Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Sonnia menerima balasan


__ADS_3

"Wanita murahan, jaga mulut mu, jangan menghina Mama ku, Papa memilih Mama ku karena Mama ku lebih baik, jadi jangan salahkan Mama ku" teriak Sonnia dengan kesal


Plak.


Tamparan dari Stephen yang merasa kesal terhadap Sonnia


"Aargghhtt" pekikan Sonnia karena merasakan sakit pada wajahnya


"Kenapa kau menampar ku?" tanya Sonnia dengan rasa kecewa menatap Stephen


"Karena kau tidak layak sama sekali menghinanya" jawab Stephen dengan kesal


"Kalian sangat cocok menjadi satu keluarga, ibu mu wanita pengoda dan diri mu pembawa masalah serta ayah mu ini sangat murahan, tapi kau masih saja berani menghina ku" ketus Cherry dengan menahan sakit


"Cherry, ini salah ku tidak ada hubungannya dengan Sonnia" ucap Paolo dengan memihak ke anak tirinya itu


"Tuan Chin, maafkan Sonnia dia hanya buntu sesaat sehingga melakukan kesalahan ini" ucap Paolo


"Maafkan? apa kau melihat luka Cherry anak kandung mu? anak tiri mu menyiksanya dan kau memohon aku melepaskannya, apa kau tidak merasa bersalah sedikit pun terhadap anak kandung mu ini?" ketus Stephen dengan kesal


"Paolo Capilo, Kau sangat takut aku menyalahkannya, bahkan sampai aku di siksa olehnya kau juga masih memihak pada nya. Paolo Capilo, kau gagal sebagai seorang suami dan gagal sebagai seorang ayah" ujar Cherry dengan merasa kecewa


"Tuan, apa aku bisa pulang luka ku sangat sakit, dan aku tidak ingin melihat mereka lagi" kata Cherry yang mengeluarkan air matanya


"Baiklah, kita segera pulang" jawab Stephen dengan menyentuh kepala Cherry


"Micheal, kurung mereka di sini, hukum wanita ini sesuai yang dia lakukan terhadap Cherry" perintah Stephen dengan tegas


"Stephen, jangan melakukan itu pada ku" pinta Sonnia yang ketakutan


"Tuan Chin" sebut Paolo yang ingin memohon


Stephen mendekati Paolo dengan menarik krah Paolo sambil berkata:


"Jika kau masih berani bersuara percaya atau tidak aku menyuruh mereka memotong jari-jari anak mu itu, Cherry adalah anak kandung mu tapi kau malah tidak peduli padanya, jangan lupa di belakangnya masih ada aku, sakit yang kau berikan padanya akan ku balas secara beransur" kecam Stephen yang berisik di telinga Paolo dan kemudian melepaskan pegangannya


Stephen mendorong kursi roda yang di duduki oleh Cherry yang sudah lemah dan pergi meninggalkan tempat itu dan di temani oleh Anton


"Stephen, lepaskan aku" teriak Sonnia yang di tahan oleh anggota Stephen


"Ikat wanita ini" perintah Micheal


"Siap" jawab serentak Anggotanya yang mengikat Sonnia yang sama seperti Cherry tadi

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan? cepat lepaskan dia" pinta Paolo yang di tahan oleh mereka


"Kami hanya melakukan apa yang seharusnya, bukankah ini adil? anak mu menyiksa Nona Cherry dan kami hanya ingin membalasnya" jawab Micheal


"Lepaskan dia, aku mohon" pinta Paolo dengan berharap


"Cepat lepaskan aku, aku adalah istri Stephen kalian berani menyentuh ku" teriak Sonnia yang meronta


"Kau adalah wanita yang telah di ceraikan oleh atasan kami, dan nona Cherry lah yang akan menjadi istri atasan kami" bentak Micheal dengan kesal


"Tidak! dia hanya wanita pengoda yang murahan" teriak Sonnia


"Diaam, jika masih sembarangan bicara maka gigi mu itu akan ku cabut semuanya" gertak Micheal dengan nada tinggi


"Sumbat mulutnya agar tidak bisa bicara lagi" perintah Micheal


Anggotanya lalu menyumbat mulut Sonnia dengan mengunakan kain, sementara Paolo di paksa menyaksikan penyiksaan yang di lakukan anggota Stephen terhadap anak tirinya itu.


Syiukk..syiukk...syiukk...syiukk..syiukk..


Pukulan yang di lakukan oleh bawahan Micheal


"Em.....em...em...em." suara Sonnia sambil mengeluarkan air matanya karena kesakitan


"Sudah! cepat hentikan" teriak Paolo


Syiukk...syiukk..syiukk..syiukk...syiukk...


Pukulan di lakukan oleh mereka berkali-kali tanpa berhenti


Tidak lama kemudian Sonnia pingsan karena tidak bisa menahan sakit.


Anggota Stephen yang melihat Sonnia tidak sadarkan diri maka mereka pun mengambil air dan menyiram Sonnia sehingga sadar kembali, setelah itu mereka melanjutkan pukulannya


Syiukkk..syiukk...syiukk...syiukk...syiukk..


Pukulan terus menerus di lakukan mereka


"Em.....em....em..." suara Sonnia yang kesakitan


"Sudah! cepat hentikan" teriak Paolo


"Bawa dia keluar, sementara wanita ini masih harus menerima hukuman" kata Micheal

__ADS_1


"Siap" jawab serentak 2 anggotanya yang menyeret Paolo keluar dari tempat itu


"Lepaskan Sonnia" teriak Paolo yang di tarik paksa menuju ke pintu


Syiukk....syiukk...syiukk....syiukk...syiukk...syiukk..


"Em...em...em...em..." jeritan Sonnia yang kesakitan


Akibat pukulan tanpa berhenti luka Sonnia mengeluarkan darah yang banyak serta kulitnya menempel di bajunya


Kediaman Chin


Stephen yang melihat kondisi luka pukulan di punggung Cherry membuatnya merasa cemas. karena luka parah Cherry pun tidak sadarkan diri, dengan posisi terlungkup di kasur tersebut


"Tuan, bagaimana jika aku menghubungi Freddy?" tanya Anton yang sedang berdiri di samping kasur itu


"Tidak perlu, bawa gunting dan obat-obatan, aku yang akan mengobatinya" jawab Stephen yang sambil mengelus kepala Cherry


"Baik Tuan"


Tidak lama kemudian Anton membawa gunting dan obat-obatan dan memberikan kepada Stephen


"Pesan Micheal beri pelajaran secukupnya untuk wanita sialan itu, jika hanya mengunakan rotan sepertinya tidak cukup untuk membayar perlakuannya terhadap Cherry" ujar Stephen yang mengambil gunting tersebut


"Baik Tuan"


"Keluarlah, biar aku melakukannya sendiri saja"


"Iya"


Stephen mengunting baju yang di kenakan Cherry untuk mengobati lukanya


"Maaf Cherry, ini salah ku, sehingga kau menerima siksaan ini, dan aku harus mengunting baju mu, aku akan menyembuhkan mu" kata Stephen yang merasa sakit hati melihat kondisi gadis itu yang sedang tidak sadarkan diri


Dengan penuh kesabaran Stephen mengoles obat ke luka-luka yang cukup banyak dan parah yang di alami oleh Cherrry, sambil mengoles obat Stephen meneteskan air matanya, luka pukul yang sangat besar dan banyak itu sehingga mengeluarkan banyak darah dan menempel ke bajunya


Kondisi bagian atas tubuh Cherry tanpa balutan apa pun karena di lepaskan semua oleh Stephen, setelah selesai memberi obat tubuh Cherry di tutupi dengan selimut tebal.


"Aku sangat tidak menyangka jika gadis ini adalah putri kandung dari Paolo Capilo, kalian telah membuat gadis ini menderita begitu lama, maka biar aku yang beri pelajaran pada mereka


Paolo kembali ke rumahnya dan menceritakan semua kejadian pada istrinya, Angela.


"Apa? Sonnia dia ikat dan di siksa? kenapa bisa begini? aku ingin lapor polisi" kata Angela yang ingin menekan tombol nomor tujuannya

__ADS_1


"Jangan! Angela, jika kau lapor maka Sonnia akan dalam bahaya, untuk saat ini kita harus memikirkan cara agar Stephen melepaskan Sonnia" ujar Paolo yang menghentikan niat Angela


"Jika bukan karena anak mu itu maka semua ini tidak akan terjadi" ketus Angela dengan kesal


__ADS_2