Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Cherry dan Anton korban ledakan


__ADS_3

8 bulan kemudian


Selama masa kehamilan Christian menjaga istrinya dengan penuh kasih sayang, semua kebutuhan Cherry di sediakan oleh Christian sendiri, setiap Cherry merasa sakit pada kaki dan merasa pegal di bagian pinggangnya maka Christian yang akan memijatnya dengan tangan sendiri


"Christian, selama masa kehamilan ku kau sibuk terus menjagaku, apa di markasmu baik-baik saja? kamu sudah lama tidak ke sana?" tanya Cherry yang duduk di samping Christian


"Di markas ada Anton dan sejumlah anggota di sana jadi walau aku tidak ke sana juga tidak masalah" jawab Christian dengan senyum sambil memijat bagian punggung istrinya


"Sudah bisa hentikan, kau sudah lama memijatku, sebenarnya bisa mencari orang yang khusus memijat ku, jadi kau tidak perlu memijatku setiap saat" ucap Cherry


"Istriku aku sendiri yang akan menjaga dan merawatnya, aku tidak mau serahkan istriku ke kepada orang lain, menjagamu dengan tanganku sendiri aku akan merasa lega" jawab Christian dengan memeluk istrinya


"Masa kelahiran hanya hitungan hari, anak kita akan segera melihat dunia ini" ujar Cherry dengan senyum


"Iya, kita akan sama-sama mendidiknya agar dia menjadi anak yang patuh pada orang tua dan baik pada semua orang, aku tidak ingin anak kita menjadi sepertiku, aku ingin dia menjadi pengacara atau pun dokter, jika dia berminat menjalankan bisnis maka dia juga boleh melakukannya, asalkan dia menjalankan bisnis yang halal" ucap Christian dengan mengecup dahi istrinya


"Christian, selama ini kau selalu membantu masyarakat yang berkekurangan hanya saja kau tidak penah menunjukan diri mu, jika di saat itu aku tidak mendengarnya dari Anton maka aku benar-benar tidak tahu jika kau melakukan hal yang begitu mulia"


"Aku berharap apa yang ku lakukan akan di lakukan juga oleh anak kita, kita harus menjadi contoh yang baik untuk anak kita"


"Tentu saja dia akan seperti dirimu" jawab Christian dengan senyum


"Cherry, besok kita harus ke rumah sakit untuk memeriksa kandunganmu" kata Christian


"Tapi bukannya hanya sisa hitungan hari, kenapa harus pergi lagi?"


"Kata dokter walau sudah dekat dengan masa kelahiran tetap harus di periksa, ini untuk kebaikan mu dan anak kita, jadi kamu harus pergi ya" jawab Christian dengan menyentuh bagian perut Cherry yang sudah hamil besar


"Iya, aku ikut katamu saja" jawab Cherry dengan senyum


"Gadisku memang penurut" ucap Christian dengan mengecup dahi istrinya


Keesokan harinya


Christian dan Cherry di siang itu menuju ke rumah sakit, mereka di temani oleh Anton yang sedang mengendarai mobilnya


Setelah beberapa saat kemudian mereka pun tiba di rumah sakit dan melakukan pemeriksaan kandungan Cherry, sementara Anton menunggu di luar ruangan pemeriksaan dengan sambil memperhatikan kesekitaran dalam rumah sakit itu


Setelah setengah jam kemudian pemeriksaan yang di lakukan telah selesai

__ADS_1


"Selamat Tuan dan Nyonya, anak kalian sangat sehat, jangan khawatir dengan persalinannya semua akan lancar dan baik-baik saja" ucap Dokter dengan sopan


"Terima kasih Dokter" ucap serentak Christian dan Cherry dengan penuh rasa bahagia


Setelah selesai mereka pun berjalan ke arah pintu besar, Christian dan Cherry merasa tidak sabar lagi untuk menunggu kelahiran sang buah hati, senyuman bahagia terlihat di wajahnya mereka yang saling menatap dengan penuh rasa cinta


Mereka berjalan menghampiri mobil, sementara Anton membukakan pintu belakang untuk Cherry yang ingin masuk kedalam sana, di saat Cherry baru masuk ke dalam mobil dirinya mendengar bunyi yang sangat dekat dengannya setelah diperhatikan terdapat bom waktu yang di pasangkan di bawah tempat duduk mobilnya


Cherry langsung beranjak dari mobil dan berniat ingin menyelamatkan suaminya yang masih berdiri di luar mobil


"Awaasss" teriak Cherry yang langsung keluar dari mobil dan mendorong Christian dengan sekuat tenaga sehingga membuat Christian menjauh dari mobil itu dan tidak lama kemudian`βœ“


Duar.....duar.....duar...


Bunyi ledakan mobil Christian yang hancur berkeping-keping


"Aaarhhhhhh" teriakan Cherry yang terkena ledakan itu sehingga jatuh terlungkup dan mengeluarkan darah di kepala dan di bagian bawah tubuhnya


Di saat ledakan terjadi Anton yang tidak sempat lari dirinya juga menjadi korban ledakan tersebut, sementara Christian hanya mengalami luka luar


"CHERRY"teriakan Christian yang histeris melihat istrinya yang terluka parah dan langsung menghampiri istrinya


"Selamatkan anak kita" ucap Cherry dengan merasa kesakitan bagian perutnya


Christian yang histeris melihat kondisi istrinya dirinya langsung mengendong Cherry dan berlari masuk ke dalam rumah sakit sambil berteriak


"Dokter, tolong selamatkan istrikuuu" teriakan Christian yang memenuh ruangan rumah sakit itu


Bagian bawah tubuh Cherry mengeluarkan banyak darah dan kakinya juga terluka parah akibat ledakan itu


Para suster bergegas mendorong ranjang beroda menghampiri Christian dengan cepatnya mereka membaringkan Cherry di atas ranjang itu, dan setelah itu mereka sama-sama mempercepatkan langkah mereka mendorong ke ruangan operasi


"Cherry, buka matamu jangan tidur, lihat aku" teriak Christian yang merasa cemas sambil mendorong ranjang itu


"Christian, selamatkan anak kita" pinta Cherry dengan wajah memucat dan mengeluarkan air matanya


"Kau akan baik-baik saja, sayang. bertahanlah" ucap Christian dengan menangis dan memegang tangan istrinya dengan erat


Di saat memasuki ruangan operasi Christian dan Cherry harus saling melepaskan pegangan mereka, tatapan Christian terhadap istrinya di banjiri dengan air mata, rasa takut melanda dirinya karena melihat luka parah yang di alami oleh istrinya itu

__ADS_1


"Semua akan baik-baik saja, istri ku dan anakku akan selamat, mereka akan selamat dan akan kembali berada di sisiku" gumam Christian yang mencoba menenangkan dirinya sendiri


"Tuan, Anda juga terluka bagaimana jika di obati dulu" ucap suster yang melihat luka pada bagian tangan dan wajah Christian akibat terkena serpihan kaca mobil


"Tidak..tidak..aku ingin menunggu istriku di sini, jika dia keluar dia pasti akan mencariku" jawab Christian yang tanpa menoleh ke arah suster itu


Christian lalu menghubungi Micheal yang di seberang sana


"Hallo Bos"


"Micheal, terjadi masalah besar" ucap Christian


Setelah memberitahu semua kejadian maka Christian pun memutuskan panggilannya


"Siapapun pelakunya jangan berharap bisa lari dariku" batin Christian


"Tuan....Tuan...Tuan.." teriak salah satu suster yang berlari menghampiri Christian


"Ada apa?" tanya Christian


"Tuan, pria yang terkena ledakkan itu apakah teman Anda?"


"Benar, bagaimana dengan kondisinya?"


"Dia harus segera di operasi, luka tusukan dari serpihan mobil mengenai bagian punggungnya dan lukanya cukup dalam"


"Segera jalankan operasinya"


"Kami butuh tanda tangan dari Tuan"


"Baiklah aku tahu"


Christian menandatangani persetujuan operasi untuk menyalamatkan Anton


Tidak lama kemudian dokter yang menangani Cherry keluar dari ruangan operasi


"Dokter, bagaimana dengan istriku?' tanya Christian dengan merasa cemas


Dokter hanya menghela nafas dan merasa sedih, berat untuk mulutnya mengatakan yang sebenarnya

__ADS_1


__ADS_2