Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Ancaman King Devil


__ADS_3

"Kau siapa?" tanya Angela yang ketakutan melihat tatapan pria itu


"Teriak saja jika kau ingin kepala mu ini bocor" ancam pria itu dengan menodong senjatanya ke kepala Angela


Angela merasa ketakutan karena tiba-tiba muncul seorang pria asing yang mengancamnya dengan mengunakan senjata. pria itu yang tidak lain adalah King Devil yang berniat datang untuk mengertak Angela


"Si-siapa diri mu?" tanya Angela yang gemetaran


"Tidak perlu tahu siapa aku, kau hanya perlu ingat pesanan ku saja" kecam King Devil itu dengan tatapan aura membunuh


"Pesan apa?" tanya Angela yang keringat membasahi wajahnya yang bengkak itu


"4 pria itu sudah ku bunuh" katanya dengan jarak dekat


"A-apa? pria apa? aku tidak mengerti"


"Pria utusan mu untuk mencabuli anak kandung dari suami itu"


"Tidak, itu bukan aku, aku tidak kenal mereka" jelas Angela yang ketakutan


"Jangan coba-coba untuk membohongi ku, jika tidak maka aku akan mengambil nyawa mu" gertak King Devil dengan tatapan kejam


"Ini tidak ada hubungan dengan ku" jelas Angela yang mengeluarkan air matanya


Karena tidak ingin mengakuinya maka King Devil pun mengeluarkan sebilah pisau kecil dan mendekatkan ke wajah Angela yang masih bengkak dan merah itu


"Ja-jangan" pinta Angela yang ketakutan


"Kau tidak mempan dengan senjata ku, maka aku akan mengunakan pisau tajam ku ini untuk iris wajah mu" kecam King Devil dengan mengiris wajah Angela dengan pisau tajamnya itu


"Aaargghh" pekikan Angela yang kesakitan di wajahnya sehingga mengeluarkan air mata


King Devil mengancam Angela yang teriak dengan mengunakan senjatanya masuk ke lobang mulutnya. sehingga membuat Angela ketakutan dan kesakitan


"Teriaklah sekuat tenaga mu, apa kau tahu jika kau berani menyentuh sehelai rambutnya lagi maka bukan hanya wajah mu yang ku iris, tapi seluruh tubuh mu ini akan di penuhi luka dari pisau ku yang tajam ini" ancam King Devil dengan sambil mengiris wajah Angela dengan perlahan, sementara Angela yang mulut di ancam oleh senjata tidak berani mengeluarkan suara dan hanya bisa menahan sakit dan mengeluarkan air matanya


Setelah puas menyiksa Angela dengan 5 sayatan di wajah sebelah kirinya, King Devil menghentikan aksinya itu.


"Ingat peringatan ku, jika tidak ingin luka sayatan mu itu bertambah, maka jangan coba-coba mencari masalah dengannya" kecam King Devil dengan tatapan aura membunuh..


Angela yang kesakitan dan ketakutan sehingga tidak berani bersuara, seluruh tubuhnya gemetaran dan wajahnya memucat..sesaat kemudian King Devil keluar dari kamar Angela.


Keesokan harinya..

__ADS_1


Karena luka sayat wajah Angela harus di baluti oleh perban


Setelah dokter meninggalkan kamar, Paolo yang merasa penasaran mencoba mendekati istrinya yang masih dalam kondisi trauma


"Angela, apa sebenarnya yang terjadi?" tanya Paolo yang duduk di tepi ranjang


"Angela, kenapa wajah mu bisa terluka? apa ada yang datang melukai mu?" tanyanya lagi


"Jangan bertanya lagi, aku ingin tidur, keluarlah" ucap Angela yang masih gemetaran di seluruh tubuhnya


"Kalau begitu istirahatlah" ucap Paolo dengan menutupi selimut ke tubuh Angela


"Sebenarnya apa yang telah terjadi? kenapa tiba-tiba saja wajahnya ada luka sayatan? batin Paolo yang merasa penasaran


Syiuk...syiuk...syiuk...syiuk...syiuk..


Bunyi pukulan rotan yang mengena bagian depan tubuh Sonnia


"Aargghhtt" teriakan Sonnia yang kesakitan


Syiuk....syiuk...syiuk...syiuk...syiuk...syiuk.


Pukulan tanpa berhenti di lakukan oleh anggota Micheal


"Tolong jangan pukul aku lagi" pinta Sonnia dengan suara yang lemah


"Apakah kalian sudah merekamnya?" tanya Micheal


"Sudah semuanya" jawab salah satu anggotanya yang sedang merekam di saat Sonnia di siksa tanpa berhenti, dan menyerahkan kepada Micheal


"Micheal" suara panggilan Anton yang baru tiba di tempat itu


"Anton, tepat sekali kau datang, kami baru selesai merekam" kata Micheal sambil menyerahkan rekaman tersebut


"Aku yakin jika keluarganya melihat ini pasti bisa gila" ucap Anton yang melihat rekaman tersebut


"Sonnia Capilo, apa rasanya di siksa dan tanpa makan dan minum selama ini?" tanya Anton dengan senyum


"Aku ingin bertemu dengan Stephen" pinta Sonnia dengan suara yang lemah


"Atasan ku tidak akan bertemu dengan mu, apa kau tahu jika diri mu itu sama sekali tidak berguna bagi atasan kami" jawab Anton


"Kenapa kau menyiksa ku begitu?"

__ADS_1


"Pembalasan untuk mu atas apa yang telah kau lakukan pada Cherry"


"Dia bukan siapa-siapa"


"Kau salah, dia adalah wanita yang akan menjadi pasangan hidup Tuan Chin, jadi siapa pun tidak bisa menyentuhnya"


"Micheal, beri nasi putih dan air, jika dia tidak mau makan maka paksa dia makan, jangan biarkan dia mati dulu" kata Anton dengan niat ingin menyiksa Sonnia dengan jangka waktu yang lama


"Baik, akan ku perintahkan anggota kita siapkan nasi dan air" jawab Micheal


Sesaat kemudian Anton pergi meninggalkan tempat itu


"Bunuh saja aku" ucap Sonnia yang lemah tidak berdaya


"Kau tidak tahu cara kami menyiksa musuh kami, kau masih bisa hidup sampai sekarang ini adalah keberuntungan mu, karena organ dalam mu itu masih utuh, apa kau tahu bagaimana biasanya kami menyiksa musuh kami? kami menyiksa dengan cara yang kejam, potong kaki dan tangan atau pun membelah perutnya sehingga dia mati secara tersiksa, dan kau adalah tahanan kami yang paling beruntung, karena hanya luka bagian luar" ujar Micheal dengan tatapan kejam


"Siapa kalian sebenarnya?"


"Kau tidak layak tahu siapa kami, kesalahan terbesar mu adalah telah menyinggung atasan kami" jawab Micheal


Kediaman Chin


"Tuan, mereka telah merekam semuanya, jika wanita itu melihatnya aku yakin dia pasti bertambah tertekan, melihat tubuh anaknya telah di penuhi luka" ujar Anton yang baru tiba ke rumah Stephen


"Berikan padanya, aku tidak sabar ingin tahu apa reaksinya setelah melihat rekamannya" kata Stephen yang sedang duduk bersandar di kursinya


"Baik Tuan" jawab Anton dengan menurut


Rumah sakit..


"Angela, makan dulu buburnya setelah itu kau harus minum obatnya" bujuk Paolo yang sedang duduk di tepi ranjang


"Angela, makanlah sedikit" bujuk Paolo dengan khawatir melihat Angela yang hanya diam tanpa bicara


Klek..


"Tuan Capilo, Nyonya Capilo" suara panggilan Anton yang baru masuk ke kamar Angela


Mendengar panggilan itu Angela dan Paolo sama-sama menoleh ke arah suara itu berada


"Anton" sebut Paolo yang berdiri bertatapan dengan Anton


"Atasan ku punya hadiah untuk kalian" kata Anton melemparkan kado kecil ke arah Angela

__ADS_1


"Di mana Sonnia?" tanya Angela dengan khawatir


"Ingin tahu lihat saja rekamannya untuk melepaskan rindu terhadap anak mu itu" jawab Anton dengan senyum dan kemudian meninggalkan kamar itu


__ADS_2