
...ENJOY...
.......
.......
.......
.......
Satu minggu sudah lamanya Ken dan Leon berada di Stockholm.
Waktu liburan yang mereka dapatkan, memang di manfaatkan kedua pemuda tersebut untuk benar-benar berlibur.
Setiap hari, kegiatan Leon selalu menjemput dan mengantar Shreya untuk bekerja, lalu setelahnya mereka akan pergi berkencan. Makan siang bersama, atau sesekali makan malam berdua.
Waktu yang mereka habiskan berdua benar-benar untuk saling mengenal satu sama lain.
Saling menunjukan cinta, saling memberi perhatian dan juga saling mendukung.
Begitu pun dengan Ken dan Lova.
Namun kedua sejoli ini selalu saja berbeda dengan pasangan normal pada umumnya;
Jika Leon dan Shreya selalu terlihat kompak bersama setiap hari, bahkan pada setiap kesempatan, maka Ken dan Lova sebaliknya..
Setiap hari, disaat Ken ingin menemui kekasihnya, Ken selalu harus mencari Lova terlebih dahulu.
Pasalnya, kekasihnya itu tidak bisa hanya berdiam diri dirumah seperti seorang gadis pada umumnya.
Setelah mereka tiba di Stockholm, ke esokan harinya Ken berencana ingin mengajak Lova untuk pergi berkencan, mengingat keduanya saat ini sama-sama sedang tidak ada kegiatan apapun.
Namun apa yang terjadi, saat Ken tiba dirumah Lova, gadis itu bahkan sudah menghilang sejak pagi.
Dan kebiasaan Lova yang selalu membuat Ken merasa kesal adalah, gadis itu selalu pergi tanpa membawa ponselnya.
Begitu pula dengan keesokan harinya, kejadian yang sama pun terulang. Saat Ken datang untuk menemui Lova kembali, meskipun sudah lebih pagi dari sebelumnya, namun lagi-lagi gadis itu sudah lebih dulu meninggalkan rumah.
Awalnya Ken merasa kesal dan juga bertanya-tanya; mengapa kekasihnya itu selalu tidak ada dirumah, dan entah kemana Lova pergi. Gadis itu bahkan tidak memberikan kabar apapun, selain hanya membalas pesan text yang Ken kirimkan secara singkat.
Hingga pada hari yang ketiga, Ken memutuskan untuk pergi pagi-pagi buta dari rumah untuk mengikuti Lova melihat kemana kekasihnya pergi.
Sungguh bukan hal yang bisa Ken bayangkan; di cuaca yang dingin, dengan hanya menggunakan baju kaos dan sweater tipis, Lova pergi pagi-pagi sekali membawa tas yang terlihat cukup besar meninggalkan rumah dengan hanya berjalan kaki.
Saat itu, Ken benar-benar ingin tau apa yang akan lakukan kekasihnya; karena itulah Ken mengikuti Lova, meskipun ia sungguh tidak biasa pergi di cuaca seperti ini.
Namun ternyata, gadis itu pergi ke pantai yang cukup jauh dari rumah.
Berbekalkan lampu penerang, Lova terlihat sangat terbiasa dengan apa yang ia lakukan, sementara Ken hanya mengamati dari jauh penuh dengan perhatian sekaligus kekaguman.
Sejak hari itu, Saat Ken ingin menemui kekasihnya; Ken akan langsung mencari Lova, alih-alih menunggu gadis itu untuk pulang kerumah.
Terkadang Ken menemukan Lova di pantai saat gadis itu sedang mencari kerang-kerang hias.
Terkadang juga Ken menemukan Lova disekitaran pasar tradisional, atau bahkan jika terkadang Ken tidak bisa menemukan keberadaan Lova sama sekali, yang bisa Ken lakukan hanyalah menunggu Lova di jalan pintas yang biasanya akan di lewati gadis itu.
__ADS_1
Seperti saat ini. Saat udara malam terasa cukup dingin menusuk hingga ke tulang. Ken malah berjalan mondar-mandir sambil sesekali meniup tangan nya yang terasa dingin. Ia sedang menunggu Lova kembali.
Dari kejauhan sudah terlihat samar-samar cahaya dari senter yang Lova gunakan setiap hari, dengan langkah cepat Ken pun menghampiri Lova. Ia sudah sangat kedinginan, beruntung nya Lova tidak kembali begitu larut.
''L...?''
seru Ken sambil melambaikan tangan nya dalam kegelapan. Sesekali cahaya senter Lova bahkan mengenai wajahnya; ''Ken, itu kau? apa yang kau lakukan disini?"
Lova kaget sekaligus heran melihat keberadaan kekasihnya yang malam-malam berada di jalan pintas yang biasa ia lewati.
''Aku menunggu mu L.. kau lama sekali, aku hampir membeku disini.'' keluh Ken, menempelkan tangan nya ke tangan Lova.
''Ada apa? Bagaimana bisa kau berada disini?''
''Aku mengikutimu sebelumnya.''
''Apa..?"
''Ayolah, pokoknya kita kembali dulu, disini sangat dingin.'' Ken manarik tangan Lova.
''Apa ada hal penting yang ingin kau bicarakan Ken? bukan kah kita bisa bicara melalui telpon saja? kenapa harus repot-repot begini..?" protes Lova saat merasakan wajah Ken yang begitu dingin di telapak tangan nya.
''Apakah ponsel sama? Aku ingin bertemu dengan mu! Aku juga merindukan mu. Setiap hari kau selalu saja sibuk, kau bahkan tidak punya waktu untuk pergi bersama ku, padahal kau tau aku hanya sebentar disini, setelah aku pulang, kita akan berpisah cukup lama. Apa kau tidak akan merindukan ku seperti saat ini? Kau akan melupakan aku begitu saja karena kesibukan mu?'' Keluh Ken lagi.
''Aku tau aku sangat kekanak-kanakan. Aku juga bukan nya tidak tau untuk apa dan kenapa kau pergi pagi lalu kembali larut malam, bukan nya aku tidak tau.- Hanya saja, aku ingin menghabiskan waktu ku lebih banyak dengan mu L.. aku mencintaimu, aku ingin kau bersama ku. Aku merindukan mu setiap saat, aku ingin bicara padamu, ingin melihat mu..-
''Apa aku berlebihan?"
Lova sangat ingin melihat binar di mata Ken. Ia bahkan bisa membayangkan bagaimana serius wajah kekasihnya itu saat bicara, Lova bahkan dibuat tak bisa berkata-kata.
''Kau ingin ikut bersama ku?'' ajak Lova, alih-alih menjawab pertanyaan Ken.
''Kemana? kau akan pergi menangkap kerang lagi?'' sela Ken,
''Tidak, tapi membuatnya..'' sahut Lova, kemudian menarik tangan Ken agar mengikutinya.
''Lihat, kau bahkan memakai pakaian tipis begini di saat cuaca begitu dingin, apa kau pikir dirimu Elsa?'' omel Ken pada Lova.
''Elsa..? siapa Elsa..?"
''Mantan kekasihku!'' sahut Ken kesal.
''Ahhh... jadi aku saat ini terlihat seperti mantan kekasihmu?" Sahut Lova sambil tertawa kecil.
Setelah berjalan sekitar kurang lebih dua puluh menit, keduanya melewati beberapa pohon rimbun lalu keluar menuju hamparan pasir putih, dan tidak jauh dari sana mereka pun tiba di sebuah pondok yang jauh dari arah perkotaan.
''Aku tidak tau jika ada tempat seperti ini disini.- Kau sering berada di sini L..?" tanya Ken, sambil melihat sekitar.
''Bantu aku pegang kan ini, aku akan membuka pintunya dulu.'' alih Lova.
Lova menaiki tangga, lalu merogoh kantong tas nya untuk mencari anak kunci yang akan membuka gembok pintu tersebut.
''Naiklah, pintu nya sudah terbuka, diluar sangat dingin.'' Lova mengulurkan tangan nya.
Pondok itu tidak terlalu tinggi, hanya sekitar tiga kaki dari permukaan tanah, dengan anak-anak tangga yang mengelilingi pohon pohon tersebut. Pondok yang cukup unik.
__ADS_1
''Siapa yang membuat ini L..?'' tanya Ken, penasaran.
''Kak Zen.'' jawab Lova singkat.
Ken mengerutkan keningnya, lalu mengulang apa yang Lova katakan; ''Apa, kak Zen..?"
''Hmm. Kak Zen,- ulang Lova. Ia mengatakan yang sebenarnya.
''Bagaimana bisa kak Zen?'' Ken mengerutkan kening nya ditengah kegelapan.
Setelah Lova menghidupkan lampu petromax, barulah Ken dapat melihat dengan jelas wajah kekasihnya itu.
''Saat aku remaja, kami sering bermain ke pantai bersama.- Kak Zoya, kak Zen, bahkan kak Cassian, kami sering menghabiskan waktu di pantai saat musim panas. Karena kak Zen tau aku sangat suka mengumpulkan kerang, suatu hari kak Zen membuatkan rumah pondok ini untuk ku, katanya ini adalah hadiah.'' cerita Lova.
''Ah, jadi disinilah kau berada jika aku tidak bisa menemukan mu dimana pun?" Ken mengangguk kan kepalanya.
''Kau ingin coklat panas? masih tersisa dua saset disini..'' tawar Lova.
Ken menghampiri Lova, ''Hmm. Aku yang akan membuatnya L.'' Ken mengambil gelas dan susu bubuk dari tangan Lova, lalu membiarkan kekasihnya itu untuk kembali duduk.
''Apa kau sering menginap disini L..?" tanya Ken asal.
''Hmm. Kadang-kadang.''
Mendengar jawaban Lova membuat Ken menegang, ia benar-benar tak percaya dengan apa yang kekasihnya itu katakan.
''Jangan lakukan itu lagi L, ini akan sangat berbahaya. Bisa saja ada orang yang berniat jahat pada mu, terlebih lagi tempat ini sangat jauh dari perumahan masyarakat, dan yang sangat penting, kau tidak membawa ponsel mu. Jika hal buruk terjadi padamu, bagaimana orang bisa mengetahuinya..'' peringat Ken. Ia benar-benar merasa sangat cemas sekarang.
''Aku bahkan hampir mengenal semua orang yang berada di tempat ini Ken, tidak ada orang jahat disini.'' sahut Lova dengan santainya.
''Kau benar-benar membuat ku cemas L, jangan lakukan ini lagi. Jika kau pergi, kau harus kembali kerumah, jangan menginap disini.'' Ken mengulang kata-katanya dengan peringatan yang tegas.
''Atau begini saja L, kau ikut aku saja ke Indonesia. Kau bisa bekerja magang di kantor Dad bersama ku. Sementara aku bekerja di sana, kau juga bisa mengasah kemampuan mu dalam bidang manajemen. Bagaimana? Selain itu, aku yakin kan kau akan di gajih dengan jumlah yang pantas. Kau mau?" tawar en penuh harap.
Ia benar-benar ingin Lova bersama nya, ia merasa cemas jika meninggalkan Lova seorang diri dengan kebiasaan nya yang seperti saat ini.
Bisa-bisa Ken tidak akan fokus saat bekerja di kantor Dady nya.
''Aku akan memikirkan nya Ken. Kau ingat saat aunty bicara pada kita dirumah saat saat itu?-
Ken menganggukkan kepalanya;
''Aku ingin berdiri dengan kaki ku sendiri. Aku sungguh ingin membuat diriku sendiri bangga dengan apa yang aku lakukan. Aku ingin menepati janjiku pada Aunty dan juga pada mu; jika nanti aku menjadi wanita yang sukses, aku ingin itu karena kemampuan ku; bukan karena siapapun.''
Lova tersenyum hangat. Ia ingin agar Ken bisa memahami keinginan nya dan juga percaya pada nya. Apapun yang Lova lakukan, semua adalah untuk masa depannya. Lova tidak bisa terus-menerus menyusahkan orang lain, ia sudah dewasa sekarang, ia bisa menghasilkan uang dengan kemampuan nya. Ken hanya perlu memahami itu.
''Baiklah. Aku tidak akan memaksamu L.. tapi aku ingin kau berhati-hati. Sungguh, berjanjilah pada ku, atau aku akan terus mencemaskan mu.'' pinta Ken.
''Hmm. Aku berjanji. Aku akan selalu berhati-hati, dan tidak akan lagi meninggalkan ponsel ku. Kau puas?''
''Bagus. Itu baru kekasihku.''
...❄️...
...❄️...
__ADS_1
...❄️...