
"Kau adalah bocah yang memukul Cherry, nyali mu sangat besar sekali" kecam Anton dengan sambil menendang tubuh Alex yang sedang terkapar di lantai
Bruk..bruk..bruk..
"Aaargghhtt" jeritan Alex yang sedang kesakitan
"Aku yang menyuruhnya untuk menangkap Cherry" kata Jhon dengan niat ingin menghentikan tendangan dari Anton
"Stephen, hukum mereka cepat karena dia telah berniat ingin membunuh Cherry tadi, Cherry hampir kehilangan nyawa karena ulahnya" ujar Paolo dengan sengaja memprovokasi Stephen
"Paolo Capilo, lebih baik kau diam saja, ini semua karena ulah mu, jika tidak Cherry tidak akan berada di sini" ketus Stephen dengan merasa kesal
Tidak lama kemudian Paolo berteriak karena merasa sakit yang sangat luar biasa di seluruh tubuhnya
"Aaarrrgggttt" teriakan Paolo yang kesakitan
"Sakit sekali tubuh ku" teriakan Paolo yang sedang kesakitan sehingga terkapar mengerang kesakitan
"Pil apa yang Cherry berikan padanya tadi?" batin Jhon
"Cherry, kenapa sakit sekali seluruh tubuh ku?" teriak Paolo dengan mengeluarkan air mata
"Aku butuh cerita yang sebenarnya dari mu, jika kau masih saja berbohong pada ku maka kau akan merasakan sakit yang luar biasa, racun ini sudah di dalam tubuh mu dia akan semakin menyakiti organ-organ mu, kau akan merasakan seperti di tusuk oleh pisau" kecam Cherry
"Kenapa kau melakukan ini pada ku? aku adalah Papa mu"
"Lalu kenapa jika kau adalah Papa ku? jangan mengira kau adalah Papa ku maka aku akan diam saja di saat dulu kau pernah menyakiti Mama ku, aku sudah tahu semuanya yang telah terjadi, semua perkataan mu adalah bohong" ucap Cherry dengan merasa kesal
"Paolo Capilo, kami sudah mengetahui kejadian di saat kau dan Mamanya Cherry belum menikah, kau mengunakan cara kotor untuk mendapatkannya" kecam Stephen yang menghampiri Cherry dengan melihat ke arah Paolo
"Aaarrgggtt" sakit. Cherry, beri aku penawar, sakit ini sangat menusuk" jeritan Paolo dengan wajah dan tangannya berubah menjadi merah
"Ke-kenapa tangan ku berubah warna?"
__ADS_1
"Racun ini telah menyebar ke seluruh tubuh mu, sebentar lagi kepala mu akan terasa seperti mau pecah. Paolo Capilo, jangan salahkan aku kejam terhadap mu, aku merasa jijik dengan sikap mu itu, selain egois kau juga seorang penakut" ketus Cherry dengan merasa benci pada pria yang terkapar di depannya itu
"SAKiiiitttt. Cherry, tolong aku" teriak Paolo yang kesakitan
"Ini adalah sejenis racun mematikan korban secara perlahan, mulai menyerang organ dalam, kemudian menyerang ke kepala dan setelah dua jam maka seluruh organnya akan hancur, aku ingat dulu aku menciptakan racun ini dan mengajari Lionela, tidak menyangka anak ini bisa menguasai ilmu ini dengan cepat, Lionela butuh 2 bulan untuk mempelajarinya" Batin Jhon
"Cherry, apakah Lionela yang mengajari mu ilmu racun ini?" tanya Jhon
"Benar" jawab Cherry dengan singkat
"Berapa lama kau menguasai ilmu racun ini?"
"Tiga hari, Mama hanya menjelaskan cara olahnya dan nama bahannya, kemudian aku mempelajarinya sendiri" jelas Cherry
"Tiga hari? kenapa bisa begitu cepat? dia memang berbakat bahkan melebih Lionela, jika bukan karena Lionela beritahu aku dia hamil anak brengs*ek ini maka aku pasti akan mengira dia adalah anak ku" batin Jhon
"Aaarggttthh, tolong....sakitnya tidak bisa ku tahan, tolonglah ...berikan penawarnya" teriakan Paolo dengan mengeluarkan air mata
"Aku...aku menaroh obat perangsang ke minuman Lionela, dia sangat cantik tapi di saat itu dia sudah pacaran dengan Jhon Wilster, demi untuk membuatnya menikah dengan ku maka aku masukkan obat itu ke dalam minumannya dan setelah obat itu mulai bekerja maka aku langsung mengambil kesempatan terhadap dirinya" jawab Paolo yang sakit sehingga membolak balikan tubuhnya di lantai itu
Jhon yang mendengar perkataan Paolo serasa ingin menghajar pria itu akan tetapi dia menahan emosinya.
"Lalu apa lagi yang terjadi?" tanya Cherry
"Aku melakukan hubungan dengannya, dia tidak tahu jika aku adalah Paolo dia mengira aku adalah Jhon, saat itu dia dalam kondisi setengah sadar, dan setelah dia bangun dia menangis dengan histeris dan berlari keluar aku mengejarnya aku mengatakan ingin menikahinya, aku bilang bisa saja dia akan hamil anak ku karena malam itu aku melakukannya berulang kali, aku telah membuang benih di dalam rahimnya, karena dia mengira dia akan hamil maka dia menikah dengan ku dan terpaksa berpisah dengan Jhon" jawab Paolo yang kesakitan di seluruh tubuhnya
"Kau benar-benar menjijikan" ketus Cherry
"Dasar brengs*k" bentak Jhon yang menghampiri Paolo dengan menarik krah bajunya dengan paksa sehingga membuat Paolo terduduk dan kemudian Jhon pun melayangkan satu pukulan ke wajahnya
Bruk...
Satu pukulan mengenai wajah Paolo sehingga membuatnya terkapar kembali ke lantai
__ADS_1
"Aaarggtthh, penawar...beri aku penawar" teriak Paolo dengan mengerang kesakitan
"Katakan sampai habis, setelah itu apa lagi yang terjadi? setelah menikah apakah kau menjual Mama ku lagi seperti yang di katakan Jhon tadi, apakah itu benar?" tanya Cherry dengan mengeluarkan air mata
"Cherry, jangan emosi dan jangan bersedih ya" bujuk Stephen dengan mengusap air matanya
"Cherry, tolong berikan dulu penawarnya, sakit ini sangat menyiksa ku" pinta Paolo dengan memohon
"Tidak! sebelum kau mengatakan semuanya" bentak Cherry dengan kesal
"Paolo Capilo, cepat katakan sampai akhir. hari ini aku juga ingin tahu apa saja yang terjadi dalam hidup Lionela setelah kalian menikah, jika tidak aku juga akan menyiksa mu secara perlahan" kecam Jhon
"Dia mencintai mu, setelah menikah dia menangis terus dan merindukan mu, walau setiap hari aku tidur bersamanya akan tetapi di dalam hatinya hanya ada diri mu, setiap malam aku seperti tidur dengan patung" jelas Paolo
"Apa kau mencintainya?" tanya Jhon dengan nada kesal
"Tidak, aku tidak pernah mencintai siapa pun" jawab Paolo yang sedang mengerang kesakitan di kepalanya
"Jadi kenapa kau menikah dengannya? kalau kau tidak mencintainya?" tanya Jhon yang semakin kesal
"Dia memiliki paras yang cantik dan tubuh yang mengoda, hanya itu yang ku mau, aku menikah dengannya hanya menginginkan tubuhnya saja" jawab Paolo yang semakin kehilangan kesadarannya
"Kau brengs*k" bentak Jhon
"Kau menganggap Mama ku sebagai wanita yang hanya untuk memuaskan mu? kau bukan manusiaaa" teriak Cherry dengan menangis
"Selama aku hidup aku sudah banyak bermain wanita, Lionela dan Angela adalah satu di antara mereka semua" jawab Paolo yang tanpa dia sadari dengan ucapannya
"Jadi apa kau benar-benar menjual Mama ku?" tanya Cherry
Bab selanjutnya
Cherry dan Jhon mengetahui hubungan mereka
__ADS_1