
...ENJOY...
.......
.......
.......
.......
''Kau ingin pergi ke kampus? ku rasa kita masih belum terlambat.' Ken melihat pada jam yang melingkar di tangan nya. ''Kita pergi bersama?'' Ajak Ken lagi, setelah keduanya menyelesaikan semua pembicaraan yang seharusnya mereka bicarakan sejak lama.
''Ku rasa memang belum terlambat.'' sahut Lova. ''Tunggu, kau tidak ingin makan sesuatu terlebih dahulu, aku akan membuatkan makanan untuk mu jika kau mau.'' cegahnya. Karena pembicaraan itu, Lova sampai melupakan apa yang ingin ia lakukan.
Belum lagi ia sempat melakukan apapun, sekarang Ken malah ingin mengajak nya pergi. Padahal Lova sangat yakin jika kekasihnya itu belum makan apapun.
Ken tersenyum, sambil meremas pelan tangan Lova yang berada di genggaman nya, ''Tidak perlu L, jangan merepotkan dirimu.- Jadi, bisa kita pergi sekarang?" ulang Ken lagi.
Huh!
''Baiklah, karena kekasihku memaksa, jadi kita akan pergi saja.'' sahut Lova, kemudian menurunkan dirinya dari atas meja.
Untung saja berat badan Lova terbilang normal, jika tidak bisa saja ia sudah mematahkan salah satu dari bagian meja makan milik si empunya apartment.
Jika sampai itu terjadi, maka Lova harus segera menemukan pekerjaan untuk menggantinya, sebelum ia di marahi oleh si pemilik.
Kekasihnya itu memang terkadang sangat aneh. Ken suka melakukan apa saja tanpa persetujuan Lova. Contohnya seperti tadi, padahal Lova bukan anak kecil, tapi dengan begitu mudahnya Ken memindahkan dirinya seperti sedang memindahkan sebuah tas barang.
Apa itu sesuatu yang harusnya Lova acungi jempol?
Setelah mengambil tas dan juga mengunci apartment, keduanya kini tengah berada di dalam lift. Dan dalam hitungan menit saja, mereka sudah tiba di lantai dasar,
Dengan sigap Ken juga segera memanggil sebuah taxi. Meskipun jarak kampus sangat bisa di tempuh dengan berjalan kaki, tapi untuk saat ini, Ken terlalu lelah untuk menggunakan kakinya.
Ia hanya ingin duduk di samping Lova, sambil terus bergandengan tangan seperti saat ini. Menghabiskan seluruh waktu yang mereka miliki bersama, itupun selama Ken masih bisa melakukan nya, sebelum nanti akhirnya mereka harus kembali berpisah.
''Kau masih lelah?" Lova melihat pada Ken yang sejak tadi tidak sedikitpun mengalihkan pandangan nya dari gadis itu, membuat Lova sesekali tersipu malu.
Bagaimanapun ia seorang gadis, dan Ken? Ahh.. kekasihnya itu terlalu tampan untuk melakukan tatapan seperti yang dilakukan nya saat ini.
Jika Lova sebatang lilin, maka ia akan segera meleleh karena sensasi panas yang timbulkan oleh kekasihnya itu. Pria tampan yang terlihat begitu lelah dan rapuh.
''Kemarilah, bersandarlah pada ku sebentar. Aku tidak tau seberapa banyak waktu yang kita miliki bersama, aku hanya ingin kau menjadi dirimu selama kau bersama ku.'' ucap Lova sambil membelai pelan puncak kepala Ken yang saat ini telah bersandar dengan nyaman di bahunya.
''Aku menyukai setiap kebersamaan kita L.''Sela Ken.
''Kau tau, setiap bersama mu- aku akan selalu merasa jatuh cinta, lagi dan lagi. Kau membuat ku merasakan perasaan yang sungguh luar biasa.- Meskipun saat ini hatiku tengah merasakan kesedihan karena memikirkan akan berpisah lagi dengan mu, tapi rasa nyaman yang kau berikan mengalahkan semua perasaan itu.'' sahut Ken, dengan mata terpejam.
Sesekali ia bahkan menghembuskan nafas Lelah nya.
Bersandar kepada Lova, sama seperti ia menaruh seluruh kehidupan nya pada sesuatu pondasi yang kokoh. Membuat Ken merasa aman, nyaman, dan juga bahagia.
Lova memberinya begitu banyak perasaan yang selalu melebur menjadi satu. Perasaan yang tidak bisa Ken pahami dengan logika nya. Namun selalu membuat nya tak bisa berkata-kata.
__ADS_1
''Aku juga menyukai setiap kebersamaan kita. Dan ku rasa, aku akan merindukan semua moment ini.'' balas Lova.
Ken mengeratkan genggaman tangan nya, menyalurkan semua perasaan yang saat ini tengah ia rasakan. ''Begitupun aku, L. Aku akan sangat merindukan saat-saat dimana aku bisa bersandar pada mu seperti saat ini.''
Tanpa terasa, tax yang mereka tumpangi pun sudah berhenti di depan halaman kampus. ''Kita sudah sampai.'' ujar Lova pada Ken, membuat kekasihnya itu membuka matanya dengan enggan.
''Ku rasa setelah ini aku menghabiskan waktu ku untuk tidur di samping mu.'' gumam Ken, seraya menggerakan badannya agar lebih rilex.
''Ssssttt.. apa yang kau katakan.'' Bisik Lova hendak menutup mulut Ken, yang melontarkan kata-kata yang menurut Lova tidak seharusnya dikatakan di depan orang lain.
''Apa? aku mengatakan yang sebenarnya. Tidur disamping...Hmmm..''Mulut Ken langsung ditutup rapat oleh tangan Lova. ''Sssssttt... orang lain bisa salah faham jika mendengarnya!'' ulang Lova lagi.
''Hmmm.. '' Ken melepaskan tangan Lova dari mulutnya, dan memberikan tangan mungil itu sebuah kecupan singkat. Lova ingin menarik tangan nya tapi dengan cepat Ken menahan nya.
''Biarkan saja orang salah faham, lagi pula apa yang akan orang pikirkan? kau memang kekasih ku, dan ku rasa aku tidak mengatakan hal yang salah.- Jika mereka memikirkan hal yang lain, berarti memang otak mereka yang sedang bermasalah.'' Sahut Ken dengan enteng nya. `
Untung saja saat ini mereka sedang berada di dalam taxi, jadi Lova tidak akan merasa was-was jika orang lain mendengar apa yang Ken katakan.
Setelah membayar ongkos taxi nya, keduanya pun kini tengah siap untuk menyelesaikan urusan mereka masing-masing. ''Berikan tangan mu L,'' pinta Ken mengulurkan tangan nya pada gadis itu.
''Kenapa?"
''Aku ingin menggandeng tangan mu, agar semua pria disini tau jika gadis bernama Pennelova Mosley adalah kekasih ku.'' ujar Ken, berhasil membuat Lova kembali merona.
''Aku tidak sepopuler itu, hingga kau harus mengumumkan nya di depan mahasiswa lain.'' sahut Lova, namun tetap memberikan tangan nya untuk di genggam.
''Biarkan saja. Kau tidak akan pernah tau jika ada banyak mata yang mengawasi, dan diam-diam menyimpan perhatian untukmu, karena yang kau pikirkan hanya pekerjaan paruh waktumu.'' balas Ken, sambil mengedikan bahunya.
''Apa kita kembali membicarakan Leon?''
''Benarkah? jadi siapa?" tuntut Lova.
''Mana ku tau, bisa sajakan.'' jawab Ken, menunjukan sikap posesifnya.
Cekrek--cekrekk..
Dari tempatnya berdiri saat ini, Leon diam-diam mengambil semua potret kebersamaan Ken dan Lova. Mungkin saja kedua sahabatnya itu bahkan tidak memiliki satupun potret saat mereka bersama, karena iulah Leon mengambilnya secara diam-diam.
Leon akan mengirimkan nya pada keduanya jika kelak mereka saling merindukan. Ah! ''Kurasa aku sudah mengambil tugas seorang cupid' gumam Leon sambil memperhatikan photo-photo yang kini sudah tersimpan dengan aman di galery ponselnya.
...❄️❄️...
''Hai Lova?" James berdiri di samping Lova.
Saat ini gadis itu sedang berada diruang admisnistrasi untuk melakukan regristrasi untuk kredit kuliahnya semester ini. ''Senang melihatmu lagi.'' sapa James.
Lova hanya menganggukan kepalanya, sambil tersenyum kecil. Setelah sekian lama tidak pernah bertemu dengan James, mengapa hari ini mereka harus berpapasan seperti ini.
Lova merasa tidak sabar ingin segera pergi dari ruangan itu. Ia selalu merasa sesak setiap kali ingatan masa lalu datang memenuhi kepalanya.
Seperti saat ini, hanya dengan berada di ruangan yang sama dengan James saja, sudah membuat nafas Lova terasa tercekat. ''Apa kah milik ku sudah selesai?" tanya nya ingin segera keluar dari ruangan tersebut. Lova berdoa semoga saja berkasnya di proses dengan cepat.
Tak lama kemudian, nama Lova pun kembali di panggil oleh bagian administrasi. Dengan sigap Lova segera menyambar berkas miliknya.
__ADS_1
''Kau ingin melakukan regristrasi juga?" tanya Lova, beralih pada James. Ia tak ingin berbasa-basi, hanya saja ia akan tetap menjaga kesopanan nya.
''Ya,-
''Kalau begitu silahkan, Aku sudah selesai dengan milik ku.'' sahut Lova mempersilahkan James untuk menempati tempatnya, kemudian melangkah pergi.
''L..?'' James menahan tahan Lova, namun buru-buru menyadari raut wajah Lova yang tak suka akan perbuatan nya, James pun segera melepaskan pegangannya.
''Aku sungguh-sungguh. Aku senang bisa melihat mu lagi.'' ulang James.
''Aku harus pergi sekarang.'' Sahut Lova, lalu pergi dari ruangan tersebut.
James tidak menjawab, ia hanya diam memperhatikan Lova yang semakin menjauh. Sejak dulu gadis itu memang selalu menjaga jarak darinya. Mungkin kesalahan nya dimasa lalu memang tidak bisa di maafkan.
''Kau sudah selesai..?"
''Astaga!''
''Ken...!'' seru Lova, terkejut.
Lova mengelus pelan dada nya, sambil menetralkan nafas karena rasa terkejut yang ditimbulkan oleh kekasihnya.
''Apa aku benar-benar membuat mu terkejut? maafkan aku.''.ucap Ken, saat melihat wajah panik Lova.
''Sudahlah. Ayo kita pergi.'' Ajak nya. Kali ini gadis itulah yang menarik tangan Ken agar segera meninggalkan tempat itu. ''Hei, pelan-pelan.'' ucap Ken seraya menyamakan langkahnya dengan Lova.
Setibanya di koridor kampus, Leon sudah menunggu keduanya, sambil melambaikan tangan kearah Ken dan Lova.
Ken benar-benar tidak tahan saat melihat senyuman konyol yang selalu di pamerkan Leon di depan keduanya.
''Le..?" Lova belas melambaikan tangan nya. ''Anak itu lagi.'' cicit Ken, yang hanya bisa di dengar oleh dirinya sendiri. Sejujurnya saat ini, Ken hanya ingin berdua saja Lova. Entah mengapa, Leon selalu saja datang di waktu yang tidak tepat menurut Ken.
Seperti saat ini, dimn ia hanya ingin menghabiskan waktu nya bersama Lova, tapi Leon malah muncul dari mana saja. Benar-benar seperti hama.
''Kalian sudah selesai? Ayo kita makan siang. Aku lapar.'' Leon berdiri tepat di depan keduanya, tanpa menyadari raut wajah Ken yang mulai di tekuk.
Meskipun tau, Leon hanya terlalu suka untuk berada di antara kedua sahabatnya itu. Tidak pduli Ken akan kesal pada nya. Begitu lah Leon.
''Aku sudah membawa bekal.'' gumam Lova sambil menunjuk ke dalam tas nya. ''Sudahlah, makan bekal mu bersama kami, ayo.'' ajak Leon lagi, seraya mendorong tubuh Ken agar bergerak dari tempatnya.
''Terkadang kau memang menyebalkan!'' jujur Ken melirik sambil lalu pada Leon.
Leon tertawa masam, ''Kau pikir dirimu tidak? kau juga sangat menyebalkan!'' balas nya.
''Sama-sama menyebalkan saja, mengapa harus saling protes? bukan kah kita bisa berteman dan menjadi duo menyebalkan di dunia?"
''Jauh-jauh dari pacarku!'' Ken menyela Leon agar menggeser posisi nya, membuat pria itu sedikit mengomel atas perlakukan Ken pada nya.
''Hei.. tunggu aku!"
...❄️...
...❄️...
__ADS_1
...❄️...