lahir.. terima kasih untuk semua cintamu sampai hari ini, jika bukan karena mollie, aku tidak yakin masa kecilku akan sebahagia itu, bahkan kebahagiaan yang ku miliki sampai hari ini semuanya karena mollie, terima kasih."
"Kau anak yang manis sayang, mollie sangat mencintaimu.. sangat mencintaimu." Zen dan Julie juga berpelukan erat.
"Momm..- Apa mommy tidak ingin memeluk ku..?Aku juga ingin mengucapkan selamat ulang tahun." sela Ken yang sudah meletakan kue yang sejak tadi ia pegang ke atas meja.
Kali ini lagi-lagi Julie menitihkan air mata bahagia nya.. "Kemari lah sayang.. permata hati mommy.. kemari lah.." Julie merentangkan tangan nya.
"Mommy.. aku tidak tau ingin mengatakan apa, aku hanya berdoa, agar mommy bahagia berada dalam keluarga kita, dan bahagia menjadi mommy kami..
I Love you mom.."
"I love you too sayang.., mommy mencintai kalian semua. Sangat-sangat mencintai kalian.. "
"Apa hanya kue..? Tidak ada hadiah...?"
...❄️...
__ADS_1
...❄️...
...❄️...