
"Stephen, berhenti" pinta Cherry yang melepaskan ciumannya
"Setuju atau tidak aku tetap akan membawa mu pulang bersama ku" ujar Stephen dengan senyum
"Semenjak kapan kau bisa bicara seperti ini?" tanya Cherry yang di pelukkan Stephen
"Semenjak aku mengenal mu" jawab Stephen dengan tatapan mesra
"Sudah berapa orang wanita di dalam hidup mu selain Sonnia?"
"Sonnia bukan wanita ku, kami menikah hanya di atas kertas, jika aku mengatakan aku dan dia tidak pernah melakukan apa pun, apa kau percaya?"
"Tidak! mana mungkin ada kejadian seperti itu, lagi pula itu urusan kalian, apa bisa lepaskan tangan mu?"
"Jika aku lepas apa kau setuju ikut aku pulang?"
"Aku wanita ke berapa dalam hidup mu? dan apakah akan ada muncul yang lain lagi setelah aku? aku tidak mau menjadi pihak ke tiga dan cepat lepaskan tangan mu"
"Kau ingin tahu kau di angka berapa? maka aku akan beritahu mu, kau adalah wanita pertama di kehidupan ku dan juga yang terakhir, dan siapa yang mengatakan jika diri mu akan menjadi pihak ke tiga?"
"Lepaskan dulu tangan mu" pinta Cherry yang peluk erat di pinggangnya
"Katakan dulu apa maksud dengan perkataan mu tadi?"
"Sudah, aku hanya bicara sembarangan saja cepat lepaskan"
"Cherry, apa kau menyimpan sesuatu?"
"Tidak ada"
"Katakan pada ku, aku berharap di antara kita tidak ada rahasia"
"Aku tidak ada rahasia apa pun, bukankah tadi kamu mengatakan jika kamu adalah orang San Fransisco, bisa jadi di sana kau sudah memiliki istri atau kekasih, aku tidak mau menjadi pihak ke tiga"
"Selain Sonnia yang pernah ku nikahi, aku tidak memiliki istri lain, dan aku juga tidak memiliki kekasih, dalam hidup ku aku tidak pernah dekat dengan wanita mana pun" jelas Stephen
"Tidak pernah dekat dengan wanita mana pun? lalu gadis di foto itu bukan istri mu atau kekasih mu?"
Mendengar ucapan Cherry, Stephen hanya tersenyum dengan tatapan mesra
"Kenapa kau malah tersenyum? cepat lepaskan tangan mu dulu"pinta Cherry dengan berusaha ingin melepaskan tangan Stephen yang sedang memeluk erat pinggangnya
__ADS_1
"Apa kau cemburu?" tanya Stephen dengan senyum mesra
"Ha..cemburu? aku hanya tidak ingin menjadi perusak hubungan orang yang seperti di katakan Angela, seorang Sonnia sudah cukup membuat ku di tuduh menjadi penghancur rumah tangga orang dan aku tidak mau kejadian yang sama terulang lagi" jelas Cherry
"Cherry" ucap Stephen dengan mencium bibir Cherry dan kemudian melepaskan ciumannya
"Kau bukan pihak ke tiga dan juga bukan perusak rumah tangga orang, kau adalah calon istri ku di masa depan" jelas Stephen dengan mencium bibir Cherry
Sesaat kemudian Cherry melepaskan ciumannya
"Katakan pada ku apakah gadis itu kekasih mu atau istri mu? jika iya kau harus menjauh dari ku"
"Jika aku mengatakan kedua-duanya bukan apa kau percaya?"
"Ke dua-duanya bukan?" ucap Cherry dengan merasa penasaran
"Benar, dia bukan kekasih ku dan juga bukan istri ku, seperti yang ku katakan tadi aku belum pernah mendekati wanita mana pun, dan aku hanya ingin kau menjadi wanita ku satu-satunya dalam hidup ku, dan kau bertanggung jawab untuk selalu di sisi ku" jawab Stephen dengan mencium bibirnya lagi
"Jika bukan istri dan kekasih jadi siapa gadis itu? kenapa Stephen tidak mau berterus terang pada ku? seberapa penting gadis itu di hatinya sehingga Stephen tidak mau mengatakannya" batin Cherry
"Maaf Cherry, aku tidak bisa mengatakan siapa gadis itu karena jika aku katakan maka kau akan tahu kalau aku adalah Stephen yang palsu, gadis itu memang bukan kekasih atau istri ku, mengenai perasaan aku tidak membohongi mu dan memang hanya diri mu wanita yang muncul di dalam hidup ku" batin Stephen
"Biarkan aku membantu mu" jawab Stephen dengan senyum
Stephen menemani Cherry yang sedang mengolah obatnya dengan sambil menatap gadis itu dengan tatapan mesra.
"Aku tidak sabar untuk menjadikan mu sebagai istri ku, kau adalah wanita satu-satunya yang ingin membuat ku menikah" batin Stephen
"Cherry, kenapa telapak tangan mu berubah warna?" tanya Stephen dengan merasa cemas sambil memegang telapak tangan Cherry
"Ini adalah efek racun, setelah aku minum penawar maka warnanya akan menghilang" jawab Cherry
"Apakah racun ini menyakitkan mu?"
"Tidak" jawab Cherry dengan singkat
"Apakah yang di katakan Jhon adalah benar? jika setelah sebulan maka kau akan meninggal karena racun ini?" tanya Stephen yang merasa khawatir
"Aku ahli dalam meracik obat jadi racunnya tidak bisa membunuh ku, justru dia lebih tidak beruntung"
"Kenapa?"
__ADS_1
"Racun yang dia kena adalah racun yang membuatnya sakit di seluruh tubuh, dan bisa saja dia susah tidur dan makan" jawab Cherry yang sedang sibuk dengan tangannya
"Apakah dia akan mati?"
"Tidak! aku hanya membuatnya sakit, aku tidak pernah di ajarkan jadi pembunuh maka aku tidak bisa membunuhnya"
"Kau sangat baik, dia berniat ingin membunuh mu tapi kau masih saja baik padanya"
"Dia juga tidak berniat membunuh ku"
"Kenapa kau mengatakan seperti itu? dia telah meracuni mu"
"Jika dia ingin aku mati maka dia sudah melakukannya di saat dia meracuni ku, bayangkan saja di kota jika ingin mengolah penawar belum tentu bisa karena tidak semua tanaman ada di kota, kecuali di desa semua tanaman ada di depan rumah ku" jelas Cherry
"Apakah ini karena dia ingin menguji mu?"
"Aku tidak tahu, yang ku tahu adalah dia tidak berniat untuk membunuh ku, dia adalah peracun iblis tidak sulit jika dia ingin mengambil nyawa ku, walau aku bisa penawar aku tetap butuh waktu untuk mengolahnya, bisa saja sebelum penawar siap aku sudah mati duluan karena racunnya"
"Kelihatannya aku harus memberinya pelajaran agar lain kali dia tidak berleluasa meracuni mu lagi"
"Tidak perlu, jika kau mengutuskan anggota menangkapnya yang ada mereka malah keracunan"
"Tidak akan, pasukan ku sangat berhati-hati, mereka bisa mengenakan pakaian yang tutup rapat tubuh mereka jadi tidak masalah"
"Pasukan mu? aku lupa tentang itu, kenapa mereka memiliki senjata? mereka siapa sebenarnya?" tanya Cherry dengan penasaran
"Mereka hanya angggota yang melindungi ku, bukan siapa-siapa" jawab Stephen dengan menyangkal
"Tapi mereka sepertinya bukan orang biasa, seperti dari sebuah tim" ucap Cherry dengan heran
"Benarkah?"
"Iya, apakah mereka adalah pembunuh bayaran? makanya dirimu mengupah mereka untuk melindungi mu?"
"Benar, mereka adalah pembunuh bayaran" jawab Stephen yang sedang menyembunyikan kebenaran
"Apa kau lapar? biarkan aku pergi membeli makanan untuk mu?" tanya Stephen dengan memegang pundak Cherry
"Boleh juga" jawab Cherry sambil fokus pada obatnya
"Kalau begitu tunggu aku" ucap Stephen dengan mencium kepala Cherry
__ADS_1