
"Cherry, jika kita memiliki rumah di pulau, rumah seperti apa yang menjadi idaman mu?" tanya Christian yang tiduran sambil memeluk istrinya
"Halaman yang luas, dan aku berharap ada taman untuk mainan anak-anak, agar kelak anak kita bisa bermain dengan nyaman di dalam rumah" jawab Cherry di dalam pelukan suaminya
"Hanya itu permintaan mu?" tanya Christian dengan mengelus rambut istrinya
"Iya, hanya itu" jawab Cherry dengan senyum
"Baiklah aku mengerti" jawab Christian dengan mengecup dahi Cherry
"Apa kita akan tinggal di tempat lain, tinggalkan semua yang di sini?"
"Iya, akan ada hari itu, jika memang ini keinginan mu, kita pasti akan pindah" jawab Christian
"Terima kasih" ucap Cherry
"Tidak perlu mengucap terima kasih kepada suami mu sendiri, kau berhak minta apa saja" jawab Christian dengan memeluk dengan mesra
Swiss
Setelah kematian Sario, Owen memeriksa semua pengunjung yang berdatangan di bar, sebagian pengunjung di sana yang adalah pecandu menjadi pelampias emosi Owen, dengan bertindak kasar terhadap mereka dan memaksa mereka memberi keterangan
Bruk...bruk..bruk..
Pukulan demi pukulan di lakukan oleh Owen terhadap pria yang tidak lain adalah salah satu pecandu yang di tahan olehnya di belakang bar
"Cepat katakan siapa saja yang jual barang ini?" tanya Owen dengan ketus yang sedang memegang kokain milik pria itu
"Namanya adalah David"jawabnya yang sedang kesakitan
"Di mana dia? bagaimana caranya untuk bertemu dengannya?" tanya Owen dengan menekan pemuda itu ke dinding
"Pak, aku sungguh tidak tahu di mana dia, kami bertemu di saat dia mendantangi ku, dan aku tidak pernah mencarinya"
"Pak..Pak" teriak Jimmy yang berjalan menghampiri atasannya itu
"Ada apa?" tanya Owen yang memandang ke arah Jimmy
"Pak, sudah dapat info keberadaan pembunuh itu" jawab Jimmy
"Dimana dia, cepat katakan"
"Melalui rekaman pembunuhan Sario kita sudah mendapatkan posisi pembunuh itu" jawab Jimmy
"Sudah dapat? di mana dia sekarang?" tanya Owen
"Dia tinggal di sebuah penginapan dan rekan kita sedang mengawasi dari luar dan menunggu perintah dari mu, Pak" jelas Jimmy
__ADS_1
"Tangkap dia malam ini juga" perintah Owen dengan tegas
"Bawa dia ke kantor, dan ambil keterangannya" perintah Owen dengan mendorong pecandu itu kepada Jimmy
"Siap Pak" jawab Jimmy
Owen langsung menuju ke penginapan tempat Pembunuh Sario berada, setelah beberapa menit kemudian Owen tiba di depan penginapan itu yang sudah di tunggu oleh beberapa rekan-rekannya
"Pak detektif" sapa anggotanya dengan hormat
"Apa dia ada di dalam sana?" tanya Owen dengan menunjuk ke arah penginapan itu
"Benar Pak, semua kamera yang di pasang di jalan dan rumah warga merekam jika pria itu di dalam penginapan ini, setelah dia membunuh dia tidak keluar dari sana lagi" jawab Nicky
"Mari kita masuk" perintah Owen yang melangkah masuk ke arah penginapan itu
Owen dan rekannya berjalan menaiki anak tangga dengan perlahan sambil memegang pistol, di saat sampai ke lantai dua mereka melangkah dengan perlahan ke lorongan yang panjang yang terdapat kamar di sisi kiri dan kanan, mereka kemudian melangkah ke arah kamar yang paling ujung di sana
"Semuanya bersiap" perintah Owen yang bersiap ingin mendobrak pintu tersebut, sementara Nicky, Calvon dan lainnya berdiri di samping atasannya itu
GUBRAK....
Hentakan pintu di lakukan oleh Owen sehingga pintu itu terbuka
Di saat Owen masuk ke dalam seorang pria ingin melarikan diri lewat jendela lalu`β
Tembakan di lakukan oleh Owen dan mengenai kaki pria itu sehingga membuatnya gagal dan terjatuh ke lantai
"Aaarghhhhh" jeritannya yang kesakitan dengan kakinya yang mengeluarkan darah
Nicky dan rekannya langsung menghampiri pria itu sambil menodongkan senjatanya ke arah pria yang sudah terluka itu
"Kau adalah pria yang membunuh Sario?' tanya Owen dengan kesal dan menendang pria itu
Bugh...bugh...
Tendangan Owen mengenai bagian tubuh pria itu
"Aaaarghhhh" pekikan pria itu yang menerima tendangan dari Owen
"Bawa dia pergi" perintah Owen
Nicky menahan ke dua tangan pria itu ke belakang dan memborgol lalu mendorong dengan kasar melangkah keluar dari kamar itu, sementara rekan lain masih mengeledah seisi barang kamar untuk di jadikan bukti
Setiba di kantor Owen menghajar habis-habisan pembunuh itu sehingga bengkak dan berdarah di bagian wajahnya
Brugh.....brugh....brugh...brugh...
__ADS_1
Pukulan demi pukulan di lakukan oleh Owen mengenai wajah pria itu
"Aaaarhhh" jeritannya yang terluka parah di bagian wajahnya sehingga mulutnya mengeluarkan darah
"Kurang ajar, kau beraninya membunuhnya, KATAKAN siapa yang mengirim mu?" bentak Owen yang menarik tubuh pria itu duduk di kursi dan menekan kepalanya ke meja
Prak
Hentakan kepala pria itu yang di tekan kuat oleh Owen
"Ada yang membayarku untuk mengambil nyawanya, dan aku hanya menurut saja demi uang" jawab pria itu dengan tidak berdaya sambil mengeluarkan darah di bagian mulutnya
"Apakah sebelumnya kau pernah bertemu dengan korban?" tanya Jimmy
"Tidak!"
"Siapa yang membayarmu ? katakan cepat" bentak Owen dengan kesal
"Aku tidak mengenalnya, tapi lihat dari penampilan dia adalah bagian dari kepolisian" jawab nya dengan suara pelan
"Kepolisian?" tanya Serentak Jimmy dan Nicky yang merasa heran
"Benar, setelah aku berhasil membunuh, pria itu datang dan membayar sisa upah ku, dia berada di dalam mobil dan saat itu aku hanya melihat sekilas dia berkacamata hitam, dan setelah itu dia pergi"
"Apakah dia juga yang menyuruh mu membunuh Sario?" tanya Nicky
"Bukan! yang pertama datang menemuiku lebih muda dan yang ke dua ini sudah agak tua"
"Agak tua?" gumam Owen
"Kenapa kau bisa tahu jika dia dari bagian polisi?" tanya Owen yang berdiri di samping pria itu
"Aku lupa di mana pernah melihatnya, dan aku sangat yakin dia adalah polisi"
"Apa dia ada mengatakan apa alasannya ingin membunuh Sario?" tanya Jimmy
"Dia hanya memberikan aku foto Sario dan kemudian menyuruh ku membunuhnya"
"Di mana foto itu sekarang?" tanya Owen
"Pak, di dalam bungkusan itu ada selembar foto Sario, aku menemukannya di laci bersama senjata yang dia gunakan untuk membunuh" kata Calvon
Owen lalu membuka bungkusan plastik itu yang berisi barang bukti dari pisau, foto, sarung tangan dan kaos yang terdapat bercak darah yang di pakai pria itu di saat membunuh Sario
Di saat Owen melihat foto itu dengan membulatkan mata besarnya
"Ini adalah foto di saat kami menangkap Andres kemarin, dan di saat itu kami di intai, tapi siapa yang melakukannya? kenapa dia bisa tahu apa yang kami lakukan?" batin Owen
__ADS_1