
"Kau adalah brengs*k" ketus Stephen dengan kesal dan melayangkan tangannya ke wajah Jhon
Bruk...
Tumbukan Stephen mengena ke wajah Jhon sehingga mengeluarkan darah di sudut bibirnya
"Sialan"pekikan Jhon yang kesakitan
"Jika kau ingin membunuh ku seharusnya kau temui saja aku, kenapa harus melibatkannya" bentak Stephen dengan kesal
Di saat Stephen ingin maju dengan niat ingin memukul Jhon langkahnya di tahan oleh Monica
"Stephen, hentikan" ujar Monica dengan menahan Stephen yang sedang emosi
"Dari pada kau memukul ku di sini, lebih baik jika diri mu segera bertemu dengannya sebelum terlambat, dari pada kau menyesal di kemudian hari" ucap Jhon dengan sengaja
"Jika dia sampai meninggal aku tidak akan melepaskan mu" kecam Stephen yang masuk ke mobilnya dan segera meninggalkan tempat itu..
Stephen mengunakan kecepatan tinggi untuk menuju ke perdesaan. dengan perasaan hancur dan cemas dirinya berharap bisa dengan segera bertemu dengan gadis pujaannya itu
"Gadis bodoh, kenapa kau harus mengorbankan diri mu untuk ku? aku adalah Christian Han yang tidak takut terhadap apa pun, jika kau meninggalkan ku aku tidak akan memaafkan mu. Cherry, kau harus bertahan dan aku akan membantu mu untuk melawan racun itu, dari awal aku sudah buat keputusan untuk membawa mu ke rumah ku" batin Stephen Chin dengan matanya yang sudah berkaca-kaca
Rumah sakit..
Angela menemani putrinya selama berhari-hari sambil menangis merasa terluka di hatinya bagaikan di iris pisau belati.
"Putri ku, cepat sadar apa pun yang kau inginkan Mama akan berikan pada mu, jangan menyiksa ku seperti ini, cepat sadarlah putri ku" ucap Angela yang sedang menangis tanpa berhenti
Di sisi lain Paolo yang telah terkena racun dari Jhon harus menahan sakit di bagian pundaknya yang telah membengkak besar..
"Aaarggttthhh" pekikan Paolo di kamar kecil yang ada di dalam kamar inap Sonnia
Suara pekikannya di dengar oleh Angela yang sedang duduk di samping ranjang itu..
__ADS_1
"Paolo, ada apa dengan mu?" tanya Angela yang bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri kamar kecil itu
Klek
"Paolo, kenapa dengan pundak mu?" tanya Angela dengan merasa kaget melihat pundak suaminya itu yang merah dan bengkak serta berwarna kebiruan
"Sakit sekali" rintih Paolo yang mengeluarkan air matanya
"Apakah kau di racuni oleh anak sialan itu?"
"Bukan dia, tapi seseorang yang ku kenal dulu, dia sangat gemar bermain racun, dan dia meracuni ku"
"Kenapa dia meracuni mu? apa dia berdendam dengan mu?"
"Dia hanya merasa iri dengan ku, karena Lionela di saat itu memilih ku, oleh karena itu dia ingin membalas dendam" jawab Paolo yang menyembunyikan kenyataan yang sebenarnya
"Tidak menyangka setelah dia mati masih saja menyusahin orang" ketus Angela yang merasa kesal
"Tidak! aku sudah menyuruh dokter periksa kemarin, dokter tidak bisa mengeluarkan racun ini, dia telah beri obat antibiotik tapi tidak bisa mereda kan racun ini, sakit sangat menusuk jantung ku" jawab Paolo yang kesakitan hingga terduduk
"Mari kita pergi mencarinya, dan memintanya berikan penawarnya, dan bayar sejumlah uang, jika dia ingin membalas cari anak itu, kenapa harus mencari mu"
"Ini adalah dendam masa lalu, dia memang pendendam, dia akan mengunakan segala cara untuk hanya untuk membalas ku"
"Beritahu aku di mana alamatnya? biar aku mencarinya dan melempar sejumlah uang ke mukanya"
"Kau gila, jika kau mengunakan cara ini maka hanya membuatnya semakin marah dan di saat itu dia juga bisa meracuni mu, setiap racun yang dia gunakan tidak bisa di singkirkan oleh dokter mana pun"
"Jadi apa yang harus ku lakukan? Sonnia belum sadar dan juga tidak tahu dia bisa bertahan atau tidak, sementara diri mu juga terkena racun, jadi apa yang harus ku lakukan sendirian?" tanya Angela dengan histeris
"Sudahlah, jangan takut, jaga saja Sonnia dengan baik, dia pasti akan sadar"
"Mari keluar dulu" ajak Angela dengan membantu suaminya berdiri dan berjalan keluar dari kamar kecil itu
__ADS_1
Aparteman Jhon
"Tuan, sudah dapat infonya, Paolo Capilo adalah suami dari Angela yang memiliki salah perusahaan besar di kota ini, anak tirinya di rawat rumah sakit, Paolo dan istrinya sedang menjaga anak mereka dalam beberapa hari ini" kata Alex
"Paolo Capilo menikah lagi? apa kau yakin jika nama istrinya bukan Lionela?" tanya Jhon dengan menahan emosi
"Benar, sudah lama 18 tahun Paolo tinggal di kota ini, dia meninggalkan desa 18 tahun yang lalu" jawab Alex dengan cepat
"Paolo Capilo pria brengs*k, kau mengunakan cara kotor mendapat Lionela dan setelah dia menikah dengan mu kau juga masih saja menjualnya demi uang, jika di saat itu bukan karena dia sudah hamil anak mu maka aku pasti akan membawanya pergi, 18 tahun lalu berarti anaknya masih usia 5 tahun dan sekarang anaknya sudah 23 tahun" ujar Jhon dengan merasa kesal
"Ssshhttt" keluhan Jhon yang lagi-lagi merasa sakit bagian tubuhnya karena efek racun yang kembali menyerangnya
"Aaargghhttttt" teriakan Jhon dengan nada memenuhi ruangannya itu
Alex yang melihat tuannya sedang melawan racun tersebut hanya bisa terdiam dan merasa cemas, karena dirinya tidak mengerti soalnya sama sekali.
"Tuan, bagaimana jika kita meminta penawar dengan gadis itu?" tanya Alex yang sedang khawatir
"Tidak! belum sebulan aku tidak boleh mengalah, aku boleh mati tapi tidak akan mengalah" ujar Jhon dengan keringat membasahi wajahnya
"Cari tahu di mana Lionela dan anaknya, dulu mereka tinggal di perdesaan, perjalanan cukup jauh dari sini kondisi ku sekarang tidak bisa ke sana, kau pergi menyelidiki nya" perintah Jhon
"Tuan, tapi kondisi Anda sekarang aku sangat khawatir"
"Aku bisa bertahan, aku ingin tahu bagaimana dengan Lionela sekarang"
"Baik Tuan" jawab Alex dengan menurut
"Li**onela, aku penasaran apa yang terjadi setelah aku meninggalkan desa itu, apa pria itu mengkhianati mu? jika bukan karena dia merangsang mu dengan obat maka di saat itu kau tidak akan berpaling dari ku dan memilih menikah dengannya, dan jika bukan karena diri mu maka di saat itu aku pasti sudah membunuhnya, setelah kalian menikah dia malah mengunakan cara yang sama agar kau berhubungan dengan pria lain dan dia bisa mendapatkan uangnya" batin Jhon yang merasakan kesakitan dan merindukan wanita yang telah lama dia simpan di dalam hatinya
"Di mana anak Paolo dan Lionela? jika saja pria itu menyakiti Lionela maka aku akan mengunakan anaknya untuk membalas pria berengs*k itu, aku tidak percaya jika hatinya tidak merasakan sakit melihat anaknya di siksa oleh ku" gumam Jhon dengan mengepalkan ke dua telapak tangannya
Setelah menempuh perjalanan yang jauh akhirnya Stephen tiba di perdesaan itu, dirinya mencari rumah yang di tempati oleh Cherry..
__ADS_1