Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Cherry menolak lamaran


__ADS_3

"Me-menikah?" tanya Cherry dengan tidak percaya


"Iya, ini yang ingin ku lakukan selama ini, tapi karena ambisi ku terlalu tinggi sehingga aku mengabaikan mu, dan tidak pernah memberi mu kabar, dan untuk kali ini aku tidak mau kehilangan mu lagi, aku masih ingat semua janji ku pada mu, Cherry" ucap Garred yang memegang tangan Cherry


"Aku rasa ini tidak baik, kita bukan anak-anak lagi, Kakak sekarang sudah menjadi dokter terkenal dan aku juga sudah bersama Stephen, kita harus menjaga jarak" jawab Cherry yang melepaskan tangannya dari pegangan Garred


"Cherry, apa kamu mencintainya?" tanya Garred


"Iya"


"Kenapa? dia sangat kejam dan statusnya juga duda"


"Aku tahu semua itu, dia kejam di dunia bisnis dan itu adalah wajar, selagi dia tidak membunuh atau melakukan bisnis yang melanggar undang-undang" jawab Cherry


"Cherry, apa yang membuat mu bisa menyukainya?" tanya Garred dengan rasa kecewa


"Dia sangat perhatian pada ku, aku mendapatkan kasih sayang darinya setelah Mama ku meninggal"


"Aku juga bisa melakukan semua itu untuk mu. Cherry, kau tidak perlu langsung menjawab keputusan mu, masih ada waktu untuk berpikir, pertimbangkanlah dengan baik, ini mengenai masa depan mu, bukankah semasa kecil kau sangat suka dekat dengan ku? aku yakin kau tidak lupa tentang masa lalu kita" kata Garred


"Kak Garred, ini tidak mungkin, aku akui jika dulu aku menyukai mu, tapi selama beberapa bulan ini Stephen selalu di sisi ku, di saat aku menangis dia membujuk ku dan memberi ku kasih sayang, aku merasa nyaman saat berada di sisinya" jawab Cherry


"Cherry, tidak apa jika kau menolak ku sekarang, tapi biar aku mulai dari awal untuk mengejar mu, kita mulai dari awal lagi, kita sudah lama kenal, sementara kau dan dia baru kenal beberapa bulan" ujar Garred


"Ini bukan masalah kenal berapa lama, tapi ini soal perasaan. Kak, apa kau menyukai ku?"


"Iya, aku menyukai mu dari kamu baru usia 13 tahun"


"Kenapa kau menyukai ku?" tanya Cherry dengan penasaran


"Karena diri mu sangat cantik dan itu sangat menarik perhatian ku" jawab Garred dengan senyum


"Cantik tidak selamanya, dan banyak wanita yang lebih cantik dari ku, setelah Kakak bertemu dengan mereka maka kecantikan ku ni bukan apa-apa lagi di bandingkan mereka" jawab Cherry


"Aku sudah melihat banyak wanita cantik, tapi itu bukan apa-apa bagi ku"


"Kakak, jika aku sudah tua apa kamu masih akan menyukai ku? di saat itu wajah ku sudah tua, kulit ku juga sudah mulai berkerut dan bukan wanita cantik di mata mu lagi apakah di saat itu kamu masih akan menyukai ku seperti sekarang?"


"Aku tidak pernah memikirkan di masa tua, untuk sekarang aku hanya ingin bersama mu saja, dan tentu aku ingin kau selalu bersama ku" jawab Garred

__ADS_1


"Aku sudah mengerti, aku sudah mengantuk, aku ingin tidur" kata Cherry yang berbaring dengan menutupi selimutnya


"Istirahatlah, aku berharap kamu pikirkan lagi apa yang ku katakan tadi, kita masih ada waktu" ujar Garred


Sesaat kemudian Garred melangkah keluar dari kamar Cherry


"Kak Garred, diri mu sudah berubah bukan yang dulu lagi, dari jawaban mu aku sudah tahu jika diri mu bukan menyukai ku dan hanya terobsesi dengan ku" gumam Cherry


Sore hari


Cherry yang baru bangun tidur ingin mencoba turun dari ranjangnya dan berjalan dengan pelan menghampiri jendela


"Sudah beberapa hari ini aku terbaring terus, jika tidur terus badan ku akan menjadi malas" gumam Cherry yang melihat ke arah luar jendela


Klek


"Cherry, kenapa kamu turun dari ranjang?"Tanya Stephen yang melangkah masuk dan langsung menghampiri Cherry


"Stephen, aku hanya bosan dan ingin melihat-lihat pemandangan sini" jawab Cherry dengan menoleh ke arah Stephen


Stephen menghampiri Cherry dan langsung mengendongnya ke atas ranjang


"Aku hanya tidak ingin memanjakan tubuh ku, jika tidur terus aku akan menjadi pemalas" jawab Cherry dengan senyum


"Besok aku akan menemani mu keluar, tadi aku ada membeli makanan untuk mu, makan dulu ya" ujar Stephen yang mengambil makanan untuk Cherry


"Iya" jawab Cherry


Setelah selesai makan Stephen menemani Cherry dengan duduk di tepi ranjang dan berhadapan dengan Cherry


"Bagaimana dengan luka mu? apa masih sakit?" tanya Stephen


"Tidak lagi, ini sudah mulai membaik"


"Baguslah, tapi ingat lain kali jangan turun dari ranjang lagi sebelum luka mu sembuh total"


"Iya aku mengerti. Stephen, apa kamu tidak lelah setiap hari menjaga ku dan kamu juga tidak istirahat"


"Aku tidak lelah, jika aku tidak menjaga mu aku tidak bisa tenang" jawab Stephen dengan senyum

__ADS_1


"Stephen, apa kamu menyukai ku?"


"Iya, kenapa bertanya seperti itu?"


"Kenapa kamu menyukai ku? kau adalah pengusaha sukses dan seharusnya diri mu memilih wanita yang layak bersama mu"


"Wanita yang layak?"


"Iya"


"Wanita seperti apa?"


"Dia yang bisa membantu bisnis mu, dan bisa menghadiri semua acara bersama mu, dengan begini maka kamu dan dia baru bisa kelihatan lebih serasi" jelas Cherry


"Aku tidak peduli dengan semua itu, aku hanya peduli pada pandangan ku saja" jawab Stephen dengan senyum


"Kenapa kau bisa menyukai ku?"


"Kesetiaan mu menarik perhatian ku" jawab Stephen dengan tatapan mesra


"Kesetiaan ku?"


"Iya, diri mu tidak tergoda dengan kemewahan yang di tawarkan oleh Ronald Chin sebelumnya, dan kau juga menerima tantangan dari Jhon demi ingin membantu ku, apa kamu tahu ini semua cukup untuk membuat ku menyukai mu, dan semakin lama aku tidak ingin melepaskan mu" jawab Stephen dengan mencium bibir Cherry


"Apa kau yakin ini bukan karena berhutang budi oleh sebab itu diri mu memilih bersama ku?"tanya Cherry yang melepaskan ciumannya


"Tentu saja bukan, jika karena berhutang budi maka aku bisa mengunakan uang untuk membayar mu, tapi ini beda. aku ingin mendapatkan mu dan untuk selamanya" jawab Stephen dengan mencium bibir Cherry


"Jika aku sudah tua dan sudah jelek apa kamu masih menyukai ku?" tanya Cherry yang melepaskan ciumannya


"Jika kamu sudah tua, maka aku akan selalu memegang tangan mu sambil menikmati bulan bintang di malam hari, dan melakukan hal-hal yang kita suka dengan menjalani kehidupan kita sehari-hari" jawab Stephen dengan tatapan mesra


"Apa kamu tidak menyesal karena memilih ku yang dari desa ini?"


"Tidak, aku menyukai mu apa adanya, aku ingin selalu bersama mu sampai kita tua" jawab Stephen dengan melanjutkan ciumannya


"Jawaban ini yang ku inginkan dari mu, aku tidak peduli di masa yang akan datang apa yang terjadi aku hanya ingin bersama mu, dan aku berharap kamu tidak pernah bosan saat bersama ku" batin Cherry


Bab selanjutnya

__ADS_1


Stephen mengetahui masa lalu Garred dan Cherry


__ADS_2