My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
DINNER ZOYA & ZEN


__ADS_3

...ENJOY...


.......


.......


.......


"Ini apa kak..? Maaf kalau aku lancang." Zoya membawa sebuah kotak yang bertuliskan nama nya di atas kotak tersebut.


"Itu...? Dimana kau mengambilnya..?" Zen melirik sekilas, berpura-pura tidak tahu. "Di kamar kakak lah, mau dimana lagi. Apa ini untuk ku..?"tanya Zoya sedikit antusias.


"Ya tentu saja itu untuk mu, tapi ambil lah sesuai angka nya." kata Zen lagi sambil terus melakukan pekerjaan nya untuk membuat makan malam.


"Kenapa harus sesuai angka sih..?" Zoya sedikit menggoncang kan kotak yang ia pegang. Zen membersihkan tangan nya, kemudian menghampiri Zoya. "Bisa aku lihat berapa angka yang tertulis disitu..?" Zen meminta kotak nya kembali.


"Ini,, seperti nya 17." Zoya menyebutkan angka yang tertulis di sana. "Kalau begitu ambilah di mulai dari angka 10. Semua itu adalah kado ulang tahun mu selama ini, hanya saja aku ingin memberikan nya langsung pada mu."


"Kado..? jadi selama ini kakak mengingat tanggal ulang tahun ku..?"


"Tentu saja, bagaimana aku bisa melupakan tentang dirimu..?" Tangan Zen membelai lembut pipi zoya yang kini tengah merona.


DEG...


DEG...


DEG...


"Akan ku ambil kado yang lain.." Zoya berpaling dari Zen, kemudian masuk kembali ke dalam kamar. Ia tidak bisa. Tidak bisa terus berhadapan dengan kakaknya seperti ini. Jantung nya terus berdebar dengan cepat.


Ayolah Zoya, Jangan bodoh!! Zen adalah kakak mu. Apa yang akan dia pikirkan kalau kau menyukainya..!!


Zoya kembali melihat tumpukan kado di atas nakas, ia mencari angka sesuai yang di katakan Zen padanya.


"Kak, apa aku boleh mengambil ini..? aku sudah menemukan angka 10 nya." Zoya berusaha bicara untuk menyembunyikan perasaan nya. Bagaimana ini.. Jantung nya terus berdegup kencang, rasanya tubuh Zoya tidak bertenaga karena perasaan yang ia rasakan. Apa ini..? Apa ini kasmaran..?


"Bawalah kemari..!" Seru Zen dari arah pantry. Zoya pun membawa kotak yang berukuran lebih kecil dari sebelumnya.


"Ini..!" Zoya meletakan kotak itu di atas pantry, tepat di depan Zen.


Zen kembali mencuci tangan nya, dan menghampiri Zoya. Ia melihat angka nya, dan sesuai dengan yang ia katakan.


"Ini hadiah untuk ulang tahun mu yang ke-10. Aku ingat saat itu sebelum pergi aku ingin memberikan nya pada mu, tapi kau lebih dulu marah pada ku dan tidak ingin bertemu dengan ku sama sekali, sampai aku pergi ke U.K." Zen mengingat masa lalu.


"Apa kakak marah dan tidak ingin kembali ke Indo karena itu..? Karena aku tidak ingin bicara pada kakak saat itu..?" ujar Zoya sedikit menyesal.


"Tidak Zo'e. Tidak pernah sedikit pun aku marah padamu.-Dan alasan kenapa aku tidak kembali ke indo, adalah karena aku benar-benar ingin membuat diriku lebih baik di sana, dan segera kembali lagi."


"Kembali lagi..? Untuk..?" Zo'e semakin penasaran dengan cerita kakaknya.


"Untuk seseorang yang aku cintai." Zen melihat pada nya, pada bola mata indah milik Zoya.


DEG...


"Kakak mencintai seseorang,..? Siapa? apa aku mengenalnya..?" Apa ini, perasaan Zoya mulai tak nyaman.

__ADS_1


"Aku akan ceritakan pada mu setiap kau berkunjung kesini. Bagaimana..? Dan hadiah mu tentu saja, kau bisa membawa 1 setiap kali kau datang." Zen tertawa kecil menggoda Zoya.


Bagaimana kau bisa melakukan ini pada ku kak..? padahal Kau mencintai orang lain...??


"O, ya, ini hadiah mu. Ambilah" Zen memberikan kado nya di tangan Zoya. "Selamat ulang tahun ke-10 Zo'e." Zen mencium kening Zoya.


Satu, dua, tiga,


Ciuman selama 3 detik. Zoya menghitung nya dalam hati.


"Terima kasih kak. Terima kasih sudah mengingat ulang tahun ku." Zoya tersenyum dengan perasaan bercampur aduk. "Boleh aku memeluk kakak..?"


"Tentu saja." Zen membuka tangan nya.


DEG...


DEG...


DEG...


Zoya dapat mendengar suara degup jantung Zen yang sama dengan miliknya. Apa arti debaran ini kalau kakak mencintai orang lain..?


"Apa kau sudah lapar...? Aku sudah menyiapkan makan malam." tanya Zen mengakhiri pelukan keduanya. "Hem. Baiklah, kakak masak apa..?"


Zoya sedikit malu karena begitu lama memeluk Zen.


Apa kakak merasa tidak nyaman karena aku..?


Dua puluh menit setelahnya, Zen dan Zoya sudah selesai dengan santapan makan malam mereka.


Keduanya melanjutkan obrolan sekitar satu jam lamanya.


"Kak, seperti nya ini sudah malam. Aku harus pulang."


Zoya melihat jam tangan nya. "Benarkah..? Baiklah, tunggu sebentar disini."


Zen mengambil jaket dan juga kunci mobil nya.


"Ayo."


Zoya tersenyum melihat Zen. Mau bagaimana pun kakak nya memang begitu tampan. Bahkan hanya dengan celana denim selutut dan juga kaos polos di tambah jaket saja sudah sangat tampan, apalagi kalau.. Beruntung sekali wanita yang bisa mendapatkan kakaknya, pikir Zoya.


"Maaf sudah merepotkan kakak untuk mengantar ku..?"


"Apa, ini merepotkan..? Ini bukan apa-apa Zo'e. Aku malah akan sangat senang jika setiap hari bisa melakukan ini." Setelah sampai di parkiran, Zen membuka kan pintu mobil untuk Zoya, kemudian menyusul setelahnya.


"Apa besok kamu ada kelas..?"


"Ya, besok aku mengajar, tapi hanya satu kelas."


"Pagi...?"


"Tidak. pukul satu siang."


"Ok. baiklah, besok aku kan menjemputmu, pukul 11.30."

__ADS_1


"Tapi kak.."


"Kenapa..?"


"Tidak apa-apa. Apa kakak yakin kakak tidak sibuk besok...?"


"Ah, tentang itu. Aku akan mengaturnya."


Zoya hanya menganggukkan kepalanya. Ia senang mendapat perhatian kakaknya seperti ini.. Hanya saja, mengetahui hal yang tidak ia sangka sebelumnya membuat Zoya sedikit merasa kecewa.


Entah kenapa ia merasa tidak nyaman mendengar Zen memiliki seseorang yang dicintainya sejak lama.


Betapa bodohnya. Tentu saja itu mungkin. Kakaknya begitu sempurna, tampan dan sukses, dan juga begitu baik, mana mungkin tidak ada yang mencintai kakaknya..


Dan.... Bodoh nya Zoya berpikir jika Zen kembali untuk dirinya. Ternyata...


Tak terasa mobil Zen sudah memasuki kawasan rumah keluarga Wijaya. "Selamat malam Den... '


Sapa pak satpam yang menjaga gerbang.


Kini mobil Zen sudah terparkir di depan rumah Zoya.


"Terima kasih sudah mengantar ku kak, terima kasih juga untuk makan malamnya. Untuk Hadiah, dan juga pakaian ganti nya."


"Terima kasih kembali untuk mu, gadis kecil."


"Apa kakak tidak ingin masuk..? Seperti nya Dady dan Mommy juga belum tidur." tawar Zoya. "Tidak apa-apa, besok saja saat aku menjemputmu. Biarkan mereka istirahat. Kau juga, tidur lah lebih awal,"


"Hem, baiklah. Hati-hati saat kakak kembali."


"Ya, masuklah Zo'e..


"Kakak pergilah dulu.. !


Mereka seperti orang yang sedang berkencan saja..


"Boleh aku memeluk mu sebentar..?"


"Kenapa tidak kak.."


Zen memeluk Zoya sebentar.


"Selamat tidur gadis kecil.."


"Aku pulang...


"Ya hati-hati di jalan kak.. !"


Zoya melambaikan tangan nya pada mobil Zen yang sudah berlalu meninggalkan halaman rumah mereka.


"Apa seperti ini orang berkencan...?" zoya tersenyum sendiri.


"Apa kau sebahagia itu Zozo...?"


...❄️...

__ADS_1


...❄️...


...❄️...


__ADS_2