
Karena ketakutan melihat tatapan Stephen Chin yang menakutkan Sonnia pun segera beranjak pergi dari rumahnya..
Di saat Sonnia keluar dari rumah mewah Stephen bertemu dengan Anton yang datang dengan mengendarai mobilnya.
"Kenapa wanita ini masih berani muncul di sini? kenapa dia berlari dalam ketakutan" gumam Anton yang masih di dalam mobil
Setelah menghentikan mobilnya Anton langsung melangkah masuk ke rumah atasannya itu.
"Tuan, apa anda baik-baik saja?" tanya Anton yang menghampiri Stephen yang sedang di ruang tamu itu
"Tidak apa-apa" jawab Stephen dengan bersikap tenang
"Tuan, kenapa dengan Sonnia? sepertinya dia ketakutan saja" tanya Anton dengan penasaran
"Dia hanya takut kehilangan kakinya" jawab Stephen dengan santai
"Tuan, apa dia masih ingin kembali bersama, Tuan?"
"Niatnya memang hanya ingin harta ku. Anton, ganti kunci pagar itu, aku tidak mau lain kali dia muncul di sini lagi" ujar Stephen
"Baik Tuan, segera menghubungi orangnya" jawab Anton dengan menurut.
Cherry yang ingin kembali ke rumah majikannya itu dengan sambil berjalan santai dan bertemu dengan seseorang yang tiba-tiba muncul di hadapannya.
"Nona Cherry, kita bertemu lagi" sapa Seorang pria dengan senyum palsunya
"Tuan Ronald" balas sapa Cherry yang menghentikan langkahnya
"Nona, apa kita bisa makan siang sebentar? ada yang ingin ku katakan" ajak Ronald yang mempunyai niat terselubung
"Tapi aku harus segera pulang, jika tidak Tuan Chin pasti marah lagi pada ku" jawab Cherry dengan alasan
"Tenang saja, Nona, ini tidak butuh waktu yang lama nanti akan ku hantar, Nona pulang" kata Ronald dengan tatapan sinis
"Kelihatannya aku tidak bisa mengelak, baiklah lihat saja apa permainannya" Batin Cherry
"Baik Tuan kalau begitu" jawab Cherry dengan menurut
Cherry kemudian ikut dengan dengan ajakan Ronald dan menuju ke sebuah restoran.
__ADS_1
"Cherry, ini semua milik mu, maka habiskan semua lauk ini" kata Ronald dengan senyum
"Tuan, lauk ini sangat banyak" ujar Cherry yang melihat banyak hidangan yang di depan matanya
"Ini adalah khusus untuk mu, silahkan jangan segan" ucap Ronald
"Tuan, sebenarnya apa yang ingin anda katakan?"
"Mari kita makan sambil bicara"
"Iya"
"Cherry, bagaimana kehidupan mu di sini? apa semuanya lancar?"
"Biasa saja"
"Apakah keponakan ku itu baik pada mu?"
"Tuan Chin dia baik saja pada ku, hanya saja dia sangat tegas" jawab Cherry dengan alasan
"Apa kau takut di saat bekerja dengannya?"
"Tentu saja ini membuat mu menderita jika setiap hari harus berhadapan dengan nya"
"Benar, aku takut jika melakukan kesalahan, jika salah maka aku akan di keluarkan dari rumahnya, dan jika sampai terjadi maka aku tidak tahu mau kemana"
"Apakah kamu ingin mencari pekerjaan lain?"
"Ingin, tapi ini kota besar aku tidak tahu harus cari kerja apa" jelas Cherry dengan kebinggunan
"Begini saja, jika kamu ingin mencari kerja lain aku bisa membantu mu, dan jika kamu bisa membantu ku maka aku akan membantu mu dengan 2 kali lipat"
"Membantu ku dengan 2 kali lipat? maksud, Tuan adalah?"
"Ambil ini" kata Ronald yang memberikan amplop kepada Cherry
"Tuan ini apa?" tanya Cherry yang memegang amplop itu
"Buka saja dan lihatlah isinya"
__ADS_1
Lalu Cherry pun membuka amplop tersebut di saat melihat isinya Cherry membuka mata membulatkan mata besarnya.
"Tuan, uang ini untuk apa?" tanya Cherry yang serasa tidak percaya karena melihat sejumlah uang yang di depan matanya itu
"Uang ini adalah milik mu, kau hanya perlu lakukan satu hal untuk ku"
"Tuan Ronald, ingin aku melakukan apa sehingga memberi ku begitu banyak uang?" tanya Cherry dengan penasaran
"Begini Cherry, ambil ini dan masukkan ke minuman Stephen setelah itu kau bisa langsung meninggalkan rumah itu, dan di saat itu aku akan mengatur tempat tinggal yang aman dan pekerjaan tetap untuk mu, dan aku yakin dengan sejumlah uang itu kau juga bisa membeli apa saja yang kau mau, jadi kau mendapatkan dua keuntungan, uang ini hanya sebagian, setelah kau berhasil maka sisanya aku akan membayar mu lagi" kata Ronald dengan senyum
"Tuan, ini obat apa?"
"Cherry, dengan kepintaran mu kau pasti tahu ini obat apa, aku rasa kau juga tidak inginkan hidup di bawah perintah nya, dan tentu kau harus memikirkan masa depan mu juga, karena jika kau masih kerja dengannya maka selamanya kau tidak akan berkembang, jika kau menerima tawaran ku ini maka kau sudah bisa membeli seunit rumah di kota dengan uang ini" jelas Ronald yang berusaha membujuk Cherry
"Uang ini sangat banyak, selama hidup ku aku belum pernah melihatnya" jawab Cherry yang kebingunan melihat uang itu
"Bagus kelihatannya gadis ini sudah tergoda dengan tawaran ku" batin Ronald dengan senyum
"Cherry, setelah kau melakukannya hidup mu pasti akan lebih baik, dari pada kau bersamanya, dulu Leo sebagai ketua pelayan di rumahnya di pecat begitu saja akibat lalai dalam pekerjaannya, dan setelah itu Leo juga tewas di malam itu, Stephen bahkan tidak merasa sedih, keponakan ku itu sangat kejam. Cherry, kamu adalah gadis baik jangan tertipu dengan penampilan Stephen" kata Ronald dengan berusaha memprovokasi Cherry
"Tapi kapan ingin aku berikan obat ini padanya?"
"Di hari ulang tahunnya, kau bisa saja campur di minuman atau makananya untuk dia, setiap ulang tahun dia hanya akan melakukan di rumah saja tanpa mengundang siapa pun, dan setiap tahun aku pasti hadir." jawab Ronald
"Kapan ulang tahunnya?"
"Tiga hari lagi, di saat itu aku akan datang, dan aku berharap kita akan bekerja sama"
"Baiklah! kalau balegitu, tawaran anda sangat mengiurkan, tapi biarkan aku mempertimbangkannya dengan baik"jawab Cherry
"Aku menunggu kabar dari mu, 3 hari lagi jika kita berhasil maka kehidupan mu akan semakin cemerlang dan tidak perlu lagi hidup dalam kekurangan" kata Ronald
Setelah setengah jam kemudian Ronald dan Cherry keluar dari restoran tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedang mengamati mereka dari jarak yang sangat jauh..
"Cherry, mari biar aku mengantar mu pulang" ajak Ronald yang membukakan pintu mobil belakang
"Tuan Ronald, aku rasa tidak baik, baik aku pulang sendiri saja jika di lihat bos ku maka nanti dia akan curiga, ini sudah hampir sore aku harus segera pulang, permisi" kata Cherry dengan berjalan ke arah lain meninggalkan Ronald
"Sepertinya aku ada harapan untuk mempergunakan anak ini, anak desa pasti belum pernah melihat uang sebanyak itu, ini bagus, Stephen Chin aku ingin melihat apakah kamu masih bisa bersikap sombong dengan ku" batin Ronald dengan rasa penuh keyakinan
__ADS_1