My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
Distance Of Us


__ADS_3

...ENJOY...


.......


.......


.......


.......


...Beberapa bulan telah berlalu.....


Semenjak menjalani profesi baru sebagai seorang model, Lova memiliki dunia baru yang menjadikan dirinya lebih sibuk dan juga lebih dikenal banyak orang tentu nya.


Sejak debut pertamanya sebagai seorang model untuk brand kosmetik ternama, kini Lova telah di kontrak sebagai model tetap di Agensi yang di miliki oleh William.


Debut pertama Lova dengan brand sebelumnya ternyata mendapatkan sambutan yang sangat baik, dan kosmetik yang di iklan kan olehnya pun laris manis di pasaran hingga meraup keuntungan dua kali lipat dengan promosi yang sangat baik dari perusahaan tersebut.


Setelah itu, tak lama kemudian beberapa kontrak brand ternama lainnya pun turut mengantri untuk menggunakan jasa Lova.


Sepertinya Lova memang memiliki bakat untuk menjadi seorang model. Buktinya sekarang ia telah sukses dengan pekerjaan ini.


Bahkan ia mendapatkan sebuah apartemen, sebagai bonus dari kontrak kerja sama yang telah ia tanda tangani. Bisa dikatakan, di usianya yang terbilang muda, Lova sudah mampu menghasilkan uang untuk menghidupi dirinya.


Selain itu, ia tak perlu merisaukan tentang pekerjaan lagi. Uang yang ia dapatkan sudah lebih dari cukup untuk dirinya.


Selain itu, Lova juga masih memiliki tabungan yang cukup. Meskipun sekarang ia terkenal sebagai seorang model dengan bayaran yang cukup besar, tak lantas menjadikan Lova sosok yang suka menghambur-hamburkan uang untuk berfoya-foya.


Love lebih memilih untuk menyimpan uang nya sebagai modal untuk membangun usahanya kelak, bagaimanapun Lova masih memiliki mimpi yang ingin ia wujudkan. Dan akan segera ia wujudkan dalam waktu dekat.


Sekarang, setiap Lova mengunjungi tempat-tempat untuk melakukan promosi, ia bisa melihat wajah nya terpampang di beberapa store make up ternama, dan itu terkadang sering membuatnya merasa seperti sedang bermimpi.


Tapi hasil yang ia dapat, sebanding dengan usaha yang ia keluarkan. Terutama untuk waktunya; Lova bahkan pernah tak tidur selama beberapa hari berturut-turut saat harus mengerjakan pemotretan dengan konsep yang cukup rumit, serta tempat yang berpindah-pindah.


Dari semua itu, Lova selalu belajar untuk menghargai apa yang saat ini ia miliki. Kesempatan yang di dapatnya, Lova tak akan menyia-nyiakan semua nya.


''L, aku tidak bisa menemani mu hari ini, tidak apa-apa kan? Aku akan menjemput Sea di airport.'' kata Leon, saat mendatangi Lova di apartemen baru nya.


Selama ini, Leon lah yang selalu menemani Lova layaknya seorang manager. Leon yang mengantarnya ke lokasi pemotretan dan Leon jugalah yang mengatur semua waktunya.


Leon sungguh membuat Lova merasa terberkati.


''Sea tiba hari ini?''


''Hmm. Pesawatnya akan tiba siang ini.''


''Baiklah. Tidak apa-apa. Kau pergilah. Lagi pula jadwal ku tidak padat hari ini, setelah itu aku akan pergi ke kampus untuk mengumpul tugas-tugas, hanya itu. Jangan khawatir, aku bisa melakukan nya sendiri.'' sahut Lova.


''Baiklah. Bagaimana jika setelah nya kita makan malam bersama, kau mau?''


''Hmm. Atur saja. Aku akan ikut apapun mau mu, sampaikan salam sayang ku untuk Sea.'' ujar Lova lagi, sebelum Leon keluar dari apartemen nya.


''Akan ku sampaikan. Sampai bertemu nanti L.'' seru Leon, sebelum suara ceklek terdengar dari pintu apartemen Lova.


Saat ini Lova tengah mematut dirinya di depan cermin. Ia akan menyelesaikan pemotretan untuk brand lainnya pukul 9 nanti, dan sekarang ia sedang bersiap-siap seraya menunggu mobil dari agensi menjemputnya.


...❄️❄️...


Ponsel Lova bergetar lama, yang artinya seseorang sedang menghubunginya;


...''William Calling''...


''Hai Will.. ada apa?" sahut Lova, sambil memoleskan bedak tipis di wajahnya.


''Aku sudah berada di parkiran apartemen mu, kau sudah siap?" sahut William. Ia memang sengaja datang untuk menjemput Lova pagi ini.


''Kau? kenapa kau yang datang? baiklah, aku akan segera turun." balas Lova yang kini telah mempercepat dandanan nya.


Ah- profesinya mengharuskan Lova agar bisa menggunakan make up, karena itulah Lova selalu belajar untuk melukis berbagai macam warna di wajahnya.


''Hei, kau menunggu lama? maafkan aku.'' ujar Lova, merasa tak enak saat menemui William di parkiran.


''Tidak, tidak.. aku memang sengaja menggantikan sopir untuk langsung menemanimu di lokasi pemotretan. Ayo, yang lain sudah menunggu disana.'' sahut William, sambil tersenyum manis.


Wajah William memang tampan, namun William bukanlah tipe laki-laki penggoda seperti pria kebanyakan. Meskipun terkadang ia mengatakan hal-hal yang membuat Lova bersemu, namun William mengatakan nya berdasarkan kebenaran yang ia rasakan, bukan karena niat menggoda.


Itulah yang membuat Lova merasa nyaman saat berbicara dengan William. Pria itu selalu memperlakukan dirinya dengan hormat. Meskipun sebenarnya itu tak perlu, apalagi William adalah Bos dari agensi nya.


''Kita pergi sekarang?" William membuka kan pintu mobil mempersilahkan Lova masuk.


''Terima kasih Will.''


Setiba nya di Hotel Z, tempat dimana pemotretan akan berlangsung, Lova langsung di sambut oleh beberapa asisten dari time wardrobe.


Tema yang akan digunakan hard and smooth dengan latar kolam renang, yang mengusung konsep waterproof dari brand make up itu sendiri.


''Kau tidak apa-apa melakukan nya sepagi ini di kolam renang?" tanya William sedikit cemas, karena konsep yang akan digunakan mengharuskan Lova untuk berendam di dalam air.


''Tidak apa-apa, aku akan mencoba nya, dan akan ku selesaikan dengan cepat.'' sahut Lova, yakin.


''L, mari kita ganti kostum dan make up mu.'' sela Jane, yang langsung menggiring Lova ke ruang ganti.


''Minum ini agar perut mu hangat. Cuacanya masih cukup dingin.'' ujar Jane menyerahkan segelas teh hangat beraroma vanila kepada Lova.


''Terima kasih Jane, ini sangat membantu.'' ucap Lova, menyesap minuman dari gelasnya.

__ADS_1


Setelah selesai, Lova langsung menemui David di tepian kolam. ''Aku sudah siap, dimana posisi pemotretan pertama nya?'' tanya Lova.


Sementara William hanya memperhatikan dengan tenang dari tempat nya berdiri, ia tidak ingin mengganggu semua proses yang akan berlangsung.


Setelah hampir dua jam lamanya melakukan pemotretan dengan tiga busana yang berbeda, akhirnya konsep untuk brand itu telah selesai dan hasilnya pun sesuai dengan apa yang di inginkan.


''Bagus L, kau melakukan nya dengan luar biasa hari ini.'' puji William saat melihat hasil dari pemotretan Lova.


''Thanks Bos.'' Sahut Lova, ramah.


''Mau makan siang bersama?" ajak William, saat Lova sudah selesai mengganti pakaian nya.


''Ku rasa tidak bisa. Aku akan pergi ke kampus. urusan seorang mahasiswi.'' sahut Lova, sambil mengangkat kedua bahunya.


''Baiklah. Kalau begitu, aku akan mengantar mu ke kampus.'' ujar William lagi, yang di angguki oleh Lova.


...❄️❄️...


''Sea....?" Leon melambaikan tangan nya yang sedang memegang sebuket bunga, saat melihat kekasihnya di antara para penumpang yang baru saja tiba.


Mendengar nama nya di panggil, Shreya pun langsung mendapati sumber suara tersebut. Leon sudah menunggu nya di sana.


Shreya sedikit berlari saat menghampiri Leon. Ia merindukan kekasihnya, dan ingin segera memeluk Leon dengan erat.


''Aku merindukan mu Le.'' ujar Shreya saat mendapati Leon dalam pelukan nya seraya membenamkan wajahnya di dada bidang yang saat ini berdegup cepat.


''Kau pikir aku tidak merindukan mu? aku sangat-sangat merindukan mu juga Sea. Welcome.'' sambut Leon yang membalas pelukan Shreya tak kalah erat.


''Dimana L? tidak bersama mu?"tanya Shreya saat mencari sosok sahabatnya.


''L, bekerja sayang. Jadwalnya cukup padat akhir-akhir ini. Tapi dia menitipkan salam untukmu.'' sahut Leon, sambil menggiring koper Shreya ditangan nya. Mereka pun pergi menuju ke parkiran.


''Ah, aku lupa kalau nona pekerja keras telah menjadi famous face saat ini.'' sahut Shreya lagi.


''Ya, begitulah. Itu sebanding dengan kerja kerasnya.- Kita langsung pulang?''


''Baiklah. Bagaimana kabar Nety?'' sambung Shreya mengganti topik pembicaraan.


''Nety baik-baik saja. Rumah terlalu sepi karena hanya ada kami. Tapi sekarang, akan lebih ramai karena ada kau.'' sahut Leon, tersenyum senang.


Shreya akan tinggal di London dan menginap di apartemen yang sama dengan Leon selama satu minggu ke depan, karena saat ini ia sedang libur kuliah, di tambah lagi Shreya juga sudah tidak lagi bekerja di yayasan milik Zoya.


Shreya memutuskan untuk lebih fokus kepada studi nya yang sudah memasuki semester akhir, ia akan menamatkan studi nya lebih cepat karena jalur pendidikan yang ia tempuh. Dan saat ini, ia akan menikmati masa liburnya bersama dengan kekasih serta sahabatnya.


Setibanya di apartemen, keduanya selalu di sambut hangat oleh Nety. ''Selamat datang nona.'' sambut Nety hangat seperti biasa.


''Terima kasih Nety. Senang melihat mu lagi setelah sekian lama.'' sahut Shreya. ''Kau bisa istirahat dulu sayang, aku akan meletakan koper mu dikamar.'' sela Leon.


''Hmm. Terima kasih Le.''


...❄️❄️...


''Selamat siang untuk mu sayang. Senang mendengar suaramu hari ini. - Aku sedang bersiap-siap untuk pulang ke rumah L. Bagaimana dengan mu? apa pekerjaan mu baik-baik saja?" sahut Ken dari seberang sana.


''Aku baik-baik saja, begitu juga dengan pekerjaan ku. Aku sedang berada di kampus untuk mengantarkan tugas.'' cerita Lova. Sambil memperhatikan sekitar, kalau-kalau suara nya menganggu orang lain.


''Benarkah? dimana Leon, kau tidak bersama nya?"


''Le sedang menjemput Sea di Airport. Sea berkunjung ke London. Kami akan makan malam bersama nanti. Kau tidak ingin datang menemui ku juga? Aku merindukan mu.'' sambung Lova.


Ken menghela nafasnya, sebelum kembali menjawab Lova. ''Aku sangat ingin L, tapi pekerjaan ku tidak bisa di tinggal untuk saat ini. Sedang ada proyek yang harus ku awasi, dan aku tidak bisa pergi begitu saja, kau tau ini semua adalah tanggung jawab ku. bukan?'' Sahut Ken dengan sebenarnya.


Setelah ia di tugaskan Dady nya untuk mengurus kantor cabang yang ada di bali, Ken menjadi lebih sibuk dari sebelumnya.


''Benarkah? baiklah. Jaga kesehatan mu. Jangan memaksakan diri.'' sahut Lova, tak ingin melanjutkan  pembicaraan tentang hal itu lagi.


''Aku juga sangat merindukan mu L. Kita bicara lagi nanti. Aku harus pergi sekarang. I love you.'' tutup Ken.


''I love you more.'' sahut Lova lemah, karena panggilan nya sudah lebih dulu di putuskan.


Ia menatap ponselnya sesaat sebelum kembali menyimpan nya di dalam tas. ''Wow.. lihat siapa ini?" Tania berdiri dengan begitu angkuh di depan Lova.


''Lama tidak melihatmu, sekarang kau sudah naik kelas dengan menjadi wajah baru, usaha yang bagus.'' cibir Tania, yang Lova yakini akan di ikuti dengan ejekan lain yang lebih memuakkan.


Kehadiran Tania, sungguh memperburuk perasaan Lova.


Lova bangkit dari tempatnya hendak beranjak pergi, lebih baik ia mengabaikan orang-orang seperti Tania. Tidak ada baiknya meladeni mulut-mulut beracun seperti ini. Namun lagi-lagi Tania bersuara untuk mengejek Lova;


''Jangan menyanjung dirimu terlalu tinggi Mosley. Bagaimana pun kau pernah menjadi pelayan ku.'' Tania menyunggingkan senyuman sinis kepada Lova.


''Ada apa dengan masalalu? kau tidak bisa melupakan nya? Ah, apakah seharusnya dulu aku laporkan apa yang telah ku alami? dengan begitu kau ataupun kakak mu setidaknya bisa mendekam di balik sel selama beberapa hari, dan ku rasa itu cukup untuk menghancurkan reputasi yang membuatmu begitu arogan, nona?" sahut Lova lambat-lambat, tepat di depan wajah Tania.


''Ah, Atau kau ingin aku melakukan nya sekarang? aku bisa melaporkan mu dengan tuduhan itu, dan jangan lupa aku memiliki saksinya.'' tambah Lova, membalas Tania dengan telak.


Wajah Tania merah padam, saat Lova menjawab kata-katanya. Terlebih lagi saat ini ia tengah di ancam.


''Jika kau ingin namamu atau kakak mu itu tidak tercemar sampai kau lulus dari kampus ini, maka jangan pernah menganggu ku lagi, atau aku akan jamin, kau akan menyesalinya.'' kecam Lova, lalu memalingkan wajah pergi meninggalkan Tania yang masih bungkam di tempatnya.


''Sial! Sial!'' geram Tania, dengan wajah merah padam. ''Berani sekali gadis miskin itu. Lihat saja, aku akan membuatmu membayar semua ini.''


...❄️❄️...


Lova membanting tas nya ke atas Sofa, lalu tubuhnya menyusul kemudian. Ia membenamkan wajahnya di balik bantal, mencoba untuk mengembalikan mood nya yang dirusak oleh si gadis barbar, Tania.


Lova tak tau salah apa dirinya pada gadis itu sehingga Tania begitu membenci dirinya. Sedangkan Lova tak pernah melakukan sesuatu yang salah terhadap Tania ataupun James. Malah sebaliknya, seharusnya ia lah yang sangat membenci keduanya. Tapi sekarang? sungguh lucu.

__ADS_1


Tin.


Tin.


Tin.


Tin.


Lova meraba-raba untuk menemukan tas nya, karena mendengar suara beberapa notif pesan yang masuk ke ponselnya. Setelah mendapatkan apa yang ia cari, Lova segera merogoh dan membuka ponselnya untuk melihat isi pesan tersebut.


Beberapa  pesan ia dapatkan  dari agensi nya, dan beberapa lainnya dari sahabatnya; Shreya.


Lova segera memencet tombol hijau untuk menghubungi Shreya.


''Kau sudah tiba di London?" tanya Lova kembali antusias.


''Hmm. Aku sudah di London. Kau masih sibuk?" Shreya balik bertanya, sementara terdengar suara Leon disebelahnya. Lova, rasa saat ini Sea sedang menggunakan mode speaker.


''Aku sudah selesai, dan saat ini sedang bermalas-malasan.'' sahut Lova sambil kembali berbaring di atas sofa.


''Kalau begitu bersiaplah, kami akan menjemput mu sebentar lagi. See you soon, bestie.


''Ya.. ya baiklah, sampai nanti.'' tutup Lova, yang kemudian bergegas masuk ke kamarnya.


Dan benar saja, satu jam setelahnya; bell apartemennya kembali berbunyi. ''Ya, tunggu sebentar.'' sahut Lova dengan cepat, seraya menghampiri pintu dan membuka nya.


''Haii..." seru Shreya sambil melambaikan tangan saat melihat Lova. ''Sea!'' Keduanya berpelukan dengan erat. ''I miss you, L.''


''I miss you too''


''Masuklah, aku hampir siap.'' ajak Lova pada keduanya.


''Ku rasa kau sudah sangat terkenal dalam waktu singkat miss hardwork.- goda Shreya. ''Aku melihat poster mu di beberapa tempat saat menuju kesini, dan sekarang, lihatlah.. Wow, apartemen mu terlihat sangat nyaman.'' puji Shreya setelah mengamati sekitar.


''Aku beruntung karena hal-hal baik datang pada ku Sea, dan semua itu karena aku memiliki kalian dalam hidup ku. Sahabat-sahabat ku.'' sahut Lova, penuh syukur.


''Karna kau layak mendapatkan nya L.'' timpal Leon. ''Kau menuai hasil kerja keras mu, dan kau memang pantas mendapatkan semua ini.'' tambah Leon.


''Kau juga berjasa untuk semua ini Le, dan ku rasa aku belum membalas mu dengan benar.'' sahut Lova.


''Aku sudah siap, kita pergi sekarang? tolong bawa aku ketempat yang menyenangkan. Aku butuh penyemangat ekstra hari ini.'' tambah Lova, bertingkah manja pada Shreya.


''Baiklah, girl. It's your time.''


Setelah mempertimbangkan beberapa tempat, Leon mengajak kedua gadis itu ke salah satu bar terkenal di London. -Bussey Bar.


Bar yang menggunakan konsep Rooftop, sehingga menyajikan pemandangan malam yang indah di atas sebuah gedung yang menjulang tinggi.


''Ini tempatnya?" tanya Lova, yang baru pertama kali menginjakan kaki di tempat itu. ''Ya, kita akan makan malam disini. Ku harap kalian berdua menyukainya, my Lady.'' Leon bersikap sopan.


''Kau menggelikan.'' sela Lova, seraya melangkah masuk dengan wajah tersenyum. ''L benar sayang, kau terlihat lucu.'' timpal Shreya.


''Apa kalian harus mengataiku, pria paling tampan disini? Hei, tunggu aku Sea!'' Seru Leon, sebelum menyamakan langkah dengan kekasihnya.


Setelah mendapatkan meja, mereka memesan beberapa menu makanan dan juga cocktail berperisa tanpa non alkohol.


''Wow, ku rasa kekasihmu menghubungi ku Nona, kau tidak memeriksa ponselmu?" tanya Leon saat melihat layar ponselnya menyala.


''Aku sedang tidak ingin bicara Le, biarkan saja. Aku akan menghubungi Ken nanti.'' sahut Lova dengan wajah enggan.


''Waw, apa sesuatu terjadi diantara kalian? ceritakan lah..'' pinta Leon, yang juga tidak menjawab ponselnya seperti kata Lova.


''Kami tidak apa-apa, hanya terlalu sibuk. Selebihnya tidak ada hal lain yang terjadi.'' sahut Lova malas. Leon dan Shreya bahkan bisa menangkap dengan jelas saat Lova menghela nafasnya gusar.


''Terkadang, hubungan seperti ini memang akan sangat sulit jika seseorang yang menjalaninya tidak memiliki toleransi dan juga pengertian yang besar L. Seperti aku dan Leon, kami juga terkadang bertengkar karena waktu dan juga miss komunikasi, tapi di balik itu kami selalu belajar untuk saling memahami.''


''Aku yakin kalian bisa melewati semua ini.'' tambah Shreya, membagikan pengalaman nya pada Lova.


''Aku memiliki rencana untuk pergi ke Indo, tapi aku tidak yakin. Aku takut akan mengganggu Ken jika aku menemuinya.'' Lova meringis, sambil menimbang rencana nya kembali.


''Apa kau punya waktu luang L? bukan kah untuk beberapa bulan kedepan kau harus menyelesaikan kontrak mu? lalu kapan kau berencana untuk pergi?" sela Leon, Yang mengetahui kontrak Lova lebih detail.


''Itulah masalahnya, Le. Aku belum menemukan waktu yang tepat. Bagaimana menurut kalian, apakah berlebihan jika aku menemui Ken di indo?"


''Itu bukan masalah L. Hanya saja, jangan sampai rencana mu menyulitkan pekerjaan mu. Selesaikan semua tanggung jawab mu, baru kau boleh pergi. Dan lagi, jika kau benar-benar akan pergi, ku pikir Ken pasti akan sangat senang melihat mu disana.'' sahut Shreya dengan bijak.


''Sea benar L. Rencanakan semuanya dengan matang. Jangan sampai menggangu pekerjaan mu. Lagipula aku bisa pergi bersama mu jika kau memang ingin pergi, yang artinya; aku juga akan pulang kerumah dengan alasan dirimu.'' sambung Leon.


''Baiklah. Aku akan memikirkan lagi. AKu hanya merindukan Ken.''


...❄️...


...❄️...


...❄️...


...Special picture...



...As a Model....



__ADS_1


...Outfit Lova sehari-hari.....


__ADS_2