
"King Devil, kau tidak akan terlepas dari hukuman, karena kau telah banyak membunuh orang dan malam ini kau juga membunuh semua anggota detektif" ucap Owen yang tidak bisa melawan
"Detektif Owen, kau harus tahu kenapa aku membunuh orang, semua yang ku bunuh adalah orang yang pantas mati, seharusnya ini adalah tanggung jawab kalian untuk membunuhnya, tapi karena kegagalan kalian melindungi masyarakat oleh karena itu aku harus membunuh sampah masyarakat seperti mereka, di saat mereka dalam bahaya kalian ada di mana? kalian sedang duduk bersantai di kantor sambil bergoyang kaki, dan akulah yang selamatkan mereka, sementara kalian hanya tahu ingin mengincar ku" jelas King Devil dengan penuh emosi
"Mengenai semua anggota mu yang telah tewas malam ini, ini juga salah mu, kau berani mengunakan mereka untuk menangkap ku dan kau telah lupa jika aku adalah pembunuh yang tanpa menutup mata dan aku tidak akan ragu untuk membasmi mereka semua, kalian memang sekelompok manusia yang gagal" ucap King Devil yang ingin melepaskan tembakan
"Apa yang kau ingin lakukan?" teriak Jimmy
Dor...dor....dor...dor...dor....dor...dor...dor..
Tembakan King Devil yang mengena bagian kaki Owen dan Jimmy lainnya
"Aarrgghtttt" teriakan serentak Owen dan 7 anak buahnya, tidak lama kemudian mereka pingsan dengan kaki yang mengeluarkan banyak darah
"Aku sudah melepaskan kalian tapi kalian masih saja ingin mengincar ku" gumam King Devil yang menyimpan kembali senjatanya
"Jika bukan karena kau adalah anggota detektif maka kalian pasti sudah mati di tangan ku dari awal, aku paling benci di ganggu, jika kau tidak bisa melindungi masyarakat maka apa gunanya kau menjadi detektif" batin King Devil dengan meninggalkan mereka semua
Beberapa hari kemudian
Kediaman Chin
"Bagaimana dengan transaksi jual beli di meksiko? aku mendengar ada sedikit kesulitan" tanya Stephen yang berada di ruangan rahasia bersama Anton
"Tuan, ada beberapa orang yang tidak di kenali sedang mengintai anggota kita, oleh karena itu mereka hentikan transaksinya" jawab Anton
"Selidiki siapa mereka? bagi yang menghalang kita bunuh saja, cari sampai dapat sarang mereka" perintah Stephen dengan tegas
"Baik Tuan" jawab Anton dengan menurut
Tidak lama kemudian nada dering masuk ke handphone milik Stephen
"Hallo" jawab Stephen yang menerima panggilan itu
"Hallo Stephen, apa ada waktu makan bersama?" tanya Monica yang di seberang sana
"Baiklah" jawab Stephen dengan singkat
Sebuah restoran
"Kelihatannya kau sangat sibuk, belakangan ini kau kelihatan kurus, apa ada masalah di perusahaan mu?" tanya Monica yang sedang duduk berhadapan dengan Stephen
__ADS_1
"Iya, kau juga tahu aku harus menghadapi sekelompok orang tidak berguna di perusahaan itu" jawab Stephen dengan sambil menyantap makanannya
"Tiga tahun lalu di saat kecelakaan kau berpura-pura lumpuh untuk mengelabui mereka dan kau berhasil, banyak pemegang saham telah di usir oleh mu, jadi mana mungkin masih ada yang berani melawan mu"
"Sikap manusia yang serakah tidak bisa di basmi sekaligus"
"Maksud mu Paman mu itu? apa dia masih belum menghentikan niatnya?"
"Sebelum mendapatkan posisi ku dia tidak akan berhenti" jawab Stephen dengan cuek
"Tadinya aku malah mengira kau rindu padanya, oleh karena itu kau jadi kurus" kata Monica dengan seraya bercanda
"Dia akan kembali setelah urusannya selesai" jawab Stephen yang belum tahu kebenarannya
"Bagaimana jika dia memilih menetap di desanya?" tanya Monica dengan penasaran
"Maka aku akan membawanya kembali"
"Tapi dia bukan karyawan yang ada ikatan kontrak dengan mu, bukankah aneh jika kau memaksanya"
"Karena dia harus di sisi ku" jawab Stephen dengan nada tegas
"Kau mencintainya?"
"Jika kau tidak mencintainya mana mungkin kau menginginkan dia di sisi mu, ini bukan sifat mu, tapi apakah kau yakin jika dia memang yang kau inginkan?"
"Apa maksud mu?"
"Aku hanya ingin tahu, Cherry sudah seperti adik ku, apa kau tahu dia mengunakan cara apa untuk ke kota?"
"Bukankah menaiki bus? karena perjalanan sangat jauh"
"Dia berjalan kaki dari desa ke kota, dia hanya bergantung dengan uang yang tidak seberapa untuk mengisi perutnya, untuk inap malam dia singgah ke warung di tepi jalan sebagai ganti dia menjaga warung mereka dan membantu jualan, uang yang dia miliki untuk ke kota adalah hasil dari jual barang perabotan rumahnya, dia hanya bisa beli kue dan roti untuk mengisi perutnya, suatu hari di saat asma ku kambuh aku menghentikan mobil dan dialah yang menyelamatkan ku, dan aku langsung membawanya ke toko ku, mulai dari hari itu aku telah menganggapnya sebagai adik ku" jelas Monica dengan panjang lebar
"Dia tidak pernah mengatakan jika hidupnya begitu pahit" ucap Stephen yang merasa sakit dengan kehidupan gadis itu
" Oleh sebab itu aku tentu saja berharap dia bisa mendapatkan pria yang baik, oleh karena itu aku hanya ingin memastikan apakah kau mencintainya sebagai pasangan seumur hidup atau kau hanya terobsesi semata?"
"Selama hidup ku aku tidak pernah mencintai atau terobsesi pada siapa pun, dan Cherry sangat setia aku menyukai sifat setianya itu" jelas Stephen dengan merindukan gadis itu
"Jika dia tidak ingin kembali kau ingin mengunakan cara apa untuk membawanya? tidak mungkin kau ingin memaksanya kan?"
__ADS_1
"Tentu aku ada cara tersendiri"
"Apa kau akan menikahinya langsung?"
"Tidak! ini belum waktunya, tapi dia adalah wanita satu-satunya yang akan ku nikahi di suatu saat" jawab Stephen yang bangkit dari tempat duduknya.
"Sebelum gadis itu mengetahui identitas ku, aku belum bisa menikahinya, tapi apa pun yang terjadi ke depannya aku akan tetap menahannya di sisi ku" batin Stephen
"Hari ini biarkan aku mentraktir mu karena jika bukan diri mu maka mungkin aku belum bisa menemukan gadis yang bisa menarik perhatian ku" ucap Stephen yang kemudian meninggalkan Monica
"Betul dugaan ku, kau pasti akan jatuh cinta padanya, tapi Cherry mengatakan tidak akan kembali, apa yang harus ku lakukan" batin Monica yang sedang berpikir sejenak
"Cherry maaf" gumam Monica yang bangkit dari tempat duduknya dan mengejar langkah Stephen
"Stephen" teriak Monica yang berlari keluar dari restoran itu
"Stephen sebentar, ada yang ingin ku katakan pada mu" kata Monica yang menghampiri Stephen
"Ada apa?" tanya Stephen yang berada dekat di mobilnya
"Stephen, Cherry dia tidak akan kembali lagi, dia memberitahu ku di saat kemarin dia datang ke toko ku, dia menyuruh ku jangan memberitahu mu"
"Apa yang kau katakan dia tidak akan kembali?" tanya Stephen dengan raut wajah tidak senang.
"Iya, aku tidak tahu alasannya apa, dia hanya mengatakan dia rindu sama kampung halamannya dan tidak ingin kembali lagi ke sini" jelas Monica
Mendengar perkataan Monica, Stephen merasa kesal dengan mengepal ke dua tangannya.
"Apakah kau berencana mengkhianati ku" batin Stephen yang berpaling ke arah mobilnya dengan berniat menemui Cherry ke desanya
Di saat Stephen ingin masuk ke mobilnya tiba-tiba muncul seorang pria yang membuat Stephen menghentikan langkahnya
"Jika dia bernasib baik maka dia akan hidup, tapi jika dia gagal maka anda harus merelakan dia" ujar Jhon dengan senyum jahat
"Apa maksud mu?" tanya Stephen dengan menoleh ke arah pria itu dengan tatapan tajam
"Kami taruhan dengan cara saling meracuni, jika dia bisa menyingkirkan racun dari dalam tubuhnya selama sebulan ini maka dia menang, tetapi jika dia gagal maka dia akan mati"
"Kenapa kau mengajak taruhan dengannya?"
"Jika dia menolak maka aku akan mengincar mu tapi jika dia menerima tantangan ku maka ini hanya urusan ku dan dia" jawab Jhon
__ADS_1
"Kau mengunakan ku untuk mengancamnya?" tanya Stephen dengan kesal
"Benar! dia sangat setia kepada mu, sangat sulit untuk mencari wanita yang setia seperti dirinya"