Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Stephen merasa cemburu


__ADS_3

Garred yang sedang berada di halaman rumah sakit sedang duduk sambil menunggu seseorang


Tidak lama kemudian datanglah seorang pria yang tidak lain adalah seorang Agen rahasia di jerman


"Hai...teman ku, angin apa yang membuat mu ingin bertemu dengan ku?" tanya temannya itu yang duduk berhadapan Garred


"Daniel, apa kamu kenal dengan Stephen Chin?" tanya Garred


"Stephen Chin? bukankah dia adalah pebisnis?"


"Benar, selama ini dia tinggal di swiss"


"Aku hanya mengenal namanya, ada apa? apa kamu mengenalnya?"


"Apa bisa tolong selidiki latar belakangnya?"


"Memangnya selain pebisnis dia masih memiliki identitas lain?"


"Aku tidak tahu, aku hanya merasa dia tidak semudah itu" jawab Garred


"Apa kamu mencurigai dia ada masalah?"


"Aku hanya merasa dia sepertinya memiliki aura membunuh"


"Aneh! dia di sana dan kamu di sini, kalian beda profesi kenapa kamu malah mau menyelidiki dia?" tanya Daniel dengan penasaran


"Dia ada di rumah sakit sini, kekasihnya adalah pasien ku"


"Lalu kenapa kalau dia adalah kekasih dari pasien mu? walau dia aneh atau ada rahasia bukan giliran mu yang sebagai dokter ingin mengetahuinya kan?"


"Kekasih dia adalah teman kecil ku, oleh karena itu aku hanya ingin memastikan saja" jelas Garred


"Teman sedesa mu?"


"Benar"


"Baiklah, kalau begitu. aku akan menyelidikinya" jawab Daniel dengan setuju


"Aku penasaran dengannya, apa dia masih di rumah sakit sekarang?"tanya Daniel yang bangkit dari tempat duduknya


"Iya, dia sedang menemani gadis itu" jawab Garred


"Baiklah, kalau begitu aku akan coba untuk melihatnya" jawab Daniel


"Apa yang ingin kamu lakukan?"tanya Garred yang bangkit dari tempat duduknya


"Tenang saja, aku hanya menyamar, aku adalah Agen rahasia, menyamar adalah keahlian ku" jawab Daniel dengan senyum dan berjalan ke arah rumah sakit

__ADS_1


"Bos, yang Anda ingin selidiki sudah ada hasilnya" ujar Anton yang berada di luar kamar Cherry


"Katakan semuanya" jawab Stephen yang sedang berdiri berhadapan dengan Anton


Anton memberitahu semua hasil penyelidikan yang di perintah Stephen sebelum


"Apa kau yakin?" tanya Stephen dengan raut wajah yang tidak senang


"Yakin, Bos!"


"Aku tidak menyangka dia tidak ingin mengatakan pada ku" ujar Stephen


"Mereka sudah lama tidak bertemu, sudah 10 tahun dia tidak kembali ke desa, jadi bisa saja Cherry sudah tidak menyimpan dalam hati, lagi pula dulu mereka hanyalah sebatas tetangga" jelas Anton


"Jika hanya tetangga tidak ada yang perlu di rahasiakan, kau tahu aku paling tidak suka itu" ujar Stephen


"Bos, mungkin saja Cherry tidak ingin Anda salah paham dengannya"


"Jika wanita lain aku tidak peduli, tapi jika dia tidak boleh merahasiakan apa pun dari ku"jawab Stephen dengan merasa kesal


Sesaat kemudian muncul seorang pria yang membawa bunga dengan berpakaian kaos di lapisi kemeja luar dan celana jeans, serta mengenakan topi


"Permisi, Tuan. apakah Anda adalah Tuan Chin?" sapa seseorang pria yang tiba-tiba datang menghampirinya


"Iya, saya adalah Stephen Chin" jawab nya dengan menatap ke arah pria itu


"Ini ada yang mengirim bunga untuk nona Cherry, apakah saya menyerahkan pada Anda saja atau saya berikan langsung pada Nona Cherry?" tanya pria itu dengan sopan


"Ada seseorang yang menyuruh saya mengirim untuk nona Cherry, akan tetapi orang itu tidak memberitahu namanya" jawabnya dengan sopan


"Kalau begitu buang saja bunganya" ketus Stephen yang mengambil bunga dari Anton dan melempar ke arah pria itu


"Baiklah, kalau begitu terima kasih" ucap pria itu dengan berpaling dan melangkah pergi


"Bos, kenapa tiba-tiba saja ada yang mengirim bunga untuk Cherry?" tanya Anton dengan sambil melihat ke arah pria yang sedang berjalan meninggalkan mereka


"Daniel Chop Agen rahasia Jerman. dia mengira jika dia menyamar aku tidak bisa mengenalinya" jelas Stephen dengan tatapan tajam


"Ha? Daniel Chop? untuk apa dia melakukan ini?" tanya Anton dengan penasaran


"Suruh anggota kita ikuti dia, jika dia sampai menyamar di hadapan ku itu tandanya dia sedang menyelidiki ku, dan tentu aku lebih penasaran siapa yang menyuruhnya menyamar di hadapan ku"


"Baik, Bos" jawab Anton


"Aku baru saja di jerman tapi sudah ada yang ingin menyelidiki ku, siapa yang ingin mengetahui latar belakang ku" batin Stephen


Stephen kembali masuk ke kamar Cherry, Stephen menghampirinya dengan menatap ke arah Cherry yang sedang tidur.

__ADS_1


"Apa ada sesuatu yang tidak bisa kamu katakan pada ku? kenapa harus merahasiakannya jika kalian memang tidak ada hubungan apa-apa? seluruh desa telah mengetahuinya jika kalian sangat akrab di saat itu, dia sangat melindungi mu, dia memiliki tatapan yang beda terhadap mu dan semua ini di lihat oleh ku. Cherry, apakah dia ada di hati mu?" gumam Stephen yang menyentuh wajah Cherry


Karena merasa sentuhan Cherry lalu membuka matanya dan melihat ke arah Stephen yang sedang menatap tajam ke arahnya


"Stephen...arrgghh" ucap Cherry yang kaget dengan tatapan Stephen dan langsung bangkit dari tidurnya, sehingga membuatnya merasakan sakit di bagian lukanya


"Cherry, apa masih sakit?" tanya Setphen dengan khawatir


"Iya, aku tiba-tiba bergerak makanya..."


"Duduk dulu, biar aku melihat luka mu" kata Stephen yang memeriksa bagian luka Cherry yang di perban


"Aku rasa tidak masalah, hanya sesaat saja" ujar Cherry yang sedang duduk bersandar


"Untung saja tidak berdarah, lain kali jangan ceroboh, luka mu ini sangat dalam, jika tidak berhati-hati maka jahitannya bisa keluar darah" ujar Stephen


"Iya aku mengerti" jawab Cherry


"Stephen, kenapa tadi kau sepertinya marah?"


"Aku marah?"


"Iya, apa ada masalah?"


"Tidak ada. besok aku akan memindahkan mu ke rumah sakit lain" kata Stephen


"Pindah? kenapa pindah?" tanya Cherry dengan penasaran


"Aku hanya tidak menyukai di sini" jawab Stephen dengan bersikap dingin


"Apa pengobatan di sini ada masalah?"


"Apa kamu keberatan jika kita pindah rumah sakit?" tanya Stephen dengan sengaja menguji Cherry


"Tidak! aku ikut kata mu saja, tapi jika bisa aku ingin pulang saja"


"Belum bisa untuk saat ini, sebelum luka mau benar-benar sembuh, Anton sudah aturkan rumah sakit lain, jadi besok kita akan ke sana" jawab Stephen


"Stephen, apa kamu bisa beritahu pada ku alasan apa kita harus pindah?"


"Aku hanya tidak suka sini" jawab Stephen dengan singkat


"Tapi besok bukankah dokter mau memeriksa luka ku?"


"Besok dia bukan dokter mu lagi, jadi dia tidak bisa memeriksa mu, kau akan di periksa oleh dokter lain" jawab Stephen


"Iya" jawab Cherry dengan mengangguk

__ADS_1


Bab selanjutnya


Perdebatan Stephen dan Garred


__ADS_2