Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Stephen menemui Monica


__ADS_3

"Semua aset yang ada jika di jual semua maka butuh sedikit waktu, oleh karena itu Owen dan lainnya harus lebih lama di dalam tahanan di rumah itu" ujar Anton


"Biarkan saja dia, tidak mungkin juga dia bisa tahan lapar selama ini, jika dia keras kepala ini hanya akan menyebabkan rekan lainnya ikut kelaparan" jawab Stephen


"Jika dia sudah bebas dan mengetahui kita sudah tidak berada di sini dia pasti menggila" kata Anton dengan tertawa kecil


"Dan aku sangat ingin melihatnya menggila, hanya saja di saat itu aku sudah menjadi diri ku sendiri dan semua yang di sini tidak ada hubungan lagi dengan ku" jelas Stephen


Keesokan harinya


Klek


"Stephen, Stephen" suara panggilan Cherry yang masuk ke dalam ruangan baca


"Masih pagi dia kemana ya?" gumam Cherry


Cherry mendekati meja sambil merapikan semua dokumen di atas meja yang berserakan, di saat Cherry merapikan dia melihat ke arah rekaman cctv


"Kenapa tidak berfungsi ya? apa rusak?" gumam Cherry yang coba menyetel rekaman sebelumnya


Di saat Cherry mengundurkan waktu rekamannya dan melihat kejadian yang sebelumnya membuatnya membuka mata lebar-lebar seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat di rekaman itu


"Ke..kenapa bisa begini? kakak Monica dan Stephen.." kata Cherry dengan matanya berkaca kaca


"Kakak mengatakan jika dia mencintai seorang pria sudah belasan tahun, apakah yang di maksud pria itu adalah Stephen?" gumam Cherry


Cherry melihat rekaman yang di saat Monica mendatangi kediaman Chin, di saat itu Monica yang melihat kepulangan Stephen langsung berlari dan memeluknya, tentu saja tayangan itu membuat Cherry merasakan tamparan baginya, bagaimana tidak Monica bagaikan seorang Kakak bagi dirinya sementara Stephen adalah pria yang dia cintai, akan tetapi dirinya baru mengetahui kejadian yang sebenarnya di antara mereka berdua


"Apa yang terjadi di saat aku tidak berada di sini? kenapa aku bisa begitu bodoh tidak tahu apa pun atau mencurigai apa pun, kak Monica mencintainya dan hanya menyimpan di dalam hati dan tidak ingin aku tahu bukankah ini hanya membuatnya terluka? sementara Stephen juga merahasiakannya, hanya aku saja yang bodoh tidak tahu apa pun, seharusnya aku tidak muncul di antara mereka" batin Cherry


Cherry merasa terluka di hatinya karena selama ini tidak mengetahui apa pun, dan merasa dirinya telah di bohongi serta merasa serba salah terhadap Monica yang pernah menolongnya.

__ADS_1


"Cherry" panggil Stephen yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan baca


Saat di panggil oleh Stephen, Cherry tidak menoleh ke arah suaminya itu dan hanya terdiam tanpa bersuara


"Cherry, ada apa dengan mu?" tanya Stephen yang menghampiri Cherry yang sedang berdiri di belakang kursi besarnya


"Sudah berapa lama?" tanya Cherry dengan menatap ke arah Stephen dan sambil menunjukan jarinya ke arah rekaman itu


Stephen melihat ke arah rekaman dengan membulatkan mata besarnya, selama ini Stephen merahasiakannya dengan niat ingin menjaga hati istrinya itu


"Sudah berapa lama? kau dan dia.." tanya Cherry dengan merasa sedih


"Cherry, ini tidak seperti yang kau lihat, kami tidak melakukan apa pun" jelas Stephen dengan mencoba menyakinkan istrinya


"Sudah berapa lama?" tanya Cherry dengan mengeluarkan air mata


"Cherry, aku sudah menolaknya" ucap Stephen


"Apa kakak selama ini menyukai mu? dan kau juga tahukan?"


"Kenapa selama kalian hanya diam? dan aku malah merasa aku bodoh karena tidak tahu apa-apa, kakak sangat baik padaku tapi aku malah melukainya" ujar Chery dengan merasa sedih


"Aku tidak mengatakan pada mu karena aku tidak mau kau terluka, atau salah paham, aku sudah menolaknya karena aku tidak pernah menyukainya" jawab Stephen dengan memeluk Cherry


"Tapi aku sudah melukainya selama ini, dia hanya diam dan malah mendoakan yang terbaik buat ku" ucap Cherry dengan merasa bersalah


"Cherry, ini bukan salah mu. kami tidak bersama karena aku tidak menyukainya, kami sudah lama berteman dan dia mengira jika aku adalah Stephen Chin yang aslinya, dan demi menyamar aku hanya bisa berteman dengannya, aku tidak menyangka jika dia menyukai ku, sebenarnya yang di sukainya adalah Stephen yang aslinya dan bukan aku" kata Stephen


"Bukan kamu yang dia sukai?" tanya Cherry dengan melepaskan pelukannya


"Benar, dia satu kelas dengan Stephen dulu, oleh sebab itu Monica menyukainya sudah belasan tahun, dan aku rasa aku harus mengakhiri semua ini" jelas Stephen dengan menyentuh wajahnya Cherry

__ADS_1


"Maksud mu kau ingin memberitahu dia yang sebenarnya"


"Benar, dengan begitu dia tidak akan menderita lagi, dia seharusnya melepaskan semuanya, pria yang dia cintai sudah meninggal belasan tahun yang lalu, dengan begini dia akan melepaskan semuanya" jawab Stephen


"Bukankah ini akan lebih melukainya?"


"Hanya dengan begini bisa membuatnya melupakan ku, biarlah dia kecewa akan tetapi dengan rasa kecewa dia baru bisa melupakan semua rasa sakit di hatinya dan mencari kehidupan lain, dan aku hanya menginginkan mu" jelas Stephen dengan mencium bibir Cherry


"Cherry, aku berjanji padamu apa pun yang akan terjadi aku tidak akan membiarkan wanita lain muncul di antara kita, dan tidak akan membuat mu terluka" batin Stephen


Stephen mengunjungi toko bunga untuk bertemu dengan Monica


Toko bunga


"Stephen, aku tidak menyangka hari ini kau datang mencari ku, aku mengira kau sudah marah padaku" ucap Monica dengan meletakan secangkir kopi di depan meja Stephen


"Ada yang ingin ku katakan pada mu, rahasia ini sudah tersimpan lama selama belasan tahun, dan sudah saatnya aku beritahu pada mu sebelum aku pergi" jelas Stephen


"Kau ingin pergi bersama Cherry?" tanya Monica yang duduk berhadapan dengan Stephen


"Iya. Monica, ambil ini" ucap Stephen dengan memberikan selembar foto


"Ini foto semasa kau masih muda dulu" ujar Monica yang menatap ke foto itu


"Kau salah dia bukan aku" jawab Stephen


"Apa maksud mu?" tanya Monica dengan penasaran


"Monica, yang di foto itu adalah Stephen Chin yang kau cintai selama ini dan dulunya sekelas dengan mu, sedangkan aku adalah pengantinya di perusahaan" jawab Stephen


"Stephen, kau jangan bercanda, wajah mu tidak bisa membohongi ku" ucap Monica

__ADS_1


"Kau salah Monica, wajah ku sudah membohongi semua orang, terutama Ronald Chin dia juga mengira jika aku adalah keponakannya, jadi wajah ku sudah membohongi semua orang, semua pemegang saham dan yang lainnya" jelas Stephen


"Ini tidak mungkin, di dunia ini tidak mungkin ada orang yang begitu mirip wajahnya" jawab Monica dengan tidak percaya


__ADS_2