Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Paolo mengungkap kejadian masa lalu


__ADS_3

"Selama menikah aku tidak punya pekerjaan apa pun dan hanya meminta uang dengan Lionela, aku merasa hidup ku sudah sangat beruntung selain dia bisa memuaskan ku di ranjang dia juga bisa membiayai hidup ku, suatu saat aku berjudi dan berhutang dengan salah satu teman judi ku, karena aku tidak bisa melunasinya dia pun ingin mendapatkan tubuh Lionela dan selain itu dia ingin membayar ku sejumlah uang jika Lionela melayaninya semalaman, demi uang aku sekali lagi menaroh obat perangsang ke dalam minumannya" jawab Paolo dengan wajahnya memucat dan kesakitan


"Kau menganggapnya sebagai wanita apa? kau adalah binat*ng" ketus Cherry dengan menangis histeris karena merasa sakit di hatinya


"Cherry" bujuk Stephen dengan memeluk Cherry dengan mengelus kepalanya


"Di malam itu kau membuatnya menderita karena obat itu, niat kau adalah ingin menjual tubuh wanita yang telah menjadi istri mu, kau begitu tega terhadapnya, dia adalah wanita yang baik tapi kau malah mempergunakan dia" bentak Jhon dengan mengeluarkan air mata


"Di malam itu bukankah....bukankah kau menikmatinya? selama dua jam kau menikmatinya" ujar Paolo dengan terkapar di lantai yang sedang menahan sakit


"Aku terpaksa melakukannya, karena di saat kau membawanya keluar dari rumah mu aku melihat dari jarak jauh, aku mendapati jika ada keanehan pada diri Lionela, oleh sebab itu aku mengikuti mu, kau membawanya ke sebuah gubuk di desa, di saat itu aku melihat ada seorang pria di sana dan setelah itu kau menerima uang dari pria itu dan meninggalkan Lionela di sana, karena aku tahu niat mu maka aku langsung masuk ke gubuk itu, karena aku meracuni pria itu maka dia memberitahu ku semuanya" jelas Jhon dengan mengingat masa lalu


Cherry yang mendengar perkataan Jhon dirinya pun melihat ke arah pria itu


"Apa yang terjadi di malam itu?" tanya Cherry


"Lionela menderita karena obat itu, dan ku akui aku melakukan nya di malam itu, karena jika tidak maka Mama mu akan menderita sebelum meninggal, apa kau tahu pria brengs*k ini memberi 2 butir obat itu, oleh sebab itu efeknya sangat kuat, walau aku bisa ilmu pengobatan tapi aku butuh waktu untuk meracik obatnya, sementara Lionela tidak bisa bertahan selama itu" jawab Jhon dengan melihat ke arah Cherry


"Kau harus berterima kasih pada ku, jika tidak maka kau tidak akan ada kesempatan mendapatkan tubuhnya, bukankah begitu?" ucap Paolo dengan nada kecil sambil mengejek


Jhon yang di landa emosi lagi-lagi membuat dirinya menghajar Paolo yang kondisinya sudah lemah


Bruk..bruk

__ADS_1


2 Pukulan dari Jhon melayang ke wajah Paolo


"Aaargggtt" pekikan Paolo yang merasa sakit akibat pukulan kuat dari Jhon menyebabkan giginya tanggal dan mengeluarkan darah yang banyak


"Aku menyesal di saat itu aku tidak membawanya pergi bersama ku, dan membiarkannya bersama mu, jika tidak dia tidak akan menderita, dan kau benar-benar gila di saat Lionela hamil anak mu kau malah menyerahkan dirinya ke pria lain" bentak Jhon dengan kesal


"Hahahaha..Jhon Wilster, kau seharusnya berterima kasih pada ku, jika tidak maka selama hidup mu tidak memiliki anak, tapi dengan bantuan ku kau mendapatkan seorang anak dari Lionela" kata Paolo dengan mengejek


"Apa? di saat Mama hamil kau malah menjualnya ke pria lain?" tanya Cherry dengan nada tinggi


"Kalian salah, dia tidak hamil di saat itu, tapi dia hamil setelah malam itu, jadi Jhon Wilster, dia hamil adalah hasil dari hubungan kalian di malam itu, apa kau tahu?" ucap Paolo


"Apa? hamil setelah malam itu?" tanya Jhon dengan merasa tidak percaya


"Tidak, dia memberitahu ku jika dia telah hamil anak mu, oleh karena itu aku pergi karena sudah tahu jika dia mencintai mu" ucap Jhon


"Kau sudah salah selama ini, Lionela sama sekali tidak tahu jika di malam itu adalah diri mu, dia mengira akulah yang menyetub*hinya, karena di saat dia sadar aku telah berada di sampingnya, aku mengaku di depannya jika malam itu aku yang melakukan hubungan itu, karena aku tidak ingin dia tahu jika aku berniat menjualnya ke pria lain, karena dia masih berguna bagi ku selain dari segi ranjang dia juga bisa membiayai hidup ku. dan setelah malam itu aku tidak pernah menyentuhnya lagi, setelah 2 minggu kemudian dia baru sadar dia sudah hamil dan anak itu adalah anak mu" jelas Paolo dengan berkeringat membasahi wajahnya


"A-anakku?" ucap Jhon dengan hampir tidak percaya


"Benar, setelah malam itu dia baru hamil dan anak itu adalah anak darah daging mu" jawab Paolo


"Siapa anak itu dan di mana dia?" tanya Jhon dengan ingin memastikan

__ADS_1


"Gadis ini adalah darah daging mu, kau sangat bodoh, dia memiliki bakat tentang ilmu obat-obatan, tapi kau malah tidak menyadarinya" jelas Paolo dengan dengan tubuhnya yang telah lemas akibat sakit yang menyerang dirinnya


Mendengar ucapan Paolo, Cherry dan Jhon merasa hampir tidak percaya jika hubungan mereka ternyata adalah ayah dan anak.


"Paolo Capilo, apa sudah sampai setakat ini kau masih saja suka berbohong?" kata Cherry dengan kesal


Anggota Stephen menarik lengan Paolo memaksakan dirinya berdiri di hadapan Stephen, Paolo yang keracunan membuat dirinya tidak mampu lagi untuk berdiri sehingga kedua lengannya di tahan oleh dua anggota Stephen


"Paolo Capilo, aku bertanya pada mu, siapa ayah kandung Cherry yang sebenarnya?" tanya Stephen dengan nada tegas


"Jhon Wilster" jawab Paolo dengan nada kecil


"Apa kau yakin?" tanya Stephen untuk memastikan


"Iya, aku yakin karena setelah malam itu aku tidak menyentuhnya lagi"


"Cherry adalah putri ku? dan kau malah menyembunyikan kebenarannya dan sengaja memprovokasi ku agar aku membunuhnya dengan tangan ku sendiri" bentak Jhon dengan kesal


"Paolo Capilo, kau ingin mereka saling membunuh, oleh sebab itu kau datang ke rumah ku sengaja merekayasa cerita, agar Cherry percaya terhadap setiap perkataan mu, asal kau tahu Cherry sama sekali tidak menanggapi semua ucapan mu, kami kembali ke desa untuk menyelidikinya ternyata benar kau adalah pembohong besar, warga desa semua sudah mengenal kau dan Jhon, kau sudah menghancurkan hidup Mamanya Cherry dan sekarang kau malah ingin mengadu domba Cherry dan Jhon yang tidak lain adalah ayah kandungnya, kau memang telah memilih jalan kematian" kata Stephen sedang merasa kesal


"Kau mengunakan cara kotor untuk mendapat kan Mama ku dan kemudian demi uang kau ingin jual tubuhnya dan setelah 5 tahun kemudian sekali lagi kau menyakitinya, kau sangat biadab" teriak Cherry dengan merasa kesedihan mendalam


Bab selanjutnya

__ADS_1


Paolo mendapat balasan di akhir hidupnya


__ADS_2