Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Keluarga Sampah


__ADS_3

"Apa yang kau inginkan? di luar ada yang berteriak nama mu" kata Cherry


"Biarkan saja, sudah ku katakan aku tidak peduli, aku hanya peduli pada gadis yang di depan mata ku ini" ujar Stephen dengan senyum dan melanjutkan ciumanya lagi


"Kenapa dia menjadi aneh? dari tadi mencium ku terus" batin Cherry


"Stepheeennn, keluaaaaar" teriak Sonnia dengan nada tinggi


"Kenapa kau begitu kejam terhadap ku? apa masih tidak cukup kau menyiksa ku begini?" teriak Sonnia dengan menangis histeris


Sonnia yang telah berdiri di luar sudah selama satu jam akan tetapi dia di abaikan oleh Stephen, dirinya hanya bisa menangis selama berdiri di pagar itu dengan sambil berteriak nama mantan suaminya.


Di sisi lain perusahaan Angela menghadapi masalah besar akibat foto putrinya yang tersebar di internet, berita tersebut berhasil menguncang perusahaan, sehingga menyebabkan posisi Angela di perusahaanya menjadi terancam


Semua pemegang saham ribut karena masalah foto, bagaimana tidak tersebarnya foto berdampak buruk bagi perusahaan mereka, selain produk mereka di tarik dari pasaran banyak perusahaan lain membatalkan kerjasama mereka, karena hal ini banyak pemegang saham merasa kecewa terhadap Angela dan Paolo. dan pada akhirnya mereka memilih meninggalkan perusahaan tersebut


"Apa yang harus ku lakukan sekarang? usaha ku selama ini menjadi sia-sia" kata Angela yang terduduk diam di kursi rapatnya


"Semuanya telah berakhir, usaha kita telah menjadi abu" ucap Paolo yang merasa sedih


Kediaman Jhon


"Hahahahahaha, ini adalah berita baik, aku tidak menyangka jika mereka ada nasib seperti ini juga. Paolo Capilo, demi harta kau mengkhianati Lionela dan sekarang lihat saja apa yang kau dapatkan pada akhirnya hanya tinggal kulit" kata Jhon dengan wajah memucat sambil menonton berita


"Tuan, tapi siapakah yang sebarkan foto wanita itu? apakah musuh lainnya?" tanya Alex


"Angela di kenal sebagai wanita yang sangat sombong dan tidak heran sama sekali jika ada yang ingin menjatuhkan dia" jelas Jhon dengan senyum


"Ini adalah balasan mereka, selama ini hidup dalam kemewahan, dan mulai hari ini aku rasa mereka juga akan kehilangan rumah mereka" kata Alex


"Tapi aku masih belum puas, aku masih ingin menyiksanya, karena dia Lionela terpaksa memilihnya dan paling bejat adalah perbuatannya, dia berhutang tiga kesalahan terhadap Lionela"


"Apakah tuan akan mengunakan Cherry untuk melawannya? mungkin cara ini akan lebih menakutkan dia"


"Saran yang bagus. Cherry, kelihatannya aku harus mengorbankan mu, demi Lionela aku akan melakukan apa pun" jawab Jhon


"Tuan, apa aku harus membawanya ke hadapan mu?"


"Tangkap dia di saat dia bersendirian"

__ADS_1


"Baik Tuan" jawab Alex dengan menunduk


"Walau hati ini menolak tapi aku tetap harus melakukannya, jika Paolo tidak mati hidup ku tidak akan tenang, karena Lionela sudah tidak ada lagi, maka hidup kalian juga akan segera berakhir lagi" batin Jhon


Angela dan Paolo kembali ke rumah mereka dengan tampang yang lesu dan penuh rasa kecewa


"Nyonya, Tuan, nona pergi sampai sekarang belum pulang" kata Pelayan rumah tangganya


"Apa? keluar?" tanya serentak Angela dan Paolo


"Di saat Nyonya dan Tuan keluar, nona langsung pergi"


"Kemana dia? apakah dia akan melakukan hal yang bodoh?"ucap Angela dengan merasa cemas


"Mari kita pergi mencarinya" ajak Paolo dengan melangkah keluar dari rumahnya dengan di susuli oleh Angela


"Paolo, apa kau tahu dia kemana?" tanya Angela yang masuk ke dalam mobil bersama suaminya


"Aku curiga jika dia pergi mencari Stephen" jawab Paolo dengan menghidupkan mesin mobilnya


Kediaman Chin


"Stephen, dia sudah lama di luar, sudah dua jam" kata Cherry yang berdiri di jendela sambil melihat ke arah Sonnia


"Perusahaan mereka sudah di ambang kehancuran"


"Ini yang ku inginkan, dan sebentar lagi mereka juga akan tahu siapa pelakunya"


"Maksud mu kau ingin mengatakannya?"


"Mari temani aku" ajak Stephen dengan memegang tangan Cherry dan berjalan keluar dari ruangan itu


Stephen keluar menemui Sonnia dengan mengajak Cherry bersamanya


"Stephen" ucap Sonnia yang sedang menangis dengan melihat ke arah mantan suaminya bersama Cherry


"Apa kau sudah puas berteriak?" tanya Stephen dengan senyum


"Apakah kau yang melakukannya?" tanya Sonnia dengan suara yang terisak

__ADS_1


"Benar, bukankah itu cukup membuat mu terkenal?" jawab Stephen dengan sengaja


"Kenapa kau begitu membenci ku? apakah masih tidak cukup kau menyiksa ku?" tanya Sonnia dengan merasa kecewa


"Tentu saja masih tidak cukup" jawab Stephen dengan senyum


"Kenapa? apa hanya karena di saat aku menjadi istri mu aku berselingkuh dengan pria lain oleh karena itu kau merasa sakit hati dan ingin balas dendam terhadap ku?"


"Apa kau bercanda, ha? aku merasa sakit hati? dari dulu aku tidak pernah kecewa atau pun sakit hati di saat kau bersama pria lain, keluarga sampah seperti kalian tidak berguna bagi ku sama sekali" jawab Stephen dengan terus terang


"A-apa? sampah? bagimu aku adalah sampah?" tanya Sonnia dengan histeris


"Benar, dari dulu aku hanya menikah dengan sampah, jadi aku mana mungkin peduli jika kau ingin berhubungan dengan pria lain" jawab Stephen dengan senyum


"Stephen, kenapa kau begitu kejam terhadap ku?"


"Karena aku ingin melihat keluarga mu hancur, seperti yang di lakukan Paolo terhadap Cherry dan Mama nya"jawab Stephen dengan tatapan aura membunuh


"Tapi ini tidak ada hubungannya dengan ku" teriak Sonnia dengan histeris


"Tapi ini ada hubungan dengan Mama mu yang pengoda itu, dan putrinya juga tidak alan luput dari balasannya"


Tidak lama kemudian mobil Angela dan Paolo tiba di depan rumah Stephen, mereka langsung keluar dari mobil dan berlari ke arah Sonnia


"Sonnia, apa kau tidak apa-apa?" tanya Angela dengan khawatir


"Stephen, Cherry" ucap sebut Paolo yang melihat ke arah mereka berdua


"Keluarga sampah sudah tiba semuanya, apakah aku harus berucap selamat untuk kalian atas yang telah terjadi di hari ini?" kata Stephen dengan tatapan tajam


"Stephen, apa maksud kau berkata demikian?" tanya Angela


"Angela, jangan pernah bersikap sombong di hadapan ku, karena siapa pun yang berani di hadapan ku pasti akan mendapat balasannya" kecaman Stephen


"Ma, foto ku dia yang sebarkan" kata Sonnia dengan suara serak


"Apa? kenapa kau selalu ingin melawan kami?" tanya Angela dengan emosi


"Karena aku suka, aku senang melihat kalian hidup menderita, aku senang melihat kalian menangis, aku senang melihat kalian kehilangan semuanya" jawab Stephen dengan bersikap santai

__ADS_1


"Stephen, bagaimana pun kita pernah jadi satu keluarga selama lima tahun, Sonnia pernah menjadi istri mu dan kami juga adalah mertua mu, kenapa kau ingin menjatuhkan kami? perusahaan ini adalah hasil keringat Angela dan sekarang usaha dia telah hancur hanya karena ulah mu, ini tidak adil sama sekali" ucal Paolo dengan merasa emosi


"Tidak adil? tuan Paolo Capilo, berani sekali kau mengatakan tidak adil, selama ini kau sangat tidak adil terhadap Mama ku, apa yang telah kau lakukan aku sudah tahu semuanya" bentak Cherry dengan nada tinggi


__ADS_2