My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
PERJALANAN MALAM


__ADS_3

...ENJOY...


.......


.......


.......


.......


.......


...Jakarta, 20.30pm...


Diruang keluarga, Rehan dan Julie tengah berbincang bincang. Seperti biasa, di saat saat seperti ini, Rehan selalu menyempatkan diri untuk membaca berita ataupun majalah bisnis yang biasa nya selalu tersedia di atas meja, Rehan juga menceritakan kepada Julie tentang kunjungan Zen ke kantor nya beberapa saat lalu.


''Boo, apa kau yakin tentang ini, ini tidak seperti yang kita bahas sebelumnya. Kenapa kau berubah pikiran..?'' tanya Julie pada suaminya sambil mengerutkan kening.


Masih tetap fokus pada bacaannya, Rehan menjawab Julie, ''Moo, kita tidak bisa memaksakan kehendak kita. Kau tau aku selalu ingin yang terbaik untuk putri kita, begitu juga untuk Zen. Aku memberikan kesempatan untuk mereka menyelesaikan kesalahpahaman ataupun masalah yang membuat jarak di antara keduanya, dan pilihan terakhir tetaplah berada di tangan mereka.


Jika putri kita masih mencintai Zen dan memberikannya kesempatan lagi, bukankah kita seharusnya hanya perlu ikut berbahagia, dan memberikan dukungan kepada mereka..?'' jawab Rehan dengan santainya.


''Aku juga ingin yang terbaik untuk anak anak kita Boo, hanya saja aku merasa mereka masih butuh waktu lebih banyak untuk saling memahami. Zoya masih belum sepenuhnya dewasa, meskipun aku tak meragukan bagaimana bijaknya Zoya saat menghadapi masalah-masalah sebelumnya, aku hanya merasa,- Yah.. kau tau, aku belum sepenuhnya yakin tentang semua ini.'' Julie mendesah, sambil memikirkan kembali bagaimana masa depan putra dan putri nya kelak.


Rehan menutup bacaan nya sesaat lalu berpaling pada Julie, ''kemarilah Moo,'' kata nya mengulurkan tangan, agar Julie mendekat padanya. Julie pun melakukan yang suaminya inginkan, hingga Julie duduk tepat berdempetan dengan tangan Rehan melingkar di pinggangnya.


''Sayang, aku tau kau mencemaskan putri kita, tapi kita harus percaya pada mereka. Aku pun merasakan hal yang sama, setiap detik, menit, jam.. aku selalu mencemaskan Angel. Tapi kau harus tau, Angel seperti dirimu,- Rehan tersenyum sambil menggenggam tangan Julie, keduanya saling bertatapan penuh sayang.


''Angel memiliki kebaikan hatimu, dan juga kemandirian mu sayang, putri kita adalah wanita yang luar biasa. Jangan pernah meragukannya, karena ketulusan yang di milikinya dapat mengikat siapa saja agar melakukan hal sama padanya. Percayalah,


putri kita akan baik-baik saja.'' kata Rehan menenangkan istrinya.


''Ya, kau benar Boo. Putri kita memang berbeda.'' jawab Julie sambil mengingat- ngingat kembali bagaimana Zoya selama ini. Putri kecilnya yang sudah tumbuh menjadi seorang wanita muda nan penuh pesona. Wanita muda yang sedikit banyak mewarisi begitu banyak sifat suaminya.


Mengingat hal itu, membuat Julie menyunggingkan senyum, saat terbayang betapa miripnya sifat keras kepala Zoya dan Rehan jika mengenai hal-hal tertentu.


''Hei apa yang kau pikirkan..?'' tanya Rehan melihat wajah istrinya yang saat ini tengah senyam-senyum sendiri.

__ADS_1


''Aku memikirkan putri kita Boo, Zoya sangat mirip dengan mu, keras kepala!'' jawab Julie, menyandarkan kepala nya di bahu Rehan.


''Angel adalah putriku Moo, sudah seharusnya seperti itu, hanya saja, kami keras pada sesuatu yang kami anggap benar dan prinsipil.'' Rehan membela diri.


Sesaat ia memberikan ciuman di kening, di pipi, dan juga di bibir Julie.


''Aku sangat mencintaimu Moo..'' ucap Rehan. ''Begitupun aku, Boo.'' Julie tersenyum lembut dan melingkarkan tangannya, membalas pelukan Rehan.


''Mom, Dad.. apa kalian harus bermesraan disini.. di jam seperti ini..?'' Ken menyela keduanya. Awalnya ken hanya ingin mengambil minuman setelah merasa lelah dengan video game nya, lalu menyadari bahwa lampu di ruang keluarga masih menyala, karena itulah Ken berbelok setelah mengisi penuh tumblernya.


''Heii, son. Belum tidur..?'' tanya Rehan, sambil melonggarkan sedikit pelukannya. Sementara Julie hanya tersenyum, lebih tepatnya nyengir karena tertangkap basah oleh putra bungsu mereka.


''Aku belum mengantuk, dan malah melihat pemandangan seperti ini, kalian benar-benar tak memilih tempat untuk memamerkan kemesraan.'' sarkas Ken.


''Kemarilah!" Julie mengulurkan tangannya. ''Mom juga ingin memelukmu sayang.'' katanya pada Ken. Namun remaja itu hanya menggelengkan kepalanya pelan, berjalan mendekat lalu memeluk Mommy nya singkat.


''Mom, aku bukan anak kecil lagi. Mom jangan meminta hal seperti ini di depan orang lain.'' kata Ken melihat Julie dengan pandangan layaknya orang yang meminta dengan kesungguhan, hingga membuat Rehan tergelak dan suara tawa yang begitu renyah terdengar dari mulutnya saat menyaksikan adegan tersebut.


''Dad...!'' Ken merengut saat Dady nya masih mentertawakan nya.


Berbeda dengan Julie, Wanita itu hanya mendesah pelan dengan ekspresi yang bisa di artikan, sedikit kecewa. ''Kau sudah merasa dewasa..?'' kata Rehan menepuki pipi Ken.


''Ya.. ya.. remaja yang sangat mengesankan.'' jawab Rehan.


Putra nya memang memiliki sisi nya sendiri. Dan Rehan akui itu, remaja seusia ken memang sudah enggan di perlakukan layaknya seorang bocah, mereka sedang memasuki fase mencari jati diri. Ken terbilang jauh lebih dewasa di bandingkan dengan usianya, dan Rehan akui, putra nya tersebut memang sangat menjanjikan. Rehan sudah bisa membayangkan bagaimana cemerlangnya masa depan putra bungsu nya itu. Mengingatkan Rehan pada dirinya. Hanya saja, Rehan berharap, Ken tak akan pernah melalui masa kelam yang sama seperti dirinya.


''Jangan terlalu cepat dewasa sayang!"


sela Julie menatap Ken dengan mata yang menunjukan sedikit keresahan.


''Mommy masih ingin menjadikan mu bayi kecil mom.'' kata Julie lagi mencubit gemas pipi Ken, ''Anak-anak mu sangat menyebalkan Boo! celetuk Julie, yang merasa sudah mulai kehilangan sisi manis dan manja putra dan putri nya yang perlahan sudah mulai beranjak dewasa.


''Oh. ayolah mom.. meskipun aku menyebalkan, setidaknya pesona ku tak bisa di remehkan.'' Ken tersenyum, lalu mencium singkat pipi Julie, kemudian beranjak dari sisi orang tuanya.


''Aku akan kembali ke kamarku, bye mom.. dad.. jangan terlalu lama disini, kalian bisa membuat iri para nyamuk malam.'' katanya lagi seraya menaiki tangga.


Haaa..

__ADS_1


''Anak itu..!''


Rehan dan Julie Rehan sama-sama menggelengkan kepala menyaksikan Ken yang menghilang di balik tangga.


''Haruskah kita mengikuti nasehat si remaja..?'' tanya Julie tersenyum menggoda pada suaminya.


''Sebentar lagi. Biarkan aku menyelesaikan bacaan ku.'' kata Rehan mengambil kembali majalahnya. ''Kalau begitu, aku juga..'' Julie pun mengambil salah satu majalah fashion milik nya dari atas meja. Keduanya kembali pada keheningan, sibuk dengan bacaan mereka masing-masing, sampai suara Ken terdengar kembali meneriaki mereka,-


''Dad.. Mom.. '' seru Ken sambil berlari menghampiri orang tuanya.


''Ada apa Son..?'' tanya Rehan mendengar panggilan Ken. Ken menunjukan ponselnya, ''Ini kak Zen, katanya dia menelpon ponsel kalian, namun tidak ada yang menjawab, Kak Zen ingin bicara..'' kata Ken menyerahkan ponsel miliknya kepada Rehan.


Rehan mengambil ponsel putra nya lalu menjawab panggilan Zen, ''Ya, Son. Ini Dad.. '' jawab Rehan setenang mungkin, walaupun sebenarnya hatinya merasa sedikit cemas tentang panggilan tersebut.


Rehan mendengarkan dengan seksama apa yang di katakan Zen, kemudian bersuara; ''Jaga Angel dengan baik, Dady percayakan padamu.'' kata Rehan.


Julie dan Ken sama-sama menunggu dalam diam. Tak ingin menerka-nerka apa yang sedang terjadi, keduanya menunggu sampai panggilan tersebut selesai.


''Baiklah Son, Dady percaya kan Angel pada mu.'' kata Rehan lagi, kemudian mengakhiri panggilan tersebut.


Rehan masih bersikap tenang, membuat Julie semakin merasa penasaran tentang panggilan barusan.


''Boo, apa katanya..?" tanya Julie setelah Rehan mengembalikan ponsel Ken.


''Kita akan terbang malam ini, siapkan barang- barang kalian, kita akan menemui Zo'e.''


Rehan bersuara, kemudian bangun dari duduk nya.


''Ke Swedia? Tapi kenapa Boo, apa terjadi sesuatu pada putri kita..?" tanya Julie lagi. Ken pun cemas sekaligus penasaran mengapa Dady nya memutuskan hal tersebut secara mendadak.


''Zen mengatakan bahwa Angel pingsan, dan saat ini di larikan kerumah sakit. kita harus pergi sekarang. Bersiap-siaplah.'' perintah Rehan lagi.


Meskipun terlihat tenang, Julie sangat tau bahwa suaminya itu sedang khawatir, dan begitulah cara Rehan menutupi perasaan nya.


Tampa banyak tanya lagi, Julie dan Ken langsung menyiapkan diri untuk melakukan perjalanan panjang di malam hari, tujuan mereka hanyalah satu, yaitu untuk berada di samping Zoya. Orang yang sangat mereka pedulikan.


...❄️...

__ADS_1


...❄️...


...❄️...


__ADS_2