
King Devil berada di salah satu kamar di lantai dua, di lantai dua itu memiliki banyak kamar sehingga membuat pihak Jorge harus memeriksa satu-persatu kamar tersebut. di saat salah satu dari mereka membuka kamar pojokan tiba-tiba saja~β
Dor...dor...dor..dor..
Bunyi tembakan mengenai dua tangan anggota Jorge sehingga langsung terjatuh senjatanya ke lantai akibat tangannya yang terluka
Melihat rekannya tertembak anggota lainnya langsung mengarahkan senjata mereka ke pojokan sana
King Devil tanpa ragu keluar dari kamar yang di pojokan itu dengan sambil melepaskan tembakan ke arah anggota Jorge sambil berjalan ke arah mereka
Dor...dor...dor...dor...dor....dor...dor...dor...
Bunyi tembakan tanpa berhenti di lakukan oleh King Devil dengan sambil berjalan ke arah beberapa anggote Jorge
"Aaaarrgggtthhh" teriakan serentak 8 anggota Jorge yang tangan dan kaki mereka di tembus oleh peluru
Tidak lama kemudian anggota Jorge lainnya naik ke lantai dua
Tak...tak...tak...tak...tak...tak...
Bunyi hentakan kaki mereka menaiki anak tangga
King Devil langsung muncul di depan anak tangga di saat mereka berlari menuju ke lantai dua itu dan kemudian~β
Dor....dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor....dor...dor...dor...dor...
Tembakan beruntun di lakukan oleh King Devil
"Aaarggttttt" teriakan puluhan anggota Jorge yang kaki mereka semua di tembus oleh peluru sehingga membuat mereka semua jatuh dan saling menimpa sambil berguling ke lantai bawah
"King Devil" teriak Jorge yang sambil melepaskan tembakkan ke arah King Devil yang berdiri di atas sana
Dor....dor....dor....dor....dor...dor...
Tembakan di lakukan oleh Jorge dan anggota lainnya
Tembakan mereka tidak mengenai sasaran mereka, dengan cepat King Devil langsung mengelak dari peluru mereka dan bersembunyi di salah satu kamar tersebut
Di saat tembakannya tidak mengenai sasaran, Jorge dan sebagian anggotanya berjalan perlahan menuju ke lantai dua
__ADS_1
Setiba di lantai dua, mereka berjalan dengan perlahan sambil menodong senjata ke semua arah. lalu mereka melangkah ke depan lorong yang terdapat kamar di sisi kiri dan kanan, dengan memperlambatkan langkah mereka
Angota Jorge membuka pintu salah satu kamar di lorong sana dengan teman lainnya berdiri di belakang sambil mengarahkan senjata ke kamar yang ingin di buka oleh temannya itu.
Klek
Di saat pintu di buka semua pada bersiap ingin melepaskan tembakan akan tetapi di dalam kamar itu tidak ada sesiapa pun di sana
Jorge berjalan di depan anggotanya dengan berhati-hati dia melangkah dan ingin membuka pintu kamar lainnya, di saat dia ingin membuka semua anggota bersiap untuk mengarahkan senjata ke arah dalam kamar itu..
Klek
Pintu terbuka akan tetapi mereka tidak mendapati siapa pun di dalam sana
Dor....dor....dor....dor....dor....dor...
Bunyi tembakan tiba-tiba muncul dari ujung lorongan
"Aaaraggtttthhh" teriakan Serentak Jorge dan anggotanya yang kaki mereka di tembus oleh peluru King Devil
King Devil muncul dari sisi kiri di ujung lorongan tersebut. sambil berjalan dirinya melepaskan tembakan tanpa berhenti
Tembakan tanpa berhenti sehingga menembus kaki tangan para anggota detektif itu.
"Aaaarggtttthhh" teriak serentak mereka yang sedang kesakitan
Tidak lama kemudian anggota yang tadinya di lantai bawah pada berlari menuju ke lantai dua, di saat itu mereka telah di tunggu oleh King Devil yang sedang berdiri di lorongan sambil mengarahkan senjata ke arah mereka
Dor....dor....dor....dor...dor....dor....dor....
Puluhan tembakan di lepaskan oleh King Devil mengenai semua anggota yang tadi nya baru sampai di lantai dua
"Aaaarggtttthhh" teriakan serentak mereka semua yang terluka di bagian kakinya, sehingga menyebabkan mereka terjatuh dan menimpa teman lainnya yang masih berdiri di anak tangga dan kemudian mereka sama-sama berguling di anak tangga sampai ke bawah
"Detektif Jorge, di mana anak buah mu yang bernama Owen? bukankah biasanya dia yang mengincar ku? kenapa hari ini malah kalian? apakah kalian ingin mencoba mencicipi senjata ku?" kecam King Devil dengan mendekatkan senjata ke kepala Jorge yang sedang terduduk di lantai akibat luka di ke dua kakinya
"Kau adalah King Devil?" tanya Jorge dengan tidak berdaya
"Iya, aku adalah incaran kalian selama ini" jawab King Devil dengan santai
__ADS_1
"Apa kau mengira bisa lolos dari kami? kemana pun kau pergi, kami pasti akan menangkap mu" ujar Jorge yang langsung memborgol tangan kiri King Devil yang sedang berdiri di depannya
"Apakah kau kira dengan memborgol ku maka aku bisa di tangkap oleh mu?"
"Kau telah banyak membunuh, jadi sudah saatnya kau harus menerima hukumannya" kecam Jorge
"Pak tua, aku mengira Owen selama ini sangat bodoh, tapi ternyata kau lebih bodoh darinya, hanya dengan borgol mu ini sudah ingin menangkap ku? kau sangat merendahkan ku, kawan" ucap King Devil dengan tertawa kecil
"Jangan memandang tinggi terhadap diri mu sendiri, hari ini kau jatuh di tangan ku" kata Jorge yang berusaha ingin berdiri dan menahan sakit
"Pak" sebut anggota lainnya yang khawatir dengan atasannya itu
Jorge berusaha berdiri dan mengambil senjata nya, sementara King Devil hanya melihat dengan tenang sambil mengarahkan senjatanya ke arah pria tua itu
Jorge berdiri dengan menahan sakit pada ke dua kakinya yang terkena peluru sambil menodongkan senjata ke arah King Devil, sama yang di lakukan oleh King Devil yang sedang menodongkan senjata ke wajah Jorge
Posisi mereka kini saling berhadapan dan saling mengancam dengan senjata mereka
"Pria tua, kau bukan lawan ku, percaya atau tidak peluru ku ini akan menembus kepala mu" ucap King Devil dengan tatapan aura membunuh
Tidak lama kemudian Owen beserta Jimmy, Nicky, Jasvin dan Cavon datang ke kediaman mewah itu
Di saat mereka masuk ke dalam mereka di kejutkan oleh para korban dan rekan-rekannya yang sedang terluka di kaki dan tangan mereka, sehingga membuat mereka sulit untuk berdiri dan memegang senjata
"Pak, atasan kita ada di atas" kata salah satu rekannya yang sedang kesakitan
"Cepat minta bantuan" perintah Owen ke dengan melihat ke arah Jimmy
"Siap Pak" jawab Jimmy yang langsung menghubungi seseorang
Owen dan lainnya menaiki tangga dan menuju ke lantai dua
Di saat mereka tiba ke lantai dua mereka melihat King Devil dan Jorge sedang saling mengancam, sementara rekan lainnya sedang terluka di bagian kaki dan tangan mereka
"King Devil, kau tidak bisa kabur lagi, menyerahlah" teriak Owen dengan sambil menodongkan senjata ke arah King Devil begitu juga dengan Nicky dan lainnya
"Kalian semua sudah tiba? ini bagus sekali, kelihatannya kita akan bermain lebih lama" ucap King Devil dengan tanpa rasa takut
Bab selanjutnya
__ADS_1
Para detektif kerepotan menghadapi King Devil