
Malam hari
Mansion Han
Setelah bangun dari tidur siang Christian dan Cherry makan malam bersama
"Aku melihat tidur mu sangat nyenyak" kata Christian dengan senyum sambil menyantap makanannya
"Iya, mungkin karena aku sudah mengantuk, makanya tidur sampai malam" jawab Cherry
"Baguslah kalau kau bisa tidur dengan begitu pulas di sini"
"Memangnya kenapa? apa kamu mengira jika aku tidak biasa di sini?"
"Iya, aku hanya berharap kau bisa nyaman tinggal di sini"
"Sini bagus, luas dan nyaman" jawab Cherry dengan senyum
"Bagus kalau kamu menyukainya, besok aku akan membawa mu keluar jalan-jalan"
"Aku mau dirumah saja"
"Kenapa? apa kamu tidak mau lihat pemandangan luar?"
"Di kamar mu sudah bisa melihat pemandangan jadi tidak perlu keluar lagi. Christian, apa aku boleh menanam tanaman herbal di halaman belakang?"
"Tentu saja bisa, Cherry." jawab Christian dengan senyum
"Apa benar?" tanya Cherry dengan berharap
"Tentu saja, kau bebas melakukan apa saja, di sini rumah mu juga jadi tidak perlu meminta izin dari ku" jelas Christian dengan tatapan dalam" jawab Christian dengan menyentuh wajah istrinya
"Baiklah! kalau begitu maka aku tidak akan bosan karena ada yang bisa ku lakukan" ujar Cherry dengan senyum
"Lakukan saja yang kamu mau sayang, kamu bebas bisa apa saja, dan jika kamu ingin keluar beritahu saja aku" ucap Christian
"Bukankah kamu sibuk? jadi aku tidak mau menganggu kerja mu"
"Cherry, aku hanya akan di rumah saja dan tidak akan kemana-mana, bisnis ku tidak perlu aku yang turun tangan, hanya saja aku sekali-kali turun ke kapal memeriksa barang" jawab Christian
"Apa semudah itu kerja mu?"
"Iya, aku memiliki banyak anggota sayang. jadi aku tidak perlu bersusah payah, aku akan di rumah terus dan menemani mu" jelas Christian dengan senyum
"Kalau begitu maka aku tidak akan bosan, jadi kau bisa membantu ku juga kan untuk menanam tumbuhan herbal itu"
"Apa butuh anggota untuk menanamnya?"
__ADS_1
"Tidak, tanaman ini tidak bisa asal menanamnya, aku akan melakukannya sendiri"
"Kalau begitu maka biarkan aku yang membantu mu ya" kata Christian dengan senyum mesra
"Iya, dan kau harus pelajari ilmu obat-obatan juga" jawab Cherry dengan seraya bercanda
"Kalau begitu maka ajarilah aku untuk mengolah obat, aku akan mendengarkan semua ajaran mu" ucap Christian dengan mencium bibirnya Cherry
"Jangan mencium ku, aku sedang makan" kata Cherry dengan tertawa kecil
"Hahahahaha"
Setelah selesai makan Christian bersama Anton di ruangan kerjanya
"Di mana dia tinggal sekarang?" tanya Christian yang sedang duduk di kursi besarnya
"Di sebuah Villa Bos" jawab Anton dengan berdiri di hadapan Christian
"Info selanjutnya?" tanya Christian dengan singkat
"Selama ini dia tinggal di singapura dan ini sudah 17 dia di sana, bisnisnya sama seperti dulu, hanya saja tidak bisa begitu leluasa untuk transaksi di sana, dan dia memiliki jaringan di negara brunei darussalam, di negara itu dia memiliki banyak anggota bisa di katakan di sana adalah sarang utamanya, dia sudah bangkit dan aku yakin kali ini dia kembali demi membalas dendam" jelas Anton
"Dia berani menenggelamkan kapal ku, bahkan istri dan adiknya juga berani melawan ku tentu saja aku harus membunuhnya, di saat dia kabur aku sudah prediksi jika dia akan kembali untuk membalas dendam" ujar Christian
"Bos, apa rencana kita?'
"Baik Bos" jawab Anton dengan menurut
Sesaat kemudian Anton keluar dari ruangan kerja Christian
Christian mengambil handphone yang di letakan di mejanya dan lalu menekan nomor tombol seseorang
"Hallo" jawab seorang pria yang di seberang sana
"Apa kau masih hidup?"
"Seharusnya aku yang bertanya pada mu, kapan mau aku urus surat wasiat mu?"
"Apa kau begitu berharap aku cepat meninggal?"
"Orang seperti mu bisa meninggal kapan pun, jadi kalau sampai terjadi aku sudah tidak heran, lalu kenapa kau menghubungi ku? apa kau sudah memiliki pewaris?"
"Iya, oleh sebab itu aku ingin kau memindah sebagian aset ku ke nama istri ku"
"Apaaaaa? kau memiliki istri?"
"Apa perlu kau berteriak seperti ini?"
__ADS_1
"Ternyata kau normal ya? aku mengira jika kau suka pria selama ini, tiba-tiba saja kau punya istri tentu saja aku tidak percaya"
"Sudah hentikan omong kosong mu, aku berikan waktu 20 menit untuk muncul di hadapan ku, jika tidak kau akan kehilangan kepala mu"
"Apa kau sudah gila, memangnya kau sudah mau pergi ke dunia lain ya sehingga keburu-buru begini"
"Jangan banyak bicara, bergerak sekarang juga waktu mu sisa tidak banyak lagi"
"Memang kau di rumah mana?"
"Mansion 1"
"Iya aku tahu, aku akan ke sana, kau paling merepotkan di antara semua klien ku"
Setelah 20 menit kemudian
Cherry yang sedang berada di ruangan tamu di kejutkan oleh suara seorang pria yang baru menginjak masuk ke dalam rumah
"Christiaaaaan Haaaaan, cepat keluar kau" teriakan pria tu yang menembus ke dalam ruangan
"Hah..siapa dia?" gumam Cherry yang bangkit dari sofa
Di saat pria itu masuk ke dalam rumah Christian langkahnya terdiam saat melihat Cherry di hadapannya
"Siapa gadis muda ini? tidak mungkinkan dia adalah pembantu sini? dia sangat cantik, atau istrinya si iblis itu?" batinnya
"Apa kau sudah puas melihatnya?" teriak Christian yang tiba-tiba muncul di sana
"Hei..apa kau gila ya? jarak kita hanya beberapa langkah tapi kau malah berteriak" bentak pria itu dengan kesal menghampiri Christian
"Di sini kau bisa melihat apa saja kecuali istri ku" kecam Christian dengan memegang pundak pria itu dengan erat
"Cherry, ini adalah teman ku, namanya adalah Thomas" kata Christian
"Tuan Thomas, apa kabar?" ucap Cherry dengan sopan
"Ini adalah istri ku Cherry" kata Christian dengan memperkenalkan mereka berdua
"Kakak ipar apa kabar? jika mau menceraikan pria ini jangan lupa mencari ku untuk mengurus surat penceraian kalian, aku akan membantu mu untuk mendapatkan sebagian hartanya untuk mu" ucap Thomas yang terkenal dengan mulut ceplas ceplosnya
"Aaaaarghhh...sakit..dasar iblis" teriak Thomas yang lengannya di tarik dengan kasar oleh Christian dan melangkah masuk ke dalam ruangan kerjanya
"Siapa ya dia? kenapa bisa begitu lucu?" gumam Cherry
"Hei..hei....cepat lepaskan tangan ku, kau sudah tahu aku pengacara tapi kau malah beraninya menyakiti ku"
"Duduk sana, jangan banyak bicara" ujar Christian dengan melangkah ke meja kerjanya dan duduk di kursi besarnya
__ADS_1
"Iya..iya..aku tahu" jawab Thomas yang duduk di hadapannya