Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Bercerai


__ADS_3

Christian kembali ke rumahnya dan di saat dia melangkah masuk dia mencoba untuk menghubungi Anton


"Ha..hallo Bos" jawab Anton yang di seberang sana


"Waktu mu hanya 10 menit untuk muncul di hadapanku" bentak Christian dengan nada kesal dan kemudian dia pun memutuskan panggilannya


15 menit kemudian


Anton tiba di depan Mansion bosnya dan di saat dia turun dari mobil dirinya langsung berlari masuk ke dalam ruangan kerja yang dimana tempat bosnya berada


Klek


"Bos" suara panggilan Anton yang merasa cemas


"Kau sudah lewat 5 menit" ujar Christian dengan tatapan tajam


"Maaf Bos, tadi..tadi aku..?"jawab Anton yang ketakutan melihat tatapan tajam bosnya itu


"Apa kau baru kembali dari rumah sakit?"


"I..ya"


"Mobil mu rusak, handphone mu kehabisan baterei, kelihatannya kalian bekerjasama untuk membodohiku" ucap Christian dengan tatapan aura membunuh


"Maaf" ucap Anton dengan gemetaran


"Katakan, untuk apa semua ini? kau mengirim si pela,cur itu untuk mengodaku, untuk apa?"


"Bos, ini salahku"


Prak....


Hentakan meja di lakukan oleh Christian yang sedang emosi


"Aku tidak mau mendengar kata maaf dari mulutmu, aku ingin tahu kenapa kau ingin menjodohkanku dengan wanita itu? aku tahu kau tidak ada keberanian itu untuk ikut campur dalam urusan pribadiku" ketus Christian yang bangkit dari tempat duduknya


"Bos, aku...?"


"Waktu mu hanya lima menit untuk menjawab, lewat dari lima menit maka usus wanita itu akan pisah dari tubuhnya" kecam Christian


"Nyonya yang memintaku melakukannya" jawab Anton dengan terpaksa

__ADS_1


"Kenapa?"


"Karena tuan muda ingin seorang adik dan dia berharap anak itu adalah darah daging dari Bos" jelas Anton


"Dan selain itu dia juga berharap wanita itu bisa memberikan kebahagiaan untuk mu" jelas Anton lagi


"Jadi semua ini adalah permintaannya? dia ingin aku mencintai wanita itu? dan menikahi wanita itu? istri ku sendiri ingin serahkan aku kepada wanita lain" bentak Christian dengan kesal dan melangkah keluar dari ruangannya


Christian yang merasa kesal langsung mencari keberadaan istrinya yang sedang berada dikamar


Klek


"Cherry" teriak Christian yang melangkah masuk ke dalam kamar


Mendengar teriakan Christian, Cherry langsung menoleh ke arah suaminya yang sedang berjalan menghampirinya


"Christian, kenapa kau berteriak? Aaron sedang tidur" kata Cherry dengan suara pelan


Karena melihat Aaron yang telah ketiduran Christian yang tadinya ingin marah besar langsung mengurungkan niatnya, dan dirinya langsung mengendong Cherry ke kamar sebelah dan langsung menghempaskan istrinya ke kasur itu


Bruk..


"Christian, ada apa denganmu? kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Cherry yang bangkit dan duduk di kasur itu


"Cherry Wilster, apa aku harus memujimu dengan sikap mu yang sangat mulia itu? dengan menyerahkan suami sendiri kepada wanita lain, jangan menguji kesabaranku, Cherry. aku bisa saja memaksa mu jika aku mau, tapi aku tidak ingin melukaimu" ucap Christian dengan nada kesal


"Apa maksudmu?"


"Maksudku adalah jika aku ingin mendapatkan kepuasan diri aku bisa memaksamu untuk melayaniku, tapi aku tidak mau melukaimu, jadi jangan menguji kesabaranku" jawab Christian yang mendorong Cherry dan mencium bibir istrinya.


Christian mencium bibir dan leher istrinya serta tangannya menyentuh bagian inti istrinya


"Christian" ucap Cherry yang ingin menarik tangan suaminya yang sudah masuk ke dalam celananya


"Kenapa? bukankah kau ingin aku mendapatkan kepuasan di ranjang? jika memang begitu maka kau saja yang melayaniku" ujar Christian yang sedang emosi dan melanjutkan ciumannya, dengan tangannya yang bermain di bawah sana


"Christian, tolong jangan melakukannya" pinta Cherry yang ingin mendorong tubuh Christian akan tetapi dirinya tidak berdaya


"Jangan melawanku Cherry, bukankah kau ingin aku melepaskan hasratku dengan wanita lain? maka aku akan melepaskannya denganmu" ucap Christian yang melanjutkan ciumannya


Selama 15 menit Christian mencium mulut dan leher Cherry secara paksa dan memainkan tangannya di bagian inti istrinya, sementara Cherry hanya bisa pasrah karena tidak bisa melawan

__ADS_1


"Kita bercerai saja" ucap Cherry yang merasa kecewa karena tidak bisa melayani keinginan suaminya


Mendengar ucapan Cherry, Christian langsung menghentikan aksinya itu dan lalu menatap Cherry yang masih di bawahnya


"Ulangi apa yang kau katakan tadi" kata Christian yang tidak percaya dengan ucapan istrinya itu


"Christian, kita bercerai saja, biarkan aku pergi aku tidak akan berebut Aaron denganmu, dan aku juga tidak akan mengambil sepersen uang darimu" jawah Cherry dengan mengeluarkan air matanya


"Apa hanya ini mau mu? kau memilih pergi meninggalkan ku dan putramu? dan kau memilih membiarkan wanita lain menjadi istriku dan menjadi ibu tiri Aaron? apa ini yang kau mau?" tanya Christian yang penuh kekecewaan


Christian lalu bangkit dan melangkah keluar dari kamar itu dengan merasa emosi


"Hanya itu yang bisa kulakukan untukmu, tanpa ku kau dan Aaron masih bisa bahagia, tapi jika aku tanpa kalian berdua hidup ku sudah hampa, tapi jika aku bersama mu harus sampai kapan kau menderita, tanpaku di sisimu kau baru bisa berkenalan dengan yang lain" gumam Cherry


Di malam itu Christian duduk semalaman sambil mengingat ucapan Cherry, air mata Christian tidak bisa di bendung lagi karena mendengar kata perceraian dari istrinya, dan dirinya hanya bisa duduk bersandar dengan sambil memejamkan matanya


"Apakah ini caramu untuk membebaskan ku dari penderitaan? aku tidak menyangka usia pernikahan kita yang empat tahun dengan begitu mudahnya kau meminta cerai dariku" batin Christian


Di sisi lain Cherry yang sedang duduk bersandar di kasur juga merasa kesedihan yang cukup mendalam, dirinya lebih rela memilih melepaskan pria yang paling dia cintai demi ingin suaminya itu mendapatkan kebahagiaan yang baru


Mereka sama-sama duduk semalaman di tempat yang berbeda dan tidak bisa memejamkan matanya


Keesokan harinya


Christian yang tidak tidur semalaman memikirkan cara untuk menyelesaikan masalah rumah tangganya yang sudah di ujung tanduk, lalu dirinya mengambil handphonenya dan menekan nomor tujuannya


"Hallo, ada apa mencariku?"


"Thomas, aku ingin kau urus surat penceraian"


"Apaa, bercerai? ada apa dengan kalian?"


"Aku beri kau waktu 15 menit jika tidak maka aku akan menghilangkan kantormu" kecam Christian


"Iya..iya aku tahu"


"Cherry Wilster, kau ingin pergi dariku tidak semudah itu, aku hanya akan mengunakan cara ini untuk mengikatmu" batin Christian


30 menit kemudian Thomas tiba di rumah Christian


"Kau terlambat selama 15 menit" ujar Christian yang duduk di sofa ruangan kerjanya

__ADS_1


"Hei...apa kau mengira aku mengunakan helikopter datang ke rumah mu ya? aku juga terlibat kemacetan di jalan, apa kau tahu di mana-mana sedang razia besar-besaran hanya untuk ingin menangkapmu, lihatlah di luar sana pihak kepolisian menjadi sibuk karena mu, dan di sini kau malah sibuk ingin mengurus surat penceraian" jelas Thomas dengan kesal


__ADS_2