My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
MY LITTLE SECRET 2


__ADS_3

...ENJOY...


.......


.......


.......


Setelah yakin tak ada yang melihat dirinya, Shreya pun masuk ke dalam mobil Damian. Mobil tersebut, di parkir agak jauh dari halaman sekolah, dimana pun mereka berada, Damian akan selalu berhati-hati agar tak dikenali seperti terakhir kali. Ia tak ingin membuat Shreya mendapatkan kesulitan karena hubungan diantara mereka. 


"Udah selesai? kan pertandingan nya masih lanjut." ujar Shreya ketus, setelah menutup pintu mobilnya. 


"Kenapa, kamu masih mau lama-lama di perpus? ngapain? tumben banget, biasanya gak suka tuh sama buku-buku!" cetus Damian, yang merasa gemas melihat wajah kesal Shreya. Jika sedang berdua seperti saat ini, Shreya dan Damian akan menggunakan bahasa yang menurut mereka lebih nyaman. 


"Di perpus lebih baik dari pada liatin manusia segudang ngerebutin satu bola!" jawabnya ketus. Pernyataan Shreya membuat Damian tak bisa menahan tawanya. Ia juga mengacak pelan rambut selembut sutra milik Shreya. ''Gemesin banget sih kesayangannya aku.'' ujarnya.


Merasa tak terima di perlakukan seperti anak kecil, Shreya kembali melakukan protes; "Apaan sih Damdam! aku tuh bukan anak kecil lagi!" kesalnya, sambil merapikan rambut yang menutupi wajahnya akibat tangan jahil Damian.  


"Ya, iya tau. Makanya aku tuh jagain kamu yang udah bukan anak kecil lagi.'' tambah Damian, yang selalu menyayangi Shreya dengan setulus hatinya. 


"Gimana sekolahnya? ada masalah?" sambung Damian lagi. Ini adalah percakapan wajib diantara mereka setiap hari nya.


Setelah pulang sekolah seperti saat ini, Damian akan selalu mengajukan pertanyaan yang sama pada Shreya. Dan Shreya harus menceritakan semua yang ia alami di sekolah, harus semuanya, tak boleh ada yang terlewatkan. Tapi, apa dia harus menceritakan tentang dirinya dan juga Ken? Tidak! lagipula tidak ada yang terjadi di antara mereka. Semua yang terjadi adalah hal yang biasa. Tidak ada yang harus Shreya ceritakan. 


"Tidak ada yang istimewa. Sama seperti biasa. Leon selalu menggunakan waktunya dengan baik untuk menggangguku.'' ceritanya malas. 


"Benarkah? anak itu memang terlihat sangat konyol.'' Sanggah Damian yang memang selalu memperhatikan keberadaan Shreya dan juga orang-orang disekitar gadis itu. 


"Hmm. sangat konyol dan menyebalkan!" tambah Shreya. 


"Menurutku Leon anak yang baik dan juga atletis. Ku dengar dia juga sangat populer akhir-akhir ini.'' 


"Maksudnya terkenal karena pengakuan nya di tolak?" 


"Kurang lebih begitu.'' angguk Damian, membenarkan.


"Ya, karena itulah setiap saat Leon selalu berulah dengan menggangguku untuk mendapatkan perhatian Viona. Sangat menyedihkan.'' pikir Shreya..

__ADS_1


"Bagaimana dengan yang satunya?" tanya Damian sambil memfokuskan perhatian nya pada kemudi.


"Maksudnya, Ken?" tanya Shreya sedikit terkejut dengan pertanyaan Damian. 


Apa yang harus Shreya ceritakan tentang Ken? Ken tetaplah dirinya. laki-laki menyebalkan nomor satu yang Shreya kenal selama ini. 


"Hmm. Bukankah kau juga berteman dengan nya?" lanjut Damian lagi. 


"Kami tidak berteman. Hanya kebetulan saja kami selalu berada di tempat yang sama.'' elak Shreya.


"Kebetulan yang sangat kebetulan." tanggap Damian, membuat Shreya mengerutkan keningnya. Kenapa Damian ingin mengetahui tentang kedua makhluk aneh itu, apakah mereka sebegitu menarik perhatian nya? 


"Apa yang bisa diceritakan dari anak itu? Emmm.. tidak ada.'' ujar Shreya, memalingkan wajahnya. 


Shreya tak berharap memiliki kisah dengan siapapun di sekolahnya saat ini, tak terkecuali Leon ataupun Ken. Bagi Shreya pendidikan dan juga masa depannya lah yang sangat penting. Ia tak ingin ada hal lain yang menyita perhatian nya. Mengalihkan tujuan yang sudah ia buat sejak awal. Kesempatan yang ia dapatkan saat ini, tak akan terulang untuk kedua kalinya. Untuk itulah ia harus benar-benar fokus pada sekolah.


"Jangan pernah sembunyikan apapun dariku Cebol! Kau adalah gadis ku, dan aku bertanggung jawab akan hal itu. Ku harap kau mengingatnya dengan jelas, kau mengerti?" peringat Damian. 


Meskipun lelaki itu mengatakannya dengan santai disertai senyuman, namun Shreya benar-benar memahami arti tersirat di baliknya. Dan Damian benar. Shreya tak seharusnya menyembunyikan apapun dari dirinya. Jika bukan karena Damian, maka Shreya tak akan ada hari ini. Dan Shreya harus selalu mengingat hal itu dengan baik.  


"Aku akan mengingatnya. Selalu.'' turut Shreya tak membantah sedikitpun. 


...❄️❄️❄️...


"Hai mom, Zozo." 


Sapa Ken yang baru saja tiba dirumah.


"Hai jagoan.." Zoya balik menyapa.


"Hai sayang, baru pulang? bagaimana sekolahmu?" tanya Julie yang saat itu tengah berada diruang keluarga bersama putri sulung nya.


"Biasa saja mom.'' jawab Ken melemparkan tas nya ke atas sofa, disusul dengan bokong nya yang juga mendarat sempurna di sana. "Anak mommy capek ya?" ujar Julie, beralih untuk duduk di dekat Ken.


"Mau mommy buatkan jus, atau mau mommy siapkan makanan?"tanya nya sambil mengelus-elus pundak Ken. 


"Thanks mom. Tapi tidak perlu. Aku hanya ingin duduk sebentar." jawab Ken, yang merebahkan kepalanya dengan santai, sambil menutup matanya lelah. 

__ADS_1


Julie yang melihat Ken sedang kelelahan membiarkan putranya itu untuk beristirahat sejenak. Lalu beralih lagi pada putrinya. 


"Sayang, mommy mau membuat makan malam. Kau mau membantu mommy?" ajak Julie pada Zoya. 


"Hmm. Baiklah Mom." 


Zoya pun segera mengikuti mommy nya menuju ke dapur. Ia harus lebih sering belajar memasak dari mommy nya agar ia bisa mengurus keluarga kecilnya nanti, sama seperti mommy mengurus keluarga mereka. Mommy nya adalah contoh yang sempurna sebagai seorang istri. 


"Mom. Bolehkah aku bertanya?"


"Apa yang ingin kau ketahui sayang?"


"Apa mom pernah berpikir untuk meninggalkan Dad? maksudku, pernahkah hal seperti itu terlintas di pikiran mom?" 


Mendengar pertanyaan tiba-tiba dari putrinya, Julie terdiam sesaat, kemudian tersenyum menghadap pada Zoya. "Kau ingin tau yang sebenarnya?" 


"Hmm. pernahkah mom?"


"Sayang,- Julie meraih kedua tangan putrinya, ''Ketika mom memilih untuk menikah dengan Dady. Mom sudah menyiapkan hati mom untuk menerima apapun keadaan Dady mu, bahkan hal terburuk sekalipun.-- Julie tersenyum hangat.


"Saat mom mengandung mu, bahkan sampai saat ini, meskipun mom dan Dad terkadang meributkan hal-hal kecil, tak pernah terlintas sedikitpun dalam pikiran mom untuk meninggalkan Dady mu. Karena bagi mom, Dady adalah dunia mom, dan tanpa Dad, juga tanpa kalian anak-anak mom, dunia mom tak akan pernah sama lagi,dan mom tak pernah ingin merubah dunia yang mom miliki walau hanya sebentar.'' jawab Julie pada putrinya. 


"Kau akan mengerti saat kau menjalani hubungan pernikahan mu sayang. Kau akan mengerti dengan sendirinya. Apapun yang terjadi saat ini dan juga nanti jangan pernah memikirkan untuk berpisah." 


Sekali lagi Julie tersenyum dengan hangat pada putrinya. 


Sosok wanita hebat seperti inilah yang selalu membuat Zoya kagum pada mommy nya. 


Contoh terbaik yang Zoya miliki.


"Aku mengerti mom.''


"Kalau kau mengerti, maka jangan lupa untuk senantiasa mensyukuri apapun yang kau miliki dalam hidupmu sayang. Banyak orang diluar sana yang tak mendapatkan kesempatan seperti dirimu. Hidup tanpa kesusahan, tak akan memberikanmu arti hidup yang sesungguhnya. Jadi, tersenyumlah. Bukan tersenyum karena bahagia, Tapi bahagia karena tersenyum."


...❄️...


...❄️...

__ADS_1


...❄️...


__ADS_2