
"Kau adalah bos mereka, yang beraninya datang ke wilayahku?" tanya Christian dengan menodong senjata ke arah dua orang musuhnya yang sudah terluka dan bergeletak di hadapannya
"Kau siapa sebenarnya?" tanya pria itu yang sedang menahan sakit
"Kau beraninya datang ke sini tapi kau tidak tahu siapa aku sebenarnya" jawab Christian dengan tatapan aura membunuh
"Jika kau tidak tahu maka aku akan memberitahumu, di sini adalah wilayah ular cobra" kata Micheal
"A..apa? ular cobra?"ucapnya dengan ketakutan
"Kau bisa datang ke sini dengan berniat ingin merebut wilayah kami, tapi kau malah tidak tahu wilayah ini milik siapa" ketua Anton sambil menendang perut pria itu
Bruk...bruk..
"Aaaarrhhhh" jeritan pria itu yang kesakitan
"Aku hanya tahu jika di sini ada yang melakukan transaksi narkoba tapi aku tidak tahu jika tempat ini adalah milik ular cobra" jelasnya dengan tidak berdaya
"Tahu atau tidak kau sudah melakukan kesalahan besar, aku tidak akan membalas jika tidak ada yang menganggu ku" ucap Christian
"Apa kau adalah Christian Han?" tanya pria itu yang melihat ke arah Christian
"Benar, aku adalah Christian Han, dan kau telah masuk ke sarang ku" gertak Christian dengan kesal
"Maafkan kami, kami tidak tahu jika tempat ini milik Anda"pinta dua pria itu dengan ketakutan
"Maaf? apa mungkin bisa ada maaf setelah kau menyerang wilayahku" gertak Christian
"Semua anggotaku sudah tewas di tanganmu, dan hanya sisa kami berdua"
"Bukan hanya nyawa mereka semua, tapi nyawa kalian juga yang ku inginkan" jawab Christian dengan mengeluarkan rokoknya
"Tuan Han, ampuni kami. kami bisa jadi anggota mu kami akan melakukan apa saja untuk mu" pinta pria itu yang tak berdaya
"Aku tidak butuh kalian berdua, ular cobra sudah banyak dengan saudara ku, jadi aku tidak butuh orang lemah seperti kalian" ucap Christian
"Micheal, tenggelamkan mereka berdua" perintah Christian
__ADS_1
"Siap Bos" jawab serentak Micheal dan anggota lainnya
Micheal dan anggotanya mengikat ke dua tangan dua pria itu ke belakang dan mengikat kaki mereka dan kemudian mengangkat dua musuhnya itu berjalan menuju tepi pelabuhan
"Tolong..Tuan Han, jangan membunuh kami" teriak mereka yang berusaha meronta
Micheal dan anggota lainnya melemparkan mereka ke laut
"Aaaargghhttt" teriakan serentak mereka yang di lempar dalam kondisi terikat kaki dan tangannya
Plung....plung...
"Lempar semua sampah ini ke laut" perintah Christian yang melihat semua jasad yang berserakan di pelabuhannya
"Siap Bos" jawab mereka dengan serentak
Anton yang berniat menyalakan mancis untuk Christian yang ingin merokok akan tetapi di hadang oleh bosnya itu
"Ambil" kata Christian yang menyerahkan rokoknya miliknya kepada Anton
"Bos, kenapa?" tanya Anton dengan heran
"Baik Bos" jawab Anton dan Victor dengan binggung, tidak biasanya Christian akan berhenti merokok karena sudah dari dulunya bosnya itu tiada hari tanpa merokok
"Bos, jika di sini boleh saja merokok karena nyonya tidak ada di sini" ucap Victor
"Aku mau berhenti mulai hari ini. Anton, besok ke rumah ku dan bawa pergi semua rokok ku dan bagikan ke semua saudara kita" perintah Christian dan berjalan menuju ke mobilnya
"Ba..baik" jawab Anton dengan kebinggunan
"Kelihatannya nyonya mampu mengubah kebiasaan bos, selama ini tidak ada yang bisa melarang apa yang di inginkan bos, dari merokok dan minuman keras, dua ini adalah kegemaran bos selama ini" batin Anton
"Bos, sekarang kita ingin kemana?" tanya Anton yang masuk ke dalam mobil
"Pulang, waktu ku sisa 5 menit 30 detik" jawab Christian yang duduk di belakangnya
"Ha, ada apa Bos?" tanya Anton sambil menghidupkan mesin mobilnya
__ADS_1
"Karena aku berjanji satu jam sudah pulang ke rumah, dan ini sudah mau satu jam" jawab Christian dengan duduk bersandar
"Nyonya tidak akan marah jika lewat sedikit"
"kau sudah melihatkan di saat dia marah? itu lebih menakutkan daripada baku tembak, aku bisa membunuh siapa saja yang mencari masalah dengan ku, tapi dengan istri ku aku harus mengunakan kesabaran ku untuk memujuknya, itu pun masih gagal. karena Cherry tidak bisa di suap dengan barang bermerk" jelas Christian
"Bos, kelihatannya Anda sangat mencintainya? apakah pernikahan ini bahagia?"
"Tentu saja bahagia, bisa hidup bersama dengan wanita yang kita cintai. Anton, carikan aku Villa mewah di perancis, tapi di pulaunya"
"Hah...kenapa di pulau?"
"Ini adalah permintaan Cherry, dia hanya ingin hidup sederhana dan aku sebagai suaminya ingin mengabulkan keinginannya"
"Tapi di pulau itu bukankah agak sepi?"
"Cari pulau yang nyaman dan beli saja jika ada yang punya, dan kemudian kita dirikan saja Villa yang mewah di sana jangan lupa buat halaman luas karena Cherry sangat suka menanam tanaman herbal, dan dirikan markas untuk saudara kita, walau pindah ke sana tetap harus di jaga ketat tempat tinggal kami, karena yang ku cemaskan hanya lah Cherry saja"
"Baik Bos" jawab Anton
"Kenapa bos seperti berubah menjadi orang lain saja, apa pun yang di inginkan nyonya pasti dia lakukan, beli satu pulau? itu bukan harga yang murah bisa mencapai miliaran dollar sama dirikan Villa, nominal ini memang tidak seberapa bagi bos yang hartanya sudah berlimpah, tapi ini pertama kalinya untuk bos rela mengeluarkan banyak uang hanya untuk membuat nyonya senang" batin Anton
Setelah tidak lama kemudian Christian tiba di depan rumah
Sementara Cherry yang tadinya sama sekali tidak bisa memejamkan matanya, dia hanya duduk bersandar di kasur sambil menunggu kepulangan Christian, rasa khawatir melanda dirinya hanya saja dia tidak mengatakan pada suaminya itu
"Christian adalah pengedar terbesar, setiap dia keluar mudah-mudahan tidak ada yang mengenalnya, aku benar-benar tidak ingin melihatnya ada masalah, setiap hari aku harus takut dan aku lebih memilih diam, dia sudah lama di bisnis ini jadi aku tidak bisa lagi menghalangnya, aku tidak mau dia kesal denganku oleh karena itu aku tidak bisa mengutarakan pikiran ku" batin Cherry
Klek
"Cherry" Suara panggilan Christian yang baru masuk ke kamarnya
"Christian, kau sudah pulang" balas ucapan Cherry dengan senang
"Sudah malam, kenapa istri ku tidak tidur?" tanya Christian sambil melepaskan jas panjangnya dan menghampiri Cherry
"Aku tidak mengantuk makanya tidak bisa tidur" jawab Cherry dengan alasan
__ADS_1
"Kalau begitu aku akan menemani mu tidur, aku ganti pakaian dulu" ujar Christian dengan mengecup dahi istrinya dan kemudian dia pun melepaskan semua pakaian yang dia kenakan tadi