
"Dan satu hal yang ingin ku beritahu mu, aku tidak bisa lagi keluar dari bisnis ini, karena aku sudah lama menjalankan bisnis ini, semua yang ku miliki sekarang bisa menjamin hidup ku dan tidak mudah di tangkap oleh pihak kepolisian, karena aku memiliki uang yang banyak maka aku bisa memiliki dukungan yang kuat, oleh sebab itu aku bisa menjalani bisnis ku selama 20 tahun lamanya tanpa hambatan apa pun" jelas Stephen
"Apa kau yakin semua akan baik-baik saja?"
"Aku yakin, Cherry. jangan takut" jawab Stephen dengan mengusap air mata Cherry yang membasahi pipinya
"Apa kau tahu di mana pertemuan pertama kita?" tanya Stephen
"Di saat di rumah mu, di saat itu aku membawakan bunga untuk mu" jawab Cherry
"Salah, itu bukan pertemuan pertama kita, melainkan pertemuan kedua kali kita"
"Kedua kali? memang di mana kita bertemu saat pertama kali?"
"Kau masih ingat jika kau berhutang tiga kali dengan ku, aku bisa meminta tiga permintaan dengan mu" ujar Stephen dengan senyum
"Hu..hutang? tiga kali? kapan aku berhutang dengan mu?" tanya Cherry dengan penasaran
"Di saat kau di kejar oleh preman, dan di saat kau di culik kemudian kau di kejar oleh sekumpulan anggota Angela" jawab Stephen dengan senyum
Setelah berpikir sejenak Cherry mengingat semua kejadian yang sebelumnya, dirinya di selamatkan oleh King Devil di saat itu
"King Devil? kau adalah dia?" tanya Cherry dengan penasaran
"Benar, aku adalah King Devil" jawab Stephen dengan mencium wajahnya Cherry
"Kenapa kau bisa memiliki begitu banyak identitas?"
"Sebagai Stephen Chin aku melakukannya demi teman ku, sebagai King Devil aku membunuh para penjahat yang pantas mati, dan sebagai Christian Han untuk diri ku sendiri, dan di depan mu aku suami mu yang akan melindungi mu selamanya" jelas Stephen dengan mencium bibir Cherry
Sesaat kemudian Stephen melepaskan ciumannya
"Tidurlah, aku tahu malam tadi kau tidak tidur sama sekali, pejamkan mata mu" ujar Stephen dengan tidur di samping Cherry sambil memeluk istrinya
"Dengan begitu mudah kami sudah menikah, dengan begitu mudah aku menjadi istrinya, aku tidak tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, aku hanya berharap Stephen bisa selalu memeluk ku di saat tidur, selama ini dia sangat perhatian dan menjaga ku dengan baik, aku tidak bisa meninggalkannya hanya karena identitasnya, hidupnya yang keras membuatnya harus memilih jalan ini" batin Cherry
Malam hari
"Bos, bagaimana dengan nyonya apa dia baik-baik saja?" tanya Anton yang sedang bersama Stephen di ruang tamu
__ADS_1
"Dia sudah tenang, aku ingin segera kembali ke swiss dan setelah itu aku ingin langsung pulang ke san fransisco" jawab Stephen
"Apa kita masih ada urusan di sini, Bos? dan kapan kita akan ke swiss?"
"Aku akan bertanya pada Cherry, jika dia masih ingin di sini maka kita akan tinggal untuk beberapa waktu, dan jika dia ingin pulang maka kita akan berangkat" jawab Stephen
"Baik Bos"
"Ini pertama kali aku melihat bos bertanya pendapat pada orang lain, hanya pada Cherry, bos sangat mementingkan Cherry mudah-mudahan hubungan mereka bisa bertahan lama" batin Anton
Di malam itu setelah Anton pulang, Stephen kembali ke kamarnya dan berbaring di samping Cherry yang masih ketiduran
"Cherry, ini sudah malam, bangunlah. kau belum makan malam" ujar Stephen dengan menyentuh wajahnya Cherry
"Aku tidak lapar" jawab Cherry yang baru membuka matanya
"Makan sedikit saja juga tidak apa-apa, jangan membiarkan perut mu kosong" ucap Stephen
"Aku sangat mengantuk" jawab Cherry dengan mengucek matanya
"Ayolah bangun dan makan dulu" kata Stephen dengan mengendong Cherry
"Eh...Stephen, turunkan aku"
"Iya, tapi turunkan aku dulu, aku bisa berjalan sendiri"
"Kau adalah istri ku, dan aku ingin mengendong mu" jawab Stephen dengan senyum
"Semua ini apa kamu yang memasaknya?" tanya Cherry yang duduk di kursi ruang makan itu
"Benar, jadi kau harus menghabiskannya" jawab Stephen mengambil lauk ke piring yang di gunakan Cherry
"Kenapa tadi tidak membangunkan ku? aku tidur dari siang sampai malam"
"Kau mengantuk karena tidak tidur semalaman, jadi mana mungkin aku tega membangunkan mu" jawab Stephen dengan sambil menyantap makanannya
"Cherry, bagaimana jika kita tinggal di sini lebih lama?"
"Kenapa? bukankah ingin pulang ke swiss?"
__ADS_1
"Iya, tapi kita bisa tinggal lebih lama jika kau menyukai sini"
"Apa baik jika perusahaan di tinggal begitu lama? lagi pula kamu sudah lama tidak di berada di swiss"
"Tidak masalah, masalah perusahaan aku tidak khawatir, ada yang mengurusnya"
"Aku juga sudah sembuh, jika tidak ada urusan lain maka kita pulang saja"
"Apa kau yakin ingin pulang?" tanya Stephen dengan menatap ke arah Cherry
"Iya"
"Jika kau masih ingin berjalan-jalan kita bisa tinggal beberapa hari lagi"
"Tidak perlu, kita pulang saja"
"Baiklah" jawab Stephen dengan senyum
Keesokan harinya
Stephen dan Cherry menuju ke bandara bersama Anton untuk kembali ke swiss
Saat di bandara Stephen memegang erat tangan Istrinya dengan tersenyum bahagia, rasa bahagia yang tidak pernah di rasakan olehnya telah di rasakan setelah kemunculan Cherry ke dalam hidupnya
Swiss
Di sisi lain Monica yang sedang berada di tokonya sambil memikirkan ulang kejadian dirinya di saat berada di rumah King Devil, dirinya di tolak oleh pria yang selama ini yang telah memasuki hidupnya selama puluhan tahun lamanya
"Bagaimana dengan Stephen dan Cherry? walau aku di tolak tapi aku tetap berharap dia dan Cherry baik-baik saja, sudah waktunya aku melepas cinta yang tidak mungkin menjadi milik ku, Stephen pria keras bukan seperti pria lainnya yang bisa tergoda oleh wanita mana pun , dia hanya setia pada Cherry walau Cherry tidak di sampingnya dia juga tidak ingin melakukannya dengan ku, kenapa aku bisa begitu bodoh sehingga menawarkan diri ku padanya, apakah nanti dia izinkan Cherry menemui ku? apakah dia membenci ku?" batin Monica yang sedang melamun
"Tidak tahu mereka ada di mana? aku sudah lama tidak melihat Cherry, apa mereka bersama di saat ini? aku berharap aku bisa segera melupakan perasaan ini" gumam Monica
Setelah beberapa jam perjalanan Stephen dan Cherry tiba di kediamannya
"Sudah beberapa jam di pesawat, mari kita istirahat dulu" ajak Stephen dengan mengandeng tangan Cherry dan melangkah masuk ke dalam rumah
"Iya"
"Tuan, Nona, kalian sudah pulang" ucap Chintia dengan sopan
__ADS_1
"Chintia, siapkan makan malam, kami ingin istirahat dulu" perintah Stephen
"Baik Tuan" jawab Chintia dengan hormat