
"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya" kata Stephen dengan sengaja mengoda
"Sudah pergi sana, jangan menganggu ku, dapur tidak sesuai untuk mu" ujar Cherry yang sambil fokus pada kerjanya
Stephen memandang gadis itu tanpa beralih pandangannya, karena mengetahui Stephen yang sedang memerhatikannya membuat Cherry merasa canggung dan sangat malu
"Ke-kenapa kau melihat ku lagi?"
"Aku sedang memikirkan jika aku menikahi mu aku tidak rugi juga, selain bisa ilmu obat-obatan kau juga bisa memasak sesuai selera ku, jika aku membawa mu ke kota asal ku hidup ku pasti lebih beruntung" ujar Stephen dengan tatapan dalam
"Ada apa dengan mu hari ini? kenapa semua ucapan mu terdengar sangat aneh?" tanya Cherry yang tidak mengetahui jika pria di sampingnya itu telah tertarik padanya
"Aneh?"
"Iya aneh"
"Semua ucapan ku adalah nyata" jawab Stephen dengan mendekat ke Cherry yang jaraknya hanya 3 inch
"Jangan bercanda ini tidak lucu sama sekali" kata Cherry yang berusaha menjauh dari jaraknya dengan Stephen
"Aku berubah pikiran" ujar Stephen sambil maju langkahnya mendekati Cherry yang sedang berjalan mundur
"Berubah pikiran?" tanya Cherry yang menghentikan langkahnya karena di belakangnya sudah mentok ke meja dapur
"Bagaimana jika aku menikahi mu saja?" goda Stephen dengan senyum
"Apa kau bisa menjauh, ini terlalu dekat" pinta Cherry merasa canggung sehingga ke dua tangannya menahan meja dapur yang di belakangnya
"Setelah urusan ku selesai aku pasti akan menikahi mu" goda Stephen dengan berisik di telinga Cherry
"Bukankah kau mengatakan jika kita adalah teman setia selamanya? kenapa tiba-tiba berubah pikiran?"
"Teman setia?"
"Benar, bukankah kau sudah mengatakan sebelumnya"
"Apa kau tahu apa arti teman setia itu?" tanya Stephen dengan tatapan dalam yang jarak sangat dekat
__ADS_1
"Teman setia adalah berteman baik selamanya, apa pun yang terjadi tetap berteman dengan baik, tanpa ada pengkhianatan" jawab Cherry
"Betul kata mu, apa kau ingin menjadi teman setia ku untuk selamanya?"
"Jika kau tidak merendahkan ku karena aku orang desa, aku ingin" jawab Cherry dengan santai karena tidak tahu maksud Stephen
"Aku tidak merendahkan mu dari mana kau berasal, baiklah ingat kata mu hari ini, kau adalah teman setia ku, jadi jika suatu saat aku meninggalkan sini maka aku akan membawa mu bersama" ujar Stephen dengan senyum mesra
Deg....deg...deg..
"Me-meninggalkan sini? memang mau kemana? bukankah ini adalah rumah mu?" tanya Cherry yang merasa canggung pada Stephen yang menatapnya dengan jarak yang sangat dekat
"Iya, tapi asal ku bukan di sini, kata mu di hari ini sudah ku genggam, jika di hari itu kau mengingkarnya maka aku tidak akan segan-segan menghukum ku" ucap Stephen dengan sengaja mengancam
"Aku tidak ada buat surat perjanjian dengan mu kenapa harus menghukum ku?"
"Karena perkataan mu adalah sebuah janji bagi ku, oleh karena itu kau harus melakukannya sesuai janji mu" jawab Stephen dengan senyum
"Apa kau sudah bisa menjauh? Bibi Chintia akan pulang sebentar lagi, jika dia melihat kita begini maka dia akan salah faham dengan ku"
"Baiklah, aku menunggu di ruang makan" jawab Stephen dengan senyum dan melangkah keluar dari dapur
"Gadis polos teman setia bukanlah berteman selamanya tetapi adalah pasangan hidup selamanya, hari ini kau telah mengatakannya ini adalah janji mu, tanpa kau sadari kau telah berjanji menjadi pendamping hidup ku untuk selamanya" batin Stephen yang senyum bahagia
Siang hari..
Cherry seperti biasanya merapikan ruangan baca Stephen di saat bos nya itu keluar bekerja. merapikan semua dokumen dan buku di atas meja itu, dan di saat Cherry memindahkan buku-buku yang di pinggir meja itu tanpa di sadari selembar foto yang di selipkan di dalam buku itu jatuh dan masuk ke tong sampah yang di tarohkan di samping meja tersebut.
Cherry yang tidak mengetahuinya tetap fokus membersihkan ruangan bosnya itu. dan setelah selesai Cherry pun membuang sampah yang ada di dalam tong sampah tersebut
Setelah satu jam kemudian Stephen Dan Anton kembali ke kediamannya.
Stephen dan Anton seperti biasanya masuk ke ruangan baca miliknya
Klek
"Siapkan saja laporan itu untuk rapat besok" kata Stephen yang masuk ke ruangan nya dengan di ikuti oleh Anton
__ADS_1
"Baik tuan" jawab Anton yang ikuti langkah bosnya itu
Di saat Stephen duduk di kursi di meja kerjanya dia membuka buku dengan niat untuk mencari foto itu. Stephen membolak-balik semua buku yang di atas mejanya dengan raut wajah yang tidak senang
"Tuan, ada apa?" tanya Anton yang melihat Stephen sedang mencari sesuatu
"Foto Kelly hilang, aku menyimpan di dalam buku ini, coba tanya siapa yang mengusik barang di meja ku, jika sampai hilang maka akan ku pecat orangnya" ucap Stephen dengan emosi
"Baik Tuan" jawab Anton yang segera melangkah keluar dari ruangan itu..dan mencari keberadaan Chintia dan Cherry
"Cherry, Chintia" teriak Anton yang menuju ke dapur
"Tuan Anton ada apa?" tanya Chintia yang sedang menyiapkan makanan bersama Cherry di dapur
"Anton, ada apa?" tanya Cherry yang melihat ke arah Anton
"Siapa yang mengusik barang di meja tuan Chin?" tanya Anton dengan tahan emosi
"Aku merapikan mejanya tadi, apakah ada yang hilang?" tanya Cherry yang menghampiri Anton
"Apa kau ada melihat selembar foto yang di dalam buku?"
"Tidak, aku tidak membuka lembaran bukunya, aku hanya merapikan saja" jawab Cherry
"Cepat pergi cari di tong sampah depan sana, apa kau tahu jika foto itu lebih penting dari nyawa mu, jika sampai hilang tuan akan memecat mu" bentak Anton dengan nada tinggi
"Baiklah, aku akan pergi cari " jawab Cherry dengan cemas dan langsung berlari keluar dari rumah itu
Cherry membongkar semua tong sampah di seberang rumah sana, mengeluarkan semua isi sampah tersebut, dia mencari plastik kresek yang dia buang tadi. setelah mencari-cari selama 20 menit akhirnya mendapat plastik itu tersebut, Cherry membuka ikatan plastik dan menuangkan semua isinya dan mendapati selembar foto Stephen yang bersama Kelly.
"Ini fotonya Stephen dan seorang gadis, apakah karena gadis ini yang membuat Stephen marah besar?" batin Cherry yang merasa sedih di hatinya
Setelah mendapat foto itu Cherry memasukkan semua sampah kembali ke tempatnya. dan sesaat kemudian dia melangkah masuk ke rumah Stephen dengan penuh rasa sedih di hatinya
"Anton, ini fotonya" ucap Cherry yang menghampiri Anton yang sedang berdiri di ruang tamu
"Kau sangat beruntung karena foto ini tidak hilang, apakah kau tahu jika tuan sudah menyimpan foto ini selama belasan tahun, ini sangat penting baginya bahkan lebih berharga dari nyawa mu yang hanya sebagai pekerja di sini, lain kali jangan masuk ke ruang baca tuan lagi, jika ada kehilangan kau tidak bisa mengantinya, dan jangan lupa siapa diri mu di rumah ini kau hanya pembantu yang tidak ada beda dengan lainnya, walau kau adalah asisten pribadi tuan bukan berarti kau istimewa bagi tuan" bentak Anton yang kemudian meninggalkan ruangan itu dan menuju ke ruangan atasannya
__ADS_1
Cherry yang mendengar perkataan Anton, perasaannya sakit bagaikan di sambar petir, bagaimana tidak hanya karena selembar foto dirinya di marah habis-habisan bahkan mendapatkan hinaan.
"Benar, aku hanya pembantu di sini bukan siapa-siapa, bahkan selembar foto saja masih lebih berharga dari ku" batin Cherry yang mengeluarkan air mata