
"Pak, apa anda tidak apa-apa?" tanya serentak mereka yang menghampiri Owen
"Sialan, kemana dia pergi?" benta Owen dengan kesal
"Dia sudah pergi dengan santainya. seperti tidak ada kejadian" jawab Nicky
"Hallo, hallo, King Devil ada di sekitaran sini cepat berpencar mencarinya" perintah Owen yang berhubungan dengan rekan kerjanya yang di seberang sana
"Aku tidak puas malam ini aku harus menangkapnya kata Owen yang berjalan dengan terpincang-pincang
Owen dan anak buahnya yang terluka tembak di bagian kakinya tidak membuat mereka berhenti mengincar King Devil di malam itu. mereka tetap berjalan dengan terpincang- pincang dan menahan sakit sambil mencari keberadaan pembunuh itu.
Di malam itu Owen dan rekan kerjanya gagal tidak bisa mendapatkan sasaran mereka tentu saja Owen merasa kesal karena gagal dalam penangkapan tersebut
"Sialan! aku telah mencarinya selama 5 tahun dan malam ini dia ada di depan mata kita tapi gagal untuk menangkapnya"bentak Owen dengan kesal
"Pak, aku rasa bagus kalian semua ke rumah sakit dulu, kaki kalian mengeluarkan banyak darah" ujar salah satu rekan kerjanya
"Sekumpulan manusia tidak berguna, perampok saja bisa lolos masih saja ingin mengincar ku" batin King Devil yang berada di salah satu atas bangunan yang di sana.dan sedang memerhatikan Owen dan lainnya.
Keesokan harinya.
"Dokter, kenapa kulit ku tiba-tiba saja merah dan gatal-gatal tanpa berhenti? sehingga wajah dan tubuhku juga gatal semua?" tanya Sonnia yang sedang rawat inap di rumah sakit
"Nona, apakah anda alergi makanan? ini sepertinya alergi oleh karena itu bisa keluar bintik-bintik merah" ujar Dokter yang sedang memeriksa tangan Sonnia
"Selama ini kulit ku baik-baik saja, dan tidak pernah alergi, ini sudah 2 hari kenapa masih merah dan gatal?"
"Saya akan menyuntik dan memberi obat lain untuk anda" jawab Dokter
"Aneh kenapa bisa begini? tidak biasanya aku menghidap penyakit ini" gumam Sonnia
Kantor Owen
Owen dan rekan lainnya telah keluar dari rumah sakit setelah dokter selesai mengeluarkan peluru mereka
__ADS_1
Prak..
Bantingan dokumen yang di lakukan Owen ke meja nya
"Ini benar-benar membuat ku jengkel" bentak Owen yang masih kesal dan duduk di kursinya
"Pak, kenapa semalam pembunuh itu tidak membunuh kita saja?" ujar Nicky yang duduk di kursi kantor Owen
"Iya, di saat perampok itu ingin menembak kita King Devil langsung membunuhnya." sambung Jimmy
"Dia bisa saja membunuh kita tapi dia tidak melakukannya" kata Calvon yang sedang duduk bersama
"Dia tidak berniat untuk membunuh kita, tapi dia berani membunuh perampok itu di hadapan kita, tembak jarak jauhnya itu sangat tepat di kepala 4 perampok itu, dengan keahlian tembaknya dia bisa saja melukai mereka tapi dia malah membunuhnya" kata Owen yang duduk dengan bersandar
"Pak, namanya saja sudah King Devil jadi mana mungkin dia melepaskan setiap sasaran yang di depan matanya." ucap calvon
"Tapi kenapa dia tidak membunuh kita? dia tahu kita ingin menangkapnya dan bisa saja kita akan menjadi penghalangnya di kemudian hari" lanjut Jimmy dengan penasaran
"Ini hanya dia yang tahu" jawab Owen dengan memejamkan mata
"Tentang apa?" tanya Owen yang melihat ke arah Nicky
"Setelah di pikir ulang semua korban yang di bunuhnya adalah pecandu narkoba, pejudi, pemabuk, pemerk*sa, dan pebisnis yang curang, dan terakhir adalah Leo. semua korban itu memang pantas mati. dan dia membunuh mereka semua, seperti semalam perampok itu King Devil juga membunuhnya dan dia hanya melukai kita" sebut Nicky dengan melihat ke arah Owen dan kawan lainnya
"Benar juga, semua yang di bunuhnya adalah manusia yang pembuat masalah, dengan keahlian tembaknya dia bisa saja membunuh kita semalam tapi dia tidak melakukannya" lanjut Jimmy dengan heran
"Tapi kenapa dia juga membunuh pekerja Stephen Chin? menurut hasil penyelidikan kita Leo hanya bekerja di rumah mewah itu, selain itu dia juga tidak memiliki keluarga, saudara dan teman lainnya, dan kenapa di bunuh setelah di pecat oleh Stephen Chin? pemecatannya dan kematiannya di hari yang sama" kata Calvon
"Apakah King Devil adalah pembunuh bayaran? atau dia membunuh karena hobinya?" ujar Nicky yang penasaran
"Siapa sebenarnya King Devil? selama 5 tahun ini pertama kali kita melihat dia dengan secara langsung, dia sama sekali tidak cemas di saat kita ingin menangkap dia bahkan tidak lari dan hanya bersikap tenang, seakan-akan dia yakin kita tidak bisa menangkapnya semalam" lanjut Owen yang penuh tanda-tanya
Kediaman Chin
"Kelihatan wajah Tuan sudah berseri, racun sudah hilang bersih dari tubuh, Tuan" kata Cherry yang sedang makan siang bersama Stephen
__ADS_1
"Ini semua karena jasa mu, penawar yang kamu berikan sangat menbantu" jawab Stephen sambil menyantap makanannya
"Tuan, apakah pria peracun itu masih datang ke perusahaan mu?"
"Tidak ada"
"Besok malam aku ingin makan di restoran dan kau temani aku pergi" kata Stephen
"Baik Tuan" jawab Cherry dengan menurut
Malam hari
Seperti biasanya Cherry akan meracik obat sebelum tidur, di siang hari dia menjemur semua daun herbal sampai kering dan malamnya meracik obat tersebut, Cherry yang hidup di desa sudah biasa baginya mengolah obat setiap malam, dan tanpa dia sadari lagi-lagi ada yang sedang memerhatikannya di luar pintu.
Di saat Cherry menoleh ke arah pintu dia mendapati pintunya terbuka kecil dan ada bayangan di luar sana
"Siapa di sana?" teriak Cherry yang terkejut dan langsung berlari ke arah pintu tersebut
Setelah berlari keluar dari ruangannya dia melihat kiri kanan tidak mendapati siapa pun di sana
"Aneh tadi memang ada seseorang yang sedang berdiri di pintu" batin Cherry yang sambil berjalan ke ruang tamu dan sambil melihat ke sekeliling rumah
"Gawat, bagus aku lihat Tuan dulu" gumam Cherry yang langsung berlari ke arah kamar Stephen
Klek
"Tuan" panggil Cherry yang masuk ke kamar Stephen
Di saat itu Stephen sudah ketiduran dengan di tutupi selimut tebalnya
"Untung saja Tuan tidak apa-apa dan sedang tidur" Batin Cherry menarik nafas lega dan kemudian menutupi pintu kamar itu dengan perlahan
"Tapi tadi memang ada yang sedang melihat ku di luar pintu, seharusnya bukan maling, jika maling maka alarm pasti sudah berbunyi, atau hanya aku yang salah melihat ya?" gumam Cherry yang masih ragu
Tidak lama kemudian Cherry kembali ke ruangan obat itu untuk melanjutkan kerjanya.
__ADS_1
"Aku rasa hanya pikiran ku saja, bukan maling dan pasti bukan hantu juga, aku pasti sudah lelah maka salah lihat" batin Cherry