Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Cherry menyadari luka di tubuh Christian


__ADS_3

Di siang itu lima pelayan yang terlibat dengan penghinaan terhadap Cherry di panggil menghadap Christian


"Aku mengupah kalian bekerja di sini dan bukan untuk menghina istriku, apa kalian mengira kalian lebih baik darinya? apa yang sudah kalian lakukan demi orang yang kalian cintai? apa kalian berani di racun demi orang yang kalian cintai? apa kalian rela berkorban demi orang yang kalian cintai sehingga kehilangan kebebasan kalian dan hanya bisa duduk di kursi roda? kalian dengan bangganya menghina istriku, dia adalah kepala keluarga disini dan statusnya adalah bos kalian, siapa yang mengatakan aku akan menceraikannya? dan siapa yang mengatakan jika aku tidur dengan patung? siapa yang mengatakan jika aku bermain dengan wanita lain dan bosan dengan istriku?" dan siapa yang mengatakan jika istriku sudah tidak berguna? seharusnya kalian sadar diri karena mulut dan hati kalian itu terbuat hati binat*ng, sedangkan hati istriku sangat mulia terhadap suami dan anaknya, kalian akan menerima hukumannya" ketus Christian dengan kesal


"Tuan, maafkan kami, maafkan kami" ucap serentak mereka yang ketakutan


Tidak lama kemudian Anton datang bersama 5 anggota lainnya atas perintah Christian


"Bos" sapa serentak Anton dan anggotanya


"Hm...bawa mereka berlima dan potong lidah mereka" perintah Christian dengan kesal


"Siap Bos" jawab Anton


"Tuan, ampuni kami, kami sudah bersalah, kami akan meminta maaf pada nyonya, kami mohon Tuan" ucap serentak mereka berlima yang sama-sama berlutut di hadapan Christian


"Meminta maaf apa bisa mengobati lukanya? setiap ucapan yang keluar dari mulut kalian telah menusuk hatinya, selama ini aku menjaga perasaanya tapi kalian dengan begitu berani melukainya, apa kau tahu betapa sakit hatinya di saat kalian menghinanya? kalian pantas menerima hukuman, aku menghukum kalian bukan sebagai bos kalian, tapi sebagai suami dari orang yang kalian hina" bentak Christian


"Bawa pergi" perintah Christian dengan nada tegas


"Baik Bos" jawab Anton


Anton dan anggotanya lalu menarik 5 pelayan itu keluar dari ruangan kerja bosnya


Setelah mereka keluar Christian pun melangkah keluar menuju ruangan yang di mana Cherry berada


Klek


Christian melangkah masuk ke ruangan itu dan melihat istrinya tertidur dengan melipat tangan di meja, lalu dirinya pun menghampiri istrinya yang sedang ketiduran


"Semalaman kamu menangis dan tidak tidur sama sekali, tapi di hadapan ku kau masih berpura-pura tegar, apakah hatimu masih sakit? sehingga di saat tidur saja wajahmu kelihatan sangat sedih" batin Christian


Christian lalu mengendong istrinya itu masuk ke kamar yang di mana Aaron sedang tertidur pulas, setelah menidurkan istrinya dengan perlahan Christian pun berbaring di samping dan memeluknya dengan sambil menahan sakit di tubuhnya yang masih terluka


"Begitu mengantuk sehingga tidak sadar jika aku memindahkanmu, selama seminggu aku tidak berani memeluk mu karena aku takut kau khawatir, tapi aku sudah salah justru karena ini membuat mu semakin terluka, karena kondisi mu sangat rapuh dan tentu kamu mengira jika aku sudah memiliki wanita lain" batin Christian


Cherry yang sedang ketiduran tidak menyadari jika dirinya tidur didalam pelukan suaminya

__ADS_1


Sore hari


Setelah tidur selama beberapa jam Cherry akhirnya membuka matanya dan melihat Christian yang tidur dengan sambil memeluknya


"Kenapa aku bisa tidur di sini? apa mungkin Christian mengendongku? tidak mungkin, bukannya dia sedang ingin menjauh dariku jadi mana mungkin dia yang mengendongku, aku pasti sudah mengigau, lebih baik aku jauhkan diri sebelum dia bangun" batin Cherry


Cherry yang ingin menjauhkan posisi tidurnya dari Christian dirinya langsung di peluk dengan erat oleh suaminya itu


"Hah...." jeritan Cherry yang di kejutkan oleh Christian


"Setelah menjadikan tubuhku sebagai bantalmu kau ingin pergi begitu saja" ucap Christian dengan memeluk Cherry dengan kuat


"Aku juga tidak tahu kenapa bisa tidur di sini, aku bukan sengaja"


"Sengaja atau tidak kau harus menerima hukumanku" kata Christian


"Hu..hukuman? aku tidak bersalah kenapa menghukumku?" ujar Cherry yang ingin bangkit dari tidurnya akan tetapi di tindih oleh Christian


"Hah...Christian apa yang kau lakukan? jika Aaron melihatnya ini tidak baik" ucap Cherry yang tidak bisa bergerak karena di tindih oleh suaminya


"Cherry, aku merindukanmu" ucap Christian dengan mencium bibir istrinya


"Salah orang? kau istriku kan? jika iya maka aku tidak salah mengenal orang" kata Christian dengan melanjutkan ciumannya


"Kenapa dia tiba-tiba aneh? sebenarnya apa yang ada di pikirannya?" batin Cherry


"Kenapa kau tidak membalas ciumanku?" tanya Christian yang melepaskan ciumannya


"Apa kau bisa bangun? jangan bercanda lagi, nanti Aaron terbangun"


"Apa kau takut dia terbangun?"


"Iya, jadi jangan main lagi! cepat bangun!" ujar Cherry


Christian lalu bangkit dari tubuh Cherry dan kemudian mengendongnya menuju ke kamar sebelah


"Christian, kenapa kau membawa ku ke sini?" tanya Cherry yang di gendongan Christian

__ADS_1


"Karena aku mau selesaikan dulu yang belum kita selesaikan tadi" jawab Christian dengan menidurkan istrinya dan lanjut dengan ciumannya


"Christian, apa kau bisa katakan padaku, ada apa denganmu?" tanya Cherry yang merasa heran


"Sudah seminggu aku tidak menciummu, jadi hari ini aku ingin melahap bibirmu sampai aku puas" jawab Christian dengan melanjutkan ciumannya


Christian mencium istrinya dalam waktu yang cukup lama, Cherry yang merasa heran dengan sikap suaminya yang tiba-tiba berubah hanya bisa pasrah suaminya yang sedang merasakan bibir tipisnya itu


Di saat Cherry menyentuh tubuh suaminya dirinya langsung melepaskan ciumannya


"Christian"


"Ada apa?" tanya Christian dengan menatap Cherry yang masih di bawahnya


"Tubuhmu kenapa seperti ada sesuatu?" tanya Cherry dengan heran


Cherry lalu membuka kancing kemeja yang dikenakan oleh Christian, di saat terbuka kemeja bagian depannya menampakan balutan tebal perban di seluruh tubuh suaminya


"I-ini kenapa bisa begini? apa kau terluka?" tanya Cherry yang di kejutkan balutan itu


Christian menatap istrinya dengan matanya berkaca kaca karena reaksi istrinya yang khawatir dan merasa cemas, karena di dalam lubuk hati yang dalam Christian merasakan nyaman dan terharu atas keperdulian Cherry terhadap dirinya


"Christian katakan kenapa bisa begini?" tanya Cherry yang bangkit dari tidur dan duduk berhadapan dengan Christian


"Luka ini sudah mulai sembuh, dan tidak sakit lagi" jawab Christian menyembunyikan kebenarannya padahal dirinya masih merasakan sakit dibagian tubuhnya


"Kapan? kenapa aku bisa tidak tahu?" tanya Cherry dengan khawatir


"Gadisku, ini sudah seminggu jadi sakitnya sudah berkurang, dan sekarang baik-baik saja" jawab Christian dengan senyum


"Seminggu? apa yang terjadi di saat itu?"


"Aku melawan dengan musuh yang mencari masalah denganku"


"Apa lukanya di seluruh tubuhmu? sehingga di balut semuanya?"


"Iya, luka tusukan dan tembakan"

__ADS_1


"Kenapa kau menyembunyikan dariku?"tanya Cherry dengan cemas


"Jika kau tahu kau pasti akan khawatir lagi kan" jawab Christian dengan menyentuh wajah istrinya


__ADS_2