Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Peringatan Stephen pada Cherry


__ADS_3

"Kak, Anton, dua orang ini adalah dokter, bagaimana ceritanya mereka bisa menyinggung bos kita?" tanya Varlo dengan penasaran


"Pria itu adalah Garred dan ingin mengambil kesempatan pada Cherry dan wanita itu bekerjasama dengannya" jawab Anton


"Cherry? siapa dia?" tanya Varlo dengan penasaran


"Dia adalah wanita bos kita" jawab Anton


"Bos kita sudah memiliki wanita?" tanya Varlo dengan heran


"Iya, benar"


"Kita sudah lama mengikuti bos selama puluhan tahun, tapi tidak pernah ada wanita di sampingnya dan ini adalah pertama kalinya" ujar Varlo


"Memang benar, aku juga baru pertama kali melihat bos kita yang di kenal sangat kejam dan sadis bisa tertarik pada wanita, dan ini bukan sifatnya" jelas Anton


"Apa kelebihan wanita ini sehingga mampu menarik perhatian bos kita?"


"Dia sangat setia dan tidak serakah pada kemewahan, dan dia juga telah menyelamatkan bos kita sebelumnya" jawab Anton


"Ternyata begitu" jawab Varlo


Villa Stephen


Cherry yang sudah terbangun karena sudah ketiduran selama 5 jam lamanya, saat membuka matanya dia melihat Stephen sedang menemani di sampingnya


"Stephen"


"Sudah bangun" ujar Stephen dengan senyum


"Apa aku sudah lama tertidur?"


"5 jam, kau tidur sangat pulas" jawab Stephen dengan menyentuh wajah Cherry


"Ini jam makan, setelah makan kau harus minum obat" ujar Stephen


"Iya" jawab Cherry dengan bangkit dan duduk bersandar


"Aku sudah menyiapkan makanan untuk mu, jadi kamu harus menghabiskannya" kata Stephen yang sedang mengambil piring berisi nasi dan lauk


"Kau memasaknya?"


"Iya"

__ADS_1


"Kenapa kau melakukan itu? ini adalah tugas bagian dapur dan aku yang harus mengerjakannya"


"Tidak Cherry! kau masih terluka jadi jangan bekerja dulu, makan ini dulu. kau pasti sudah lapar" kata Stephen dengan ingin menyuap Cherry


"Biarkan aku makan sendiri" ujar Cherry dengan mengambil piring dari tangan Stephen


"Kenapa kau tidak suka di suap?" tanya Stephen dengan senyum


"Aku hanya terluka di bagian perut ku dan bukan tangan ku, jadi aku masih bisa makan sendiri" jawab Cherry dengan menyantap makanan


"Baiklah, kalau begitu habiskan makanannya, aku ingin mandi dulu" ujar Stephen dengan menyentuh kepala Cherry dan kemudian melangkah ke arah kamar mandinya


Stephen menghentikan langkahnya dan berpaling ke arah Cherry yang sedang sibuk dengan makanannya


"Melihat mu baik-baik saja maka aku juga merasa lega, gadis ku tidak pantas mendapatkan perlakuan tidak adil" batin Stephen


Sesaat kemudian Stephen pun menuju ke kamar mandinya


Di saat makan dengan lahap Cherry tiba-tiba menyadari jika dirinya tidur di kamar milik Stephen, di kamar mewah itu ada foto milik Stephen yang di letakkan diatas meja yang posisinya di samping kasur


"Apa aku harus tidur dengannya? ini sangat memalukan, aneh jika kami harus tidur bersama, atau dia akan tidur di kamar lain? sudah, bagus jangan pikirkan sembarangan lagi" batin Cherry


"Merry dan Kak Garred di bawa kemana oleh Anton? apa yang akan di lakukan oleh Stephen kepada mereka? apakah di bawa ke kantor polisi?" gumam Cherry


"Apa Stephen sangat kaya? banyak sekali rumahnya, bahkan di jerman dia juga memiliki rumah sebesar ini" gumam Cherry yang sambil berjalan ke ruang tamu


Cherry duduk dengan bersandar di ruang tamu sambil memikirkan kejadian di rumah sakit saat di siang tadi


"Kak Garred, aku tidak menyangka kalau kau akan melakukan itu terhadapku, kau memang sudah berubah, bukan seorang pria yang bersifat lembut seperti dulu, dulu kau sangat menjaga ku dan melindungi ku, tapi setelah 10 tahun tidak bertemu kau tidak seperti dulu lagi" batin Cherry


Stephen berjalan ke ruangan tamunya dan menghampiri Cherry yang duduk dengan memejamkan matanya, lalu dirinya pun duduk di samping Cherry dan mencium wajahnya dengan lembut, karena merasa sentuhan Cherry membuka matanya dan menatap ke arah Stephen yang jaraknya sangat dekat dengannya


"Stephen"


"Kenapa kau keluar? sudah ku pesan jangan terlalu banyak bergerak apa lagi sampai turun tangga" ujar Stephen dengan menarik Cherry ke pelukannya


"Aku hanya bosan saja di kamar terus, oleh sebab itu aku keluar jalan-jalan, di sini sangat nyaman" jawab Cherry dengan senyum


"Apa kau suka di sini?" tanya Stephen dengan memeluk Cherry


"Iya. Stephen, apa kau memiliki banyak rumah mewah seperti ini?"


"Ada beberapa, swiss, jerman, san fransisco dan paris, tempat yang sering ku kunjungi aku akan membeli rumah di sana" jawab Stephen

__ADS_1


"Kenapa kau tidak tinggal di hotel?"


"Aku lebih suka memiliki tempat pribadi, tempat yang tenang dan tidak ada gangguan, hotel sangat ramai yang keluar masuk, aku tidak suka"


"Stephen, dokter Merry dan Garred ada di mana?" tanya Cherry dengan penasaran


"Anton akan mengurusnya, jadi jangan di pikirkan" jawab Stephen


"Bagaimana jika lepaskan mereka saja?"


"Kenapa? mereka sudah keterlaluan kenapa kau masih saja ingin melepaskan mereka?"


"Jika nama mereka sudah tercemar maka masa depan mereka sudah hancur, lagi pula aku sudah tidak apa-apa, jadi lepaskan saja mereka"


"Apa karena kau masih menyimpan rasa terhadap pria itu" batin Stephen


"Kenapa Cherry? dulu aku pernah mengatakan jangan pernah bersikap lembut pada orang yang melukai mu, dan apa sebabnya membuat mu ingin aku melepaskan mereka?"


"Tidak ada sebab lain"


"Cherry, apa ada sesuatu yang sembunyikan pada ku?" tanya Stephen dengan tatapan tajam


"Tidak ada" jawab Cherry


"Apa kau yakin, Cherry? Katakan pada ku apa kau masih menyimpan rasa pada pria itu? oleh sebab itu kau ingin aku melepaskannya?" tanya Stephen dengan memegang erat lengan Cherry


"Apa maksud mu?" ucap Cherry yang merasa sakit pada lengannya


"Apa kau tahu kenapa aku memindahkan mu ke rumah sakit lain?"


"Tidak tahu. Stephen, lengan ku sakit" kata Cherry dengan menahan sakit


"Dia adalah masa lalu mu, kalian sudah saling kenal dan berpura-pura saling tidak kenal di depan ku, apa kau mengira aku tidak bisa menangkap tatapannya pada mu?"


"Semenjak kapan kau tahu?"tanya Cherry dengan penasaran


"Sehari sebelum kita meninggalkan rumah sakit itu, aku ingin menjauhkan mu dari dia, dan dia dengan beraninya muncul lagi di hadapan mu bahkan lebih keterlaluan. Cherry, apa pun hubungan kalian di masa lalu aku tidak peduli, karena aku hanya peduli saat sekarang dan masa depan, jadi kau tidak boleh menyimpan rasa apa pun padanya"


"Maaf, aku bukan sengaja merahasiakannya, apa sudah bisa lepaskan pegangan mu? lengan ku sakit" ucap Cherry


"Baiklah, aku tidak akan marah asal jangan menyebut nama pria lain di hadapan ku, ini peringatan untuk mu" kata Stephen dengan menyentuh kepala Cherry


Bab selanjutnya

__ADS_1


Stephen menemui Garred dan Merry


__ADS_2