Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Ulang tahun Stephen


__ADS_3

Keesokan harinya..


Di hari ulang tahun Stephen Chin, Ronald Chin dan Owen mendatangin kediaman milik Stephen..


Di siang itu Cherry dan Chintia menghidangkan banyak makanan kesukaan Stephen serta minuman Favoritnya, acara makan-makan itu di adakan setiap tahun, karena Stephen memang tidak suka keramaian


Semua yang datang duduk bersama sambil menyantap makanan yang telah di sajikan..


"Keponakan ku selamat ulang tahun, Paman bersulang untuk mu" ucap Ronald dengan mengajak sulang dengan Stephen


"Terima kasih Paman, karena sudah datang" balas ucapan Stephen dengan bersulang


"Stephen, giliran ku bersulang dengan mu, selamat ulang tahun" ucap Owen dengan bersulang


"Terima kasih karena sudah hadir, pak detektif" balas ucapan Stephen


"Hari ni adalah ulang tahun ku mari kita makan bersama" kata Stephen dengan senyum


"Aku tidak tahu ingin mengucapkan apa lagi, mengenai uang kau lebih banyak dari ku, jadi hidup mu tidak berkekurangan apa pun" kata Owen dengan seraya bercanda


"Hahaha...Pak detektif, anda sangat suka bercanda" jawab Stephen dengan ketawa kecil


"Cherry, ambilkan minuman untuk Paman ku dan Pak Owen" suruh Stephen dengan senyum menatap ke arah Cherry yang duduk di sampingnya


"Baik Tuan" jawab Cherry dengan menurut


Cherry menuangkan minuman ke gelas Owen dan Ronald, tentu saja minuman yang di tuangkan Cherry untuk Ronald bukanlah hanya sekedar minuman anggur biasa melainkan telah di racuni dengan cara halus.


"Tuan Ronald, Tuan Owen, silahkan" sebut Cherry dengan sopan


"Terima kasih" ucap serentak Owen dan Ronald dan saling bersulang


"Tidak tahu apakah Cherry ada mencampur racun itu ke dalam makanan bocah ini" batin Ronald yang sedang memerhatikan Cherry


"Cherry, apa bisa tolong memasakkan bubur untuk ku? belakangan ini pencernaan ku tidak begitu bagus jadi aku hanya bisa makan makanan yang mudah di cerna" pinta Ronald dengan sengaja


"Ini?" sebut Cherry dengan melihat ke arah Stephen


"Paman, jika ingin makan bubur maka aku akan menyuruh Chintia untuk memasaknya" kata Stephen dengan tatapan tajam


"Kalau begitu sangat merepotkan saja, paman ingin mencoba mencicipi masakan asisten mu ini, oleh karena itu aku ingin dia yang memasaknya" ujar Ronald


"Paman, Cherry adalah asisten ku jadi dia hanya bisa masak untuk ku saja, jika paman ingin mencicipi masakannya di meja ini semua lauk adalah Cherry yang menyediakannya" jelas Stephen dengan senyum palsu


"Baiklah! baiklah! kelihatannya kau sangat sayang sama asisten mu ini" jawab Ronald dengan ketawa kecil sambil meneguk minumannya


"Paman, jangan minum terlalu banyak. paman, ada riwayat serangan jantung" kata Stephen dengan tatapan tajam

__ADS_1


"Jantung ku baik-baik saja, jangan khawatir" jawab Ronald dengan senyum


"Baguslah kalau begitu" ucap Stephen dengan bersikap tenang


"Pak Owen, kelihatannya anda di sibukkan dengan banyak kasus belakangan ini, berita kasus pembunuhan terjadi belakangan ini ada 8 orang yang terbunuh, bagaimana hasilnya?" tanya Anton yang sambil menyantap makanannya


"8 orang? jangan-jangan mereka yang ingin menangkap ku kemarin" batin Cherry


"Benar, ini sangat meresahkan jika belum tertangkap pembunuhnya, semakin banyak yang jadi korban" ujar Owen dengan menarik nafas panjang


"Apakah kamu tahu siapa pelakunya?" tanya Stephen yang menoleh ke arah Owen


"King Devil" jawab Owen


Uhuk...uhuk...uhuk...


Suara batuk Cherry yang merasa kaget karena Owen mengetahui nama sang pembunuh tersebut..


"Cherry, makan yang pelan" kata Stephen dengan memberikan gelas berisi air kepada Cherry


"Terima kasih" ucap Cherry


"Apa ada perkembangan tentang kasus ini?" tanya Stephen dengan penasaran


"Belum ada"jawab Owen dengan singkat


"Benar, semua ini dia yang melakukannya" jawab Owen


"Tuan Owen, kenapa bisa tahu King Devil pelakunya tapi tidak bisa menangkapnya?" tanya Cherry


"Dia seperti hantu jadi mana mungkin bisa secepat itu, lagi pula belum ada yang pernah melihat wajahnya, selama ini dia hanya muncul dengan menutupi wajahnya" jelas Owen


"Kasus ini sangat rumit" lanjut Anton


Setelah selesai makan Ronald dan Owen pun meninggalkan kediaman Stephen.


"Cherry" panggil Stephen dengan suara lembut


"Iya Tuan" jawab Cherry dengan sopan


"Apa sudah kau lakukan?"


"Sudah, sebentar lagi efek racunnya akan bereaksi" jawab Cherry dengan sopan


"Bagus! aku melihat apa tindakan dia selanjutnya" ucap Stephen


Di saat perjalanan pulang Ronald merasa tubuhnya ada yang tidak beres, dengan keringat bercucuran dan wajahnya mulai memucat..

__ADS_1


"Tuan, apa anda baik-baik saja?" sopir yang sedang memerhatikan dari cermin


"Steve, aku merasa jantung ku ada masalah, segera mengantar ku ke rumah sakit"


"Baik Tuan"


"Apa karena aku terlalu banyak minum? makanya jantung ku mulai kambuh lagi" batin Ronald dengan menyentuh bagian dadanya dan merasa sakit


Owen yang telah meninggalkan Kediaman Stephen sedang mengendarai mobil menuju ke kantornya. di saat itu dia merasa aneh pada reaksi Cherry di saat mendengar nama King Devil.


"Siapa Cherry? apakah dia hanya asisten? dan sepertinya reaksinya aneh di saat mendengar nama King Devil, apakah gadis itu mengenalnya?" gumam Owen yang sambil mengendarai mobilnya


Malam hari


Cherry yang telah berada di kamarnya mengingat semula perkataan Owen mengenai kasus pembunuhan tersebut. membuatnya merasa khawatir jika King Devil di temukan oleh detektif Owen


"Ternyata dia di incar detektif itu, mudah-mudahan dia tidak apa-apa, bagaimana pun dia sudah menyelamatkan ku, kenapa aku merasa khawatir ya" gumam Cherry yang sedang tiduran di kasur dengan di tutupi selimut tebalnya


Keesokan harinya.


Ronald yang mengalami serangan jantung memaksakan dirinya harus rawat di rumah sakit.


"Dokter, katakan kenapa bisa begini? selama ini jantung ku baik-baik saja kenapa bisa tiba-tiba kambuh?"tanya Ronald sedang duduk di ranjang


"Tuan, anda ada penyakit jantung sebelumnya, oleh karena itu makanan dan minuman harus di jaga, anda tidak perbolehkan minum minuman keras" jelas Dokter yang sambil mencatat kondisi pasien


"Kapan aku bisa keluar dari rumah sakit?" tanya Ronald yang masih lemah


"Anda masih lemah, jadi harus rawat inap untuk beberapa hari, dan harus rutin melakukan pemeriksaan jantung" jawab Dokter


Tidak lama kemudian dokter itu meninggalkan kamar Ronald


"Tuan" panggil Steve yang berdiri di samping ranjang Ronald


"Steve, jangan beritahu siapa pun jika aku terkena serangan jantung, aku tidak ingin bocah itu tahu aku berada di sini" kata Ronald


"Baik Tuan" jawab Steve dengan menurut


Klek


"Tuan, apa anda baik-baik saja?" tanya Anton yang datang bersama Stephen


Mendengar suara panggilan itu Ronald menoleh ke arah pintu yang di mana suara itu berada


Saat melihat kedatangan Stephen, reaksi Ronald menjadi pucat, bagaimana tidak karena Ronald merasa aneh jika Stephen bisa begitu cepat menjumpai dirinya di rumah sakit itu


"Paman, kenapa sakit begitu parah tidak beritahu pada ku?" tanya Stephen yang duduk di kursi roda dengan di dorong oleh Anton

__ADS_1


__ADS_2