
"Racun?" tanya serentak Stephen dan Anton yang merasa heran
"Iya, racun ini hanya bisa di singkirkan dengan racun, ini namanya racun melawan racun" jelas Cherry yang menahan sakit di bagian perutnya
"Cherry, apa kamu merasa sakit?" tanya Stephen dengan khawatir
"Racun mulai bekerja" jawab Cherry dengan suara pelan
"Nona, diri mu sudah menelan racun dari Jhon dan sekarang minum racun lagi bukankah ini hanya bertambah parah?" tanya Anton penasaran
"Jika racun melawan racun maka aku akan menderita selama beberapa menit karena ada 2 jenis racun di dalam tubuh ku yang sedang berlawanan, maka aku akan memuntahkan semua racun itu keluar, tentu saja tubuh ku akan lemah tapi setelah itu aku akan sembuh ini satu-satu caranya untuk menyingkirkan racunnya" jelas Cherry yang sedang menderita sakit bagian perutnya
"Cherry, apa yang harus ku lakukan untuk mu?" tanya Stephen dengan merasa khawatir
"Tidak perlu, Tuan. aku akan baik-baik saja, aku hanya perlu bertahan saja, kalian keluar lah dulu" jawab Cherry
Woakkk.....woakkkk..woakkk..
Muntahan Cherry yang mengeluarkan semua darah hitam akibat terkena racun.
"Nona, telah memuntahkan darah hitam" ujar Anton
Setelah memuntahkan semua darah hitam Cherry pun tidak sadarkan diri, Anton segera mengendongnya ke kamar Cherry dan menidurkannya di kasur empuknya.
"Tuan, Nona pingsan, apakah ini tidak apa-apa?" tanya Anton yang menutupi selimut di tubuh Cherry
"Dia akan sadar besok, malam ini telah membuatnya menderita, biarlah dia istirahat, Anton. sudah malam kau pulang saja, biarkan aku yang menjaganya di sini" kata Stephen yang sedang melihat ke arah Cherry dengan merasa cemas
"Iya Tuan" jawab Anton yang kemudian keluar dari kamar tersebut. sementara Stephen masih duduk di kursi rodanya dan menemani Cherry yang sedang tidak sadarkan diri
Stephen menatap Cherry sepanjang malam dengan tatapan yang dalam dengan perasaan terharu.
"Gadis bodoh, kau tahu itu beracun tapi demi melindungi ku malah minum racun itu, sedangkan kau sudah tau apa akibatnya" gumam Stephen yang menyentuh wajah Cherry
"Aku tidak menyangka jika aku bisa mengenalnya dan bukan hanya itu dia juga keracunan demi diri ku" batin Stephen yang menatap Cherry tanpa berdalih pandangannya
Keesokan harinya
Cherry membuka matanya dan di saat di menoleh ke arah kiri dia melihat Stephen sedang berada di sampingnya dengan melihat ke arahnya
__ADS_1
"Selamat pagi" ucap Stephen dengan senyum
"Tuan, selamat pagi" balas ucapan Cherry yang langsung bangkit dari tidurnya
"Bagaimana dengan mu hari ini? apa masih sakit?" tanya Stephen
"Sudah baikkan, racunnya sudah hilang setelah aku mengeluarkan semalam" jawab Cherry dengan wajah berseri
Stephen tersenyum melihat gadis itu baik-baik saja dan kemudian Stephen pun menyentil dahi Cherry dengan kuat
"Aarrgtt, kenapa Tuan menyentil ku?" tanya Cherry yang merasa sakit pada dahinya
"Apa kau tahu apa yang kau lakukan semalam?"
"Aku melakukan kesalahan apa?"
"kau bisa mati karena racunnya, apa kau tahu?"
"Tuan, tenang saja, aku adalah Cherry tidak akan di kalahkan oleh racunnya" jawab Cherry dengan santai
"Semalam nyawa mu hampir melayang, dan kau sudah tahu jika minuman itu beracun kenapa kau masih meminumnya?"
"Tapi penawar itu tidak bisa membantu sama sekali"
"Walau penawar yang ku minum tidak bisa menyingkirkan racun itu, tapi setidak nya bisa membuat racun di tubuh ku agar tidak cepat bereaksi" jelas Cherry yang ingin turun dari kasurnya
"Jangan bergerak, tetap berbaring di kasur" kata Stephen
"Tapi Tuan aku sudah tidak apa-apa" ujar Cherry
"Istirahatlah dulu, racun mu baru hilang dari tubuh mu tentu saja kau masih lemah"
"Tenang saja, aku ada obatnya, agar aku cepat sehat kembali" jawab Cherry dengan senyum
"Tuan, kenapa mata mu seperti tidak tidur semalaman?" tanya Cherry yang memerhatikan mata Stephen
"Aku tidak bisa tidur"
"Apakah semalam Tuan di sini?"
__ADS_1
"Tidak, aku datang tadi dan tidak lama kemudian kau sadar" jawab Stephen dengan alasan
"Tuan, seharusnya istirahat dulu jika semalam tidak bisa tidur, bagaimana jika aku memasak obat untuk membuat mu tidur nyaman?"
"Tidak perlu, kau baring saja dulu, Chintia sedang memasak sarapan, nanti dia akan menghantar sarapannya ke sini, aku kembali dulu ke kamar ku" ucap Stephen menekan tombol kursi rodanya dan meninggalkan kamar Cherry
"Kelihatannya aku tidak bisa keluar dari kamar hari ini" gumam Cherry
Stephen berada di kamar Cherry semalaman karena merasa khawatir terhadap Cherry, sebenarnya Stephen telah tersentuh oleh Cherry yang telah menyelamatkan dirinya berkali-kali.
Setelah masuk ke kamar sendiri Stephen tersenyum karena melihat gadis itu telah sadar
"Kenapa aku begitu khawatir padanya dan selain itu aku juga merasa senang melihatnya tersenyum kembali" gumam Stephen
Di sisi lain Jhon yang masih merawat dirinya karena terkena racun dari Cherry yang melemaskan ototnya
"Gadis itu masih muda tapi sudah ahli dalam obat-obatan, racun dan penawar. ini keberuntungan bagi Stephen Chin yang mendapatkan gadis itu, tentu saja ini akan sulit bagi ku untuk mengambil nyawa si cacat itu" gumam Jhon yang sedang merasa kesal
"Apakah dia masih hidup? jika saja dia tahu cara menyingkirkan racun itu ini tandanya aku si peracun iblis telah berhadapan dengan si ratu penawar" gumam Jhon
"Tuan, ada yang perlu ku lakukan?" sapa anggota Jhon yang baru datang
"Alex, aku ingin kau mengintai rumah Stephen Chin, lihat wanita itu apa dia masih hidup" perintah Jhon yang duduk diam di kursinya
"Baik Tuan" jawab Alex dengan menurut
"Cherry, gadis muda jika kau bisa melewati racun ku itu maka aku kagum pada mu, aku yang sekarang harus butuh 3 hari baru sembuh" gumam Jhon yang sedang menahan sakit
Sesuai perintah Jhon anggotanya bernama Alex pergi ke rumah Stephen untuk mengintai Cherry, Alex hanya bisa mengintai dari jarak jauh yang terlepas dari kamera, di karena kan pagar rumah Stephen memasang kamera di bagian atasnya.
Cherry yang telah sembuh seperti biasanya dia menanam daun-daun herbal di halaman depan rumah tersebut, tentu saja kemunculan dia di sana di lihat oleh Alex yang sedang memerhatikannya.
Setelah melihat Cherry, Alex pun kembali ke rumah Jhon untuk memberi laporan.
"Apa? dia masih hidup?" tanya Jhon yang sudah tahu
"Benar Tuan, dia baik-baik saja dan sangat aktif" jawab Alex
"Tidak mudah! dia tahu cara menyingkirkan racun itu, luar biasa. selama hidup ku belum pernah ada yang mampu melawan racun ku dia adalah orang pertama" ucap Jhon dengan tatapan tajam
__ADS_1