
Di saat mereka ingin menghampiri Cherry dengan mengancam mengunakan pisau tajam yang di pegang oleh mereka. di saat langkah mereka semakin dekat tiba-tiba saja mereka di cengkeram kuat dari belakang
"Aaargghhtttt" teriakan serentak mereka yang sakit karena di cengkeram kuat dibagian tengkuk mereka sehingga pisau terlepas dari pegangannya
"Sakiiittt" jeritan mereka yang kesakitan
"Stephen" ucap Cherry yang melihat ke arah Stephen yang sedang mencengkeram kuat mereka berdua
"Cherry, apa kau baik-baik saja?" tanya Stephen
"Cherry, apa mereka melukai mu?" tanya Jhon yang menghampiri putrinya
"Aku baik-baik saja, tidak apa-apa" jawab Cherry dengan melihat ke arah Jhon dan Stephen
Stephen mencengkeram dengan kuat di bagian tengkuk mereka membuat mereka kesakitan dan tidak mampu berlawan. dan kemudian Stephen membuat mereka saling menghantukan kepala mereka dengan kuat sehingga menyebabkan mereka tumbang tidak sadarkan diri
Bruk...
Setelah mereka tidak sadarkan diri Stephen dan Jhon menarik mereka berdua keluar dari rumah itu, dan melemparkan mereka ke kebun sawah dalam kondisi tidak sadar
"Jhon, apa kau yakin biarkan di sini saja?" tanya Stephen
"Iya, nanti mereka akan sadar, lalu mereka pasti akan pergi"
"Kalau begitu mari kita pulang saja"
"Ayolah"
Stephen dan Jhon meninggalkan mereka berdua di sana dan tidak lama kemudian datanglah 4 pria asing di kebun itu dan membawa mereka pergi dari sana
"Cherry, apa benar kau baik-baik saja?" tanya Stephen yang menghampiri Cherry yang sedang menyajikan makanan di atas meja
"Aku baik-baik saja, mereka belum sempat menyentuh ku karena di hajar oleh mu" jawab Cherry
"Maaf, seharusnya aku tidak membiarkan mu sendirian di sini" ucap Stephen dengan mengelus ujung kepala Cherry yang berdiri di hadapannya
"Aneh! kenapa desa ini bisa ada pencuri yang masuk, dari mana mereka datang?" kata Jhon dengan merasa penasaran
"Cherry, apakah dulu pernah ada pencuri yang masuk ke sini?" tanya Stephen dengan menatap ke arah Cherry
"Dulu aman-aman saja, tidak pernah ada kejadian seperti ini, mereka juga kelihatannya bukan dari desa, pasti dari kota" jawab Cherry
"Ini mulai tidak aman, lain kali Cherry tidak boleh sendirian lagi, di luar atau pun di rumah harus di temani" kata Jhon
"Mereka sudah di beri pelajaran aku rasa mereka pasti sudah pergi, dan tidak mungkin mereka berani datang lagi" ucap Cherry
"Berhati-hati lebih baik, kita tidak tahu mereka ada berapa orang" kata Jhon
__ADS_1
"Iya, Pa, mari kita makan dulu"
"Mari makan siang, ini sangat menyenangkan karena setiap hari bisa makan masakan putri ku" ujar Jhon dengan sambil menyantap makanannya
"Sudah waktunya kau kembalikan putri mu pada ku, aku juga ingin makan masakan calon istri ku" ucap Stephen dengan sambil menyantap makanannya
"Dia adalah putri ku" ucap Jhon
"Dia adalah calon istri ku" jawab Stephen
"Tapi sekarang dia masih putri ku"
"Kedepannya dia adalah istri ku, dan harus tinggal bersama ku" jawab Stephen yang tidak mau kalah
"Dan sekarang dia masih berstatus single jadi belum jadi istrimu"
"Tapi dia sudah menjadi kekasih ku"
"Apa kalian sudah cukup? cepat habiskan makanannya, jangan banyak bicara" bentak Cherry yang kesal mendengar perdebatan mereka
"IYA" jawab serentak Stephen dan Jhon sambil menyantap makanannya
Dua pencuri itu telah di bawa ke tepi jurang, tidak lama kemudian mereka sadarkan diri dan membuka matanya dengan melihat kesekitaran dan mendapati ada 4 pria asing yang sedang mengawasinya
"Siapa kalian? kenapa kami ada di sini?" tanya salah satu pencuri itu
"Apa yang kalian inginkan?" tanya mereka berdua dengan merasa cemas
"Aku menginginkan nyawa mu" jawab Stephen yang berjalan ke arah mereka
"Bos" sapa serentak mereka berempat dengan hormat
"Apa yang kau ingin lakukan? kami tidak mencuri apa pun"
"Benarkah? tapi kau berniat jahat pada calon istri ku, apa kau tahu siapa pun yang ingin menyentuhnya harus berhadapan dengan ku dulu" jawab Stephen dengan tatapan aura membunuh
"Tapi kami tidak menyentuhnya sama sekali"
"Jika aku tidak datang maka kalian sudah melakukannya, dan ini memang niat mu, bukan?"
"Lepaskan kami, aku mohon" ucap mereka dengan ketakutan
"Sayang sekali aku tidak bisa bermurah hati untuk melepaskan mu begitu saja" ujar Stephen dengan mengeluarkan pisau dari saku bajunya
Di saat Stephen mengeluarkan pisaunya keempat anggotanya seakan sudah mengerti apa yang ingin di lakukan oleh bosnya itu, mereka menahan dua pencuri dengan sambil berdiri
Stephen mendekatkan pisau itu pada bagian leher salah satu pencuri itu
__ADS_1
"Jangan melukai aku, maaf kan aku...aku tidak tahu jika dia adalah calon istri mu" ucap pria itu yang di ancam oleh pisau Stephen
"Tidak ada gunanya kau meminta maaf dengan ku, karena aku tidak akan melepaskan siapa saja yang berniat melukainya" kecam Stephen dengan mulai menekan kuat pisau tajamnya ke leher pria itu sehingga mengeluarkan percikan darah
"Aaargggttttt" teriakan pria itu yang kesakitan dan berusaha meronta akan tetapi ke dua tangannya di tahan ke belakang oleh dua anggota Stephen
Stephen dengan tatapan aura membunuh sambil mengiris leher pria itu sehingga mengeluarkan banyak darah yang berceceran di tepi jurang itu
Srek....
"Aaarggttthhh" teriakan sesaat pria itu lalu tewas di tempat dengan kondisi lehernya di putuskan oleh pisau milik Stephen
Setelah pria itu tewas jasadnya langsung di dorong ke jurang oleh dua anggota Stephen
"Ja-jangan melukai aku." pinta pria itu yang ketakutan sehingga gemetaran
Stephen mendekati pria itu dengan melanjutkan siksaannya
"Apa kau tahu siapa aku?" tanya Stephen dengan senyum
"Ti-tidak" jawab pria itu dengan gemetaran di seluruh tubuhnya
"Ingat nama ku baik-baik, nama aku adalah Christian Han"
"A-apa..kau adalah dia?" tanyanya yang wajahnya memucat
"IYa, bisa di katakan kau sangat beruntung bisa tewas di tangan ku, jadi nikmati saja"
"Tidak, jangan melukai ku, aku benar-benar tidak tahu jika dia adalah calon istri mu, Tuan" kata pria itu dengan menangis ketakutan
"Kau sudah tahu siapa aku, kan? jadi tentu kau sudah memahami sifat ku yang tidak akan beri kesempatan pada tahanan ku, jadi kau harus segera menyusul teman mu itu" ucap Stephen dengan menikam bagian perut pria itu
Jleb...jleb..
"Aaarggtttt" teriakan Pria itu dengan nada tinggi
Jleb...jleb..
Setelah menikam Stephen mencabut pisaunya dan kemudian menikam dengan berulang kali sehingga darahnya menciprak ke pakaiannya
"Aarrrggttt" jeritan pria itu yang kesakitan dan sesaat kemudian dirinya tewas karena banyak tikaman yang di lakukan oleh Stephen.
Setelah tewas pencuri itu di dorong ke jurang oleh anggota Stephen
Bab selanjunya
Jhon mengetahui identitas Stephen Chin
__ADS_1