Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Syarat penceraian


__ADS_3

"Tidak usah banyak bicara, lakukan saja apa yang kukatakan" ujar Christian dengan kesal


"Apa maksudmu? kalian benar-benar akan pisah jalan?" tanya Thomas dengan hampir tidak percaya


"Lakukan sesuai permintaanku" ucap Christian dengan tegas


"Iya aku tahu" jawab Thomas dengan sambil mengeluarkan dokumen dari tasnya


Thomas yang sebagai pengacara pribadi Christian menyiapkan surat penceraian serta syarat yang di inginkan oleh kliennya itu


Setelah beberapa menit kemudian


"Kenapa aku malah merasa kau sangat kejam, syarat mu ini benar-benar ingin menyiksanya" ujar Thomas yang sedang sibuk dengan tangannya


"Ini urusan keluargaku" jawab Christian dengan bersikap dingin


"Kau gila, kalian ingin bercerai tapi anakmu malah menjadi korban kalian, Aaron adalah anak yang lucu dan pintar tapi harus menerima nasib begini, apa kau berencana setelah bercerai kau ingin menikah baru oleh sebab itu kau ingin membuat begini terhadap anak mu yang tidak tahu apa-apa itu?" ketus Thomas yang sedang merasa kesal


"Selesaikan saja apa yang ku katakan, tidak perlu peduli sama hal yang lain" ucap Christian dengan kesal


"Ini..jika istrimu sudah tandatangan maka semua sudah sah, baca ulang apa yang ku tulis" ujar Thomas yang memberikan surat penceraian kepada Chrstian


Christian membaca ulang semua isi surat itu, lalu dirinya pun bangkit dari tempat duduknya dan melangkah keluar menemui Cherry yang sedang berada di salah satu ruangan bersama Aaron


"Papa...Papa, ayo bermain bersama Aaron" teriak Aaron yang melihat Christian menghampiri mereka


"Aaron, bermain dulu di belakang halaman ya, papa mau bicara dulu dengan mama sebentar" ucap Christian dengan senyum


"Baiklah, nanti kalau Papa sudah bicara sama mama, Papa ke halaman temani Aaron main bersama ya" jawab Aaron dengan senyum

__ADS_1


"Baik, anak papa sangat pintar" ucap Christian dengan mencium pipi putranya


Aaron lalu berjalan meninggalkan papa dan mamanya di ruangan itu


"Cherry, aku bertanya padamu apakah kamu sudah yakin ingin bercerai denganku?" tanya Christian dengan matanya yang berkaca kaca


"Iya, aku sudah mempertimbangkan semalaman. Christian, aku tidak akan membawa Aaron pergi, jika dia bersamaku dia hanya akan menderita, tapi jika dia bersama mu maka dia akan hidup bahagia, dan aku juga tidak akan mengambil sepersen uang darimu, tolong panggilkan Thomas untuk mengurusnya, setelah itu aku akan pergi, papa yang akan menjemputku"jelas Cherry


"Aku akan mengabulkan keinginanmu, asal kau setuju dengan persyaratan ini, coba baca isinya dulu, jika kau sudah setuju maka tanda tanganlah" ujar Christian yang menyerahkan lembaran kertas putih itu dan pulpen kepada Cherry


Cherry lalu membaca syarat yang tercantum di surat itu dengan membulatkan mata besarnya, rasa tidak percaya jika suaminya itu akan meminta persyaratan yang tercantum di atas kertas.


"Christian, kenapa melakukan ini? dia masih kecil?"


"Dia memang masih kecil, tapi ini nasib dia, jika ibunya saja sudah meninggalkan dia, lalu untuk apa aku membiarkan dia di sini, dia juga harus belajar mandiri, bukankah begitu" jelas Christian yang berdiri di hadapan Cherry


"Kejam? di dunia ini memang kejam, Cherry. kau saja tidak mau dia lagi, bukankah ini cukup kejam baginya yang harus kehilangan ibunya di saat usianya masih 3 tahun, kita sama-sama bersikap kejamkan? tandatangan saja dan setelah itu kau bebas, lagi pula kau juga tidak mau dia lagi jadi itu bukan urusanmu lagi, harta yang ku cantumkan sudah menjadi miliki mu, kau layak mendapatkannya, soal anak kau tidak usah peduli lagi" jelas Christian dengan tegas


"Tidak! tidak, ini cukup kejam baginya, kau tidak boleh melakukan seperti itu. Christian, seorang anak kecil kau kirim di ke italy untuk sekolah bukankah ini sangat kejam baginya? dia masih kecil dan belum mengerti apa-apa, lagi pula usia 3 tahun belum waktunya untuk dia sekolah" kata Cherry


"Cherry, untuk usia 3 tahun sudah ada sekolahnya, itu adalah awal baginya, dia harus bisa tanpa kita, lagi pula ini sudah bukan urusanmu, setelah tanda tangan urusan Aaron tidak ada hubungan lagi denganmu, aku akan langsung mendaftarkan sekolahnya besok, dan besok aku akan langsung menyuruh Anton untuk membawanya kesana, aku akan atur tempat tinggalnya dan akan ada yang menjaganya, jadi dia tidak akan sendiri" kata Christian dengan tegas


"Aku tidak setuju, dia akan ketakutan tanpa orang tua disisinya, lagi pula jika kau ingin dia sekolah di san fransisco juga ada sekolahkan? untuk apa harus mengirim ke negara lain?"


"Ini adalah urusanku karena aku adalah ayahnya. Cherry, segera tanda tangan. ini adalah permintaanmu kan, dan sudah ku kabulkan. aku ingin mengurus daftar sekolahnya sekarang juga" jawab Christian yang berpaling dan berjalan meninggalkan ruangan itu


"Christian, jangan melakukan itu, dia masih kecil" teriak Cherry


Di saat Christian melangkah keluar, Cherry yang berniat ingin menghalang Christian dia pun ingin bangkit dari kursi rodanya, di saat ingin berdiri Cherry pun langsung terjatuh ke lantai

__ADS_1


Bruk


"Aaaarrhhhh, jangan mengirim dia pergi" teriakan Cherry yang histeris


Christian yang mendengar bunyi hentakan dari belakangnya dia langsung berpaling ke arah Cherry, dengan merasa cemas dan khawatir Christian pun langsung menghampiri istrinya yang sedang terlungkup di lantai


"Cherry..Cherry" teriakan Christian yang khawatir dan langsung membalikkan tubuh Cherry dengan duduk di lantai sambil memeluknya


"Cherry, apa kau sakit? katakan dibagian mana kau sakit?" tanya Christian dengan khawatir


"Christian, jangan begitu kejam terhadap Aaron jangan mengirimnya ke sana, ini belum waktunya, aku mohon padamu" pinta Cherry dengan menangis


"Cherry, aku sudah setuju dengan permintaan mu, kau ingin bercerai denganku, kau hanya tinggal setuju saja dengan syaratku, maka kau sudah bebas" jelas Christian


"Jangan libatkan dia, Christian. aku tahu kau bisa menjaganya untuk apa kau harus melakukan itu padanya, apa kau tega anak kita yang masih kecil harus jauh dari orang tua?"


"Cherry, jika kau ingin bercerai aku tidak akan membantah, tapi kau hanya perlu setuju dengan syaratku, itu saja"


"Tapi kenapa kau harus melibatkan dia?" tanya Cherry dengan mengeluarkan air matanya


"Karena jika ibunya juga tidak mau dia, maka aku hanya bisa mengirimnya ke sana" jelas Christian dengan perasaan sedih


"Jika kau tidak ingin anak kita di kirim ke sana maka bantu aku merawatnya hingga dia dewasa, maka dia akan hidup lebih bahagia di saat bersama kita" kata Christian


"Cherry, aku tahu apa yang kau pikirkan, kau merasa jika kita bercerai aku masih bisa memberikan keluarga sempurna untuknya dengan menikahi wanita lain dan menjadi ibunya, apa kau tahu jika kita bercerai aku tetap tidak akan menikah oleh sebab itu aku hanya bisa mengirim Aaron ke italy, biar dia di sana hidup mandiri, jadi penceraian bukan jalan terbaik untuk kita malah akan melukai kita bertiga, aku tidak akan menikah walau kau meninggalkan ku, Cherry." ucap Christian dengan mencium bibir istrinya


Thomas yang berada di luar ruangan itu telah mendengar semua perkataan mereka


"Dasar Christian Han, kau sengaja mengunakan nama anakmu untuk memaksa istrimu agar tidak tandatangan, kau memang licik dan selama aku menjadi pengacara mana ada seorang suami yang menolak untuk bercerai, hanya kau saja, apalagi cara mu memang luar biasa bahkan aku saja mengira kau serius" batin Thomas

__ADS_1


__ADS_2