
Di malam itu Cherry yang membuka matanya dan mendapati Christian tidak ada di sampingnya, karena mendapat panggilan dari anggota maka Christian menjawab panggilan itu di kamar sebelah
"Bukannya tadi sudah tidur, kenapa bangun lagi ya? apa dia begitu sibuk sehingga harus lembur?" gumam Cherry
Sesaat kemudian Christian kembali ke kamarnya
"Christian, kenapa kamu masih belum tidur? apa kamu masih sibuk di jam segini?" tanya Cherry yang sedang berbaring di kasur
Christian menghampiri Cherry dan mengecup dahinya
"Tadi Micheal menghubungiku jadi aku menjawabnya di kamar sebelah" jawab Christian dengan senyum
"Apa ada masalah?"
"Tidak, hanya bertanya tentang pemasukan barang saja" jawab Christian yang berbaring di samping Cherry sambil memeluknya
"Christian, apa setelah kita pindah ke pulau kau akan mundur dari bisnismu?" tanya Cherry yang di pelukan Christian
"Apa istriku ingin aku berhenti?"
"Aku tahu kamu pasti tidak setuju, karena sudah begitu lama kamu menjalankan bisnis ini, dan selain itu kau memiliki dukungan yang kuat di saat kamu menjalankan bisnis ini"
"Cherry, apa kamu takut?"
"Aku hanya tidak mau mereka mendapatkanmu"
"Mereka tidak bisa mendapatkan ku, sayang. tidak ada yang tahu siapa aku sebenarnya, mereka hanya tahu namaku saja, jadi tidak masalah" jawab Christian dengan senyum
"Christian, jika aku meminta sekali lagi untuk kau mundur dari bisnis ini apa kamu bisa melakukannya untukku?"
"Baiklah, setelah kita pindah maka aku akan melepaskan semuanya" jawab Christian dengan senyum
"Apa benar kau akan mundur dari bisnis itu?" tanya Cherry dengan berharap
"Iya, aku berjanji padamu, kita akan hidup dengan tenang di sana tanpa harus memikirkan hal yang lain" jawab Christian
"Jika tinggal di pulau aku ingin menanam sayuran agar mudah untuk kita makan, jadi kita tidak perlu jauh-jauh lagi untuk membelinya" ujar Cherry
"Apa kamu bisa menanam sayuran?"
"Bisa, aku adalah anak desa, walau pun aku tidak berpendidikan tinggi tapi kalau menanam itu adalah keahlian ku" jelas Cherry
"Baiklah jika itu yang kamu inginkan, aku melakukannya bersamamu" jawab Christian dengan senyum
__ADS_1
"Iya, akan ku pegang janjimu" ucap Cherry dengan senyum dan memeluk Christian dengan erat
"Cherry, aku tahu apa yang kamu khawatirkan? dan aku berjanji padamu aku akan melepaskan bisnisku dan hidup baru bersama mu, jika ini bisa membuat mu hidup tanpa kekhawatiran maka akan ku lakukan" batin Christian
Keesokan harinya
.
Di pagi itu Christian yang bangun awal sedang menyiapkan sarapan untuk anak dan istrinya
"Makanan kesukaan wanitaku, dan makanan kesukaan putraku" ucap Christian sambil tersenyum yang sedang sibuk dengan tangannya
"Christian" suara panggilan Cherry yang menuju ke dapur dengan kursi rodanya
"Cherry, ini masih pagi, kenapa kau tidak tidur dulu?" tanya Christian yang sedang masak
"Kamu bangun terlalu pagi, saat aku membuka mataku sudah tidak melihat mu di sampingku"jawab Cherry
Christian lalu mematikan kompornya dan berjalan menghampiri istrinya
"Apakah istriku tidak bisa tidur jika aku tidak berada di sampingmu?" kata Christian yang mencium bibir istrinya
"Kelihatannya aku sudah di manjakan oleh mu" ujar Cherry dengan seraya bercanda
"Memang keinginan ku untuk memanjakanmu, sayang" jawab Christian dengan senyum
"Dia masih tidur, seharian dia bermain. Christian aku ingin mengajarinya menulis dan membaca" ujar Cherry
"Boleh juga, lagi pula dia sudah pintar bicara jadi sudah waktunya untuk kita mengajarinya, aku berharap sebelum masuk sekolah dia sudah menguasai semua huruf dan bacaan" kata Christian
"Tentu saja bisa, dia sangat pintar semua nama mainannya saja dia sudah tahu namanya, hanya perlu beritahu sekali nama jenis mainannya dan dia sudah bisa menghafalnya" ujar Cherry
"Aku berharap sekolahnya lancar, dia akan menjadi harapan kita" ucap Christian yang meletakan piring berisi sarapan di ruang makan
"Kenapa kau selalu saja bisa tahu apa yang ingin ku makan?" tanya Cherry yang melihat ke arah isi piring itu
"Karena aku tahu semua makanan kesukaanmu, sayang" jawab Christian dengan senyum
Di sisi lain Owen dan rekannya masih berada di pelabuhan itu, mereka mengawasi pelabuhan itu di sepanjang malam
"Hari sudah terang, mari kita pergi makan dulu" ajak Owen
"Tidak tahu apa mereka akan muncul atau tidak di sini" ucap Jimmy yang berjalan bersama Owen dan rekannya
__ADS_1
"Tidak tahu juga, tidak tahu kenapa aku merasa mereka tidak akan muncul" ujar Nicky
"Mereka pasti tahukan jika pihak kepolisian sedang melakukan razia besar-besaran Calvon
Di saat mereka baru melangkah pergi dan tidak jauh jaraknya dengan pelabuhan tiba-tiba saja mereka mendengar bunyi ledakan besar
Duar.....duar...duar.....duar.....duar...
Bunyi ledakkan kapal milik Christian yang di lakukan oleh Victor dan Micheal
Owen dan rekannya yang mendengar bunyi ledakkan itu tentu merasa terkejut dan langsung melihat ke arah kapal itu yang telah hancur berantakan dengan api yang membara serta serpihannya yang bertebangan
"Gila, siapa yang melakukannya" teriak Owen yang mengeluarkan senjatanya sambil berlari dengan berniat menghampiri kapal itu akan tetapi di tahan oleh rekannya
"Pak, jangan kesana" tahan Jimmy dan lainnya yang menghentikan langkah Owen
"Aku yakin mereka pasti berada di dalam air" teriak Owen yang merasa kesal
"Kalian keluar dan hadapi aku sekarang juga, aku tahu kalian ada di sekitaran sini cepat muncul di hadapanku" teriak Owen dengan nada memenuhi pelabuhan itu
Jimmy dan lainnya sambil menodong senjata mereka kesana kemari
Owen lalu mendekati pinggir pelabuhan sana dengan melihat ke air laut yang berwarna biru sambil melepaskan tembakan
Dor.....dor....dor..
"Aku tahu kalian ada di dalam air, keluar dan hadapi aku jangan seperti pengecut yang suka bersembunyi" bentak Owen sambil melepaskan tembakannya lagi
Dor...dor....dor....dor..
"Aku mau melihat Christian Han sehebat apa, sehingga dia berani membunuh rekan-rekan kami" teriak Owen dengan yang masih belum berhenti menembak
Dor...dor....dor...dor
Puluhan tembakan di lakukan Owen mengarah ke dalam air laut itu, dengan berharap bisa mengenai anggota Christian
"Mereka pasti sudah pergi, tidak sulit bagi mereka untuk meledakkan kapal ini" ujar Jimmy
"Dan aku tidak menyangka jika mereka akan melakukannya di depan kita dan di pagi hari" kata Nicky
"Mereka sudah berencanakan dengan baik, kapal ini juga tidak murah tapi mereka dengan tanpa ragu meledakannya, hanya tidak ingin kita mendapatkan bukti" ujar Calvon
"Bos mereka sudah menjadi bandar selama 20 tahun lebih, tentu baginya kapal ini tidak seberapa" lanjut Jimmy
__ADS_1
"Memang brengs*k, jika berani melakukannya kenapa tidak muncul dihadapan kita, kita mengintai semalaman, dan pagi dia meledakkan kapal ini" ketus Owen dengan kesal
"Dan itu artinya usaha kita menjadi sia-sia" ujar Jimmy