
"Permisi!" ucap Cherry yang berjalan ke ruangan tengah dengan berniat ingin mencari pemilik rumah itu
Di saat Cherry sedang berdiri di ruangan tengah itu, muncul seorang pria bertubuh kekar dari belakangnya
Cherry yang merasakan kemunculan seseorang langsung membalikan badannya ke belakang, ia melihat seorang pria yang tinggi dengan mengenakan kemeja yang tanpa di kancing di bagian depannya, serta mengenakan topeng yang menutupi wajahnya
Cherry menatap sorotan mata pria itu yang tidak asing baginya
"Apakah Anda adalah Barnard Han?" tanya Cherry dengan penasaran
Pria itu tidak menjawab pertanyaan Cherry dan hanya menatap Cherry tanpa beralih tatapannya
"Aku rasa kamu pasti mengenal ku kan?"
"Di mana Christian?"
"Kenapa tidak menjawabku?"
Pria itu lagi-lagi tidak menjawab sepatah katapun, Cherry tidak bisa melihat wajah pria itu yang di tutupi oleh topengnya akan tetapi Cherry menatap mata pria yang sedang berdiri di hadapannya itu, tatapan pria itu tidak beralih sama sekali dengan matanya yang berkaca-kaca
Lalu Cherry melihat ke tubuh pria itu yang kemeja depannya tidak di kancing sama sekali sehingga menampak ada lukisan tato tubuh bagian depannya, Cherry menghampiri pria itu lalu membuka kemeja dan melihat tato tersebut
Cherry membuka matanya lebar-lebar seakan tidak percaya dengan apa yang di lihatnya
"Kenapa, kenapa kau tidak menemui ku? kenapa kau begitu tega padaku?" teriak Cherry dengan histeris yang memukul tubuh kekar pria itu
"Apa kau senang menyiksa ku dengan cara ini, Christian Han? kau menyiksaku selama setahun lamanya, apa kau tahu bagaimana aku menjalani hidupku tanpa mu selama ini" teriak Cherry dengan menangis histeris
"Maaf" ucap Christian yang memeluk Cherry dengan erat
"Maaf" ucapnya lagi dengan mengeluarkan air mata
"Kenapa, kenapa kau melakukan ini padaku? apa salahku padamu sehingga kau tega begitu kejam terhadapku" ucap Cherry yang menangis di pelukan suaminya itu
"Maaf" ucap Christian yang tangisannya pecah di saat memeluk istrinya yang selama ini dia rindukan
Cherry melepaskan pelukan dari suaminya
__ADS_1
"Bukan kata maaf yang ku inginkan, katakan padaku kenapa kau begitu tega terhadapku? dari setahun yang lalu kau sudah tinggal di sini dan setiap aku berada di halaman lampu rumah mu berkedip-kedip, apa kau yang melakukannya selama ini? bahkan hingga semalam, benarkah? selama ini kau melihatku dari jauh, tapi untuk apa kau melakukan semua ini?" tanya Cherry dengan histeris sambil menangis
"Cherry, aku bukan suami mu yang seperti dulu lagi" ucap Christian dengan suara serak
"Apa maksudmu?"
"Ledakan itu telah merusakkan wajah sebelah kiri ku, aku tidak bisa muncul di hadapan mu dan Aaron dengan wajah ini, ini akan menakutkan kalian" jawab Christian dengan suara serak
"Ini bukan alasan yang masuk akal. Christian, kita adalah sekeluarga, wajah mu rusak bukan berarti kau harus menjauh dari keluarga mu, apa kau tahu Aaron menangis karena menunggu kepulanganmu, dia selalu menunggumu, aku tidak berdaya membujuknya karena aku juga merasa sakit, untung ada papa yang membantuku menjaganya selama ini" ujar Cherry dengan terisak
"Cherry, aku tidak ingin menakuti kalian, aku bukan lagi Christian Han yang dulu, yang memiliki wajah tanpa cacat, dan sekarang aku sudah cacat, bukan suami mu yang dulu itu lagi"
"Lalu kenapa jika wajahmu cacat? apa kamu ingin mengunakan alasan ini untuk menjauh dari ku? apa kamu mengira ini bisa mengubah hubungan kita? kenapa kau bisa begitu tega menyiksa ku selama setahun? apa salahku sehingga kau melakukan ini padaku?" bentak Cherry yang merasakan kesedihan yang mendalam
"Cherry, apa kau tahu kau masih muda, kau tidak seharusnya menghabiskan sisa hidupmu dengan pria cacat sepertiku"
"Apa maksud mu dengan berkata seperti itu? selama ini Thomas, Anton dan papaku juga sudah tahu semua ini, bukan? oleh karena itu mereka berusaha untuk menasehatiku dan menyakinkan ku bahwa dirimu sudah meninggal dan ingin aku mencari kehidupan baru? itu semua permintaan mu?"
"Benar!"
"Cherry, maaf jika aku sudah mengecewakan mu, aku bersedia menandatangani surat penceraian" kata Christian dengan mengeluarkan air matanya
"Kau ingin menceraikan ku?" tanya Cherry dengan perasaan hancur
"Iya" jawab Christian dengan terpaksa
"Apa alasannya?" tanya Cherry dengan merasa sakit di hatinya
"Carilah seorang pria yang bisa menjagamu, dan semua harta yang ku wariskan padamu itu sudah menjadi milik mu, dan aku tidak akan mengambilnya kembali, pergilah cari kehidupan yang baru" jelas Christian dengan mengeluarkan air matanya
"Apa aku harus berterima kasih dengan kebaikanmu ini? menceraikan ku tanpa sebab dan memberiku semua hartamu? apa aku harus merasa gembira karena aku sudah kaya?" tanya Cherry dengan nada kesal
"Pergilah" kata Christian dengan berpaling ke arah jendela
"Sebelum aku pergi katakan padaku apa alasanmu menceraikan ku? karena aku ada hak untuk mengetahuinya, aku ingin tahu di mana salahku sehingga suami yang ku tunggu selama ini akhirnya memilih menceraikan ku" tanya Cherry dengan merasa kecewa
"Jodoh kita sudah berakhir, wajahku tidak bisa di sembuhkan lagi, dokter mengatakan lukaku cukup parah dan aku akan cacat seumur hidup" jawab Christian tanpa menoleh ke arah Cherry
__ADS_1
"Apa karena cacat kau ingin mengusirku pergi?" tanya Cherry
"Baiklah, sebelum aku pergi aku ada beberapa pertanyaan yang ingin ku tanyakan padamu" ucap Cherry
"Ada apa?" tanya Christian yang menoleh ke arah istrinya
"Apa kau pernah bosan di saat kau merawat ku yang tidak bisa bergerak di saat itu?"
"Tidak"
"Apa kau kelelahan?"
"Tidak"
"Apa kau pernah merasa kecewa di saat aku tidak bisa melakukan apapun untuk mu, dan hanya menyusahkan mu?"
"Tidak, aku tidak pernah merasa kecewa padamu, dan juga tidak merasa lelah ataupun bosan" jawab Christian dengan terus terang
"Di saat itu kau bisa saja berhubungan dengan Viora tanpa sepengetahuan ku, tapi kenapa kau menolaknya?"
"Karena aku mencintaimu"
"Kenapa kau menolak bercerai di saat aku memintanya?"
"Aku tidak alasan untuk bercerai denganmu"
"Aku sudah cacat"
"Aku tidak peduli, karena aku hanya mencintaimu"
"Aku tidak bisa melayani mu lagi"
"Itu bukan hal utama bagi ku, aku mencintaimu apapun kondisimu"
"Aku mencintaimu tanpa alasan, untuk apa aku memiliki uang sebanyak itu jika aku tidak bahagia, aku juga tidak ada alasan untuk bercerai denganmu, jika hanya karena cacat di wajahmu kau ingin bercerai denganku lalu bagaimana dengan ku yang di saat itu tidak bisa berdiri? apa kau pernah mengabaikanku? kau tetap di sisi ku memberiku kehangatan dan cinta untuku, dan menolak untuk pisah denganku, kau juga menolak untuk bersama dengan wanita lain, semua ini karena cintamu kan? dan kenapa aku harus pergi hanya karena wajahmu yang sudah rusak itu?"
"Cherry, kau masih muda. apa mungkin kau harus hidup bersama dengan seorang pria yang memiliki wajah yang sudah rusak?" tanya Christian yang melepaskan topengnya, luka bakar di bagian kiri wajahnya cukup parah
__ADS_1