
" Aku akan cari waktu yang tepat untuk mencarinya, gadis desa itu tentu saja akan tergoda dengan sejumlah uang" sambung Ronald dengan berharap
"Tuan Ronald kellihatannya anda rela mengeluarkan sejumlah uang hanya untuk mengambil nyawa keponakan mu itu" kata Jhon yang sambil duduk bersandar sambil meneguk minumannya
Kediaman Chin
Di siang itu Sonnia mendatangi rumah Stephen dengan penuh berharap ingin mendapatkan hati mantan suaminya itu. di saat ingin masuk ke halaman besar dan luas yang di depan rumah mewah itu Sonnia melihat Cherry yang sedang menanam tumbuhan di halaman itu. sehingga membuatnya merasa kesal karena halaman itu di hiasi bunga kesukaannya dulu
"Hei..apa yang kau lakukan dengan bunga ku?" teriak Sonnia yang menghampiri Cherry
"Nona, anda siapa kenapa bisa asal masuk kemari?" tanya Cherry yang berdiri berhadapan dengan Sonnia
"Kau berani sekali, kelihatannya kau adalah pekerja baru di sini, oleh karena itu kau tidak sopan" bentak Sonnia dengan kesal
"Nona, memangnya anda siapa? masuk dan berteriak tanpa alasan tertentu" balas tanya Cherry yang menahan emosi
"Aku adalah istri majikan kamu, ini semua adalah bunga ku kenapa kau cabut semuanya dan menanam tanaman tidak berguna ini" bentak Sonnia yang dengan menginjak tanaman Cherry
"Jauhkan kaki kamu sana" ketus Cherry dengan mendorong Sonnia
"Kau berani mendorong ku, kurang ajar" teriak Sonnia yang mengangkat tangan kanannya dengan niat ingin menampar Cherry
"Ingin menampar ku? kau jangan menyesal" teriak Cherry dengan menahan tangan Sonnia
"Lepaskan, dasar anak tidak tahu diri, keluar dari sini" bentak Sonnia dengan emosi
"Bukan kamu yang memperkerjakan ku di sini jadi kau tidak ada hak untuk mengusir ku" balas Cherry yang kesal
"Berani sekali melawan ku, ini bunga kesukaan ku, aku mau lihat suami ku akan membela mu atau membela ku" bentak Sonnia yang melangkah masuk ke dalam rumah
"Hei....jangan asal masuk" teriak Cherry yang berlari mengejar langkah Sonnia
"Hentikan" teriak Cherry yang menghadang dari depan
"Awas! jangan menghadang ku" teriak Sonnia yang ingin masuk ke dalam rumah
"Nona, aku tidak peduli siapa diri mu harap kamu jaga langkah mu itu"
"Sudah ku katakan Stephen Chin adalah suami ku"
"Tapi yang ku tahu majikan ku sudah bercerai"
__ADS_1
"Diam" bentak Sonnia dengan kesal
Tanpa mereka sadari Stephen sedang mengamati mereka yang lagi bertengkar .
"Tuan, ke dua wanita itu?"sebut Anton yang berdiri di belakang Stephen
"Biarkan saja, Sonnia harus bertemu dengan seseorang yang berani pada nya, Cherry tidak segan dengannya, ini bagus" jawab Stephen sambil melihat ke arah 2 wanita itu yang sedang berdebat
"Siapa diri mu berani sekali melawan ku?"
"Aku pekerja sini tentu saja aku punya hak melawan orang yang membuat onar di rumah majikan ku"
Karena kesal Sonnia pun mengenggam kuat tangan kiri Cherry
"Jangan melawan ku jika kau masih mau hidup dengan baik di rumah ini" kecam Sonnia dengan kesal
"Nona, jangan menyesal karena kau telah menyakiti ku" ucap Cherry dengan menyentuh tangan Sonnia yang sedang menggengam tangan kirinya
"Apa kau sudah cukup?" bentak Stephen yang ke ruang tamu bersama Anton
"Stephen" panggil Sonnia yang melepaskan genggamannya
"Stephen, bunga ku telah di cabut olehnya dan dia menanam daun-daun yang tidak ada gunanya" kata Sonnia yang menghampiri Stephen yang sedang duduk di kursi roda
"Tapi itu bunga ku" kata Sonnia
"Bunga mu? apa kau lupa? ini adalah rumah ku dan halaman itu juga milik ku, jadi bunga itu bukan milik mu" ujar Stephen yang menatap tajam ke arah Sonnia
"Tapi bunga itu ku tanam saat kita baru menikah tidak lama, kau tahu jika aku sangat menyukainya" kata Sonnia dengan merasa tidak puas
"Sonnia, aku berharap kau tahu diri, semenjak kita bercerai semua yang di sini bukan milik mu lagi" jelas Stephen dengan tatapan tajam
"Stephen, bagaimana pun kita adalah suami istri" kata Sonnia yang sambil menggaruk tangannya
"Kau salah! kau bukan istri ku dan aku bukan suami mu dari dulu" ucap Stephen
"Tapi aku masih sayang pada mu" Kata Sonnia yang mengaruk tangannya tanpa berhenti
"Nona Sonnia, aku rasa bagus anda ke rumah sakit, lihatlah diri mu tangan mu sudah merah semuanya" ujar Anton yang melihat tangan Sonnia
"Kenapa tangan ku gatal-gatal dan merah-merah begini?" sebut Sonnia yang mengaruk-garuk tangannya
__ADS_1
"Aku tidak tahan gatalnya" kata Sonnia yang berlari keluar dari rumah mewah Stephen
Stephen yang melihat kondisi Sonnia langsung menatap ke arah Cherry.
"Cherry" panggil Stephen dengan lembut
"Iya" jawab Cherry dengan singkat
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Stephen yang tahu ulah Cherry
"Tuan, dia menyakiti tangan ku tadi aku hanya mengunakan serbuk gatal, tapi tidak bahaya setelah 3 hari maka gatalnya sudah hilang" jelas Cherry
"Nona, tadi aku tidak melihat mu beri dia serbuk gatal kenapa bisa?" tanya Anton dengan penasaran
"Aku menyentuh tangannya di saat dia mengenggam tangan ku" jawab Cherry
"Nona Cherry, kelihatannya Jhon telah menemukan lawan yang sama ahli racun" Kata Anton dengan bercanda
"Tidak! aku hanya tahu sedikit ilmu obat-obatan saja" ujar Cherry dengan merendah
"Tuan, maaf aku tadi melawannya dan meracuninya" ucap Cherry
"Tidak apa-apa, kau melakukannya dengan benar" jawab Stephen dengan santai
"Apakah perlu aku berikan penawar padanya?"
"Tidak perlu, sudah ini tidak masalah, lanjutkan saja kerja mu"
"Tapi Tuan, aku menanam tanaman untuk herbal di halaman mu dan aku membersihkan bunga yang tumbuh di sana ini?"
"Tidak apa-apa, gunakan saja, tanaman mu lebih bermanfaat, jadi gunakan saja halamannya" jawab Stephen dengan senyum
"Baiklah, kalau begitu maka aku lanjutkan kerja ku dulu" kata Cherry yang melangkah keluar dan menuju ke halamannya
"Tuan, caranya sangat halus, bahkan kita tidak melihat kapan dia menabur serbuk itu di tangan Nona Sonnia" ucap Anton dengan penasaran
"Ada Cherry di rumah ini wanita itu jangan berharap bisa sesuka hati lagi" kata Stephen yang sedang memerhatikan Cherry yang sedang sibuk di halamannya
"Tuan, apakah halaman rumah ini akan di penuhi dengan tumbuhan herbal?"tanya Anton yang kebinggunan
"Biarkan saja, jika dia suka maka biarlah dia mengunakannya" jawab Stephen dengan senyum
__ADS_1
"Tuan sepertinya telah berubah, biasa tidak seperti ini, dulu saja sama nona Sonnia tidak pernah begitu lembut tapi sama gadis ini sifat Tuan langsung berubah" batin Anton yang sedang melihat ke arah Cherry