
"Kau melamar ku?"
"Iya, aku melamar mu" jawab Stephen dengan menetes air mata
"Kenapa? apa kau tahu jika menikah dengan seseorang yang hanya sebagai penganti itu tidak akan membuat mu bahagia" kata Cherry
"Cherry, kau bukan penganti siapa pun, aku ingin menikahi mu, setelah kau sembuh kita akan mengurus surat pernikahan" jelas Stephen dengan mencium Bibir Cherry dengan penuh air mata
"Terima kasih atas lamaran mu, apa dengan cara ini kau berterima kasih pada ku? karena foto gadis itu kau harus melamar ku karena merasa simpati dan terima kasih" batin Cherry
"Cepat sembuh dan aku akan menikahi mu secara sah" kata Stephen dengan melepaskan ciumanya
"Stephen, aku tidak meminta mu harus menikahi ku, jangan merasa bersalah atas semua yang terjadi, ini bukan salah mu, ini adalah tanggung jawab ku, apa kau tahu kau tinggal di sini dan barang mu di curi itu adalah salah ku, oleh sebab itu aku harus berusaha untuk mendapatkan kembali, jadi jangan melamarku karena rasa terima kasih dan rasa simpati"
"Aku melamar mu bukan karena aku merasa terima kasih atau simpati pada mu, tapi ini dari hati ku, Cherry."
"Stephen, beritahu aku, di hati mu aku ada di urutan ke berapa?"
"Gadis bodoh, kau adalah urutan pertama dan juga terakhir" jawab Stephen dengan senyum
"Terima kasih, walau ini hanya untuk menyenangkan ku tapi aku tetap senang, aku sudah mengantuk" jawab Cherry dengan memejamkan matanya
"Tidurlah dulu, sebentar lagi mereka akan tiba" ucap Stephen dengan mengecup dahi Cherry
Tidak lama kemudian Micheal datang bersama para suster dengan membawa obat-obatan dan alat keperluan lainnya sementara Anton menjemput dokter datang untuk mengobati luka Cherry
Di saat dokter melakukan operasi Jhon menunggu di luar dan hanya Stephen yang di dalam sambil mengawasi kinerja para dokter dan suster, Stephen yang merasa cemas pada Cherry sedang berdiri di ujung kasur dengan tatapan yang dalam
Setelah satu jam kemudian operasi pun telah berakhir..
"Tuan Chin, jangan khawatir, nona hanya kehilangan banyak darah, luka dalamnya juga telah di jahit, dan jangan turun dari ranjang dulu untuk beberapa hari ini" jelas Dokter
"Apa kau yakin dia akan baik-baik saja?" tanya Stephen dengan tatapan tajam
__ADS_1
"Benar, ini butuh waktu sekitar sebulan atau dua bulan untuk sembuh total, oleh karena itu jangan banyak bergerak agar jahitannya tidak terbuka" jawab Dokter dengan berkeringat dingin
"Baiklah kalau begitu, selama Cherry belum sembuh kalian jangan tinggalkan tempat ini, datang langsung saat di panggil, mengenai tempat tinggal dan makan kalian aku yang akan menanggungnya, masalah biaya kalian tidak perlu khawatir, aku tentu tidak akan sia-siakan usaha kalian" kata Stephen dengan tegas
"Tuan, tapi ini?" ucap dokter terhenti karena ragu mau mengatakannya
"Kenapa? apa kau menolak?" tanya Stephen dengan menghampiri dokter
"Tidak, bukan menolak, hanya saja rumah sakit kami tidak akan membiarkan kami lama di luar, pihak rumah sakit bukan kami yang bisa membuat keputusan penuh" jelas Dokter dengan merasa cemas
"Kalau begitu apakah kepala rumah sakit yang berkuasa? jika iya aku akan mengurusnya" tanya Stephen
"Benar, tuan" jawab dokter
"Itu mudah saja, aku akan mengurusnya, jika dia berani melawan maka rumah sakit kalian akan ku ratakan semuanya" jawab Stephen dengan tegas
"Ba-baiklah, Tuan" jawab dokter itu yang sedang ketakutan
"Setiap hari kau harus datang memantau lukanya, jangan sampai ada kesilapan apa pun, jika sampai terjadi maka aku tidak akan segan-segan mengubur mu hidup-hidup" gertak Stephen dengan tatapan tajam
"Kalau sudah selesai maka kalian boleh keluar" kata Stephen dengan nada tegas
"Baik kami keluar dulu" jawab dokter dengan melangkah keluar dari kamar Cherry dan di ikuti susternya
Stephen lalu duduk di samping Cherry yang sedang ketiduran
"Cherry, kau akan segera sembuh, dokter mengatakan luka mu akan sembuh dalam waktu sebulan atau dua bulan, dan aku akan menjaga mu dengan baik" kata Stephen dengan menatap Cherry
Setelah beberapa menit Stephen lalu berkumpul dengan Anton, Micheal dan Jhon di ruang tamu
"Aku merasa lega jika Cherry telah melewati masa kritis, aku sangat cemas di saat melihatnya kesakitan dan mengeluarkan air mata tanpa berhenti ini sangat menyakitkan hati ku sebagai seorang ayah" ujar Jhon
"Cherry butuh waktu selama satu hingga dua bulan untuk penyembuhan, selama dua bulan ini aku akan menjaganya dengan baik, setelah lukanya mulai mengering aku ingin membawanya ke kota, dan mencarikan dokter terbaik untuknya" kata Stephen
__ADS_1
"Anton, hubungi dokter terbaik di jerman katakan semua kondisi Cherry, berapa pun biayanya tidak masalah asalkan Cherry bisa sembuh" perintah Stephen
"Baik Bos, akan ku lakukan" jawab Anton dengan menurut
"Micheal, kau datangi rumah sakit itu, beritahu pada kepala rumah sakit jika dokter Frank akan tinggal sini selama perawatan Cherry"
"Baik Bos" jawab Micheal
"Jika dia menantang kau tahu apa yang harus di lakukan" lanjut Stephen dengan menatap ke arah Micheal
"Aku mengerti" jawab Micheal dengan cepat
Setelah beberapa menit kemudian Anton dan Micheal meninggalkan rumah Cherry
"Jhon, apa kau berencana membawa Cherry ke luar negeri?"tanya Jhon
"Aku ingin melihat perkembangannya dulu, aku tidak ingin Cherry terlalu banyak bergerak, di jerman ada seorang dokter yang cukup terkenal namanya adalah Garred, aku ingin mendatangkan dia untuk mengobati Cherry"
"Tapi apakah dia bisa datang? seorang dokter yang sudah terkenal dia pasti sudah di sibukan dengan jadwalnya yang padat"
"Jika tidak bisa, maka aku akan membawa Cherry bertemu dengannya, aku ingin melihat bagaimana perkembangan luka Cherry dulu dalam seminggu dua minggu ini, jika dia sudah mulai membaik aku ingin langsung membawanya ke jerman" jelas Stephen
"Jika dokter Frank bisa menyembuhkan Cherry aku rasa ini tidak perlu lagi di bawa ke sana"
"Aku hanya ingin memastikan jika tusukan itu tidak melukai organ lainnya, aku hanya ingin memastikan jika Cherry sudah benar-benar sembuh" jelas Stephen dengan penuh perhatian
"Baiklah, lakukan saja keinginan mu" jawab Jhon
"Jhon, aku penasaran dengan satu hal"
"Ada apa?"
"Kenapa Cherry selalu saja merasakan jika aku tidak serius dengannya? aku melamarnya tapi dia malah tidak merasa bahagia, aku melihat sorotan matanya malah bertambah sedih, apa dia pernah memberitahu mu apa sebabnya?" tanya Stephen dengan penasaran
__ADS_1
"Cherry selama ini memang ragu dengan hubungan kalian berdua, tapi dia tidak pernah mengatakan apa sebabnya. Stephen, apakah kamu memiliki mantan istri lainnya selain Sonnia? atau pun kau sudah memiliki kekasih saat di San Fransisco?"