
"Aku tahu aku tidak bisa menyuruh mu berhenti, karena aku tidak layak dan juga tidak ada hak. Stephen, biarkan aku pergi anggap aku egois dan ingin meninggalkan mu, karena aku tidak mau melihat dengan mata ku sendiri kau di tembak atau di bunuh suatu hari nanti" ujar Cherry
"Kau tidak bisa lari dari ku, Cherry. di hari pertama aku memilih mu kau sudah tidak bisa pergi dari ku, di saat itu juga aku ingin mengenggam kuat tangan mu" jawab Stephen
"Jika aku bersikeras untuk pergi apa yang akan kau lakukan?"
"Lebih baik aku membunuh mu dari pada kau menjauh dari ku" jawab Stephen dengan tegas
"Jika ini yang kau inginkan, maka lakukanlah" jawab Cherry dengan menyerah dan memejamkan matanya
Stephen menatap Cherry dengan berlinang air mata, rasa tidak tega untuk melepaskan tembakan ke arah wanita yang telah memasuki kehidupannya, lalu dirinya menurunkan senjata yang tadinya sedang menodong ke arah Cherry
"Aku tidak akan membunuh mu" ucap Stephen dengan menarik tangan Cherry berjalan ke kamarnya
"Lepaskan tangan kuuuu" teriak Cherry yang di paksa ikut langkah Stephen
"Lepaskan" bentak Cherry
Klek
"Masuk" ucap Stephen mendorong Cherry masuk ke kamarnya, dan setelah itu Stephen mengunci pintu dari luar
"Buka pintu nya, Stephen. jangan mengunci ku di sini, buka pintunya.." teriak Cherry sambil mengedor pintunya
"Cherry, sudah malam tidurlah, besok aku ingin membawa mu ke suatu tempat, aku tidak ingin menundanya lagi" kata Stephen yang berdiri di luar pintu sambil mengeluarkan air mata
"Buka pintunyaaa, Stephen." teriak Cherry yang dari dalam kamar
Stephen mengabaikan teriakan Cherry dan kemudian melangkah pergi ke ruangan lain
Anton yang melihat bosnya lalu mengikutinya ke ruangan itu
Stephen membuka sebotol wine dan menuangkan ke gelas yang di atas meja dan lalu minum sehingga habis tak tersisa
Dengan perasaan hancur di rasakan oleh Stephen karena Cherry meminta untuk pergi meninggalkan dirinya
"Bos" ucap Anton yang berdiri di depan Stephen yang sedang duduk sambil meneguk minumannya
"Dia lebih memilih pergi dari pada bersama ku" ujar Stephen dengan merasa sedih
"Cherry butuh waktu, mungkin saja setelah di menenangkan dirinya dia akan tinggal bersama bos" ucap Anton
"Dia benar, selama ini dia menjalani hidup sederhana, tapi jika dia bersama ku maka dia akan melihat ku membunuh orang dan melihat pertumpahan darah, dia tidak bisa melihat semua ini, ini hanya akan membuat nya takut, jadi wajar jika dia memilih pergi dan takut bersama ku" jawab Stephen
__ADS_1
"Apakah Bos membiarkan dia pergi?"
"Tentu saja tidak, aku tidak akan membiarkan dia pergi walau dia memaksa ingin pergi, aku ingin menikahinya besok" jawab Stephen
"Besok menikah?" tanya Anton dengan penasaran
"Tidak peduli dia setuju atau tidak, aku tetap ingin membawanya ke kantor mengurus buku pernikahan untuk menikahinya, aku ingin menjadikan dia sebagai istri ku yang sah, dan setelah kembali ke san fransisco aku ingin membuat pesta pernikahan" kata Stephen
Cherry di malam itu tidak bisa memejamkan matanya, perasaan takut dan tidak bisa menerima jika pria yang dia sukai ternyata adalah penjahat yang sudah di kenal oleh semua orang. dirinya hanya bisa duduk di tepi kasur sambil melihat ke arah jendela
"Christian Han adalah Stephen Chin, Stephen Chin adalah Christian Han. ini benar- benar mengejutkan dan lelucon bagi ku, apa yang harus ku lakukan? dia tidak membiarkan ku pergi dan mengurungkan ku di sini, aku mencintainya tapi dia adalah buronan aku takut suatu saat nanti dia di tembak dan meninggalkan ku, aku bisa gila jika sampai terjadi" batin Cherry
"Dia yang ku kenal adalah duda cacat dan seorang pengusaha, dan sekarang aku baru menyadari dia memiliki identitas lain, dia bukan orang biasa. kedepannya bagaimana caranya aku harus menjalani hidup ini bersamanya" gumam Cherry
Keesokan harinya
Klek
Stephen membuka kunci kamar dan melangkah masuk menghampiri Cherry yang sedang duduk di sofa pojokan kamarnya
"Apa mau mu?" tanya Cherry dengan merasa cemas dan bangkit dari tempat duduknya
"Ikut aku ke suatu tempat" jawab Stephen dengan menarik tangan Cherry dan melangkah keluar dari kamarnya
"Jangan melawan ku, Cherry." ucap Stephen yang menarik paksa Cherry menuju ke mobil yang sudah di tunggu oleh Anton
Stephen memaksa Cherry masuk ke mobilnya dan duduk bersama dengannya di belakang Anton
"Kita ingin kemana?" tanya Cherry
"Ke kantor sipil untuk mengurus pernikahan kita" jawab Stephen
"A..apa? menikah? cepat turunkan aku" teriak Cherry yang ingin keluar dari mobilnya akan tetapi pintu mobil telah terkunci
"Kau sudah sembuh dan aku ingin mengabuli janji ku pada mu"
"Ini adalah pemaksaan" ujar Cherry
"Iya, aku ingin menikahi mu dengan cara paksa, jangan lupa jari manis mu ini sudah di lingkar cincin lamaran ku, dan kau harus menikah dengan ku hari ini" jawab Stephen
Setelah setengah jam kemudian, mereka tiba di depan kantor, Stephen menarik tangan Cherry yang sedang meronta melangkah masuk ke kantor tersebut
"Kami ingin menikah, uruskan segera buku pernikahan kami" kata Stephen dengan tegas pada pengurus di sana
__ADS_1
"Aku tidak mau menikah" jerit Cherry dengan berusaha ingin melepaskan tangan Stephen
"Cepat lakukan sekarang juga, apa kalian mendengarnya?" bentak Anton dengan nada keras
"Ba..baiklah, mari sini berfoto dulu" jawab pengurusnya dengan gemetaran
Cherry yang ingin meronta tidak berdaya karena paksaan Stephen dia hanya bisa menurut, setelah mengurus buku pernikahan maka mereka pun keluar dari kantor tersebut
Dalam perjalanan pulang
"Stephen, kenapa kau melakukan ini padaku?" teriak Cherry yang ketakutan dan menangis
"Aku hanya ingin kau menjadi istri ku yang sah," jawab Stephen yang duduk bersama dengan Cherry
"Tapi bukan begini caranya" kata Cherry dengan mata di banjiri air mata
"Cherry, kau sudah menjadi istri ku, dan harus selalu di sisi ku' ujar Stephen dengan memeluk Cherry dengan erat
Villa Stephen
Di saat turun dari mobil Stephen mengendong Cherry dan melangkah masuk ke rumahnya
"Turunkan aku" ucap Cherry dengan berusaha meronta
"Jangan melawan ku lagi, Cherry" ujar Stephen dengan melangkah ke kamar
Setelah masuk ke kamar Stephen menidurkan Cherry ke atas kasur
"Ingat kata ku, mulai hari ini kau adalah istri ku, Cherry Wilster Han" ucap Stephen dengan mencium bibirnya Cherry
Cherry berusaha melawan dan mendorong Stephen yang sedang menindihnya akan tetapi tubuh Stephen yang berat baginya membuatnya tidak berdaya
"Jangan..aku tidak mau" teriak Cherry dengan menangis
Stephen menciumnya dengan liar dari bibirnya sampai ke wajahnya dan bagian lehernya
Di saat Stephen ingin melepaskan baju Cherry dia mengurungkan niatnya karena merasa tidak tega melihat Cherry yang sedang menangis karena ketakutan
"Maafkan aku, Cherry" ucap Stephen dengan mengecup dahi Cherry
"Tolong jangan" pinta Cherry dengan menangis tanpa berhenti
"Aku tidak akan melakukannya jika kau belum bersedia, aku tidak akan memaksa mu. Cherry, hanya satu yang ku minta, tetaplah berada di sisi ku, di dunia ini walau aku memiliki uang tapi aku tidak memiliki sesiapa pun, adik ku, paman, bibi dan adik sepupu ku semua sudah meninggalkan ku, dan aku hanya memiliki mu di dunia ini, jadi jangan seperti mereka yang pergi meninggalkan ku seorang diri, aku memaksa mu menikah dengan ku untuk ingin mengikat mu agar di sisi ku, tetap lah di sisi ku, hanya ini yang ku minta pada mu" ucap Stephen dengan mengeluarkan air matanya
__ADS_1