Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Perdebatan Owen dan Jorge


__ADS_3

"Bukankah kau ingin mengoda istri ku? maka aku harus mengoreng mu selagi aku masih hidup" ujar Christian dengan sengaja menakuti Thomas


"Jangan macam-macam dengan ku, aku adalah pengacara" teriak Thomas


"Kenapa memangnya kalau kau adalah pengacara? kau ada di rumah ku sekarang siapa pun tidak bisa menyelamatkan mu' ujar Christian yang masih mengenggam kuat bagian tengkuk temannya


"Sudah waktunya makan siang, jangan bermain lagi, ayo kita masuk makan bersama" ajak Cherry dengan tertawa


"Kalau bukan karena istri ku maka jangan berharap aku bisa melepaskan mu" ujar Christian dengan melepaskan tangannya


"Kau keterlaluan, untung saja kakak ipar ku baik" kata Thomas dengan kesal


"Cepat katakan ada apa mencari ku?" tanya Christian sambil menyantap makanan


"Belakangan ini ada berita di brunei sesama bidang dengan mu di sita semua barangnya, dan namanya adalah Surquis dan menjadi buronan, tapi hari ini malah di gemparkan jasadnya di gantung di atas pohon hias di jalan besar kota ini" jawab Thomas sambil mengunyah makanaannya


"Lalu untuk apa kau kemari mencari ku?"


'Jangan mengatakan jika kau adalah pelakunya' ujar Thomas


"Apa kau pernah melihat ku mengunakan cara ini untuk menyiksa musuh ku? untuk apa aku harus menghabiskan waktu ku hanya untuk mengantungkan tubuh yang sudah tidak bernyawa di atas pohon?"


"Benar juga, ini bukan cara mu"


"Hanya karena ini kau mencari ku?" tanya Christian dengan sambil mengambilkan lauk untuk istrinya


"Tidak, sambil jalan-jalan juga, dia warga singapura, semua barangnya di sita di brunei dan dia tewas di san fransisco, aku tidak habis pikir kenapa dia bisa ada di sini dan cara matinya juga tidak wajar, orang gila mana yang membunuhnya dan kemudian gantung di atas pohon" ucap Thomas tanpa berhenti


"Sebaiknya kau makan saja, lagi pula ini bukan bagian dari tugas mu" kata Anton


"Aku hanya penasaran apa dia mati di tangan mu?" ujar Thomas dengan melihat ke arah Christian


"Jika aku bilang iya apa kau percaya?" jawab Christian


"Bisa percaya juga, karena kau sangat gila" ucap Thomas dengan sambil menyantap makanannya


"Sehabis makan bagus kau lenyap langsung dari pandangan ku" kecam Christian


"Kenapa mengusir ku terus? apa kau takut istri mu ini akan jatuh cinta pada ku?"

__ADS_1


"Jika kau masih mau lidah mu aku sarankan bagus kau diam saja" gertak Christian yang kesal dengan temannya itu


"Kau ini tidak bisa bercanda, bagaimana pun aku adalah pengacara"


"Lalu mengapa jika kau adalah pengacara? apa aku harus takut pada mu?"


"Tentu saja kau tidak takut, siapa yang bisa melawan mu si iblis ini" jawab Thomas


Setelah selesai makan siang Thomas pun pergi meninggalkan mansion Christian


Tuk...tuk...tuk..


Bunyi ketukan pintu dari Cherry yang berdiri di luar pintu ruangan baca


"Masuk" sahut Christian yang sedang di dalam ruangan itu


Klek


"Christian, apa aku boleh masuk?" tanya Cherry yang berdiri di dekat pintu


"Masuk saja sayang, tidak perlu meminta izin pada ku, ini adalah rumah mu" jawab Christian dengan senyum menatap istrinya


Cherry menghampiri suaminya yang sedang duduk di kursi besarnya itu


"Cherry, mari duduk sini" ucap Christian dengan menarik lengan Cherry dan duduk di pangkuannya


"Ada apa? kenapa sepertinya kau tidak gembira?" tanya Christian dengan mencium wajah istrinya


"Apa benar di berita itu apa ada hubungannya dengan mu?" tanya Cherry


"Tidak, aku tidak mengenalnya" jawab Christian dengan menyembunyikan kebenaran


"Kenapa bertanya seperti itu?" tanya Christian


"Aku hanya berharap kau jangan membunuh lagi" jawab Cherry


"Aku tidak melakukannya, sayang. percaya pada ku" jawab Christian dengan senyum


"Apa kau bisa berjanji jangan mengunakan tangan mu untuk membunuh orang lagi, aku tidak mau jika kita sudah memiliki anak nanti tangan mu masih di kotori darah orang lain" ujar Cherry dengan khawatir

__ADS_1


"Aku berjanji padamu, aku hanya akan mengunakan tangan ku untuk menjaga dan melindungi istri dan anak ku" jawab Christian dengan mencium bibirnya Cherry


"Apa kau tidak berbohong pada ku?"


"Tentu saja tidak" jawab Christian dengan memeluk erat pinggang istrinya


"Berjanji pada ku, gunakan tangan mu untuk menjaga keluarga mu dan jangan membunuh lagi, aku tidak mau melihat tangan mu bersimbah darah"


"Aku berjanji pada mu, Cherry. jangan khawatir, lagi pula aku hanya di rumah bersama mu, aku juga tidak kemana-mana, jadi kau bisa lihat jika tangan ku tidak membunuh siapa pun" ucap Christian dengan senyum


"Aku percaya pada mu" kata Cherry dengan senyum


"Istri ku sangat baik" ucap Christian dengan mencium bibirnya Cherry


"Maaf aku harus berbohong pada mu, Cherry. jika aku tidak membunuh maka mereka yang akan membunuh ku, oleh karena itu aku harus lebih kejam, dengan begitu aku baru bisa melindungi keluarga ku" batin Christian


Setelah beberapa saat kemudian Cherry melepaskan ciumannya


"Christian, besok aku ingin keluar mau ke toko tanaman, apa bisa kau antar aku ke sana?"


"Tentu saja bisa, aku akan mengantar mu kemana pun kau mau" jawab Christian dengan melanjutkan ciumannya


Swiss...


Di dalam kantor Jorge masih terjadi perdebatan panjang antara Owen dan Jorge, sementara Jimmy dan lainnya hanya bisa berada di luar sambil mendengar perdebatan mereka


Prak


Bunyi hentakan meja di lakukan Owen pada meja Jorge


"Ini gila, kau seenaknya menyuruh kami dan memaksa kami harus menerima kasus ini, padahal kami berhak untuk menolak, jangan karena diri mu adalah atasan kami maka kau bisa berleluasa pada kami" bentak Owen dengan nada tinggi sehingga di dengar oleh para detektif lainnya


"Owen, kau tidak bisa menolak, ini adalah tugas mu, seharusnya kau merasa senang karena diri mu di beri kesempatan ini" bentak Jorge dengan kesal


"Senang? iya aku harus senang karena bisa lebih cepat mati, kau ingin aku menangani 2 kasus dalam waktu yang sama, apa ini akal sehat mu? yang satu adalah buronan 5 tahun, dan satu lagi lebih parah buronan puluhan tahun, bahkan di cari dunia juga tidak dapat, dan sekarang bagaimana caranya kita mencarinya? dia di san fransisco sedangkan pemerintah sana saja tidak mampu mendapatkannya, bagaimana caranya kita bisa melacaknya, bahkan batang hidungnya saja kita tidak pernah melihatnya" ketus Owen dengan nada ketus


"Jika kau tidak mau menerima kasus ini Jimmy dan lainnya harus terima jika tidak maka kalian tidak bisa lagi menangani kasus apa pun" kecam Jorge dengan mengancam


"Jika begitu maka kau saja yang menangani semua kasus ini, dari King Devil dan Christian Han kau saja yang mencarinya" teriak Owen dengan nada memenuhi satu ruangan kantor

__ADS_1


__ADS_2