
"Apa kau sudah puas dengan akting mu? apa kau tahu aktingan mu itu sangat tidak berguna bagi ku" ketus Cherry
"Putriku, aku tahu kau marah tapi ini adalah kata hati ku, pria di belakang mu inilah yang melukai Mama ku dulu" kata Paolo dengan sengaja
"Kau pintar sekali berbohong, nyawa mu sudah di ujung tanduk tapi masih saja tidak berubah, memang sangat menyedihkan" ucap Jhon dengan tatapan tajam
"Jhon, Lionela sakit karena mu, kau mengancam ku agar pergi meninggalkan nya, jika tidak maka kau akan membunuh putri ku" ujar Paolo yang sedang berbohong
"Apa kau tidak salah? kau berbuat hal yang bejat terhadap dirinya tapi kau malah menuduh ku di depan putri mu, kau benar-benar pria yang lari dari tanggung jawab" ketus Jhon dengan kesal
"Sepertinya ini tidak cukup untuk membuat mereka memanas, ini kesempatan ku untuk mengadu domba mereka" batin Paolo dengan berniat jahat
"Jhon Wilster, aku tahu mencintai Lionela sebenci apa pun diri mu terhadap ku, aku hanya meminta mu jangan melukai Cherry dia adalah putri ku, jika kau melukainya ini sama saja kau menyiksaku dengan pedang secara perlahan-lahan aku akan mati tersiksa" kata Paolo dengan pura-pura menangis
"Pintar sekali dia berakting, dasar air mata buaya" batin Cherry
"Permintaan mu tidak bisa ku kabulkan, karena hari ini memang di antara kalian harus ada yang mati" jawab Jhon dengan tertawa kecil
Jhon menghampiri Cherry lalu mengcengkram kuat lehernya
"Aaarggttt" jeritan Cherry yang merasa sakit di lehernya
"Bagus, dia sudah mulai, dia ingin membuat ku sakit maka aku hanya perlu main drama di depannya" batin Paolo yang merasa senang di dalam hatinya
Karena berniat ingin mencelakai Cherry agar di bunuh oleh Jhon yang tidak lain adalah Ayah kandungnya sendiri maka Paolo dengan sengaja berteriak sambil berlutut dan memohon
"Jhon, jangan melakukannya dia tidak berdosa, apa kau tahu jika dia terluka sedikit pun maka aku akan merasa sakit hati, jangan bunuh dia tolonglah... aku mohon pada mu" teriak Paolo dengan berpura-pura menangis sambil berlutut
"Dasar pengecut, kau tidak pantas hidup, kesalahan Mama ku terbesar adalah mengenal kalian berdua sama-sama pria pengecut" ketus Cherry dengan nada kecil
"Salahkan ayah mu saja, jika bukan dia yang memperk*sa Lionela maka dia tidak akan meninggalkan ku dan memilih menikah dengannya, dan setelah itu dia menjual Mama mu ke pria lain dengan cara memberi obat perangsang ke minumannya, maka kalau mau di salahkan Paolo Capilo adalah pria yang paling brengs*k dan pantas mati" kecam Jhon dengan dengan mengcengkram erat leher Cherry
"Setelah aku mati bunuh dia juga, untuk membalas dendam Mama ku" kata Cherry dengan wajahnya yang mulai memucat
__ADS_1
"Kau datang di waktu yang salah, nasib mu karena menjadi anaknya, pergilah menemani Mama mu di sana" ucap Jhon dengan cengkramannya yang sangat erat sehingga membuat Cherry tidak berdaya
"Aneh. seharus aku merasa senang jika membunuhnya dengan tangan sendiri untuk menyakiti hati pria brengs*k itu, tapi kenapa hati ku malah merasa sakit bagaikan di tusuk oleh ratusan jarum" batin Jhon dengan matanya memerah
Paolo yang melihat ke arah Jhon yang sedang mencengkram leher Cherry membuat hatinya merasa senang, karena memang niatnya untuk memprovokasi mereka
"Bagus, ini bagus sekali, cepat mati sana kau Cherry dasar anak sialan, aku hanya perlu berucap beberapa kata sudah bisa membuat Jhon membunuh mu dengan tangan sendiri" batin Paolo
Cherry yang merasa sakit di lehernya dan susah bernafas menatap tajam ke arah Jhon. tanpa di sadari Jhon dan Cherry sama-sama merasa sakit di hati mereka
"Dia adalah brengs*k, seharusnya aku membencinya tapi kenapa aku malah merasa sakit hati karena dia ingin membunuhku," batin Cherry yang mengeluarkan air mata
"Aneh, hati ku semakin sakit melihatnya kesakitan, kenapa bisa sampai begini" batin Jhon dengan matanya di banjiri air mata
Tidak lama kemudian karena merasa tidak sanggup Jhon pun melepaskan tangannya dan berbalik badan menghadap ke arah lain, sambil mengusap air matanya
Uhuk..uhuk..uhuk..uhuk..
Cherry terduduk di lantai saat Jhon melepaskan tangannya dengan lehernya yang masih terasa sakit
"Cherry" suara teriakan yang tiba-tiba muncul di sana
Tak...tak...tak...tak...tak...tak...tak..
Hentakan kaki puluhan orang yang berlari di anak tangga menuju ke atas bangunan itu
"Cherry" teriak Stephen yang berlari naik ke atas bangunan dengan di temani oleh, Anton, Micheal dan anggota lainnya sambil membawa senjata
Setelah sampai di sana Stephen berlari menghampiri Cherry yang masih terduduk di lantai sana. sementara Micheal dan anggota lainnya menodongkan senjata ke arah Jhon, Paolo dan Alex
"Cherry, apa kau baik-baik saja? kenapa dengan leher mu?" tanya Stephen dengan merasa khawatir
"Aku tidak apa-apa" jawab Cherry
__ADS_1
"Jhon Wilster, apa kau yang melukainya?" teriak Stephen dengan menghampiri Jhon dan melayangkan satu pukulan ke wajahnya
Bruk...
"Aaagghhtt" jeritan Jhon yang kesakitan di wajahnya sehingga mengeluarkan darah di sudut bibirnya
Bruk...bruk...bruk...bruk
Pukulan dari anggota Stephen yang sedang menghajar Paolo dan Alex
"Aarrrggttt" teriakan serentak Mereka berdua di pukul tanpa berhenti
"Bawa mereka pergi dan beri pelajaran kepada mereka semua" perintah Stephen dengan tegas
"Stephen, aku ingin menyelesaikan di sini semuanya" ujar Cherry yang mulai berdiri
"Cherry, tapi leher mu masih terluka, pulang ke rumah dulu obati luka mu" kata Stephen dengan khawatir
"Ini tidak seberapa jika di bandingkan rasa sakit yang di alami oleh Mama ku" jawab Cherry
"Kenapa Stephen bisa muncul di sini? dia telah merusakkan semuanya, aku pasti akan mati di tangannya" batin Paolo yang sedang ketakutan
"Cherry, maafkan Papa karena sudah bersalah terhadap mu dan Mama mu, biarlah aku menebusnya" ucap Paolo dengan berpura-pura sedih
Cherry berjalan menghampiri Paolo dengan memberikan sesuatu kepadanya
"Ambil ini dan makanlah, ini bisa mengurangi sakit mu" kata Cherry dengan suara lembut
"Baiklah, terima kasih" ucap Paolo dengan senang dan langsung menelan pil pemberian Cherry
"Jhon, lihatlah anak mu apa pun yang terjadi dia tetap di pihak ku, tadi kau telah menyakitinya jadi mana mungkin dia tidak membenci mu, asal dia mengakui ku maka Stephen juga tidak akan membunuh ku dan pada akhirnya kau lah yang kalah dan dengan sifat Stephen yang begitu keras kau pasti dapat balasannya" batin Paolo dengan merasa yakin
Bab selanjutnya
__ADS_1
Obat apa yang di berikan Cherry kepada Paolo?
Paolo mengungkap semua kebenaran mengenai hubungan Jhon dan Cherry