My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
PREPARE FOR DINNER


__ADS_3

...ENJOY...


.......


.......


.......


Zen sebenarnya enggan berpisah dengan Zoya, tapi mau bagaimana lagi, waktu menuntut nya untuk segera kembali ke kantor.


Meskipun ia seorang Direktur, tapi Zen tidak ingin meninggalkan pekerjaan nya hanya untuk urusan pribadi. Ia tidak ingin menjadi contoh yang buruk bagi para karyawan nya.


"Zo'e, apa kau akan kembali bekerja..?"


"Tidak Kak. Jam mengajar ku sudah selesai. Ada apa..? Apa kakak ingin kembali ke kantor..?" Zoya melihat jam tangan nya yang sudah menunjukan pukul dua siang.


"Sebenar nya seperti itu, apa kau ingin pergi bersamaku kesana? mungkin ingin melihat-lihat" ajak Zen.


"Aku..? Tapi kan kakak bekerja. Aku tidak ingin mengganggu kakak. Kakak kembali saja, aku masih akan disini menyelesaikan pekerjaan ku." tolak Zoya secara halus.


Meskipun mereka sama-sama masih saling merindukan, tapi sama-sama tidak ingin saling membebani. "Baiklah, aku akan kembali sekarang. Jangan lama-lama berada disini.- Pesan Zen pada Zoya.


"Baik lah kak,.."nSekali lagi, mereka saling berpelukan.


DEG..


DEG..


DEG..


"Sampai bertemu lagi" pamit Zen, masih menyiratkan kerinduan dimatanya. "Ya.. See You soon.. " balas Zoya yang masih berharap Zen ada bersamanya. Membuat Zen masih tak bisa mengalihkan pandangannya.


"Tidak pergi..?" tanya Zoya, gemas.


"Ahh.. iya. Aku pergi." ucap Zen dengan jantung berdebar. Zen benar-benar pergi meninggalkan Zoya sendirian.


Setelah Zen menghilang dari pandangannya, Zoya memegang dada nya. Zoya terengah-engah, dengan Jantung yang masih berdegup cepat.


"Ada apa ini..? Kenapa aku harus merasa ini..?" Wajah Zoya merona dengan senyum yang terus mengembang di wajah nya.


"Rasa nya seperti,.." Zoya menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya, Zoya tidak bisa berhenti tersenyum.


...❄️❄️...


Zen berjalan dengan santai bahkan kadang kaki nya sedikit berjingkrak, dan sesekali bersiul. Ia bahagia. Sangat bahagia.


"Apa ada kabar baik pak..?" tanya Calista, sekretaris Zen yang entah kapan berada di dekatnya.

__ADS_1


Ehem..


Seketika Zen mengubah raut wajah nya. Ia baru sadar jika dirinya sudah berada di depan ruangan.


''Tidak ada. Hanya saja, langit nya terlihat cerah." Ucap Zen sambil melangkah pergi masuk ke ruangan.


"Langit? Apa kah memang secerah itu..?" Calista terlihat sedikit berpikir, lalu kembali melihat pada kertas menumpuk di atas meja nya.


...❄️❄️...


Pukul 16.00 Wib.


Zoya sudah selesai dengan pekerjaan nya. Sebenarnya ia sudah menyelesaikan nya sejak tadi, hanya saja sebagian waktu nya ia gunakan untuk membayangkan hal-hal luar biasa yang terus berputar-putar di kepala nya.


"Sebaiknya aku pulang untuk membuat persiapan untuk dinner besok." gumamnya. Zoya memasukan semua barang-barang ke dalam tas, kemudian pergi meninggalkan cafe.


Ia sedang melajukan mobil nya sekarang, tapi bukan menuju rumah. Melainkan ke mall. Ia ingin sedikit berbelanja untuk makan malam besok.


Setelah memasuki salah satu pusat belanja terbesar di ibu kota, Pandangan Zoya langsung terfokus pada bagian perlengkapan dan kebutuhan rumah tangga.


Ia mendorong troli dan memilih berbagai macam daging dengan kualitas terbaik.


Selain daging, Zoya juga membeli beberapa jenis seafood, ia juga mengambil begitu banyak jenis sayur-sayuran dan juga buah-buahan.


Setelah selesai berbelanja bahan makanan satu troli penuh, kini Zoya beralih ke toko minuman. Ia ingin membeli sedikit minuman, mungkin saja mereka akan membutuhkan itu untuk merayakan kepulangan kakak nya. Zoya sangat antusias, bahkan meski itu masih dalam bayangan nya saja.


Dua puluh menit kemudian, mobil Zoya sudah terparkir di depan rumah. Matahari sudah terbenam saat ia tiba. "Momm, seperti nya Zozo sudah pulang..!" Seru ken dari ruang tamu.


Bibi di rumah itu segera membuka kan pintu untuk Zoya, dan membantu Zoya membawa semua barang belanjaan nya.


"Bii.. sssttt..yang ini, tinggalkan saja." Kata Zoya setengah berbisik pada asisten nya, meminta nya untuk meninggalkan paper bag yang berisi botol minuman.


"Baik non." Asisten nya melakukan sesuai permintaan Zoya. Julie dan Ken sama-sama menunggu kedatangan Zoya. Tidak biasa nya Wanita muda itu pulang pada jam seperti ini.


"Kamu belanja sayang..?" tanya Julie melihat semua barang yang di bawa oleh pembantu rumah tangga nya. "Yes mom.." jawabnya.


"Tumben. Ada apa..? apa ada yang perlu kita rayakan..? Atau kau akan mengajak teman-teman mu untuk makan malam?" tanya Julie sedikit keheranan.


"Hanya ingin saja Mom. Tidak ada apa-apa. Lagipula besok aku tidak ada kegiatan. Jadi aku ingin menggunakan waktu libur ku untuk belajar memasak, karena itulah aku membeli semua ini." alibi Zoya, merahasiakan kebahagiannya bari ini.


"Sebanyak ini..? untuk belajar memasak..?" tanya Julie tak percaya. "Ya.. tentu saja. Apa ada yang kurang..?" Zoya melihat lagi belanjaannya.


"Tidak. Hanya saja mommy kira kamu ingin membuat pesta dengan bahan sebanyak itu.''


"Benarkah..? apa kah terlalu banyak untuk sekedar makan malam..?" Zoya kurang begitu tau apa makanan kesukaan Zen, sedangkan dirinya sendiri juga tidak bisa memasak.


Oleh sebab itulah, ia mengambil semua yang dilihat nya, tanpa tau jenis masakan apa yang akan di hasil kan dengan bahan-bahan yang ia beli.

__ADS_1


Julie hanya menganggukkan kepala nya menjawab pertanyaan Zoya. Sepertinya ada yang lain? insting Julie mengatakan hal berbeda.


"Kalau begitu simpan saja untuk stok di kulkas" kata Zoya lagi. Semua bahan sudah terlanjur ia beli, tidak mungkin ia mengembalikan sebagian, karena sudah pasti kasir tidak akan menerima pengembalian barang.


"Mom aku ingin naik ke atas." pamit Zoya merasa lelah, setelah semua yang ia lakukan.


"Baiklah sayang. Jangan lupa untuk makan malam bersama, mommy akan memanggil mu nanti."


"Yes, mom." jawabnya.


Sementara Zoya menaiki tangga, Ken sudah mengekori di belakangnya.


"Zozo, kata kan pada ku. Apa besok kak Jordan akan berkunjung kerumah kita untuk bertemu mom and Dad..?" Tanya Ken dengan semua kekepoannya.


Pertanyaan Ken membuat Zoya menghentikan langkahnya, kemudian berbalik menghadap pada Ken, yang juga ikut berhenti tepat di belakang Zoya.


"Jordan..? kenapa kamu menanyakan laki-laki itu..?'' Zoya mengerutkan kening.


"Lalu untuk siapa kakak berinisiatif memasak kalau bukan untuk kak Jordan, benarkan..?" desak Ken lagi.


"Huh. Dasar. Belajar sana, jangan ikut campur urusan orang dewasa!!" Zoya berpaling kemudian kembali melanjutkan langkah nya. "Ayolah Zozo katakan pada ku!" rengek Ken lagi.


"Tidak ada yang perlu aku katakan. Tidak ada seorang pun yang akan datang besok..!" Zoya menolak mengatakan yang sebenarnya pada Ken. Bocah kecil itu tidak bisa di percaya untuk menyimpan rahasia. Jangan harap.


"Kamu tidak serajin ini jika hanya untuk belajar memasak Zozo, aku tau itu..!" Ken tidak ingin kalah.


"Lagi pula siapa yang ingin makan masakan mu, bisa-bisa besok kami harus menginap di IGD." Ejek Ken lagi.


"His. Dasar bocah menyebalkan..!" Zoya menatap tajam pada Ken. "Aku tidak akan memberitahu mu apapun. Dan lihat saja, saat masakan ku besok selesai, orang pertama yang harus mencicipi nya adalah dirimu.. adik kecil ku tersayang..." Zoya menyeringai. Membuat bulu kuduk Ken merinding.


"Ih, AKU TIDAK MAU..!! Weee.....! Mommy... Zozo mengganggu ku!" Ken berbalik turun mencari keberadaan Julie.


"Huh. Dasar anak mommy..!" Zoya tersenyum geli melihat tingkah Zen yang langsung mengadu pada mommy mereka.


Zoya masuk ke kamar, dan membaringkan tubuh nya di atas kasur empuk yang terasa begitu nyaman.


"Zen, hhhmm.. Kakak tampan sekali sekarang..?" gumam Zoya mengingat visual Zen saat mereka bertemu tadi.


...❄️...


...❄️...


...❄️...


...~VISUAL ZEN SAAT USIA 17'th~...


__ADS_1


__ADS_2