My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2
NEW PROJECT


__ADS_3

...ENJOY...


.......


.......


.......


.......


"Bagaimana persiapan mu untuk pertemuan hari ini, apa kamu sudah siap Sweet heart..?" Rehan memandang pada putri nya yang tengah duduk di sofa membaca berkas-berkas di tangan nya.


"Aku sudah siap Dad, jangan khawatir, Aku pastikan projek kerjasama ini akan berjalan lancar." yakin nya.


Zoya adalah orang yang sangat percaya diri. Zoya juga sangat percaya pada kemampuan nya. Lagi pula hanya mengurus kontrak seperti ini, meskipun Zoya tidak mempelajari nya di bangku kuliah, namun ia dapat mengerti semua dengan mudah. Mungkin inilah salah satu keuntungan memiliki pohon Gen Genius.


Zoya sudah mempersiapkan semua yang ia butuhkan. Janji temu itu akan berlangsung di Hotel A, pada pukul 11 siang nanti. Dan, Jangan sebut Zoya namanya jika belum mempersiapkan semua senjata nya.


"Dad, bisa minta tolong katakan pada Sekretaris Dady untuk bersiap sekarang, aku tidak suka membuang waktu."


"Baiklah Sayang, seperti yang kau minta." Rehan mengangkat ganggang telponnya untuk menghubungi sekretaris yang akan menemani Zoya dalam pertemuan kali ini.


"Lima menit lagi, semuanya akan siap sayang."


"Thanks Dad. See you.."


"Hati-hati di jalan Angel," Seru Rehan lagi sebelum pintu ruangan nya tertutup. Gadis kecil nya itu terlihat cukup bersemangat hari ini.


...❄️❄️...


20 menit perjalanan, Mobil yang Zoya gunakan sudah terparkir cantik di depan pintu masuk Hotel.


Seorang pelayan pria membukakan pintu mobilnya.


"Silahkan Nona, Selamat datang di hotel kami." Sambut pria itu ramah. Zoya membalas dengan senyuman tak kalah ramah.


"Tolong urus semua nya, aku akan menemui manager Hotel." pinta Zoya pada sekretaris Dady nya itu.


Sekretaris itu hanya menuruti permintaan Zoya, yang sekarang menjadi atasan dadakan nya.


Sementara Zoya menemui manager Hotel, Sekretaris nya lebih dulu menunggu di Cafe tempat pertemuan akan berlangsung. "Nona disini!" panggil nya saat melihat Zoya sedang mencari dirinya.


"Apakah meja ini yang sudah di pesan..?" Zoya memperhatikan ruangan yang sudah di pesan untuk pertemuan tersebut. Sebuah Bilik yang terlihat nyaman dan terbilang cukup Private sebagai tempat meeting.


"Ia, Nona. Apa ada yang..?"


"Tidak Tidak. Sebaiknya kita jangan duduk disini dulu." Zoya mencari-cari tempat yang tepat. "Di sana saja." tunjuk nya, membuat sang sekretaris mau tak mau hanya menurut sambil membawa tas yang berisikan kontrak kerjasama sebelumnya. Zoya memang sengaja mengosongkan tempat itu lebih dulu.


Bisa kalian Bayangkan, untuk pertemuan kali ini saja, Zoya harus beralih profesi menjadi seorang detektif harian, hanya untuk mencari data-data yang di perlukan tentang seorang Wiliam Anggara.


Ya, itulah nama Direktur muda yang kata nya sangat sulit untuk di ajak kompromi, menurut hasil pencarian jejak mbah Google Versi BeritaBisnis.com yang cukup ramai di perbincangkan di kalangan pengusaha.


Tapi jangan salah. Kali ini lawan nya adalah Zoya Vidette Wijaya. Seorang dari keluarga Wijaya tidak akan mudah untuk di kalahkan.


Setelah melihat jam tangan nya, Waktu pertemuan mereka kira-kira 30 menit lagi. Setau Zoya, dari semua informasi yang ia sudah dapatkan beberapa hari ini.


Direktur baru A.S Group adalah orang yang tepat waktu, dan juga to the poin dalam bekerja.


Jadi pastilah mereka akan tiba dalam 10 menit sesuai dengan waktu yang di tentukan.


...Pukul, 10.50.....


Zoya berjalan menuju panggung, yang biasa nya digunakan para musisi untuk mengisi live musik di cafe tersebut.


Zoya membawa Biola yang sudah di persiapkan nya.

__ADS_1


Sebenarnya di panggung itu sudah di fasilitasi dengan beberapa alat musik, seperti Piano dan juga Drum, serta ada 1 buat gitar listrik. Namun Zoya akan menggunakan salah satu nya nanti, saat waktu yang tepat.


Suasana di Cafe itu cukup ramai sekarang, karena bertepatan dengan waktu makan siang.


Tanpa Basa-basi Zoya mengambil satu stand mic yang memang sudah ada di sana. Ia berdiri di belakang nya.


Melihat Zoya yang berdiri di atas panggung, membuat sebagian pengunjung memperhatikan keberadaan gadis itu.


"Selamat Siang. Maaf jika mengganggu makan siang anda sekalian, saya hanya ingin memainkan sebuah lagu untuk menemani makan siang anda semua.


"Semoga kalian suka, Selamat menikmati."


Zoya tersenyum saat beberapa orang memberikan Tepuk tangan untuk nya. Dengan posisi tercetarnya, Zoya berdiri dengan anggun di atas panggung, bersiap menggesekkan Biola nya.


...~Shallow~...


...By: Lady Gaga...


Zoya memainkan Lagu tersebut dengan begitu apik.


Diawal permainan nya saja sudah mampu menarik semua perhatian orang-orang yang berada di dalam Cafe tersebut.


Tidak hanya memainkan melodi nya, Zoya juga memanfaatkan suara merdu nya untuk menyanyikan lirik lagu tersebut.


"Silakan Tuan, pertemuan nya akan di lakukan di cafe Hotel ini." Seorang tuan muda A.S Group turun dari mobilnya, di ikuti oleh laki-laki yang tidak lain adalah manager keuangan nya.


William diam terpaku melihat sosok yang begitu piawai di depan sana. "Tuan, meja kita di sana."


William tak menghiraukan manager nya. Yang ia tau, permainan gadis di depan sana, seolah memanggil dirinya. Tanpa terasa William sesudah berdiri tak jauh dari panggung.


"I Got You!" Zoya hanya tersenyum melihat sosok yang saat ini tengah berdiri di depan nya. Dengan perlahan Zoya berjalan menuruni tangga. Sementara mata William selalu mengawasi nya. Ditengah-tengah lagu nya, Zoya berhenti sejenak. Berdiri tepat di depan William.


"Duet..?" Zoya memberikan Biola nya pada William, lalu tersenyum. Laki-laki itu menerima nya begitu saja.


Ya, you know lah Ya.. Secara William adalah pewaris tunggal, tentu saja ayah nya akan melakukan berbagai cara agar William mau mewarisi perusahaan tersebut.


Karena itulah Zoya berdiri di panggung saat ini, agar laki-laki itu tau jika mereka di pihak yang sama. Jadi tolong jangan saling menyulitkan.


Mata para pengunjung tak lepas dari keduanya.


Sejak awal sudah banyak yang mengabadikan permainan Zoya, di tambah lagi dengan kehadiran William, membuat semua orang semakin bertanya-tanya. Tapi ada beberapa pengunjung juga yang sudah familiar dengan wajah laki-laki itu.


Setelah kembali ke panggung, Zoya duduk di depan Piano. Ia memainkan satu nada..


~It's Magic~


Lagu yang Zoya mainkan. Ia sengaja mencari lagu sederhana yang cukup Familiar untuk di dengar.


Zoya mengangkat sebelah alis nya, seolah menyerukan pada William untuk mengikuti nya. Pada Part berikut nya, William sudah menyamakan dengan permainan Zoya.


Jadilah keduanya berkolaborasi. Kolaborasi yang sangat indah dan juga Harmoni. William sangat menyukai perasaan ini. Semangat dan juga rasa nyaman dari energi musik yang mereka mainkan.


Jika sedang seperti ini, jangankan satu lagu, 1 album pun akan William lakukan.


Sorakan dan tepuk tangan dari para pengunjung membanjiri keduanya. Bahkan ada banyak pujian yang mereka terima.


"Tuan, Kita sudah terlambat." Manager William mengingatkan. William naik ke atas panggung untuk mengembalikan Biola Zoya.


"Nona, ini milik mu. Terima kasih sudah meminjamkan nya." laki-laki itu tersenyum. Senyum tulus dan juga semacam ada kepuasan tersendiri terukir di wajahnya. "Sangat indah. Biola dan juga permainan mu." tambah nya.


Zoya hanya mengangguk samar sambil membalas senyuman william. Sampai bertemu beberapa menit lagi- Gadis itu berujar dalam hati.


...❄️❄️...


"Disini...?" tanya laki-laki itu dengan wajahnya yang kembali datar. "Apa perusahaan itu sudah terbiasa seperti ini..?" Kesal laki-laki itu. Baru saja tadi ia merasakan kelegaan dari kepenatan nya selama 1 minggu ini , namun sekarang teringat akan pekerjaan yang tidak ia sukai membuatnya kembali menatap kosong, seperti tempat yang song di hadapan nya saat ini. William tidak suka keterlambatan.

__ADS_1


"Akan segera saya hubungi Tuan." kata Sekertaris nya. "Tidak perlu. Jika dalam 5 menit mereka tidak datang, maka batalkan saja Inves,,-


"Apa yang ingin di batalkan..?" Zoya berdiri tidak jauh dari tempat William duduk bersila.


"Maaf nona, ini tempat Privasi tidak sembarangan,- Manager William hendak mencegah Zoya. "Menunggu ku tuan Wiliam Anggara..?" Lagi-lagi Zoya memperlihatkan senyum khas nya dengan percaya diri.


"Kau...?" William sedikit terperangah. "Zoya Vidette." Gadis itu duduk di depan Wiliam. Duduk dengan posisi senyaman mungkin. "Saya adalah orang yang bertanggung jawab pada kontrak kali ini." ia memperkenalkan diri secara langsung.


"Maafkan saya." kata Manager itu lagi. Setahunya yang akan datang adalah Direktur Zoya's Group yaitu Rehan Wijaya, namun kali ini berbeda.


"Bisa kita mulai sekarang..?" Gadis itu melirik pada William dan juga Manager nya. Tanpa menunggu persetujuan keduanya, Zoya membuka map yang berisi kontrak kerjasama sebelumnya, dan meletakkan nya di depan William.


"Saya langsung saja ke inti nya. Zoya's Group, akan menyetujui kontrak ini, jika poin 3 dan 4 di revisi kembali. Perusahaan kami tidak akan menandatangani perjanjian yang nanti nya akan merugikan perusahaan, Jika kalian setuju untuk merubah jumlah persen nya, maka kerjasama ini akan terus di lanjutkan." kata nya lagi.


Sejak tadi William hanya memperhatikan cara Zoya menyampaikan negosiasinya. Singkat, padat dan Jelas.


Tiga cara kerja yang sangat William sukai.


"Apa kau seorang musisi juga..?"


"Saya tidak membicarakan urusan pribadi saat bekerja." Zoya menaikan satu alis nya.


Wiliam tertawa kecil.


"Baiklah. Bagaimana kerjasama yang anda inginkan Nona Zoya Vidette..?" Wiliam membalas sikap Zoya, tidak lupa dengan smirk nya. Tampan..? Tentu saja. Tapi tidak akan mempan pada Zoya.


Cih.Jika mau di tanya seperti apa, tentu saja yang sangat menguntungkan perusahaan. Bagaimanapun, toh memang itu tujuan sebuah perusahaan di dirikan.


Apa-apaan pertanyaan itu..? Tapi Zoya tidak akan terpancing dengan umpan yang William lemparkan.


"Buat hasil pembagian nya menjadi 40/60, bukan dengan cara manipulasi seperti ini." tekan gadis itu pada poin yang menurutnya bermasalah.


"Manipulasi..?" Wiliam menautkan kedua alis nya. Lalu mengambil map kontrak tersebut. Inikah..?


"Baiklah. Aku akan membuatnya seperti yang kau inginkan dengan satu syarat."


Zoya sudah menebak, jika hasilnya akan seperti ini. Apapun itu, Zoya akan menyanggupinya, Toh dirinya hanya membuat kesepakatan, bukanlah pekerja.


"Apa syarat mu..?"


"Pembagian persen nya menjadi 50-50, jika kau sendiri yang menangani proyek ini. Bagaimana..?"


"Aku..? Seperti nya anda salah paham. Proyek ini.."


"Deal or No..?" Wiliam mengulurkan tangan nya. Ini adalah negosiasi terakhir nya.


"Baiklah. Deal." Mau tak mau Zoya menyetujui syarat itu. Jika ia menolak, maka perusahaan akan mengalami kerugian, karena proyek tersebut memang sudah berjalan, dan membutuhkan Investor baru.


Biarlah ia mengiya kan permintaan tuan muda ini, toh mungkin saja ini syarat basa-basi untuk mengetes kesediaan dan juga keseriusan yang Zoya dalam kerjasama ini.


"Senang berbisnis dengan anda nona Zoya." Kedua nya kini saling bersalaman.


Setelah kesepakatan dibuat, Zoya kembali ke kantor untuk menyampaikan hasilnya pada Rehan, Dady nya selaku Direktur utama.


"Segera buatkan kontrak seperti yang telah kami sepakati,"


"Baik Tuan, akan segera saya kerjakan."


"Ahh, jangan lupa poin terpenting nya. Haruslah Zoya Vidette yang bertanggung jawab atas proyek ini." William lagi-lagi tersenyum. "Kita akan segera bertemu lagi, Zoya!"


...❄️...


...❄️...


...❄️...

__ADS_1


__ADS_2