
Melihat suasana hati Cherry yang bahagia membuat Christian merasa sangat gembira, kebahagiaan istrinya adalah hal yang utama bagi dirinya.
"Christian, kenapa hari ini aku tidak melihat Viora?" tanya Cherry yang merasa heran
"Dia sudah ku pecat"
"Pecat? kenapa?"
"Dia tidak menjaga anak kita dengan baik, aku benci dengan orang tipe begini" jawab Christian dengan memeluk Cherry yang duduk di sampingnya
"Tapi selama ini dia sangat menyayangi Aaron, apa yang di lakukan sehingga kau langsung memecatnya? dan kapan dia pergi?"
"Semalam aku mendapati dia lalai, biarkan saja, Aaron akan kita rawat dengan tangan kita sendiri" jawab Christian dengan senyum
"Malam ini kita bertiga akan tidur bersama, aku akan memeluk mu dan si kelinci ini" ujar Christian dengan tangannya yang menyentuh pipi putranya yang bulat dan tembam itu
Di saat Christian dan Cherry duduk di ruang tamu tiba-tiba saja mereka di kejutkan oleh Thomas yang berteriak dengan nada tinggi
"Christian, brengseeeeeeek, keluar kauuuuuuu" teriakan Thomas yang menembus ke ruangan tamu sambil melangkah masuk pintu besar
"Apa kau sudah gila ya? kenapa berteriak?" tanya Christian dengan kesal yang menghampiri Thomas
"Aku ingin bertanya padamu apa yang kau lakukan?" tanya Thomas dengan kesal
"Thomas, ada apa sebenarnya? kenapa kau begitu marah?" tanya Cherry dengan heran
"Kakak ipar" sapa Thomas dengan sopan
"Tidak usah pedulikan dia" ucap Christian yang memandang ke arah istrinya
"Katakan padaku kenapa kau begitu kejam terhadap teman ku itu? aku mencarinya untuk membantumu menjaga anakmu tapi kau malah begitu kejam padanya" bentak Thomas dengan emosi
"Thomas, apa karena Christian memecatnya jadi kau emosi?" tanya Cherry
"Benar, dia adalah mahasiswi dari perguruan tinggi, cantik dan punya masa depan cerah, tapi kau malah menghancurkan hidupnya" jelas Thomas yang melihat ke arah Cherry dan Christian
"Apa kau sudah cukup teriak-teriak disini?" tanya Christian yang mencoba menghentikan perkatan Thomas
__ADS_1
"Aku hanya berkata sebenarnya, kenapa bisa begitu kejam dengan gadis yang lemah lembut dan baik hati seperti dia?" balas ucapan Thomas dengan menahan emosi
"Christian, katakan apa yang sudah terjadi? kenapa Thomas mengatakan kau menghancurkan Viora?" tanya Cherry
"Cherry, ini salah wanita sialan itu, dia layak mendapatkannya" jawab Christian
"Christian, kau mematahkan 10 jari tangannya dan itu sama saja dia sudah cacat seumur hidup, masa depannya yang cerah sama saja sudah gelap karena kecacatan di jarinya" kata Thomas
"Christian, kenapa kau mematahkan jarinya? katakan apa yang sudah terjadi?"tanya Cherry dengan tegas
"Kenapa kau tidak ingin mengatakannya? kau bisa begitu kejam pada sesiapapun, apa kau tahu dia hampir tewas karena ulah mu, selain 10 jarinya patah, kau juga mengikat kedua tangan ke belakang dan sumbat mulutnya dengan kain dia hampir mati karena sesak" ujar Thomas
"Dia masih bisa hidup itu adalah keburuntungan, maunya aku kirim saja tubuhnya yang sudah tidak bernyawa ke depan rumahmu" ketus Christian
"Apa kau begitu kejam pada baby sister yang sudah 6 bulan tinggal bersamamu?"
"Christian, beritahu aku apa sebabnya kau mematahkan jarinya? apa kejadiannya semalam?" tanya Cherry
"Cherry"
"Baiklah, aku akan membawamu untuk melihat rekaman kejadian yang di ruangan kerja ku" jawab Christian yang menghampiri Cherry
Christian membawa Cherry dengan Thomas ke ruangan kerjanya dan membuka rekaman kejadian semalam untuk di tonton oleh mereka
Cherry yang menonton kejadian itu tentu membuat hatinya terasa sakit, karena Viora yang sudah dia anggap sebagai temannya ternyata berniat mengoda suaminya
Sementara Thomas yang baru mengetahui kebenarannya merasa hampir tidak percaya, gadis yang sudah lama dia kenal ternyata tidak berbeda dengan wanita jal*ng
"Apa sudah kau mengerti kenapa aku ingin menyiksanya?" tanya Christian dengan menepuk pundak Thomas
"Aku tidak tahu jika sifatnya begitu..?" ucap Thomas yang merasa bersalah
"Aku tidak menyalahkan mu karena kau tidak tahu dan sekarang kau boleh keluar dari rumahku" kata Chistian yang menarik lengan Thomas dan melangkah keluar dari ruangan itu
"Hei....hei.....aku tahu aku salah tapi jangan terlalu kasar padaku" teriak Thomas yang lengannya di tarik dan ikuti Christian melangkah keluar dari Villa
Sampai di luar Christian pun melepaskan pegangannya
__ADS_1
"Maaf, aku tidak tahu jika dia bisa melakukan hal seperti ini" ucap Thomas yang merasa bersalah
"Aku tidak suka jika ada wanita yang muncul dalam rumah tanggaku, apa kau tahu sebenarnya aku tidak ingin Cherry mengetahui kejadian semalam, tapi karena mu aku terpaksa memperlihatkan rekaman semalam" jelas Christian
"Aku salah, aku emosi saat melihat Viora menjadi korbanmu, tanpa berpikir panjang aku pun datang mencari mu untuk membuat perhitungan, dan tadinya aku ingin memintamu menanggung biaya pengobatannya karena kau yang melakukanya" jawab Thomas
"Aku tidak akan menanggung biaya apapun untuk dia, karena dia layak mendapatkannya, wanita yang ingin merusak rumah tangga orang apa masih pantas hidup? dia juga menghina Cherry jika bukan karena dia teman lama mu maka dia bukan hanya kehilangan jarinya tapi juga nyawanya, cacat di jarinya itu adalah peringatan baginya" ujar Christian
"Iya, aku mengerti sifatmu, wanita mana pun tidak bisa mengusikmu kecuali kakak ipar, tapi apakah kakak ipar baik-baik saja melihat rekaman tadi?"
"Jika suasana hatinya sedih ini karena mu"
"Dia melihat rekaman itu, suaminya di goda oleh wanita lain tentu hatinya tidak nyaman juga" ucap Thomas
"Apa kau tahu di saat ini Cherry sangat rapuh, ledakan itu membuatnya menderita dari batin dan fisik, aku tidak mau dia memandang rendah dirinya sendiri, oleh sebab itu aku sangat ingin menjaga hati dan perasaannya" ujar Christian
"Pergi dari hadapanku, jika tidak maka kau akan menyusul si jal*ng itu masuk rumah sakit" ketus Christian yang melangkah masuk ke dalam rumahnya
"Aku tidak menyangka Viora ternyata ada niat terhadap Christian, aku menyesal sudah memilihnya disaat itu" gumam Thomas
Cherry yang telah mengetahui kejadian ini merasakan tidak nyaman dihatinya, walau sudah di tolak Christian akan tetap rasa cemburu tetap masih melekat di hatinya
"Aku sangat terkejut melihat rekaman ini, dan aku tidak menyangka Christian menolaknya, sudah setengah tahun aku tidak bisa melayani Christian di saat ada godaan Christian bisa menolaknya, dia adalah suami yang baik tapi dari sisi lain aku merasa bersalah padanya" batin Cherry
Christian yang melangkah masuk keruangan kerjanya memandang istrinya yang sedang duduk di kursi kerjanya dan sedang melamun
"Cherry" sebut Christian yang menghampiri istrinya itu
"Di mana Thomas?" tanya Cherry yang melihat ke arah Christian
"Sudah ku usir" jawab Christian yang berjongkok dihadapan Cherry yang sedang duduk dikursinya
"Kenapa kau tidak mengatakan padaku?"
"Cherry, aku hanya tidak ingin kau salah paham, lagi pula dia tidak layak untuk masuk ke keluarga kita, mengenai Aaron kita bisa sama-sama merawatnya" jelas Christian yang sambil memegang telapak tangan Cherry
"Christian, apa kau tidak kewalahan selama ini kau menjaga ku, semua kebutuhan ku kau yang menyediakannya, dan aku bahkan tidak bisa melakukan apapun dan hanya merepotkan mu, aku tidak bisa lagi melakukan kewajibanku sebagai istri. Christian, apa aku hanya akan duduk dikursi roda untuk selamanya?" tanya Cherry dengan merasa kecewa
__ADS_1