Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Aku melamar mu


__ADS_3

Keesokan harinya


Stephen telah kembali ke Villa miliknya, di saat melangkah masuk dirinya langsung mencari keberadaan Cherry


"Stephen" suara panggilan Cherry yang baru keluar dari kamarnya


"Cherry" ucap Stephen yang menghampiri Cherry


Stephen memeluk tubuh Cherry dengan erat


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Cherry yang di pelukan Stephen


"Bukankah aku sudah di depan mata mu, dan ini tandanya aku baik-baik saja" jawab Stephen dengan senyum dan mengecup dahi Cherry


"Aku membaca berita di sana terjadi pembunuhan, sangat sadis dan sangat menakutkan" ucap Cherry


"Itu di afrika dan sekarang bukankah aku sudah pulang? jadi jangan khawatir" kata Stephen dengan mencium bibirnya Cherry


Sesaat kemudian Cherry melepaskan ciumannya


"Aku sudah menyiapkan makan siang, kita makan dulu ya" ucap Cherry


"Ayo mari kita makan" jawab Cherry dengan merangkul pundak Cherry dan berjalan ke arah ruang makan


"Stephen, aku sudah sembuh apa bisa kita kembali ke swiss?" tanya Cherry yang sedang menyantap makanannya


"Kenapa? apa kamu tidak menyukai sini?" tanya Stephen dengan menatap ke arah Cherry yang duduk di sampingnya.


"Suka, hanya saja kalau sudah sembuh aku ingin pulang" jawab Cherry


"Kita akan tinggal di sini untuk beberapa hari lagi, aku ingin menemani mu jalan-jalan dan ini adalah janji ku dari awal" ujar Stephen dengan senyum


"Boleh juga, aku ingin melihat pemandangan sini" jawab Cherry dengan senyum


"Besok aku akan membawa mu jalan-jalan, dan beli apa yang kamu suka" kata Stephen


"Aku hanya ingin melihat pemandangan kota ini saja, aku tidak butuh apa pun" jawab Cherry


"Memang gadis penghemat, tidak pernah sama sekali meminta apa pun pada ku" batin Stephen


Malam hari


Stephen berada di ruang bacanya bersama Anton

__ADS_1


"Bos, Micheal mengatakan Owen dan lainnya ingin bertemu dengan mu, selama ini mereka mogok makan" kata Anton


"Biarkan saja, jika mereka tidak sayang dengan nyawa sendiri" jawab Stephen dengan santai


"Bos, di swiss sangat gempar dengan berita King Devil dan kehilangan Owen, di setiap jalan mereka masih memasang poster King Devil" ujar Anton


"Apa pun yang terjadi mereka tidak akan bisa mendapatkan King Devil" ucap Stephen dengan yakin


"Adalagi berita di afrika.."


"Kenapa?"


"Cherry sudah mengetahuinya"


"Lalu kenapa?"


"Dia tidak menyukai pembunuhan bahkan dia mengatakan jika saja dia mengenal siapa Christian Han maka dia akan menjauhkan dirinya, apa reaksinya jika dia tahu yang sebenarnya?"


"Aku akan memilkirkan cara untuk memberitahunya nanti" ucap Stephen


Selama tinggal di jerman beberapa hari Stephen membawa Cherry mengelilingi kota itu dengan mengunakan milik mobil pribadinya


Berjalan-jalan, makan di restoran mewah dan bahkan membeli semua kebutuhan wanita, termasuk aksesoris dari Anting-anting, kalung, gelang dan cincin


"Stephen, kenapa kau membeli semua ini? aku tidak mengunakannya sama sekali" tanya Cherry yang melihat semua barang aksesoris di atas meja


"Ini adalah milik mu, aku tahu kau pasti akan menolak jika kau tahu aku membelikan untuk mu" jelas Stephen dengan memeluk Cherry dari belakang


"Kapan kamu membelinya? kenapa aku bisa tidak tahu" tanya Cherry


"Tadi siang, di saat kita berjalan-jalan aku sudah menyuruh Anton untuk membelinya di toko emas itu" jawab Stephen dengan senyum


"Tapi ini sangat mahal, seharusnya kau jangan membuang uang seperti ini" ucap Cherry


"Ini tidak seberapa bagi ku" jawab Stephen dengan mencium wajah Cherry


"Bagaimana aku memakainya? jika aku pakai ke jari ku dan leher ku maka ini sama saja memancing perampok, bagaimana jika kita kembalikan saja" ujar Cherry melepaskan pelukan Stephen dan menoleh ke arahnya


"Apa kau bercanda?" tanya Stephen dengan senyum menatap Cherry


"Tidak! aku serius, kau sudah membeli terlalu banyak barang, pakaian yang kamu beli ini terlalu banyak dan sangat boros, kau tahu jika aku tidak suka makeup jadi untuk apa kau membeli kosmestik untuk ku?" ucap Cherry


"Gadis ku memang tidak butuh makeup dan sudah cantik, aku hanya ingin membelinya untuk mu saja, karena menjadi wanita ku tidak boleh kekurangan apa pun, kau harus memiliki segalanya, dari uang, barang emas dan pakaian bermerk" jelas Stephen

__ADS_1


"Stephen, apa kau selalu saja menghamburkan uang mu?"


"Tidak juga, hanya untuk mu saja" jawab Stephen dengan senyum


"Aku tahu kau memiliki banyak uang, tapi jangan boros seperti ini lain kali, semua ini aku tidak bisa memakainya, kau tahu aku tidak tahu cara make up, lagi pula aku hanya gadis desa, semua barang mahal tidak sesuai untuk ku" ujar Cherry


"Siapa yang mengatakan jika diri mu tidak sesuai dengan barang mahal? kau sangat berharga bagi ku, jadi semua barang yang paling mahal sangat layak di gunakan oleh mu" jawab Stephen


"Apa kau akan tidak menyukai ku jika aku tidak bisa menghias diri dan mengunakan makeup? aku tidak pintar untuk berpenampilan cantik seperti wanita-wanita lainnya, apa kau akan bosan jika melihat penampilan ku yang biasa ini?" tanya Cherry dengan merasa rendah diri


"Tidak! kau tidak bisa menghias diri mu sendiri ini sama sekali tidak bermasalah bagi ku, tanpa makeup pun diri mu sudah cantik, dan tidak perlu bersusah payah untuk menghias diri seperti wanita di luar sana" jawab Stephen dengan mencium wajahnya Cherry


"Kau adalah bos besar, Stephen. jika kamu membawa ku keluar ini hanya akan membuat mereka menertawakan mu" ucap Cherry


"Sebagai wanita ku siapa yang berani menertawakan ku, gadis ku maka urusan ku bukan urusan mereka" ujar Stephen


"Sudah! jangan di pikirkan lagi, ayo cobalah pakaian yang ku pilih untuk mu" kata Stephen


"Apa aku harus mencoba semuanya?" tanya Cherry yang melihat semua tas yang berisi pakaian bermerk


"Tentu saja, karena semua ini adalah milik mu" jawab Stephen dengan senyum mesra


"Cherry, aku ada sesuatu untuk mu" ucap Stephen


"Apa?"


Stephen mengeluarkan box kecil berwarna merah dan memberikan pada Cherry


"Ini adalah?"


"Bukalah"


Cherry membuka box merah dan melihat isi dalamnya, terdapat sebuah cincin berlian yang bersinar di dalamnya


"Cincin" ucap Cherry yang melihat cincin itu


Stephen lalu melepaskan cincin dari box berwarna merah itu dan menyarungkan ke jari manis Cherry


"Ini adalah cincin lamaran ku, kau tidak bisa menolak lagi, karena sudah ku sarungkan ke jari manis mu maka kau sudah menjadi istri ku" jelas Stephen dengan senyum


"Kau melamar ku?"


"Benar, ini janji ku pada mu di saat kau terluka, setelah kau sembuh aku akan menikahi mu, kita akan kembali ke swiss untuk beberapa waktu, setelah urusan ku selesai di sana kita akan pulang ke negara asal ku" jelas Stephen

__ADS_1


__ADS_2