
Setelah meninggalkan toko bunga Cherry menuju ke toko tanaman yang biasa dia singgah, di saat ingin masuk ke dalam toko tersebut tiba-tiba saja mulutnya di sekap dari belakang sehingga membuat dirinya tidak bisa berteriak dan di paksa masuk ke dalam mobil.
Mobil itu lalu meninggalkan tempat itu dan membawa Cherry pergi secara paksa
"Lepaskan aku, siapa kalian?" teriak Cherry yang duduk di tengah dua pria yang menculiknya itu
"Jangan berteriak jika masih ingin hidup" bentak penculik 1 yang menahan tangannya Cherry
"Jangan salahkan kami karena kau sendiri yang menyinggung bos kami" ujar penculik 2
"Siapa bos kalian?" tanya Cherry
"Apa kau layak menanyakannya?" tanya penculik 3 yang sedang menyetir mobilnya
"Jadi kemana kalian ingin membawa ku?"
"Kami di perintahkan untuk melayani mu, kau sangat cantik jadi mana mungkin kami menolak" jawab penculik 4 yang sedang duduk di samping supir
"Apa bos kalian adalah Angela?" tanya Cherry lagi
"Kelihatannya kau sudah sadar siapa yang kau singgung" kata penculik 1
"Lepaskan aku, ini namanya penculikan" teriak Cherry dengan meronta-ronta
"Diam, jangan melawan, jika tidak maka kami tidak akan segan" bentak penculik 2
"Pukul saja dia, biar bisa diam" ujar penculik 3 yang sambil menyetir
"Tidak bisa, kata bos harus biar dia dalam kondisi sadar saat melayani kita, biar dia berteriak dan ini akan lebih menyenangkan, kita akan sambil merekam di saat dia sudah kondisi tanpa pakaian" jawab penculik 1
"Kalian semua gila, wanita itu bayar berapa ke kalian sehingga kalian melakukan hal bejat ini?" bentak Cherry yang ke dua tangannya di tahan oleh dua penculik yang duduk di kiri kanannya
"Kau tidak perlu tahu. Nona, tugas mu hanya memuaskan kami" jawab Penculik 3
Cherry di bawa ke sebuah tempat yang sepi, sebuah rumah kosong dan usang. setiba di sana mereka menghentikan mobilnya. dan di saat mereka ingin turun tiba-tiba saja muncul seorang pria yang yang berdiri di depan mobil mereka yang sedang menodong senjata ke arah mereka semua
"Siapa dia?" tanya penculik 3 yang sedang duduk di tempat supir
"King Devil" batin Cherry
Dor...dor..
2 Tembakan menembus ke arah dua penculik yang duduk di bagian depan
"Aarggttt" pekikan mereka dan sesaat kemudian tewas akibat peluru yang mengena kepala mereka
King Devil lalu menghampiri mobil yang di mana Cherry di tahan mereka
"Kau siapa? jangan mendekat" teriak peculik 2 yang melihat King Devil berjalan ke arahnya
King Devil membuka pintu mobil dan menarik keluar penculik 2 itu dan tanpa menunggu lama King Devil pun melepaskan tembakannya
__ADS_1
Dor ..
Tembakan menembus kepala penculik 2 itu sehingga mengeluarkan darah yang banyak dari luka tembak di kepalanya. penculik 2 itu lalu tewas di tempat
Sementara sisa penculik 1 yang masih di dalam mobil sedang menahan Cherry agar tidak bisa keluar dari mobilnya
"Lepaskan aku" bentak Cherry dengan menyiku penculik 1 itu mengena bagian dadanya
Bruk...
"Aargghhtt" pekikan penculik itu yang merasa sakit
Cherry langsung keluar dari mobilnya, di saat penculik itu ingin menarik Cherry King Devil langsung melepaskan tembakan ke arah pria yang masih di dalam mobil itu
Dor..
Tembakan yang di lepaskan oleh King Devil mengena tepat bagian jantungnya
"Aarggtthhh" pekikan penculik itu yang tertembak dan pada akhirnya dia tewas langsung di dalam mobil itu
"Cherry, apa kau terluka?" tanya King Devil yang memegang lengan Cherry yang berdiri di hadapannya
"Aku tidak terluka, kenapa kau bisa muncul di sini?"
"Aku hanya lewat, dan melihat jika kau di bawa orang asing, apakah kau tahu siapa mereka?"
" Aku tahu, mereka adalah orang suruhan Angela, istri Paolo capilo" jawab Cherry dengan penuh kekecewaan
"Dia adalah Papa ku yang telah lama tidak bertemu"
"Kelihatannya hidup mu sangat rumit, istri dari Papa mu ingin menculik mu, kau bisa dalam bahaya" kata King Devil yang berjalan ke arah lain
"Tunggu! aku belum ucapkan terima kasih pada mu" ujar Cherry yang mengikuti langkah King Devil
"Tidak perlu" jawab King Devil dengan cuek
"Sudah berapa kali kau menyelamatkan ku? tiga kali nyawaku di selamatkan oleh mu"
"Maka kau berhutang 3 permintaan ku"
"Apa yang kau minta?"
"Belum terpikir oleh ku" jawab King Devil sambil berjalan
"Kalau sudah terpikir katakan saja, asal jangan menyuruh ku membunuh orang" kata Cherry yang berjalan di samping King Devil
King Devil menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Cherry yang di sampingnya itu.
"Kenapa kau melihat ku begitu? apa sudah ada permintaan?"
King Devil mendekati Cherry dengan tatapan yang sangat dekat, dengan dalamnya dia menatap mata Cherry tanpa berkedip
__ADS_1
Deg...deg..
"Ke-kenapa kau menatap ku ?" tanya Cherry yang sedang merasa canggung
King Devil lalu menarik pinggang Cherry dengan tangan kirinya sehingga dekat dengan dirinya..
"Jika aku mengutarakan yang ku mau di saat itu kau tidak bisa menolaknya" kata King Devil yang jaraknya hanya 2 inch dengan Cherry
"Me-memangnya apa yang kau minta?"tanya Cherry yang jantungnya berdetak kencang
"Apa yang bisa kau berikan padaku?" tanya King Devil dengan menatap dalam ke mata Cherry
"Selain uang dan nyawa ku, kau boleh coba minta yang lain" jawab Cherry
"Minta yang lain?"
"Maksud ku adalah aku bisa mengobati jika kau terluka atau sakit, atau bantu apa pun yang ku mampu, itu maksud ku"
"Tapi aku belum butuh itu"
"Apa kau bisa lepaskan tangan mu dulu? ini terlalu dekat"
"Apa kau jatuh cinta pada ku?"
"Ha? kenapa kau bertanya seperti itu?"
"Apa kau sudah punya pria lain?"
"Kenapa kau bertanya seperti itu?"
"Aku hanya ingin tahu"
"Tidak ada, cepat lepaskan tangan mu dulu, jika di lihat orang ini sangat memalukan"
"Lain kali berhati-hatilah, hidup di kota tidak semudah yang kau bayangkan" kata King Devil yang melepaskan tangannya
"Kenapa aku malah ada perasaan aneh terhadapnya? perasaan ini sama terhadap Stephen, jangan bilang aku menyukai 2 pria dalam waktu yang sama. ini gila" batin Cherry
Dalam perjalanan pulang Cherry di hadang oleh seorang pria yang tidak lain adalah Paolo Capilo..
"Cherry" suara panggilan Paolo yang turun dari mobilnya
"Tuan Capilo, ada apa?" tanya Cherry dengan cuek
"Cherry, apa bisa beri waktu untuk ku? Papa ingin makan bersama mu"ajak Paolo dengan berharap bisa membujuk putrinya itu
"Makan bersama? Tuan Capilo, datang bukan untuk makan bersama ku, melainkan ada niat lain. bukankah begitu?"
"Cherry, sudah lama kita tidak bertemu, Papa hanya berharap kita ada waktu makan bersama"
"Katakan saja apa mau mu? tidak perlu basa-basi di depan ku" kata Cherry dengan kesal
__ADS_1