Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Jual aset


__ADS_3

Setelah di kamar Stephen menemani Cherry tidur di siang itu, setelah Cherry ketiduran Stephen pun keluar dari kamarnya dan berkumpul dengan Anton di ruangan bacanya


"Bos, semua ini adalah koran mengenai pencarian bos dan Owen" kata Anton dengan menunjukan koran-koran yang di meja itu


"Sangat menghebohkan" ujar Stephen dengan senyum melihat koran tersebut


"Semenjak kejadian di kantor mereka, mereka melakukan pencarian besar-besaran karena ini telah memalukan buat mereka, berita itu tersebar dan menjadi buah bibir masyarakat, tentu saja di mata mereka ini sangat mengecewakan, kumpulan detektif ada yang di bunuh dan kantor mereka di hancurkan, ini menjadi bahan tawaan" jelas Anton


"Bos, apa kita akan membunuh mereka?" tanya Anton yang melihat ke arah Stephen


"Aku tidak berniat membunuh mereka, mereka tidak serakah dan tidak egois, beda dengan Andy dan Jorge" jawab Stephen dengan sambil meneguk minumannya


"Apakah kita akan melepaskan mereka begitu saja?"


"Tentu saja tidak, biarkan mereka di dalam rumah itu dulu, aku yakin jika di saat itu kita melepaskan mereka si Owen itu pasti akan marah besar, karena aku tidak mau bertemu dengannya" ujar Stephen dengan senyum


"Apakah akan baik-baik saja? karena dia sudah tahu jika Anda adalah King Devil"


"Biarkan saja, lagi pula hanya berdasarkan nama King Devil dan Stephen Chin dia tidak bisa mencari jejak ku, karena dia tidak tahu siapa identitas ku yang aslinya" jawab Stephen dengan santai


"Apa maksud Anda adalah ingin meninggalkan sini tanpa bertemu dengannya dulu?"


"Untuk apa bertemu dengannya? jika aku tidak berniat membunuhnya maka tidak perlu lagi bertemu dengannya"


"Dan aku yakin Owen pasti akan marah besar, dia sangat ingin bertemu dengan Bos selama ini, sehingga dia mogok makan karena merasa merasa marah" ucap Anton


"Biarkan saja, mereka hanyalah sekumpulan semut bagi ku, lagi pula sudah cukup bagi ku bermain dengan mereka selama ini, sudah waktunya aku kembali ke hidup ku, aku sudah menikah aku tidak mau lagi menjadi King Devil, atau pun Stephen Chin, aku ingin mengunakan identitas ku sendiri untuk menjalani kehidupan ku bersama istri ku" jelas Stephen


"Bagaimana dengan Jhon? dia masih di desa?"


"Cherry pasti ingin bertemu dengan ayahnya, jadi sebelum ke san fransisco kami akan ke desa dulu"


"Baik Bos, dan mengenai perusahaan ini bagaimana kita mengurusnya? jika Owen telah di bebaskan apakah dia akan mempersulitkan perusahaan atau rumah ini?"


"Dia tidak bisa melakukannya, karena bisnis perusahaan adalah halal, semua harta milik Stephen dia tidak bisa sita, sudah sekian lama aku di sini, lagi pula Stephen yang dulu tidak memiliki siapa pun, dan aku ingin berubah rencana"


"Berubah rencana? maksud Bos adalah?"

__ADS_1


"Jual perusahaannya dan semua asetnya, dan semua uang yang ku dapatkan dari perusahaan bagi ke masyarakat yang memerlukannya, banyak orang-orang yang di luar sana hidup dalam kekurangan, banyak yang berpenyakitan, anak-anak tidak sekolah dan banyak lagi yang tidak punya tempat tinggal, semua harta ku dari perusahaan bisa untuk membantu mereka, agar mereka mendapatkan kehidupan yang lebih layak" jelas Stephen Chin


"Aku mengerti, Bos"


"Mulai besok jual perusahaan Chin, anggap saja Stephen yang dulu melakukan amal karena semua ini memang miliknya" ucap Stephen


"Stephen Chin, aku hanya bisa menjual semua barang milik mu, karena kau tidak memiliki sesiapa pun oleh karena itu aku hanya bisa melakukan seperti ini, tugas ku sudah selesai, dan sudah waktunya aku kembali kehidupan ku, aku akan mengunakan nama mu untuk membantu mereka " batin Stephen


Keesokan harinya


"Haa....rumah besar ini akan di jual? bukankah sayang jika di jual? kenapa kau melakukannya?" tanya Cherry yang sedang bersarapan bersama Stephen


"Kita akan meninggalkan swiss dalam waktu dekat jadi semua aset milik Stephen akan ku beri kepada yang lebih memerlukannya" jelas Stephen dengan senyum


"Iya juga, hanya agak di sayang kan jika sampai di jual ke orang lain' jawab Cherry


"Cherry"


"Iya"


"Apa kamu menyukai rumah ini?"


'Jika kau menyukai model rumah seperti ini aku bisa membangun rumah yang sama modelnya dengan ini di san fransisco" ucap Stephen


"Jangan...itu tidak perlu" jawab Cherry


"Berarti tanaman di halaman terpaksa di biarkan begitu saja" kata Cherry sambil menyantap makanannya


"Apakah maksud mu adalah tanaman herbal yang kau tanam sebelumnya?" tanya Stephen


"Iya"


"Jika kau suka kau bisa juga melakukannya di rumah sana nanti, Villa ku memiliki halaman besar, tanam saja apa yang kau suka" ujar Stephen dengan senyum


"Iya, baiklah"


Setelah beberapa jam kemudian

__ADS_1


Cherry berada di halaman sambil melihat tanaman daun herbal yang dia tanam


sebelumnya dan bunga-bunga yang menghiasi halaman itu


"Bunganya cantik, aku merindukan kakak Monica, dulu jika bukan kakak yang membantu ku dan memberikan ku tempat tinggal maka aku tidak tahu bagaimana aku harus menjalankan hidup ku di kota besar ini, sebelum aku pergi aku ingin bertemu dengannya dulu" gumam Cherry


Di siang itu Cherry pergi ke toko bunga untuk menemui Monica yang telah di anggap sebagai kakaknya selama ini


Toko bunga


"Kakak" sapa Cherry yang melangkah masuk ke toko bunga


"Cherry, sudah lama kau tidak datang, aku mengira kau sudah melupakan ku" ucap Monica yang menghampiri Cherry dan memeluknya dengan erat


"Kakak, aku merindukan mu"


"Aku juga, semenjak diri mu pergi kita tidak bertemu lagi" kata Monica dengan melepaskan pelukannya


"Banyak yang sudah terjadi, dan aku sudah bertemu dengan papa ku" jelas Cherry


"Benarkah? ini bagus sekali. ceritakan pada ku apa saja yang sudah terjadi pada mu selama ini" kata Monica dengan memegang tangan Cherry ke ruangan kerjanya


Cherry menceritakan semua yang dia alami selama ini


"Aku tidak menyangka begitu banyak yang terjadi pada diri mu, keluarga Paolo sangat jahat, dia bukan papa mu tapi dia melakukan hal seperti ini pada mu" kata Monica


"Benar, Kak"


"Kakak ada mendengar beritanya, mereka bangkrut, foto Sonnia tersebar dan ini sangat mempergaruhi perusahaannya, sehingga mereka kehilangan segala-gala nya dalam sesaat" ujar Monica


"Ini adalah balasan mereka yang sudah melukai mama ku, dan aku senang jika dia bukan papa ku" ucap Cherry dengan senyum


"Cherry, selamat untuk mu, tidak sia-sia perjalanan mu ke kota, semua pergorbanan mu telah membuahkan hasil" ucap Monica dengan senyum


"Kakak, sebenarnya kedatangan ku di sini ingin pamit dengan mu" kata Cherry dengan merasa berat


"Pamit? Cherry, kau ingin kemana?"

__ADS_1


"Aku ingin pulang ke desa menemani papa ku" jawab Cherry


__ADS_2