Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Kematian Surquis


__ADS_3

Dor....dor....dor....dor...


Bunyi tembakan di lakukan oleh Victor mengenai kaca mobil Surquis


"Aaarrrrhhh" teriakan Jordan yang terkena tembakan di kepalanya dan sesaat kemudian langsung tewas di dalam mobilnya


"Jordaaan" teriak Surquis yang duduk di belakang Jordan sambil mengeluarkan senjatanya


Setelah Jordan tewas Victor masih melepaskan tembakannya ke arah Surquis, Surquis yang tidak bisa keluar dari mobilnya hanya bisa menunduk mengelak peluru dari Victor dan sambil melepaskan tembakannya


Dor....dor....dor....dor...dor....dor...


Tembakan dari Victor menembus kaca mobil sehingga hancur berkeping-keping


Prang...prang


Bunyi retakan kaca mobil yang kemudian hancur karena di tembus oleh puluhan butir peluru


Surquis berusaha membalas tembakan dengan sambil menunduk


Dor....dor....dor....dor...


Bunyi tembakan darinya yang mengarah ke depan sambil menyembunyikan diri di belakang kursi supir.


Tembakan Surquis gagal mengenai Victor yang berada di depan mobilnya yang sedang berjalan mendekatinya dan melepaskan tembakan tanpa berhenti


Dor....dor.....dor....dor....dor..


Tembakan Victor berhasil mengenai bagian tubuh Surquis


"Aaaarhhhh" jeritan Surquis yang merasa kesakitan


Victor berjalan menghampiri mobil dan membuka pintu belakangnya dan menarik Surquis dengan kasar dan menghempaskan ke jalan


Bruk


"Aaaarrgghhh, kau siapa?" jeritannya yang sedang kesakitan


"Ini adalah san fransisco bukan di singapura, Surquis. kau sudah salah tempat jika ingin mencari masalah" kecam Victor dengan mengarahkan senjata


"Kau adalah?" tanya Surquis yang terkapar di jalan sambil menahan sakit di bagian tubuhnya yang sedang mengeluarkan darah akibat terkena peluru


"Apa kau lupa siapa pengedar terbesar di dunia ini? kau berani sekali melawannya, dan sama saja kau ingin mencari mati" kecam Victor dengan tatapan tajam


"Kau berasal dari Ular cobra?''


"Benar, kau kembali ke sini dengan berniat untuk membalas dendam, bukan? aku ingin memberitahu mu anak buah mu itu yang bernama Herry sudah berada di lautan, akan tetapi untuk diri mu aku akan mengunakan cara lain" kata Victor

__ADS_1


"Suruh dia keluaaar, dia telah membunuh adik dan istri ku, jika dia berani dia harus berhadapan dengan ku" ketus Surquis dengan penuh dendam


"Bos kami sedang menikmati hari-hari yang indah, jadi dia tidak akan bertemu dengan siapa pun" jawab Victor


"Bawa aku bertemu dengannya" bentak Surquis yang mencoba untuk berdiri


"Bertemu dengan bos kami? apa kau layak?"


"Dia adalah pembunuh keluarga ku, kenapa aku tidak bisa bertemu dengannya?" bentaknya dengan kesal


"Kau yang mulai dulu mencari masalah dengan bos ku, kawan. ini sama saja kau mencari mati, kau sudah lolos begitu lama tapi kau malah memilih kembali ke sini, ada lagi kau juga sudah hancur, bukan? bisnis mu sudah hilang kau juga sudah menjadi buronan, jadi hari ini aku akan membantu mu agar lebih cepat mati" kata Victor dengan menodong senjatanya ke arah kepala Surquis yang berdiri di hadapannya


"Ternyata semua ini adalah ulah dari kalian, kalian sekali lagi menghancurkan ku"


"Kau sudah hidup bebas di negara lain akan tetapi kau masih saja ingin mencari mati"


"Aku tidak puas jika aku masih kalah darinya" ketus Surquis yang emosi dan ingin menyerang Victor akan tetapi usahanya gagal


Dor.....dor....dor....dor...


Tembakan dari Victor yang menembus langsung ke jantung sasarannya, dan sesaat kemudian Surquis tewas langsung di hadapan Victor


"Sangat merepotkan, sudah tahu kalah masih mau melawan" gumam Victor


Keesokan harinya


"Bos, sasaran kita sudah mati, dan Victor sudah mengantungnya di pohon hias di jalan besar, ini akan menjadi berita gempar untuk hari ini" kata Anton yang sedang duduk bersama Christian di ruangan baca


"Aku tidak sabar menunggu berita hari ini" ucap Christian dengan senyum


"Dalam waktu beberapa hari dia di kalahkan begitu saja, semua ini hanya pilihan dia sendiri, andaikan dia tidak muncul maka dia sudah bisa menikmati hidupnya" ujar Anton


"Masalahnya sudah berakhir, dan kita harus fokus pada setiap gerak gerik pihak kepolisian, aku tidak mau transaksi kita di gagalkan, awasi dengan ketat dan juga semua saudara kita, jangan sampai mengalami kesulitan apa pun" perintah Christian dengan tegas


'Baik Bos" jawab Anton


Cherry seperti biasanya melakukan hobinya menanam tanaman untuk di jadikan herbal di halaman depan rumah


"Selamat siang kakak ipar" ucap Thomas yang tiba-tiba muncul


"Tuan Thomas" sapa Cherry dengan ramah yang sedang berada di halaman depan rumahnya


"Kakak ipar, panggil saja aku Thomas" jawab Thomas yang menghampiri Cherry


"Baik Thomas, apa kamu mencari Christian? dia ada di ruangannya bersama Anton" kata Cherry dengan sopan


"Tidak, aku hanya jalan-jalan saja. Kakak ipar, sedang buat apa di sini?" tanya Thomas yang melihat tanaman daun herbal yang di halaman itu

__ADS_1


"Sedang menanam daun herbal ini" jawab Cherry


"Kakak ipar, suami mu begitu kaya tapi kau bukannya shopping tapi malah menyentuh tanah dan tanaman ini? ini tidak seperti istri orang kaya, apakah suami mu itu menindas mu ya? jika iya ceraikan saja dia dan bawa lari hartanya"


"Apa yang kau katakan?" tanya Cherry dengan tertawa lucu


"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya, kebanyakan istri orang kaya pasti sudah berfoya-foya borong 1 mall, sedangkan diri mu malah borong 1 toko jual tanaman" kata Thomas yang melihat banyak tanaman-tanaman di depannya


"Ini adalah hobi ku dari kecil, oleh karena itu aku suka menanam"


"Untung saja halaman sini besar, jadi bisa tanam sepuas mu" ujar Thomas dengan seraya bercanda


"Masuklah dulu, kita akan makan siang bersama" ajak Cherry


"Kalau kakak ipar yang mengundang ku, aku pasti tidak akan menolak" jawab Thomas dengan tertawa


"Untuk apa kau di sini?" teriak Christian dengan nada keras yang berjalan bersama Anton ke halaman


"Bos besar, jangan anggap aku ini bawahan mu, setiap kau melihat ku kau pasti berteriak" ketus Thomas dengan kesal


"Kau belum beritahu ku untuk apa kau datang?" ujar Christian dengan melihat ke arah Thomas


"Cherry, apa dia kurang ajar dengan mu?" tanya Christian dengan menghampiri istrinya


'Tidak, Thomas hanya jalan-jalan saja dan berbicara dengan ku' jawab Cherry


"Aku ke sini hanya ingin tahu apa kau masih hidup, jika masih hidup maka aku akan segera pergi" ucap Thomas


"Maaf karena telah mengecewakan mu karena aku masih hidup" kata Christian dengan dingin


"Thomas, memang untuk apa kau datang hanya untuk memastikan ini?" tanya Anton dengan penasaran


"Karena jika dia sudah tewas maka aku berkesempatan untuk menjadi suami ke dua untuk kakak ipar" jawab Thomas dengan terus terang


"Aaaaaaarrrrhhh...sakitt, kau gila lepaskan tangan mu" teriak Thomas yang di bagian tengkuknya di genggam kuat oleh Christian


"Apa kau begitu minat dengan istri ku?" tanya Christian dengan senyum jahat


"Gadis cantik siapa yang tidak mau, lagi pula senyuman mu itu macam ada niat jahat, cepat lepaskan tangan mu" jawab Thomas


"Aku tiba-tiba saja penasaran ukuran usus mu ada berapa panjang" kata Christian


"Kau gila untuk apa kau penasaran? cepat lepaskan tangan mu" teriak Thomas


"Anton, siapkan pisau dan kuali besar perintah Christian dengan sengaja menakuti temannya itu


"Baik Bos" jawab Anton

__ADS_1


"Hei...hei...hei...apa yang kalian mau lakukan" teriak Thomas dengan kesal


__ADS_2