Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Rencana Ronald untuk melawan Stephen


__ADS_3

"Perusahaan besar ini kau anggap tidak penting? apa kau tahu satu perusahaan mu itu bisa membeli 3 desa kami, apakah orang kaya seperti diri mu semuanya sangat sombong?"


"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya saja" kata Stephen dengan santai


"Cherry"


"Hm"


"Apakah ini rumah sendiri?"


"Rumah Kakek ku, di saat kakek ku meninggal rumah ini di berikan kepada Mama ku"


"Rumah ini memiliki halaman yang cukup luas, apakah selama ini kau menanam daun-daun herbal?"


"Iya, Mama ku dari kecil sudah tahu jenis-jenis tanaman herbal karena di ajari kakek ku"


"Kehidupan sini sangat sederhana dan menyenangkan juga"


"Kalau untuk ku yang sudah biasa di sini maka di sini lebih menyenangkan dari pada kota besar" ucap Cherry


"Tapi mulai saat ini kau harus hidup di kota karena di kota ada kekasih mu" ujar Stephen menyentuh pipi Cherry


Kediaman Jhon


Alex kembali ke tempat tinggal Jhon untuk melaporkan sesuatu yang telah dia ketahui


"Tuan"


"Hm, bagaimana?" tanya Jhon yang sedang duduk di kasurnya


"Tuan, Cherry adalah putri Lionela" jawab Alex


"Apaa? dia adalah putri Lionela?" tanya Jhon dengan hampir tidak percaya


"Benar Tuan, ini tidak salah lagi, aku pergi ke rumahnya pas dia keluar dia menyapa ku, dan aku bertanya apakah itu rumah Lionela dan dia menjawab iya"jelas Alex yang sedang berdiri di ujung kasur atasannya itu


"Lalu apa kau melihat Lionela?" tanya Jhon yang masih rindu pada wanita itu


"Tuan, Lionela sudah meninggal karena sakit parah" jawab Alex dengan pelan

__ADS_1


"Meninggal? sakit parah?"


"Aku mendapat info dari tetangga sana semenjak suaminya pergi penyakit Lionela semakin parah, selama ini mereka hidup dalam kekurangan dan hanya mengandalkan obat dari racikan sendiri, hidupnya sangat menderita selama ini, dia bekerja banting tulang di saat Cherry masih kecil, setelah Cherry berusia 14 tahun dia sudah tidak sekolah dan bekerja untuk membantu Lionela" jelas Alex dengan panjang lebar


"Dasar pria brengs*k, jika aku tahu ini akhirnya di saat itu aku pasti membawanya pergi, aku tidak menyangka jika gadis itu adalah anaknya, pantas saja dia bisa mengerti tentang racun, ini adalah keturunan dari Lionela" ucap Jhon


"Tuan, mengenai Cherry apa rencana kita? apakah menangkap nya untuk membalas Paolo Capilo?" tanya Alex


"Gadis ini mampu melawan racun ku, tapi kenapa dia bisa bersama Stephen Chin? apakah dia sudah bertemu dengan Paolo?" ujar Jhon dengan penasaran


"Mungkin dirinya hanya mencari kehidupan yang lebih baik di kota, oleh sebab itu dia bekerja di sana" jelas Alex


"Stephen Chin bermusuhan dengan Ronald dan aku di pihak Ronald, semua ini adalah kebetulan sekali kami bisa bertemu dengan situasi yang saling meracuni, awalnya aku hanya ingin sampai batas ini saja, aku yakin gadis itu mampu menyingkirkan racun ku jika dia memang ada hubungan dengan Lionela ternyata rasa curigaku padanya memang tepat"


"Apakah kita akan mengunakan dia untuk melawan Paolo?"


"Tidak berguna, pria itu tidak punya hati, di saat Cherry berusia 5 tahun dia memilih meninggalkan anak dan istrinya, jadi mana mungkin dia peduli dengan gadis itu" jelas Jhon


"Jadi apa yang akan tuan lakukan?"


"Ingin melawannya tidak sulit untuk ku, aku hanya cukup mengunakan racun ku sudah bisa membunuhnya, dia bukan orang yang sulit untuk di lawan"


"Apa mungkin? pria itu menelantarkan dirinya mana mungkin dia akan menolong pria itu"


"Benar juga, tapi bagaimana pun mereka ada hubungan darah, cepat atau lambat mereka pasti saling mengakui"


"Lionela suatu penyesalan ku di saat itu aku pergi, jika di saat itu aku nekad membawa mu diri mu pasti akan benci pada ku, tapi begini jadinya diri mu hidup bersama brengs*k itu, jika saja di saat itu kau tahu akulah pria yang melakukan hubungan dengan mu di saat kau di beri obat oleh suami mu itu kau pasti akan membenci ku, aku hanya bisa diam demi ingin menyelamatkan mu dan tidak ingin ada pria lain yang menodai mu, apalagi di saat itu kau telah hamil tapi suami itu masih saja ingin menjual mu" batin Jhon


"Perusahaan Chin


"Tuan Chin, dengar kabar Stephen pergi ke desa Cherry dia sudah beberapa hari tidak di kota" kata sekretarisnya


"Meninggalkan kota? bagus sekali, aku mulai ada rencana baru" jawab Ronald dengan senyum jahat


"Maksud Tuan?"


"Cari beberapa orang untuk membuat kekacauan di desa itu dan bawa dia kehadapan ku, aku mau menyaksikannya sendiri" kata Ronald dengan yakin


"Baik Tuan, akan ku lakukan, bagaimana dengan wanita itu?"

__ADS_1


"Bunuh saja, wanita itu hanya jadi penghalang rencana ku selama ini"


"Baik Tuan"


"Stephen Chin, bagaimana pun kau telah membangunkan singa yang sedang tidur, aku ingin melihat dengan cara apa kau akan melawan ku lagi di saat beberapa anggota ku melawan mu yang hanya seorang diri" batin Ronald


Kantor Owen


Setelah seminggu lebih Owen dan lainnya telah keluar dari rumah sakit, hanya saja luka mereka masih di balut perban.


Prak.


Hentakan meja dari atasan Owen yang sedang emosi


"50 anggota kita tewas begini saja sementara orangnya masih lolos, dia hanya satu orang tapi kalian begitu ramai jumlahnya bisa begitu saja kalah darinya" bentak atasan Owen dengan kesal


"Dia adalah pembunuh profesional, dia meledakkan mobil untuk membunuh saudara kita, ini tidak bisa di elakkan" jawab Owen yang berdiri di depan atasannya itu


"Kalian sangat gagal, selama 5 tahun dia lolos dari kalian dengan begitu mudah, apa kerjaan kalian selama ini? dia bukan dewa hanya manusia biasa tapi kalian tetap gagal"


"Masalahnya dia lebih hebat dari dewa atau pun setan" jawab Jimmy dengan sengaja


"Pak, dia sangat kejam dan malam itu dia marah besar karena kita mengepungnya, dan juga dia telah menyelamatkan gadis-gadis belia yang hampir jadi budak se*k oleh para penjahat itu" lanjut Nicky


"Lalu apa aku harus berterima kasih padanya, ha..?" tanya Atasannya dengan nada tinggi


"Pak, dari pada Anda marah sama sekali tidak membuahkan hasil, bagaimana jika Anda yang turun tangan menghadapinya? aku yakin di saat itu Anda akan tahu sasaran kita ini adalah pembunuh seperti apa" ujar Owen yang menahan emosi


"Baik, aku akan turun tangan sendiri dan menangkapnya dengan tangan ku sendiri" jawab atasannya dengan yakin


"Pak, kalau Anda berhasil aku akan berhenti kerja langsung" ujar Jimmy yang keluar dari kantor atasanny itu


"Sama aku juga" lanjut Nicky yang ikuti langkah Jimmy


"Kalian?" bentak Atasannya itu dengan kesal


"Benar kata mereka, jika Anda berhasil maka kami akan berhenti, selama ini Anda hanya duduk di kantor dan menerima hasil saja, sementara kami harus pertaruhkan nyawa di luar, jika gagal kami akan di salahin jika berhasil maka hasilnya Anda yang dapat, kami juga bekerja bukan bermain-main" ketus Owen dengan kesal dan meninggalkan kantor atasannya itu


Bab selanjutnya

__ADS_1


Stephen Chin berhadapan dengan Ronald Chin


__ADS_2