
Setelah pertemuan dengan anggotanya Stephen berjalan pulang ke rumah yang jauh dari jarak tempat dia bertemu dengan anggotanya tadi.
Cherry yang seperti biasanya memasak di dapur tidak menyadari jika rumahnya di masuki oleh pria asing yang tidak lain adalah Santos salah satu pencuri yang bersembunyi di desa itu
Santos mengambil kesempatan masuk ke dalam rumah karena mendapati hanya sisa Cherry seorang diri di rumah, maka dirinya pun mengambil kesempatan untuk mencuri sesuatu, lalu Santos masuk ke salah satu kamar dan melihat ada dompet di atas meja dengan cepat dia mengambilnya dan meninggalkan kamar itu
Di saat yang sama Cherry membawakan makanan dan ingin menghidangkan di meja lalu dia merasa kaget dengan kemunculan seorang pria asing di rumahnya
"Aaarggttt" teriakan Cherry yang menjatuhkan piring yang di pegangnya
Prang...
Bunyi piring pecah yang berserakan di lantai
"Kau siapa? berani sekali masuk ke rumah ku?" teriak Cherry dengan kaget
"Jangan berteriak jika tidak mau terluka" kecam Santos dengan mengeluarkan pisau tajamnya dan mengarahkan ke Cherry yang di hadapannya
"Itu dompet Stephen, dia mengambilnya" batin Cherry yang melihat dompet milik Stephen di tangan pria itu
"Kembalikan dompetnya, ambil saja uangnya tapi kembalikan pada ku foto yang ada di dalamnya" pinta Cherry dengan berusaha memujuk pria itu
"Apa kau bercanda..ha? ini sudah menjadi miliki ku, jika kau bermain ulah maka jangan salahkan aku akan membunuh mu" gertak Santos yang melangkah pergi dari rumah Cherry
"Tidak, dia tidak boleh mengambilnya, Stephen akan marah besar lagi" gumam Cherry yang mengejar langkah pria itu tanpa berpikir jika pria itu memiliki senjata
Cherry mengejar pria itu yang sedang berjalan dengan cepat
"Sebentar, aku mohon kembalikan foto yang di dalam dompet itu, dan ambil saja uangnya tidak apa-apa" teriak Cherry yang sedang mengejar langkah pria itu
Pria itu menghentikan langkahnya dan berpaling menoleh ke arah Cherry yang sedang menghampirinya
"Diam di sana, jika tidak nyawa mu akan melayang" gertak Santos dengan mengunakan pisau tajamnya
"Kau boleh ambil uangnya, aku hanya meminta fotonya saja" jawab Cherry dengan menghentikan langkahnya
__ADS_1
"Semua isi di dalam dompet ini telah menjadi milik ku, jadi jangan berharap ingin mendapatkan apa pun dari dompet ini" kata Santos dengan nada ketus
"Itu hanya selembar foto saja, juga tidak ada gunanya bagimu, kembalikan fotonya, dan ambil saja dompet itu" ujar Cherry dengan merasa cemas, karena dirinya tahu jika foto itu sampai hilang maka Stephen pasti akan menyalahkan dirinya
"Apakah foto ini sangat penting bagi mu?" tanya Santos yang berniat jahat
"Iya, uang itu semua menjadi milik mu, foto itu juga tidak bisa di jadikan uang, jadi aku mohon pada mu berikan aku fotonya" pinta Cherry dengan berusaha
Santos membuka dompet itu dan melihat selembar foto yang terselip di dalam sampul dompet tersebut
"Pria dan wanita ini sangat cocok, apakah mereka adalah pasangan sejati? siapa mereka sehingga membuat mu begitu pentingkan foto ini?" tanya Santos dengan senyum jahat
Mendengar ucapan pria itu tentu saja menyakitkan bagi Cherry
"Foto itu tidak bisa di jadikan uang, jadi tidak berguna bagi mu walau kau mengambilnya, aku masih ada uang aku akan memberikan uang ku, anggap saja aku membeli foto itu dengan mu " kata Cherry yang mengeluarkan lembaran uang dari dompetnya
"Uang mu ini tidak cukup untuk ku, bagaimana jika menukarnya dengan tubuh mu?" ucap Santos dengan melihat tubuh Cherry dari atas ke bawah
"Kau?"
"Kenapa kau harus mengambil kesempatan ini untuk menindas ku? aku hanya ingin foto ini dan akan ku bayar lagi dengan uang ku, kenapa kau malah ingin mempersulitkan keadaan" ucap Cherry dengan mata berkaca kaca
"Baiklah jika kau tidak sudi juga tidak apa-apa, aku tidak akan memaksa mu" jawab Santos dengan senyum jahat dan melangkah pergi
"Foto itu tidak boleh hilang, di saat itu Stephen sudah marah besar pada ku, dan jika kali ini hilang lagi dia pasti akan marah lagi, apa lagi hilang di dalam rumah ku, dengan cara apa pun aku harus mendapatkannya" batin Cherrry
Cherry mengeluarkan serbuk dari jaket yang di kenakan dan lalu menghampiri Santos yang sedang berjalan dengan cepat
"Tunggu" teriakan Cherry yang menghampiri Santos
Di saat Santos berpaling ke belakang Cherry langsung menabur racun bubuk ke wajah Santos
"Aaarggttt" jeritan Santos yang merasa pedih pada wajahnya dan matanya
Di saat Santos memejamkan mata karena perih Cherry langsung merebut dompet dari tangan pria itu dan ingin segera melarikan diri
__ADS_1
Akan tetapi pria itu langsung mengejar Cherry walau wajah dan matanya sedang kepanasan, Santos menarik dengan kasar lengan Cherry langsung berhadapan dengannya dan langsung~β
Srek...srek
Dua tusukan mengenai di bagian perut Cherry sehingga darahnya menetes ke atas tanah
"Aarrrgghhtt" jeritan Cherry yang kesakitan karena tusukan itu sehingga membuat dirinya tidak bisa bersuara dan meneteskan air matanya
Setelah menusuk perut Cherry, Santos lalu mencabut pisaunya dan merampas kembali dompet tersebut.
Cherry yang kesakitan sehingga berlutut dengan satu tangan menahan tanah dan tangan satunya lagi memegang bagian lukanya
"Jangan menyalahkan ku gadis bodoh, jika kau mau melayani ku maka kau tidak akan terluka" ketus Santos dengan senyum jahat dan melangkah pergi
"Sakit..Pa, kau di mana" gumam Cherry yang menangis karena merasa sakit yang luar biasa
Cherry yang kesakitan masih ingin mencoba berdiri untuk untuk mengejar pria itu, tapi apalah daya luka tusukan itu membuatnnya tidak mampu lagi untuk berdiri
"Sakit sekali, apa aku akan mati? foto itu di bawa pergi. Stephen, maaf. aku sudah berusaha tapi aku gagal, luka ini sakit sekali bahkan aku susah untuk bernafas" batin Cherry yang sedang melihat tangannya berlumuran darah
Karena merasakan sakit yang luar biasa Cherry pun terkapar di jalan sana, dengan mengeluarkan darah yang banyak pada bagian lukanya
"Pa, Stephen, tolong...sakit" ucap Cherry yang wajahnya telah memucat, air matanya keluar tanpa berhenti karena merasakan sakit yang menusuk jantung
Tidak lama kemudian Stephen kembali ke rumah, di saat melangkah masuk dia melihat piring dan lauk berserakan di lantai
"Cherry, Cherry.." teriak Stephen yang mencari keberadaan cherry di semua kamar rumah itu
Karena tidak melihatnya maka Stephen pun langsung berlari keluar dari rumah dan mencari keberadaan Cherry di luar sana, dengan perasaan cemas dan khawatir Stephen mempercepatkan langkahnya sambil berteriak nama kekasihnya itu
"Cherry....Cherry..." teriakan Stephen sambil berjalan cepat
Tidak lama kemudian Stephen melihat seseorang yang terkapar di depan sana dirinya pun melangkah maju beberapa langkah
"Cherry" teriak Stephen yang langsung berlari mendekati Cherry yang sedang kritis
__ADS_1